
Setelah Narta menciptakan dinding pemisah pada mereka, setiap anggota timnya langsung berpencar untuk menghadapi lawannya. Disana Orin langsung menghadang si kembar Castor dan Pollux. “Kudengar kalian berdua sangatlah berbahaya, jadi aku tidak akan membiarkan kalian mengganggu pertarungan dari Ola.” Orin memperingati mereka.
Mereka hanya tertawa jijik saat mendengarnya. “Memangnya dia bisa apa dihadapan nona Iris? Bahkan jika kulihat, dia tidak sekuat dirimu.” Ejek Castor. Lalu Pollux juga menambahkan.
“Walaupun dia sekuat dirimu, aku yakin nona Iris juga memiliki cara untuk mengalahkannya.”
“Lalu? Apapun alasan kalian hasilnya akan tetap sama. Sebelumnya mereka berdua bisa dikatakan setara, tapi jika selama dua tahun ini perkembangan Iris tidak begitu pesat maka dia hanya akan berakhir dikalahkan.” Jelas orin kepada para pendewa Iris tersebut. Castor yang kesal akhirnya mulai memaki Orin. “Hahaha, setara katamu? Jangan bercanda! Nona Iris adalah individu yang spesial, jadi mustahil jika dia akan dikalahkan oleh orang yang tidak jelas asalnya!”
“Jangan bicara sembarangan Castor!”—Pollux mengubah pandangannya kepada Orin—“Bisakah segera kita mulai saja, atau kau masih belum puas memprovokasi kami?”
“Heh, tak disangka Pollux ini visa begitu tenang. Kukira dia hanyalah pendewa Iris seperti kebanyakan orang.” Ucap Orin dalam hati. “Kalau begitu aku tidak akan sungkan-sungkan untuk menghancurkan kalian!” Orin memasuki mode bertempurnya. Sepasang bilah sayap keluar dari punggungnya, sebuah zirah dari elemental angin juga tercipta di sebagian tubuhnya. Kekuatan yang begitu besar ini baru dia gunakan untuk pertama kalinya di turnamen.
“Hati-hati Castor, dia jauh lebih kuat dari yang kita dengar!” Pollux yang menyadari hal itu langsung panik, dan mengingatkan adiknya. “Aku tahu itu kak!” jawabnya. Dia tidak menyangka bahwa lawannya memiliki kekuatan yang begitu jauh dari perkiraannya. Sebelumnya Lyn sang wakil komandan pernah menceritakan bahwa ‘ada seseorang yang disebut dengan Jawara Kendali Angin, kekuatannya begitu luar biasa sampai membuatnya naik ke turnamen tingkat ketiga hanya dalam dua minggu’, tak disangka kalau kemampuannya bisa sampai tingkat ini.
**
“Salah satu rekanku sudah mulai serius disana, kurasa aku juga harus segera menyelesaikan bagianku.” Narta bergumam didepan kedua lawannya. “Menghadapi kami berdua sendirian sambil mempertahankan dinding ini. Tidakkah kau berpikir kalau itu terlalu sombong?” Narta tidak pernah mencoba memprovokasi lawannya, namun itu mungkin terjadi karena gumamannya yang terdengar agak menjengkelkan.
“Hmm, ini hanyalah sebuah tugas yang diberikan oleh kaptenku. Aku akan merasa terhormat jika tugas seperti ini dibilang sulit.” Jawab Narta dengan tenang. Sejujurnya dia tidak terlalu memperhatikan lawannya. Hanya melawan musuh yang setingkat itu, berapapun jumlahnya tidak akan mengubah keadaan, itulah yang selama ini ada dipikiran Narta.
Sedangkan di pihak lawan, mereka begitu serius untuk melawan Narta. Wajar mereka merasa kesal saat Narta hanya menghiraukannya. Rindo dan Yomi, ‘padahal mereka juga peserta panas saat masih di tingkat kedua, namun Narta ini sama sekali tidak menganggapnya sebagai ancaman sedikitpun,’ pikiran itu juga bermunculan dikepala banyak orang. Tapi spekulasi seperti itu tetap tidak akan mengubah fakta yang ada.
“Kalau begitu kami akan menghancurkan kepercayaan dirimu itu saat ini juga!” Yomi mulai mengeluarkan kemampuannya untuk menyerang Narta. Disisi lain Rindo sedang berkomat-kamit merapalkan sebuah mantra untuk mendukung Yomi.
“Seberapa keras usaha kalian hasilnya tetap akan sama!” Dengan peringatan itu, Narta juga mulai meladeni mereka berdua. Seandainya keduanya lebih kuat darinya, hal yang Narta lakukan akan tetap sama. Asalkan pertarungan Meiga dengan Iris tidak terganggu, dia akan bersedia melakukan apapun.
Kenapa demikian? Ada sebuah hal yang tidak jelas yang dilihatnya dimasa depan. Saat itu dia melihat bahwa orang-orang dekat Meiga mulai melupakan keberadaan dirinya. Pengelihatan masa depan dari Narta tidak pernah salah, karena hal itu dia ingin memastikan apa yang akan terjadi saat itu. Bagaimana orang yang begitu dipercayai oleh temannya bisa dilupakan dengan mudahnya.
**
Semua orang disetiap bagian dari dinding pemisah tersebut telah bertukar serangan satu sama lain. Hanya Meiga dan Iris saja yang masih memprovokasi satu sama lain. Namun melihat bahwa mereka adalah sepupu, maka wajar jika kepribadian mereka tidak jauh berbeda. Dalam kekacauan yang ada di akademi sebelumnya, Meiga juga bisa mengimbangi Kouta yang merupakan sosok yang berada satu tingkat diatas Iris. Melirik hal tersebut, beberapa orang menyimpulkan bahwa kemampuan Meiga mungkin ada ditingkat yang sama dengan Iris atau bisa lebih tinggi.
Namun karena dua tahun lamanya mereka tidak pernah bertemu dan bertarung satu sama lain, maka kepastian dari teori-teori tersebut hanyalah sebuah omong kosong. Karena itu kali ini mereka akan menunjukkan kebenaran yang sesungguhnya dari teori tersebut. Dengan ini mereka memulai pertarungannya dengan bentrokan medan yang sama-sama kuat. Iris mengeluarkan Medan es yang sangat dingin. Itu adalah salah satu kemampuan yang dia dapatkan setelah melewati latihan khusus dari Lyn sang wakil komandan. Sebuah Medan yang begitu dahsyat sampai-sampai membuat setengah arena membeku. Sebaliknya Meiga mengeluarkan medan yang begitu panas sehingga membatasi pembekuan dari medan es milik Iris.
“Apa sebenarnya asal dari kekuatan medanmu itu? Bukankah elemenmu adalah petir, tapi kenapa kau bisa menciptakan sebuah medan yang menyerupai elemen api?”
“Hahaha’ Iris, bagaimana jika aku memiliki atribut dasar yang lebih dari satu?” pernyataan itu sontak membuat Iris cukup terkejut. Pengguna elemen ganda, dia pernah mendengarnya tapi belum pernah sekalipun bertemu dengan mereka. Namun jika lawannya benar-benar pengguna elemen ganda, maka itu akan menjadi cukup buruk untuk posisinya.
“Kalau begitu akan kupastikan sendiri kebenaran dari ucapanmu itu!” Iris mencoba meyakinkan dirinya sendiri dan dalam sekejap seluruh arena dibekukan olehnya. “Gawat! Dia benar-benar berusaha memancingku untuk mengeluarkan itu. Jika terus begini maka akan mempengaruhi pertarungan yang lainnya. Kalau begitu apa boleh buat.” Mendadak area disekitar Meiga mulai bersinar, sebuah bola api kecil muncul disana. Dia tampak begitu imut, namun kekuatannya juga mengerikan.
Itu adalah inti dari phoenix, monster roh yang dia jinakkan saat berlatih di hutan roh agung bersama Dvergr. “Roh? Bukan, jangan bilang itu adalah,–”
“Itu benar Iris. Sudah kuduga jenius seperti dirimu akan begitu cepat menyadarinya,”—Ucapnya memotong perkataan Iris—Dia ini adalah inti dari monster roh tingkat mitos, ‘Phoenix’.” Kata-kata yang begitu mengintimidasi dilontarkan Meiga.
Monster roh tingkat mitos? Dengan wujud seperti itu, apa kau sedang bercanda Ola?
__ADS_1
“Huh, kalau begitu tunjukkan sehebat apa kekuatan dari monster roh tingkat mitos milikmu tersebut!” Iris menarik pedangnya dan melapisinya dengan aura medan miliknya. Diapun mulai menyerang Meiga dengan tekniknya. Meiga menanggapinya dengan cepat, dia segera menciptakan senjatanya dari skillnya seperti biasanya dan menghalau setiap serangan dari Iris. Disisi lain, inti dari phoenix itu membantunya dari belakang dengan menembakkan beberapa bola api.
Itu membuat Iris cukup kerepotan, karena terasa seperti berhadapan dengan dua orang lawan. “Kau ini sungguh menyebalkan!” Iris menghentakkan kakinya dan memunculkan serangkaian tombak es muncul didepannya.
Meiga langsung menghindarinya dengan percepatan speed dari atribut petir miliknya. Itu adalah serangan yang begitu mematikan, jika dia terlambat sedetik saja mungkin tubuhnya akan tertembus dari beberapa sisi.
“Untung aku memiliki future predict sebagai main skill jika tidak mungkin itu tadi akan berakibat sangat fatal.” Batin Meiga.
“Heh, tak kusangka kau akan menghindari serangan itu tadi dengan begitu mudah. Kalau begitu bagaimana dengan ini?” tubuh Meiga secara perlahan mulai dibekukan oleh Iris.
“Gawat dia menuju kemari.”— Serangkaian serangan dilakukan Iris dengan begitu cepat mengenai tubuh Meiga—“Arrgghh! ‘Dia membekukan beberapa bagian tubuhku untuk membatasi pergerakan lalu menyambutku dengan serangan yang begitu keras ini.’ Iris perkembanganmu ternyata benar-benar pesat!”
Beberapa serangan Iris berhasil mengenai Meiga sehingga membuatnya berteriak kesakitan, tapi dia masih bisa menyiapkan langkah selanjutnya untuk bertahan. “Narta! Apakah Medan ini mengganggumu?” Tanya Meiga lewat telepati.
“Ini bukanlah masalah buatku. Kau sendiri bagaimana, sepertinya kau cukup kesulitan disana?” Itu benar, Meiga memang cukup kesulitan melawan Iris. Itu juga karena dia tidak bisa leluasa menggunakan elemen petirnya. “Kau benar, aku cukup terdesak disini.” Jelas Meiga.
Diapun mengubah saluran telepati untuk seluruh anggota timnya. “Kalian dengarkan aku! Aku sedikit salah memperhitungkan kekuatan Iris, hasilnya sekarang posisiku cukup tidak menguntungkan. Ditambah penggunaan atribut dasarku tidak bisa sembarangan, itu membuatku lebih sulit kali ini. Karena itu kalian harus segera menyelesaikan tugas kalian!” Itu adalah tanda berakhirnya permainan.
“Kami mengerti!” jawab mereka serempak.
“Ketua kami telah memerintahkan untuk segera mengakhiri pertandingan ini. Karena itu aku akan serius kali ini!” Zenin memperingatkan lawannya.
Tapi orang itu hanya tertawa dan tetap meremehkannya. Dipertarungan itu Zenin benar-benar dibatasi oleh medan es milik Iris, yang membuat setiap skillnya jadi terhambat. Karena hal itu lawannya mulai meremehkan dirinya. Namun hal itu sebenarnya terjadi karena dia belum mengeluarkan seluruh kekuatannya.
“Pemanggilan roh ilahi. Muncullah Divine Spirit Südkönigin!” Sebuah ledakan energi yang begitu besar diciptakan Zenin. Sebuah sosok yang mengerikan dipanggil olehnya saat itu. Berawak campuran antara ular dan manusia dengan sebuah trisula ditangannya. Itu adalah Südkönigin yang tidak lain adalah roh tingkat legendaris yang dikenal sebagai penguasa laut selatan.
Saat itu Bahli yang menjadi lawan Iris akhirnya menyadari akan suatu hal. Apa yang ada dihadapannya adalah sosok yang tidak seharusnya dia usik ketenangannya. “Ah, tamatlah sudah diriku.” Batinnya dengan tubuh yang melemas. Disisi lain Zenin yang telah mengeluarkan Divine Spirit Südkönigin mulai menciptakan sebuah pusaran air yang begitu kuat sampai bisa mengikis es milik Iris.
**
“Apa-apaan itu? Apa yang sebenarnya terjadi disana?” Ucap Iris panik melihat pusaran air dengan energi yang tidak masuk akal tersebut. Meigapun menawarkan kepadanya ‘bagaimana kalau kau melihatnya dengan mata kepalamu sendiri?’ Iris tidak mengerti apa maksud dari perkataan Meiga. Meiga akhirnya menunjukkan apa maksud perkataannya kepada Iris.
“Narta, buka penghalangnya! Kalian semua bersiap untuk menghindar, biar Zenin akan menggunakan skill berskala besar untuk mengakhiri pertandingan ini!” Dia mengintruksikan semua rekannya untuk mengakhiri pertarungan mereka.
“Terima kasih Ola! Aku dan Anie masih belum cukup kuat untuk mengalahkan dua orang ini.” Dedy menjelaskan situasi dipihaknya.
“Kalau begitu bersiaplah, 1, 2, 3 sekarang !” Narta menonaktifkan dinding penghalang miliknya.
Dengan cepat Zenin mengaktifkan skillnya di setiap titik dimana lawannya berada. Sebuah medan dari pusaran air dengan daya hisab yang sangat tinggi muncul dibawah kaki mereka bertujuh, membuat pergerakan mereka tertahan sepenuhnya.
“Itu...bagaimana mungkin?” Iris benar-benar terkejut dengan pemandangan yang dilihatnya saat itu juga.
“Akan kukatakan ini Iris. Sejak awal pertandingan, inilah hal yang kuincar. Karena itu aku terus menahan diri untuk tidak menggunakan atribut dasar yang kumiliki. Apa kau tahu kenapa?” Sembari bertanya, sebuah aliran petir muncul dari kaki Meiga dan melaju kencang kearah tujuh anggota tim Iris. Sebuah ledakan dahsyat terjadi disana, dan membuat ketujuh orang itu harus tereliminasi. “Karena serangan ini bisa mengeliminasi seluruh musuh maupun anggota timku sendiri. Terutama bagi Narta, yang memiliki atribut dasar besi.” Meiga meneruskan perkataannya.
“Jadi selama ini kau hanya menahan diri begitu?” Tanya Iris yang mulai kehilangan ketenangan. “Itu kurang tepat Iris. Memang aku menahan atribut dasar, namun aku tidak menahan kemampuan bertarungku saat melawanmu. Jika aku menahan diri saat melawanmu, maka itu sama saja dengan mencari kematian.”
__ADS_1
“Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang setelah mengalahkan mereka semua?”
Meiga menjelaskan niatnya. Sebelumnya banyak orang yang membuat teori akan persamaan tingkat kekuatan mereka, namun bukti dari semua itu sama sekali tidak bisa dijadikan sebagai dasaran. Karena itu dia akan menunjukkan kenyataan kepada semua orang akan kebenaran dari teori tersebut. “Lalu bagaimana dengan nasib pertandingan ini?” Iris memastikan.
“Pertandingan ini akan terus berlanjut jika aku kalah. Namun dalam pertarungan kita aku tidak akan membiarkan satupun dari mereka untuk ikut campur.” Jawab Meiga. Iris menyetujuinya, jawaban akan pertanyaannya juga sudah jelas, kalah atau menangnya dia melawan Meiga, pertandingan ini tetap dimenangkan oleh mereka.
“Situasi dalam pertempuran yang sebenarnya juga selalu berubah-ubah seperti ini. Kurasa aku juga harus membiasakan diriku untuk hal itu.” Iris mengeluarkan pemikirannya. Meiga juga menyetujuinya, jika memang benar-benar berniat untuk berada di garda depan seperti tim investigasi maka mental untuk menghadapi perubahan situasi juga harus disiapkan.
“Kalau begitu aku Ola Albert, akan dengan senang hati akan melayanimu hingga akhir!”
“Aku Iris....bukan, Naifola Iris, akan melawanmu dengan segenap kemampuanku!”
Dengan itu, duel sebenarnya dari mereka telah dimulai. Sebuah roh ilahi tingkat legendaris di panggil Iris dan mulai bersatu dengan dirinya. Itu adalah mode tempur terkuat milik Iris yang dikenal dengan sebutan Kōri no Joō, yang berarti ratu es. “Hoi oi oi, tak kusangka roh ilahi milikmu begitu kuat. Pantas saja seluruh rekanmu begitu mendewakan dirimu.”
“Ada apa Ola, apa kau takut?” ejek Iris dengan santainya.
“Kalau begitu aku juga akan melakukan hal yang sama.” Inti dari Phoenix mulai bersatu dengan Meiga. Namun tidak seperti Iris, tidak ada perubahan yang terjadi pada penampilan dari Meiga. Itu sempat membuat Iris mengira kalau itu hanyalah sebuah gertakan yang dibuatnya. Namun dia segera menepis pemikiran tersebut ketika menyadari bahwa aura Meiga telah berubah secara drastis.
"Dengan ini maka tidak akan ada yang mencurigaiku kan kak." Batin Meiga yang mencari kesempatan untuk menggunakan atribut api miliknya.
“Aku datang Ola!” Iris membekukan permukaan arena untuk berselancar sehingga pergerakannya menjadi lebih cepat saat menyerang Meiga. Disisi lain Meiga dengan percepatan speednya langsung menerjang serangan Iris dari depan, sebuah bentrokan antara api dan es pun terjadi berkali-kali. “Elemen api, bagaimana bisa?” batin Iris yang terkejut saat menghadapinya.
Tidak hanya itu, kali ini gaya bertarungnya benar-benar berbeda, dia tidak melakukan serangan dari material creation miliknya melainkan langsung meninju lawan dengan tangan kosong. Namun yang lebih anehnya saat Iris berhasil mendaratkan serangan kepadanya, luka itu langsung sembuh dengan begitu cepat.
Hal itu sontak membuat Iris menjadi ekstra hati-hati saat melawan Meiga. “Bagaimana bisa kau tidak terluka setelah menerima serangan-serangan tersebut?” tanya Iris bingung.
Meigapun menjelaskan, ‘Phoenix adalah makhluk mitos yang abadi, hanya mendapatkan sebuah efek regenerasi tak terbatas setelah bergabung dengannya bukanlah hal yang mustahil.’ Iris akhirnya percaya kalau bola api kecil tadi benar-benar sebuah inti dari makhluk roh tingkat mitos. Dia juga sangat kebingungan mencari cara untuk mengalahkan Meiga. Walaupun elemen mereka berlawanan efek dari regenerasi tersebut sama sekali tidak terhambat.
Mereka berdua terus bertarung sekuat tenaga, serangan demi serangan terus ditukarkan satu sama lain. Sampai akhirnya Iris sampai pada suatu kesimpulan. Kesimpulan itu dinamakan batas. Sebagai manusia biasa Iris menyadari jika pertarungan dengan kecepatan tinggi itu terus dilakukan, maka tubuhnya tidak akan bisa bertahan. Berbeda dengan Meiga yang memiliki kemampuan regenerasi yang begitu cepat itu, dia sudah tidak layak lagi disebut sebagai manusia biasa. Jika pertarungan itu terus berlanjut maka hasilnya akan jelas, karena itu Iris mengajukan sebuah proposal.
“Ola, mari kita akhiri dengan serangan terkuat kita! Siapa yang terakhir berdiri adalah pemenangnya.”
Meiga dengan senang hati menerima proposalnya. Keduanya mulai menyiapkan teknik terkuatnya masing-masing. Sebuah akumulasi energi mereka lakukan untuk menciptakan serangan terkuat dari skillnya masing-masing, tidak hanya itu keduanya juga mencampurkan sihir tingkat tinggi dalam skillnya itu. Terlebih lagi, teknik seperti itu hanya bisa digunakan oleh orang yang benar-benar berpengalaman.
“Ini adalah teknik terkuatku! Ice Queen Punishment!”
“Berkobarlah wahai api, tunjukkan kuasamu dengan membakar habis lawanku. Inferno Flame!”
Blarr..!!
Bentrokan dahsyat yang diciptakan mereka memaksa barier dari Coloseum aktif dengan sendirinya. Sebuah penguapan besar-besaran yang terjadi juga membuat arena dipenuhi oleh kabut sehingga menghalangi pemandangan yang disaksikan oleh para penonton saat ini. Para peserta dari pihak Meiga yang ada disana juga dipaksa untuk menggunakan pertahanan penuh untuk menahan efek dari bentrokan tersebut.
Hasil dari pertarungan mereka telah membenarkan teori-teori yang ada. Diarena selain daerah yang terkena pertahanan penuh seluruhnya berubah menjadi beku dan terbakar, dan ditengah semua itu Meigalah yang berdiri sebagai pemenang.
“Inilah yang disebut kenyataan Iris, aku pastilah lebih kuat darimu. Karena itu, dengan kekuatan yang telah dianugerahkan kepadaku, aku tidak akan membiarkan kejadian seperti waktu itu akan terulang untuk kedua kali.” Ucap Meiga dihadapan Iris yang terkapar tak sadarkan diri.
__ADS_1