Creator

Creator
Kemampuan Terkuat


__ADS_3

Saat anti magic area diaktifkan, sebuah tebasan mengenai Vy dan Archdemon itu secara telak. Sosok itu begitu asing bagi keduanya, tapi satu hal yang mereka tahu, apa yang ada didepannya bukan sesuatu yang mudah untuk dihadapi.


“Berani sekali merusak kesenanganku, memangnya siapa dirimu?” geram Archdemon tersebut.


“Aku adalah seorang pahlawan terpilih dikerajaan Meeden, Kouta Zizalu!”


Vy hanya terdiam mengamati pembicaraan mereka, karena ditempat itu bisa dibilang kalau dia merupakan sosok yang paling lemah diantara mereka bertiga. Selain itu, tanpa sebuah sihir, Vy tidak akan bisa melakukan banyak hal. “Kouta ya? Sepertinya aku pernah mendengar nama tersebut.” Batin Vy.


“Dengan ikut campur dalam pertarungan kami berdua, memangnya kau pikir bisa pergi dari sini dengan selamat?” Ucap Archdemon yang mencoba mengintimidasi.


“Lucu sekali perkataanmu itu. Memangnya seorang iblis tanpa sebuah sihir, apa yang bisa mereka lakukan?”


“Apa katamu? Jangan meremehkanku!” iblis itu langsung mengeluarkan cakarnya untuk mencabik-cabik Kouta. Sebuah tusukan cakar diarahkan pada bahu kanan Kouta, namun itu ditangkis dengan cepat. Kouta bahkan langsung melakukan serangan balik yang mengenai iblis itu secara telak.


“Ugh.., bagaimana bisa, apa seorang pahlawan terpilih memang sekuat itu?” itu adalah hal yang tak terduga bagi iblis tersebut, tapi disisi lain dia juga senang karena memiliki harapan untuk melakukan sebuah pertarungan yang intens.


“Kurasa ini akan sangat menarik, dia membatasi kekuatanku dengan anti magic area lalu unique skillku intimidation juga tidak berpengaruh terhadapnya. Sepertinya aku dipaksa untuk bertarung sekuat tenaga kali ini.”


“Sudah kuduga hanya akan sebatas ini.” Gumam Kouta yang merasa telah menang.


“Jangan memasang wajah kecewa seperti itu, kali ini aku akan mulai serius!”


“Heh.., kalau begitu coba buktikan kalau kalian para iblis memang sekuat rumor yang beredar.”


Archdemon itu mulai memasuki mode tempur untuk menanggapi pernyataan Kouta. Dengan cakarnya yang tajam, lalu sepasang sayap yang tampak sangat kokoh, itu adalah kekuatan tempur yang sangat berbahaya walaupun tanpa adanya sihir. Walaupun begitu, Kouta sama sekali tidak gentar sedikitpun dihadapannya. Dia bahkan langsung ikut masuk ke mode tempur miliknya seakan ingin menunjukkan siapa yang lebih kuat. Disisi lain Vy hanya bisa berharap kalau dia tidak akan terseret kedalam pertarungan itu.


Tanpa adanya master akan sangat berbahaya untuk menghadapi orang-orang seperti mereka. Selain itu, skill yang kumiliki berbeda dengan milik master. Sebagai seorang monster roh, akan sulit untuk menghadapi lawan yang memiliki kekuatan dari malaikat seperti Kouta.


Sebuah kalung simbol malaikat pelindung dikeluarkan oleh Kouta, sebuah perwujudan malaikat pun berhasil digunakan olehnya. Itu adalah sebuah mode tempur yang amat besar baik dari ukuran maupun daya serang, bahkan memiliki daya tahan melebihi puluhan ribu perisai. Sebuah serangan dan pertahanan mutlak itu biasa dikenal dengan perwujudan malaikat ‘Gabriel’.


Menyadari hal itu sang iblis menjadi sangat bersemangat, dia bahkan langsung mengerahkan segenap kemampuannya untuk menyerang Kouta. Ribuan bulu ditembakkan olehnya, itu adalah sebuah bulu yang lebih tajam dari pedang dan lebih kuat dari baja. Namun serangan itu dengan mudahnya terblokir oleh perwujudan malaikat pelindung milik Kouta. Itu menunjukkan kalau kemampuan Kouta lebih unggul daripada sang iblis saat didalam anti magic area.


Meski iblis adalah sebuah spesies yang lebih unggul dari malaikat, tapi Kouta juga memiliki sebuah roh pelindung yang tidak kalah kuat dengan iblis ditingkat Archdemon. Karena itu dia berpikir dapat menutup perbedaan kekuatan diantara mereka hanya dengan anti magic area. Bahkan individu seperti Vy sama sekali bukan sebuah ancaman dihadapan Kouta. Itu karena sebuah monster roh yang tidak sempurna sama sekali tidak dapat dihadapkan dengan perwujudan malaikat pelindung.


“Serangan seperti itu tidak berpengaruh pada diriku loh, jika kau benar-benar ingin serius maka segera lakukan itu!”


Kouta benar-benar percaya pada kemampuannya saat ini. Dengan bangkitnya benih pahlawan sejati yang ada dalam dirinya, kekuatannya telah meningkat hingga berpuluh kali lipat dari sebelumnya. Terlebih dia memiliki berkat dari malaikat pelindung dan sebuah roh suci tingkat legendaris, itu membuatnya tampak tak tertandingi. Tapi itu hanya berlaki dikalangan para manusia, di kerajaan-kerajaan barat tidak ada seorang peneliti yang melakukan penelitian yang mendalam tentang para iblis. Oleh sebab itu mereka dapat meremehkan tanpa tahu kekuatan sejati mereka.


Saat itu sang iblis mulai benar-benar serius menghadapi Kouta, sebuah aura kegelapan yang sangat pekat perlahan mulai menyelimuti seluruh tubuhnya, sebuah zirahpun tercipta dalam proses tersebut. Itu adalah wujud sebenarnya dari mode tempur milik sang iblis. “Jika serangan seperti itu tidak bekerja, bagaimana dengan ini?” sebuah tebasan dari cakarnya menyerang dari kejauhan. Itu adalah salah satu serangan jarak jauh paling mematikan milik sang iblis. “Mirror!” Saat dia menggunakan skill itu, tebasan itupun berubah menjadi begitu banyak.


Bahkan setelah mengenai perwujudan malaikat pelindung, serangan itu sama sekali tidak hancur melainkan memantul dan kembali menyerang. “Ini, sepertinya ada yang salah. Tak biasanya pertahanan dari perwujudan malaikat pelindung menjadi selemah ini!” saat itu Kouta belum menyadarinya sebelum sang iblis memberi tahu dia akan sebuah kebenaran.


“Kukuku. Pahlawan, kau sepertinya sangat bingung ya? Kalau begitu akan kujelaskan padamu, Unique Skill Mirror milikku mampu mengkloning apapun dan mematulkannya. Lalu dengan ekstra skill akumulasi milikku, memungkinkan setiap pantulan dari serangan menjadi lebih kuat saat kembali menyerang.”


“Akumulasi katamu?” Ucap Kouta dengan panik.


“Jika itu benar berarti aku telah benar-benar meremehkan lawanku. Bahkan aku berniat melawan dua makhluk ini sekaligus, sepertinya aku masih begitu naif hanya karena mendapat kekuatan ini.”


“Sepertinya kau mulai menyadari tempatmu ya? Pada auramu sekarang, bahkan kau masih tidak dapat dikatakan setara dengan para great sage. Meski begitu, kau dengan sombongnya berani mengolok-olok diriku, sungguh tindakan yang sangat lucu.”


Kouta sebenarnya sependapat dengan pernyataan itu, namun karena tugas yang telah dia emban, pada pertarungan kali ini dia sama sekali tidak boleh kalah. Karena itu dia tetap fokus dengan serangan bertubi-tubi yang tengah dilakukan oleh sang iblis.


“Serangan ini, kenapa sama sekali tidak ada habisnya?” batin Kouta kesal. Serangan dan pertahanan dari perwujudan malaikat pelindung sangatlah kuat, meski begitu tetaplah tidak cukup untuk menghentikan serangan iblis tersebut.


Setiap kali serangan dihalau maka akan memantul dan kembali menyerang dirinya, bahkan itu terjadi dari segala arah.


Melihat seorang pahlawan yang dengan mudahnya ia pojokkan dengan mudah, sang iblis pun menawarkan agar dia bekerja sama dengan Vy untuk melawan dirinya. “Pahlawan, tidak baik loh untuk memaksakan diri seperti itu! Jika kau butuh bantuan sebaiknya kau mengajak orang itu untuk bekerja sama.” Ucap iblis sambil menunjuk kearah Vy.


Namun Kouta menolak gagasan tersebut. “Cih, itu akan menodai gelarku sebagai seorang pahlawan jika harus bekerja sama dengan seekor monster roh." Selain itu, dilihat dari kemampuannya, Vy tidak akan banyak membantu Kouta dalam pertarungan tersebut. Jika melawan Kouta hal itu memanglah benar, tapi jika untuk melawan seorang iblis seharusnya kemampuan Vy lebih dari apa yang telah diperkirakan Kouta.


“Sudah kuduga manusia memanglah menyebalkan. Sebagai makhluk lemah kalian hanya dapat mengandalkan jumlah. Tapi saat merasa sudah unggul dari yang lain, kalian akan bersikeras untuk menolak sebuah bantuan.” Ucap sang iblis heran.


“Itu memang benar iblis, aku memang tidak akan banyak membantunya dalam pertarungan ini,”


Saat Vy baru bergabung dalam percakapan, sebuah suarapun terdengar dalam pikirannya.


“Vy, apa yang sebenarnya terjadi? Siapa mereka berdua?”


“Master, kau sudah sadar. Mereka adalah seorang pahlawan dan Archdemon!” Jawab Vy singkat.


“Oh, jadi dia yang ada di ujung ruangan tadi. Lalu pahlawan ya, dari penampilan itu sepertinya dia adalah Kouta.”

__ADS_1


“Itu benar, apa Master mengenalnya?”


“Ah, kami juga pernah bertarung satu sama lain. Tapi karena beberapa tahun tidak bertemu, sepertinya dia tidak mengenali diriku.”


“Ah, jadi karena itu dia juga menyerangku tadi.”


“Jadi memang seperti itu ya Vy. Kalau begitu aku akan mengambil alih tubuh ini, kau fokus saja untuk pengendalian energi!”


“Baik master, lalu satu hal yang perlu master ingat, kita sedang berada dalam anti magic area jadi semua jenis sihir telah tersegel.”


“Anti Magic Area ya.., kurasa itu malah akan menguntungkanku. Hanya sebuah skill tidak akan berpengaruh terhadap diriku.”


“Apa artinya itu master?”


“Kau akan segera mengetahuinya, untuk sekarang kita akan bertukar!”


“Baik master!”


Melihat Vy yang menghentikan perkataannya, sang iblis langsung memotongnya. “Lalu, apa kau akan kabur tanpa menepati janjimu yang sebelumnya?”


“Vy, memangnya janji apa yang kau buat dengan iblis ini?” Meiga kembali membuka pembicaraan dengan Vy dalam pikirannya.


“Ah, untuk mengulur waktu bagi para rekan kita, aku berjanji untuk menghibur dirinya.”


“Heh, hanya itu ternyata, kukira kau telah membuat kesepakatan dengan seorang iblis.”


“Ah, kalau itu tidak mungkin. Hahaha.”


“Hoi apa-apaan tawa mencurigakan itu?”


“Ah, bukan apa-apa master, silahkan lanjutkan peran anda!”


Meigapun mulai menanggapi Archdemon tersebut. “Ah, maaf dia tidak dapat menghiburmu. Kali ini akulah yang akan menanganimu, tentunya aku akan menyeret sang pahlawan sombong itu untuk berdiri dipihakku!” Ucap Meiga dengan santainya.


“Menyeretku, siapa kau memangnya berani berbicara dengan nada sok dekat?” Ucap Kouta kesal.


“Hoi, apa maksudmu dengan dia?” tanya Archdemon penasaran.


“Ah, maksudku yang melawanmu sebelumnya bukanlah aku, melainkan monster roh yang telah melakukan kontrak dengan diriku.” Seketika aura murni spiritual dari Vy bercampur dengan aura manusia.


“Kouta, sebaiknya kau menerima tawaranku loh, jika kau ingin bertahan hidup melawannya!” Meiga menegaskan.


“Kau, sebenarnya siapa?”


“Sebentar lagi kau akan tahu, Inferno Flame!”


Tanpa sebuah peringatan, Meiga langsung menyerang mereka berdua.


Menyadari datangnya serangan itu, baik Kouta maupun Archdemon tersebut langsung mengambil posisi bertahan. Namun Meiga tidak hanya berhenti disana, sebuah rantai dikeluarkannya pada sekeliling iblis itu guna membatasi gerakannya. Itu membuat sang iblis langsung bergerak untuk memotongnya, namun itulah yang sedang diincar Meiga. Dengan sebuah sentuhan pada rantainya, maka daya magnet akan terbentuk pada tubuh sang iblis. Dan itu membuat setiap serangan Meiga menjadi lebih mudah dan akurat.


“Rantai-rantai ini, jangan-jangan dia adalah?”


“Akhirnya kau baru menyadarinya, Kouta. Padahal hanya beberapa tahun kita tidak bertemu, namun kau malah melupakan dan bahkan menyerang diriku!” Kata-kata itu diucapkan Meiga dengan nada yang sangat merendahkan. Walaupun itu membuat Kouta cukup kesal, tapi dia akhirnya memutuskan untuk bertarung bersamanya.


“Untuk kali ini akan kuterima tawaranmu!”


Dengan itu, sebuah rivalitas mulai tercipta diantara mereka. Sebagai individu yang pernah saling bertarung satu sama lain, mereka mencoba mengukur perkembangan mereka selama ini.


“Ngomong-ngomong Kouta, yang menciptakan anti magic area ini bukanlah dirimu kan?”


“Kenapa kau berpikir seperti itu?”


“Anu, memang sulit kan untuk mempertahankan kekuatan sebuah sihir area seperti ini sambil melawan seseorang yang begitu kuat.”


“Ah, aku benar. Diluar sana ada 100 orang sage yang mempertahankan penghalang ini.”


“Baguslah kalau begitu. Dengan ini aku akan dapat mengamuk dengan tenang!”


“Sepertinya kau sangat termotivasi dengan pertarungan ini?” Ucap sang iblis yang bergairah saat memandangi Meiga.


“Tentu saja!” Dengan meninggalkan kata-kata tersebut, Meiga langsung menyerangnya secara terang-terangan.

__ADS_1


Vy, kau bisa menggunakan skill regenerasi tanpa batas milikmu kan? Kalau begitu tidak perlu mengkhawatirkan diriku!


“Chain Shackles, Lightning Strike!” Sebuah rantai tercipta pada tubuh sang iblis, dan langsung membelenggu dirinya. Lalu sebuah sambaran petir yang dikeluarkan Meiga juga mengenai sang iblis dengan telak.


“Tak kusangka petirmu begitu murni untuk diarahkan kepada Archdemon seperti diriku.” Iblis itu begitu terkesan setelah menerima serangan barusan. Dia juga mengatakan kalau rasa sengatan seperti itu sudah begitu lama tidak dia rasakan. Lalu untuk membalas hal tersebut dia mulai membentangkan sayapnya untuk menghancurkan belenggu rantai tersebut.


“Dark Storm!” satu kepakan dari saya sang iblis menerbangkan ribuan bulu yang sangat tajam kearah Meiga, dia bahkan mengeluarkan kombinasi tebasan cakar dan Mirror miliknya. Meiga menciptakan beberapa perisai disekeliling tubuhnya untuk menahan serangan tersebut, dia bahkan telah melemparkan puluhan pisau untuk menghalau beberapa dari serangan itu, tapi semua itu tidaklah cukup. Beberapa serangan itu tetap menghantam tubuh Meiga dengan begitu keras.


“Gawat!” Kouta yang mengerti bahaya dari hal itu langsung menggerakkan perwujudan malaikat pelindung untuk melindungi Meiga.


“Ini? Kouta ya.., kurasa ini cukup berguna untuk menahan serangan itu.”


“Meiga, kau baik-baik saja?” tanya Kouta khawatir.


“Ah, kurang lebih seperti itu. Tapi melihat daya serangannya, kali ini kurasa akan lebih kuat dari sebelumnya!”


Mereka berdua hanya dapat bertahan selama serangan dari iblis itu masih berlangsung diluar sana. Namun itu juga tidak dapat selamanya dilakukan oleh mereka. Dengan perbedaan kekuatan diantara kedua belah pihak, kehancuran dari perwujudan malaikat pelindung hanya menunggu waktu saja. Sebagai orang yang lebih mengerti hal itu, Kouta mulai menyusun rencana untuk keluar dari kondisi tersebut.


Setelah mengamati pola serangan itu, Kouta mendapatkan sebuah kesimpulan. Setiap 90 detik, serangan itu akan menyerang secara bersamaan. Melihat hal tersebut, dia ingat akan sesuatu yang benar-benar cocok untuk menghentikan serangan itu. Karena itu dia mengajak Meiga untuk mempertaruhkan segalanya pada serangan tersebut.


“Bagaimana Meiga, apa kau berani mempertaruhkan semuanya pada momen tersebut?”


“Tidak masalah, kurasa itu juga layak untuk dicoba!”


“Baiklah, kalau begitu aku akan segera memulainya.” Beberapa detik tersisa sebelum momen itu terjadi. Kouta pun mengeluarkan luapan energi yang luar biasa untuk mempersiapkan kemampuan miliknya. Lalu saat momen itu datang—“Divine Miracles!”—Baik perwujudan malaikat pelindung maupun semua serangan itu musnah hanya dalam sekejab.


“Ini..,” menyadari kesempatan itu, Meiga langsung bergegas untuk menyerang iblis tersebut.


Ratusan rantai diciptakan Meiga disekeliling iblis tersebut, lalu dengan menggunakan pertambahan speed secara maksimal, Meiga meluncur kearah iblis tersebut. Disisi lain, sang iblis tidak peduli dengan rantai disekelilingnya dan langsung mendatangkan serangan penuh ke arah Meiga. Serangan itu sontak membuat Meiga tercincang jelas saat terkena serangan tersebut. Namun saat itu Kouta dan Iblis menyadari, kalau serangan itu tidak menghentikan langkah Meiga.


Secara cepat, seluruh bagian tubuh Meiga yang terpotong dan hancur, langsung beregenerasi sampai kembali seperti semula. Mengetahui hal itu sang iblis begitu terkejut sampai tidak sempat berkata-kata. Meiga yang saat itu telah menggapainya, langsung membelenggu dirinya bersama dengan tubuh sang iblis. “Kouta, cepat gunakan skill terkuatmu untuk melenyapkan lawanmu!” sesaat setelah berhasil menahan gerakan sang iblis, Meiga langsung menyuruh Kouta untuk menyerang mereka dengan skill terkuatnya.


“Holy Armament!” sebuah perlengkapan suci muncul disekujur tubuh Kouta pada saat itu. “Annihilation Stab!” lalu tanpa pikir panjang, dia langsung menggunakan skill terkuatnya untuk menghabisi keduanya. “Mustahil!” teriak sang iblis tidak percaya. Lalu sebuah terjangan secepat cahaya yang dilakukan Kouta itu berhasil menghancurkan inti sang iblis hingga melenyapkan keduanya.


“Meiga..?” Tubuh Kouta tidak berhenti bergetar setelah melakukan serangan tersebut. Dia bahkan menjatuhkan senjata dan melepas mode tempurnya tanpa sadar. Itu merupakan skill terlarang baginya untuk saat ini. Karena setelah diaktifkan, maka percepatan gerakan untuk Kouta sangatlah tidak masuk akal. Bahkan dikatakan dapat menghancurkan tubuh penggunanya saat dia melakukan gerakan tersebut. Namun karena Kouta memiliki Holy Armament, dia berhasil bertahan dari efek samping skillnya tersebut.


Namun dalam hatinya, dia juga sangat terkejut menyadari bahwa kedua sosok yang ada dihadapannya menghilang tanpa jejak. Mengenai sang iblis, Kouta tahu apa yang terjadi padanya, tapi untuk kasus Meiga, dia tidak memiliki gambaran jelas akan hal tersebut.


Setelah menerima serangan itu, jangan-jangan dia juga lenyap bersama dengan iblis itu, lalu bagaimana aku menjelaskan semua ini pada mereka? Apa aku harus mengatakan kalau aku telah membunuhnya?


“Kenapa raut wajahmu begitu takut seperti itu Kouta? Apa jangan-jangan kau merasa begitu bersalah karena telah membunuhku?”


Suara itu sontak membuat Kouta begitu terkejut, tapi saat dia melihat sekeliling, tidak ada siapapun disana.


“Meiga, dimana kau?” tanyanya dengan suara gemetar.


Saat itupun ada sebuah api yang berkumpul dan membentuk kembali wujud Meiga seperti sedia kala. “Eh, bagaimana bisa?” Gumam Kouta tidak percaya.


“Heh, itu tadi kemampuan orang yang kau serang dengan kasar tadi loh.”


“Maksudmu monster roh yang telah melakukan kontrak denganmu tadi?”


“Itu benar.”


“Lalu, bagaimana caramu selamat dari serangan tadi?”


“Ah, untuk itu kau tidak perlu mengetahuinya.”


“Eh?”


“Daripada itu, lebih baik kita segera memberi laporan pada raja Glorius akan insiden ini. Selain itu, masih ada banyak hal yang harus kulakukan, karena itu aku tidak dapat berlama-lama disini!”


“Kau benar, kalau begitu mari kita pergi!”


Saat itu, dengan keadaan yang begitu berantakan, mereka pergi untuk melaporkan kemenangan mereka dalam pertarungan menghadapi Archdemon.


“Master, mengenai skill Kouta, kenapa itu tidak mempan terhadapmu?” tanya Vy penasaran.


“Ah, sudah kubilang kan kalau skill tidak akan lagi berpengaruh padaku.”


“Kenapa?”

__ADS_1


Meigapun menjelaskan tentang apa yang terjadi pada dirinya saat tidak sadarkan diri. Dengan sebuah saran yang menarik, salah satu kekuatan terkuat didunia ini telah menjadi miliknya.


Dengan Ultimate Skill Creator miliknya, Meiga telah berhasil menciptakan sebuah skill yang dapat memblokir semua jenis skill dengan sempurna, skill itupun disebut dengan ‘Anti Skill’ oleh dirinya sendiri. Dan tanpa mengatakan kepada dunia, keberadaan individu yang akan menjadi ancaman bagi para dewa akan tercipta pada suatu saat nanti.


__ADS_2