Creator

Creator
Situasi


__ADS_3

Pelatihan pertama dari Dvergr dimulai, tempatnya adalah dilembah kuil lama. “Persiapkan diri kalian, aku tidak akan memudahkan.” Dvergr mengingatkan. Dia yang mengetahui betapa kejamnya dunia luar, ingin membuat para muridnya bisa bertahan hidup diluar sana suatu saat nanti.


Mereka telah bersiap sama lain, Meiga mengawali serangan. Beberapa belati diselimuti elemen petir dilemparkan pada Dvergr. Itu adalah lemparan yang sangat akurat, namun Dvergr dapat dengan mudah menangkisnya dengan kapaknya. Meiga tetap berlari sambil terus menerus menghujaninya dengan belati, lalu Orin mulai menyerang dari depan.


“Hoh, Ola menjadi penyerang samping untuk mengalihkan perhatian ya? sedangkan Orin menjadi penyerang utama, bukan taktik yang buruk.” Orin menerjang Dvergr dengan kecepatan tinggi namun tetap dengan mudah dihalau.


“Cihh, menghalau serangan dari banyak arah dengan begitu mudahnya. Zenin giliranmu!” Sambil mengeluh, Orin mengeluarkan wind of destruction lalu menjaga jarak. Disisi lain Zenin yang telah siap dengan skillnya mulai mengaktifkannya.


“Water jail!” saat Dvergr masih belum keluar dari skill Orin, Zenin menggabungkan skill pembatasan kepada Dvergr untuk memperkuat efek serangan. Saat ini pusaran angin penghancur, telah diubah menjadi mesin pembunuh yang mengerikan.


“Setelah skill dari Orin dan Zenin digabungkan, sebuah pusaran air akan tercipta. Sekarang giliranku, Lightning Strike, Lightning Field!” Kalau serangan seperti ini mungkin bisa melukai instruktur Dvergr, itulah yang dipikirkan Meiga.


Dvergr tersenyum lucu, itu serangan yang cukup membahayakan. Namun jika lawannya bukan dia. “Earth Splitter!” Dvergr membelah skill gabungan mereka dengan satu kali ayunan kapaknya. Sungguh kekuatan yang luar biasa.


“Chain Shackles! Cross Lightning Slash!”


“Percuma!” sebuah rantai muncul dan mengikat beberapa anggota tubuh Dvergr, disusul dengan tebasan petir silang, namun itu dihancurkan dengan mudahnya.


Menghadapi musuh yang jauh diatasnya mereka bertiga tidak boleh gegabah. Mereka menjaga jarak dari Dvergr dan berkumpul di satu titik untuk merencanakan ulang strategi. “Zenin, apa rencananya?”


Zenin adalah yang paling bisa diandalkan dalam mengatur strategi diantara mereka. Melihat kondisi sekitar, itu adalah sebuah lembah. “Aku tahu, kalian ikuti arahanku. Orin aliran perhatiannya, ulur waktu sampai rapalan sihirku selesai. Lalu Ola, saat aku memberikan aba-aba, ikat guru dan berikan serangan petir terkuatmu.


Dimengerti!!


“Tornado Gear!” kali ini Orin telah benar-benar serius. Dia mengeluarkan perlengkapan khusus bertarungnya, dan mulai menyerang Dvergr. “ini baru bagus, hahaha.” Dvergr tampak menikmatinya.

__ADS_1


Disaat Orin dan Dvergr saling bertukar serangan, Meiga berusaha memberikan serangan bantuan pada titik buta Dvergr. Dengan pedang ganda ditangannya, dan tubuh yang dialiri petir untuk mempercepat gerakannya, kali ini Meiga ingin mempertaruhkan serangan dadakannya pada satu serangan.


Dvergr dan Orin melakukan bentrokan senjata yang dahsyat, disitulah Meiga melihat sebuah celah. Dia melesat dengan kecepatan tinggi dan berusaha menikam Dvergr dari belakang.


Disisi lain, rapalan sihir dari Zenin telah selesai. Sebuah Medan air dilepaskannya ke arah Dvergr. Itu membuat tanah dibawahnya melunak dan membuat Dvergr kehilangan pijakannya.


“Sekarang Ola!” aba-aba telah diberikan. “Chain Shackles!” Dalam kesempatan ini Meiga sebisa mungkin harus menahan pergerakan dari Dvergr menggunakan rantainya. Sembari mengikat Dvergr, Meiga meluncurkan skill Double Slash yang merupakan skill terkuatnya saat ini, dan berhasil menebas bahu Dvergr.


“Wow, yang itu tadi cukup berbahaya. Sayangnya perlengkapanku adalah anti petir, jadi sekeras apapun kalian menggabungkan kekuatan, tetap akan sulit untuk menggoresku. Mungkin cukup disini dulu, energi kalian juga sudah hampir habis, mari kita istirahat.”


Mereka pergi ke air terjun didekat situ untuk istirahat. Kebetulan jebakan ikan yang dipasang Dvergr sebelumnya, masing-masing telah berhasil menjebak beberapa ikan. Merekapun mencari beberapa kayu bakar untuk memasak ikan-ikan itu.


“Entah kenapa suasana ini nampak begitu familiar?” Meiga secara tidak sadar mengeluarkan isi pikirannya. “Ola, kau juga berpikir seperti itu? Hal-hal seperti ini membuatku merindukan kampung halaman.” Tanggap Zenin sambil membuat ekspresi mengenang.


**


“Kejadian hari ini benar-benar sangat memalukan! Bagaimana bisa seseorang yang terpilih bisa ditahan hanya oleh seorang kroco yang tidak jelas asalnya!” Salah seorang tetua mulai menceramahi Kouta disana.


Kouta mengerutkan keningnya, seolah ingin menentang argumen sang tetua, namun dia mengurungkan niatnya, dan berlutut untuk meminta maaf. “Maafkan saya tetua, hal seperti itu, saya akan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.”


“Baiklah, untuk kali ini aku akan memaafkanmu. Lalu Kouta, melihat kejadian ini kurasa sudah saatnya bagimu untuk melakukan ujian tahap selanjutnya untuk membangkitkan benih pahlawan. Apa kau sudah mempersiapkan dirimu untuk itu?”


Aku harus menjadi lebih kuat, hanya itu yang dipikirkan Kouta, jadi jika tetua menawarkan ujian tahap selanjutnya, maka dia akan dengan senang hati menerimanya.


Para tetua menuntun Kouta menuju tempat ujian. Itu adalah sebuah ruangan kosong yang dipenuhi formasi sihir. “Apakah tempat ujiannya disini tetua?”

__ADS_1


“Itu benar, ini adalah tempat untuk ujian selanjutnya. Aku akan mengirimkanmu ke hunian roh lewat formasi sihir ini.” Para tetua juga menjelaskan tentang hunian roh.


Hunian roh adalah tempat bersemayam para roh tingkat tinggi. Bahkan ada beberapa leluhur roh disana. Untuk kali ini tetua mengutus Kouta adalah untuk mendapatkan seorang roh penjaga yang mau tunduk kepadanya. Karena tanpa roh penjaga, tingkat selanjutnya untuk menjadi pahlawan sejati tidak akan terbuka.


“Kalau aku sudah berpindah kesana, apa langkah selanjutnya?” para tetua penjawab. Terserah apa yang ingin dilakukan disana, jika Kouta berhasil mendapat roh penjaga, itu sudah cukup. Batas waktunya adalah 3 hari, jika melebihi itu Kouta belum mendapatkannya, maka dia tidak akan pernah bisa bangkit sampai kapanpun.


“Akan kutanyakan sekali lagi. Kouta apa kau sudah siap untuk ujian selanjutnya?” Itu adalah kesempatan sekali seumur hidup, jika dia gagal maka benih pahlawan dalam dirinya tidak akan pernah bangkit. Tapi Kouta memiliki kepercayaan diri yang tinggi, dia selalu percaya bahwa jika itu dirinya, maka pasti akan bisa.


“Aku siap tetua.” Para tetua mulai mengaktifkan formasi sihir tersebut. “Demi kerajaan ini, kau harus berhasil, Kouta!” Sontak sebuah cahaya muncul dan menjadi sangat terang. Bersamaan dengan itu, Kouta juga menghilang dari ruangan tersebut.


**


Itu adalah pagi yang membosankan seperti biasanya. Hardley yang merupakan guru dari kelas khusus nampak sedang memasuki kelas. Semua murid memberikan salam saat kedatangannya. “Yang tidak masuk hari ini?” tanyanya mengabsen para muridnya.


Luna melirik kursi Kouta yang kosong sebelum akhirnya menjawab pertanyaan tersebut. “Kouta tidak hadir pak, hati ini.” Hardley tersenyum mendengarnya. “Kurasa sudah saatnya memberi tahu kalian, tentang situasi sebenarnya dari kerajaan ini, dan alasan kenapa Kouta tidak mengikuti kelas.”


Dimulai dari 6 tahun yang lalu, saat sebuah desa terpencil di bagian barat dihancurkan oleh para monster roh jahat. Kerajaan mengirimkan ribuan pasukan untuk melakukan investigasi disana, namun disisi lain, beberapa kerajaan dari kekaisaran timur mulai melakukan penyerangan untuk memperluas wilayah mereka.


Walaupun kerajaan Meeden masih bisa mempertahankan beberapa kota waktu itu, tetap saja bagian timur akhirnya dikalahkan. Jadi dinding pertahanan terakhir bagian timur kerajaan sekarang adalah balai pertahanan. Untuk saat ini kekuatan mereka bisa dibilang cukup kuat untuk bisa menahan kekaisaran timur.


Sedangkan di wilayah barat, kelihatannya cukup memprihatinkan. Tidak hanya kerajaan Meeden, beberapa kerajaan tetangga, seperti EL-NESIA, Glorius, dan Lorr juga diinvasi oleh para monster roh jahat itu. Entah apa yang membuat mereka berani keluar dari wilayah Dark Teritory, tentunya jawaban dari semua itulah yang benar-benar dibutuhkan.


Seandainya pertahanan bagian barat berhasil diterobos, pastinya kekaisaran timur akan bergerak dengan skala besar untuk menginvasi wilayah kita. Untuk mencegah hal itu, akademi akan memberikan pelatihan ekstra untuk memperbanyak jumlah para pejuang di pihak kita, ini juga yang menjadi jawaban atas ketidakhadiran Kouta saat ini. Tentunya para murid dari militer bagian akan berlatih sendiri di kamp mereka.


“Jadi ini adalah pelajaran terakhir bagi kalian, karena kebanyakan dari kalian adalah anggota militer bagian, maka ingatlah baik-baik pelajaran terakhir dariku ini.” Waktu itu, Hardley hanya mengatakan beberapa kata saja, dan akhirnya pergi meninggalkan kelas.

__ADS_1


__ADS_2