Creator

Creator
Perjalanan Dimulai


__ADS_3

Kala itu Raven tidak dapat membendung air matanya dan langsung berlutut dihadapan Rose yang merupakan satu-satunya sosok kakak dari Raven. “Kakak, aku sungguh minta maaf. Usahaku selama ini sama sekali tidak mendapatkan sebuah hasil.” Ucap Raven yang dipenuhi rasa bersalah saat bertemu Rose. “Aku akan mengesampingkan soal itu, sekarang prioritas adalah membantu Mei.” Rose menegaskan.


“Kakak, apa kau bisa menolongnya? Kumohon kak, selamatkanlah dia!” Meiga memohon dengan sepenuh hati. Rose menjelaskan kepadanya bahwa keadaan Luna begitu tidak biasa. Entah apa yang dia lawan waktu itu, sampai dia menghancurkan jiwanya sendiri dan energi kehidupan miliknya. Dia bilang hanya ada satu cara untuk menyelamatkannya, yaitu memberikan sebuah mustika kehidupan kepada dirinya. Itu adalah cara yang begitu berbahaya dan tingkat keberhasilannya juga sangat rendah.


Selain itu tidak ada cara untuk membuat sebuah mustika, itu hanya bisa didapat dari seseorang yang benar-benar ingin menyelamatkan dirinya, dengan kata lain harus ada orang yang benar-benar mau mengorbankan nyawanya untuk memberikan mustika.


Wanita suci, untuk menggantikan mustikanya harus diberikan sesuatu yang sepadan. Karena mustika milik Lunaa tidak sepenuhnya hancur, maka hanya perlu membungkusnya dengan mustika lain. Tapi tetap saja itu harus sepadan, jika tidak maka mustika yang digunakan untuk membungkusnya akan hancur sia-sia karena tidak dapat menahan kekuatannya saat mulai berfungsi lagi. Dan Meiga kebetulan juga memiliki hal tersebut, sebagai pengguna atribut ganda, kekuatan yang dimilikinya tidak kalah kuat dari wanita suci.


Namun itu hanya bisa menyelamatkan energi kehidupannya, dan membentuk ulang mustikanya bukan mengembalikan jiwanya.


Jadi jika dia terselamatkan, dia tetap akan kehilangan seluruh kemampuan dan ingatannya yang sebelumnya. Itu sama saja dengan percuma, namun Meiga tidak ingin berhenti ditengah jalan.


“Lalu, bagaimana cara untuk menyelamatkan jiwanya?” Dia bertanya kepada Rose. Rose pun menjawabnya, 'Luna menyatukan jiwanya dalam pedang miliknya untuk mengalahkan lawannya, lalu saat mustikanya hancur jiwa dan pedangnya juga ikut hancur. Namun ada kemungkinan kalau jiwa dari Luna yang telah hancur menjadi kepingan kecil saat ini masih ada didunia ini' Namun sayangnya saat ini Rose tidak punya kemampuan untuk itu. Jika ingin menyelamatkan dirinya, hanya Meiga seorang yang bisa melakukannya. Karena sebagai seorang penyelamat dia bisa melihat kepingan jiwa milik Luna dengan sebuah cara. Dan hanya ada satu cara yang bisa dilakukan oleh Meiga, tapi mungkin usianya setelah memberikan mustikanya tidak akan cukup untuk menyelesaikannya.


Dia harus bisa menyatukan pedang tersebut dari bijih utama di dunia ini, lalu merendam pedang tersebut selama 10 hari di danau keabadian. Setelah itu Meiga baru akan bisa mencari kepingan jiwa milik Luna yang tersebar diseluruh alam. Tanpa pikir panjang dia langsung menyetujui syarat-syarat tersebut. Namun Rose mengingatkan dirinya. “Aku tahu bahwa kau tidak akan mundur jika sudah membuat keputusan.


Tapi akan kukatakan bahwa mungkin dengan sisa usiamu setelah memberikan mustika, tidak akan akan cukup untuk melakukan hal tersebut.” Meski begitu dia tetap akan melakukannya.


“Kalau begitu aku akan membantumu semampuku.” Diruangan itu, dihadapan semua orang ritual pemindahan mustika dilakukan oleh Rose. Dia mengoyak dada Meiga sampai terbuka lebar, disana dia mengambil mustika milik Meiga dan mentransfernya ke tubuh Luna.


Luna menggunakan energi kehidupannya terlalu banyak sehingga mustika miliknya menjadi rusak. Disana Rose menggunakan mustika Meiga untuk memperbaiki mustika Luna yang hampir hancur sepenuhnya. “Mustika adalah wadah dari energi kehidupan yang merupakan inti dari jiwa seseorang. Lalu jiwa adalah sumber dari mana dan kekuatan spiritual dari seseorang, jika mustikanya hancur maka jiwanya juga akan ikut hancur.


Walaupun mustikanya berhasil diperbaiki dengan memadukan keduanya, jiwa yang sebelumnya telah hancur tidak akan pernah bisa pulih dengan sendirinya. Dan itu akan menciptakan kepribadian lain pada individu tersebut. Kau mengertikan Mei?” Senyum yang begitu tulus ditunjukkan Meiga kala itu. Asalkan itu bisa membuat Luna terselamatkan, itu sudah cukup baginya.


“Lalu Nona Rose, bagaimana jika Meiga berhasil mengumpulkan seluruh kepingan jiwa milik Luna?” Tanya Iris prihatin.


“Kau hanya perlu memberikan pedang itu kepadanya. Saat itu terjadi, jika Luna memang mau menerima masa lalunya, maka kepribadiannya yang baru akan digantikan oleh kepribadiannya yang lama.”


“Lalu bagaimana dengan kepribadian baru yang ada pada Luna?” Iris kurang lebih telah mengerti akan hal itu, namun bagaimanapun dia harus memastikannya. “Kau tidak perlu memastikannya lagi kepadaku. Apa yang kau pikirkan, semua itu tidaklah salah.” Jawab Rose sambil melakukan ritual pemindahan mustika.

__ADS_1


Dengan mengorbankan begitu banyak energi, akhirnya Rose berhasil menyelesaikan ritualnya. Dengan itu nyawa Luna akan dapat terselamatkan. Disisi lain, jiwa dan energi kehidupan milik Meiga perlahan mulai berhamburan. Menyadari hal itu dia langsung menggunakan skillnya material creation untuk membendungnya dalam item box untuk memperlambat efeknya. Lalu Rose juga tidak lupa untuk membantu Meiga menyembuhkan lukanya setelah proses ritual tersebut.


“Mei, aku telah mencapai batas waktu dalam wujud ini, Luna saat ini juga tinggal menunggu waktu untuk bisa siuman. Kau tahu apa yang harus kau lakukan selanjutnya kan? Aku akan menunggumu sampai saat itu, walaupun kau akan gagal aku akan selalu menjagamu. Batas waktumu paling lama adalah 8 tahun, semoga kau akan bisa mewujudkan harapan terakhirmu itu.” Meninggalkan sepatah kata tersebut, Rose mulai menghilang dari hadapan mereka bersamaan dengan dimensi tersebut.


Luna, aku akan memperjuangkan sisa kehidupanku untukmu. Lalu kakak teruslah awasi aku dari sana, aku tidak akan pernah mengecewakanmu.


Iris mengambil pedang Luna yang telah menjadi pecahan dan memberikannya kepada Meiga. “Meiga, kau tahu bahwa Luna adalah satu-satunya sahabatku didunia ini. Aku harap kau berhasil melakukannya, aku akan menunggumu untuk menyerahkan kembali pedang ini kepadaku.” Meiga telah menetapkan tekadnya, Iris juga merasa bahwa dia harus menetapkan tekadnya juga. Seandainya Meiga berhasil, dia harus berani membuat pilihan demi menghargai perjuangannya.


“Meiga, aku berjanji bahwa aku akan menjaga Luna dengan mempertaruhkan hidupku. Karena itu kau tidak perlu mengkhawatirkan dirinya.”


“Aku tahu kau akan melakukannya. Karena itu, setidaknya aku akan berterima kasih kepadamu.” Meiga menbungkukkan dirinya dihadapan Iris.


“Perasaanmu telah tersampaikan kepadaku. Sekarang kau bisa melakukan apa yang harus kau lakukan tanpa merasa khawatir tentang kami.” Iris meyakinkan. Raven juga mendekati Meiga dan memegang kedua pundaknya. “Meiga, bijih utama ada di sebuah tempat bernama halaman awal mula. Tempat itu berada diujung utara dunia ini. Lalu danau keabadian konon berada sedikit ke timur dari tempat tersebut, namun tidak ada yang tahu akan kebenaran dari hal tersebut.


Perjalanan kesana tentunya tidak akan mudah, tapi aku berharap bahwa kau akan berhasil melakukannya.” Raven memberi tahu Meiga akan hal itu. Walaupun dia belum pernah kesana, tapi dia yakin bahwa catatan peninggalan sejarah itu tidaklah salah.


Kau adalah orang yang tulus Meiga, tapi apa yang akan terjadi dimasa depan tidak ada yang mengetahuinya. Kuharap kau tidak akan menyesal terhadap keputusan yang kau ambil didalam hidupmu.


Ravenpun mengantarkan Meiga saat dia hendak meninggalkan balai ksatria suci kerajaan. “Tak kusangka kau adalah muridnya, kuharap tidak ada hal buruk yang terjadi kepadamu sebelum kau menyelesaikan tujuanmu.”


“Semoga saja begitu. Kalau begitu aku mohon undur diri komandan Raven, Iris, dan kalian juga.” Ucap Meiga sambil menundukkan kepalanya.


Lalu sebelum memulai perjalanannya ia memutuskan untuk menemui teman-temannya terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanannya. Disana terlihat Orin dan Anie sedang bersedih disamping jasad Dedy yang menjadi salah satu korban dalam insiden tersebut. “Orin, Anie..,” Mereka tidak dapat membendung air matanya saat bertemu dengan Meiga pada saat itu. “Ola.., Kau baik-baik saja?” Tanya Anie yang mengkhawatirkannya.


Tapi Meiga hanya menundukkan kepalanya saat ditanya olehnya. “Ola, apa yang sebenarnya terjadi padamu?” Orin mulai curiga dengan sikapnya yang tidak biasanya. “Ikuti aku!” Meiga pun mengajak mereka ke suatu tempat untuk membicarakan hal ini. Mereka menyusuri sebuah bukit, lembah dan sampai di tempat pelatihan waktu mereka masih diakademi. “Mungkin disini akan baik-baik saja.”—Meiga mengeluarkan Narta yang terluka dari Item Box—“walaupun sedikit terlambat, tapi aku berhasil menyelamatkannya dari Hukuman Dewa.” Meiga menjelaskan.


“Narta..,” Mereka berdua langsung memeluknya dan merasa begitu bersyukur akan hal tersebut.


“Aku sangat menyayangkan atas Dedy, tapi ada sesuatu yang perlu kalian ketahui.” Meigapun menjelaskan kejadian yang dialaminya saat dibukit dengan Zenin. Mereka juga sulit mempercayainya, tapi apa yang dikatakan Meiga adalah kenyataan. Tapi apa yang Zenin lakukan, Meiga yakin kalau ada suatu alasan yang kuat dibalik hal tersebut. Meigapun meminta mereka untuk tidak langsung memutuskan kejahatan Zenin jika bertemu disuatu saat.

__ADS_1


“Lalu tentang Narta, dia saat ini belum siuman. Aku harap kalian bisa merawatnya ditempat yang tidak akan didatangi seseorang.” Meiga meminta tolong pada Orin dan Anie.


“Kenapa demikian?” Orin meminta kejelasan.


Meigapun menjawabnya. “Guruku pernah mengatakan tentang kekuatan seperti milik Narta, itu adalah sebuah kekuatan yang terbentuk dari sebuah kutukan. Lalu melihat ucapan yang terdengar di langit dan sesuatu yang menimpa Narta, kelihatannya kerajaan ini akan mengincarnya untuk dihabisi. Itu karena kekuatan itu terlalu besar dan berbahaya, bahkan sangat sedikit orang yang mengetahui tentang seluk beluknya. Selain itu kalian pasti menyadari kan perubahan naluri saat Narta mulai serius?”


“Kau benar Ola, kami bahkan tidak dapat berkutik sedikitpun saat itu terjadi.”


“Tentunya akan seperti itu. Karena dulunya kekuatan itu juga pernah menciptakan sebuah sejarah panjang di sebuah kota dibenua Utara. Hasilnya begitu banyak orang disana yang saling membunuh karena efek dari kutukan itu, lalu kota itupun mulai disebut dengan kota pembantaian oleh orang-orang luar kota tersebut.”


“Itu benar, kota pembantaian sebelumnya adalah kota tanpa hukum. Dan walikota disana sangat suka melihat orang yang saling membunuh, konon suatu hari ada satu orang yang memiliki kekuatan besar muncul disana dan berhasil menghancurkan kota itu sendirian. Alhasil tidak ada yang berani mendekati kota itu sampai saat ini.”


Setelah melewati perbincangan yang cukup lama Meigapun mengatakan tujuan utama dirinya mencari mereka. “Sebenarnya aku mencari kalian karena ingin berpamitan.”


“Berpamitan.., apa maksudmu Ola?” tanya Orin bingung.


“Kalian pasti telah mendengar akan kabar tentang wanita suci kan? Dia adalah salah satu orang yang paling berarti dalam hidupku. Karena itu demi menyelamatkannya aku telah memberikan mustika milikku kepadanya, lalu untuk mengembalikan dirinya sepenuhnya aku akan berkelana untuk mencari kepingan jiwanya yang tersebar diseluruh alam. Batas waktunya paling lama adalah 8 tahun, seandainya aku berhasil melakukannya, kuharap kalian bisa menyiapkan tempat untuk kepulanganku. Ini adalah permintaan terakhirku pada kalian.” Meiga menjelaskan niatnya yang sebenarnya.


“Jadi saat ini kau hanya menghabiskan waktumu untuk menunggu kematian, kenapa harus begini?” Anie tidak bisa menahan tangis saat mendengarnya.


“Jika itu adalah permintaan terakhirmu, kami juga akan berjuang untuk mewujudkannya. Dalam 8 tahun kami akan menciptakan sebuah organisasi yang begitu kuat untuk menyambut kepulanganmu.” Orin menegaskan tekadnya.


Meiga memeluk mereka semua dan pergi meninggalkannya. Saat ini dia telah benar-benar menetapkan tekadnya, apapun yang menghalangi akan disingkirkan olehnya. Dia akan berujung membenci dirinya sendiri jika tidak bisa melakukan apapun terhadap orang-orang tercintanya.


Pak tua Son, aku tidaklah sama denganmu. Aku pasti akan menyelesaikan semua tujuanku dan menghabisi akar dari masalah yang ada didunia ini.


Kali ini dia akan pergi ketempat nan jauh dan memulai kisahnya sendiri tanpa teman-temannya. Dan demi cintanya selama ini, walaupun satu dunia menentangnya, dia tetap akan melaluinya.


__ADS_1


__ADS_2