
Sorak sorai penonton yang membahana memenuhi area Coloseum. Hari ini Coloseum telah benar-benar dipenuhi oleh para penonton baik dari dalam maupun luar ibukota. Sang komentator mulai mengumumkan peserta yang akan pertama kali bertanding hari ini.
“Kali ini, saat yang telah lama kita tunggu akan dimulai. Pertandingan pertama, peserta dari blok timur, seorang jenius dalam sektenya Long Chen. Lalu dari blok barat, sang petualang dari guild Pedang Biru di utara, Marco. Mari kita lihat pertarungan epik seperti apa yang akan mereka perlihatkan hari ini!”
Kedua peserta memasuki arena dan bersiap untuk memulai pertandingan. “Perkenalkan aku Long Chen dari sekte Long, mohon bimbingannya tuan Marco.” Long Chen memberikan salam seperti yang dilakukan para anggota sekte saat akan bertarung.
“Huhuhu, maafkan aku adik kecil. Kami para petualang tidak memiliki adab sebaik kalian para anggota sekte, jadi,”—Marco mengeluarkan pedangnya— “akan kubimbing kau sebaik mungkin!” Sebuah tebasan jarak jauh dilakukan oleh Marco dengan sangat cepat.
Gawat, dia langsung mengambil langkah pertama.
Long Chen dengan cekatan langsung memilih untuk menghindari serangan itu. Namun saat dia berhasil menghindarinya, Marco telah menyiapkan serangan kedua untuk menyambutnya.
Orang bernama Marco ini benar-benar cepat, akan berbahaya jika seperti ini.
Long Chen menarik pedangnya dan menangkis serangan sambutan dari Marco. “Wow, tak kusangka kau akan bisa menangkis serangan itu. Sungguh turnamen ini sangat menakjubkan, aku jadi lebih semangat lo.”
Orang ini berbahaya, aku harus mengambil inisiatif untuk menyerangnya, jika tidak maka aku pasti akan kalah.
Long Chen membalut pedangnya dengan aura api. “Kali ini akulah yang akan menyerangmu.” Sambil berlari dia mulai mengatakan hal itu.
Marco semakin semangat mendengarnya, seperti yang diharapkan dari sang petualang, dia benar-benar seorang maniak pertempuran.
“Terima ini,”— Long Chen mengayunkan pedangnya tepat kearah leher dari Marco—“Shadow Step, Neck kick.” Marco akan menangkis serangan itu, tapi ternyata itu hanyalah tipuan. Pedang dari Long Chen menumpu pada pedang besar milik Marco, diapun melompat dan memberikan skillnya Neck Kick untuk menyerang balik Marco.
“Aa—” Sebuah tendangan dilepaskan oleh Long Chen tepat mengenai leher belakang Marco dan membuatnya terpental. “Arrghhhh...!!”–Marco berteriak karena rasa sakit yang diterimanya—“tak kusangka kau hanya membuat senjatamu sebagai pengalihan perhatian, orang-orang dari sekte memang tidak bisa diremehkan ya?” Marco memuji serangan dari Long Chen tersebut.
__ADS_1
Itu merupakan serangan yang terbilang cukup kuat, jika saja lawannya bukan Marco, mungkin saja lawannya akan pingsan seketika saat menerima serangan tersebut. “Menghadapi lawan yang kuat sepertimu, aku harus mengerahkan segala yang kumiliki, jika tidak mungkin akan sangat berbahaya bagiku.” Ujar Long Chen memuji lawannya.
Para petualang dan anggota sekte memiliki cara bertarung yang benar-benar berbeda. Para petualang hanya mengandalkan kekuatan bawaan mereka saja dan mengasahnya untuk pertarungan setiap harinya, walaupun kekuatan mereka bisa meledak menjadi sangat besar, namun kebanyakan yang mereka hadapi hanyalah para monster atau makhluk tak berakal lainnya.
Berbeda dengan para anggota sekte, dari awal mereka memang dididik untuk pertarungan dengan sesama manusia atau makhluk berakal lainnya. Jadi walaupun mereka mengandalkan kekuatan bawaan mereka lebih mengasah ke teknik bertarung. Karena dalam pemahaman mereka, sekuat apapun lawannya tetap akan bisa dihadapi dengan sebuah teknik.
Namun para anggota sekte hanya mendapatkan asumsi tersebut dari peperangan antar manusia. Berbeda dengan para petualang yang memiliki pengetahuan yang cukup akan makhluk-makhluk spiritual mengerikan diluar sana. Jadi kemampuan mereka dari awal memang sudah pada tempatnya masing-masing.
**
Seseorang mengamati pertarungan sengit pertama tersebut dari kejauhan. Itu adalah Iris dan Lyn. “Pertarungan ini, menurut anda siapa yang akan memenangkannya, wakil komandan?”
Lyn tersenyum, itu adalah pertarungan antara orang dengan kemampuan yang benar-benar berbeda, jadi untuk saat ini mungkin akan sulit untuk melihat siapa pemenangnya, selain itu pertarungan tersebut juga masih jauh dari kata berakhir.
Namun Lyn dengan percaya dirinya, menentukan pemenangnya dari sekarang. “Si Long Chen itulah yang akan kalah.” Iris menatap Lyn seakan bertanya alasan akan jawabannya tersebut, lalu Lyn pun melanjutkan penjelasannya. “Para anggota sekte selalu berpacu pada taktik dan juga teknik. Berbeda dengan para petualang, dari awal yang mereka hadapi adalah makhluk-makhluk yang ada diluar nalar.
“Tapi apa hanya dengan naluri bertahan hidup dan mental yang kuat bisa membawa seseorang pada kemenangan?”
“Aku akan bertanya kepadamu. Jika seandainya kau tidak pernah kalah oleh Luna, apa rasa kepercayaan dirimu akan serendah ini?”
Jawabannya adalah tidak. Kemampuan Iris termasuk diatas rata-rata kebanyakan orang, selain itu tingkat usaha dan kemahirannya yang tinggi membuatnya memiliki perkembangan yang cepat.
Namun dari awal dia telah mengenal Luna, yang merupakan jenius yang jauh melebihinya, tentunya normal untuk memunculkan sifat rendah diri pada pribadi Iris. Sekeras apapun dia berusaha dia tidak akan pernah bisa mengalahkannya. Tapi walaupun dia sering merasa iri kepada Luna, Iris tetap menyayanginya.
Luna adalah satu-satunya teman dari kampung halamannya yang selamat waktu itu, bahkan Iris menganggapnya sebagai kakaknya sendiri.
__ADS_1
Oleh karena itu, dia berhasil berkali-kali mengalahkan egonya sendiri dan terus berkembang dibawah bayangan Luna.
Tapi apa kau tahu Iris, darah yang mengalir dalam dirimu suatu saat akan menolak sifatmu yang seperti ini. Mungkin Raven hanya pernah mendengarnya, tapi aku tahu pasti apa itu klan Naifola, dan juga sebesar apa kekuatan mereka saat hal itu bangkit. kuharap suatu saat kau akan memenuhi ekspektasiku
**
“Sungguh pertarungan yang sangat sengit... bagaimanakah mereka berdua akan mengakhiri semua ini?” seorang komentator menyuarakan pendapat para penonton. Pertarungan antara Long Chen dan Marco sangatlah sengit, sehingga membuat para penonton menjadi deg-degan dibuatnya.
Sedangkan disamping perasaan para penonton, kedua peserta itulah yang merasa lebih deg-degan. Keduanya saling bertukar serangan sampai menguras tenaga satu sama lain. “Kurasa pertarungan kita sudah berada ditahan akhir kali ini.” Ujar Long Chen dengan nafas yang ngos-ngosan.
“Huhuhu”—Marco mengambil nafas—“Kalau begitu mari kita akhiri ini, siapa yang berdiri terakhir adalah pemenangnya.” Long Chen mengangguk setuju, dan keduanya mulai menyiapkan kartu truf mereka dengan kekuatan yang tersisa saat ini.
Long Chen mengeluarkan aura merah pada tubuhnya, seakan membakar seluruh kekuatan spiritualnya untuk serangan terakhirnya ini. Disisi lain, Marco menggunakan unique skillnya semangat perang untuk mengakhiri semua ini.
Long Chen meluncur dengan kecepatan tinggi, ini sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan kecepatan yang sebelumnya. Sedangkan Marco bersiap untuk menahan serangan tersebut, namun saat Long Chen hampir menutup jarak dengannya sesuatu yang aneh dia rasakan.
Aneh, kenapa aku merasakan hal ini. Rasa dekat akan kematian, akan sangat berbahaya jika aku menahan serangan ini secara langsung, bahkan senjataku tidak akan kuat untuk menahannya, aku harus menghindarinya.
Marco mengayunkan pedangnya ketanah untuk menciptakan sebuah ledakan yang bisa membuatnya terlempar. Walaupun itu cara yang cukup beresiko, tapi itu membuatnya berhasil menghindari serangan itu. Disisi lain Long Chen benar-benar merasa sangat salah perhitungan, sebelumnya Marco yang terus menghadapi serangan secara langsung sekarang malah menghindari serangan yang dipertaruhkan olehnya.
Alhasil saat ini Long Chen sudah tidak bisa bangkit karena telah membakar habis kekuatan spiritualnya untuk serangan terakhirnya tersebut. Saat itu Marco juga benar-benar tercengang karena kerusakan yang disebabkan oleh Long Chen. Seandainya dia memilih untuk menerima serangan tersebut secara langsung, mungkin tubuhnyalah yang akan hancur berkeping-keping.
“Su..sulit dipercaya, sungguh pertarungan yang sangat luar biasa. Kekuatan penghancur yang begitu luar biasa dari Long Chen terpaksa membuat Marco menghindarinya. Walaupun dia akhirnya kalah ini tetaplah menjadi pertarungan yang sangat sengit.
Akan kuumumkan, pertandingan pertama turnamen kerajaan Meeden dimenangkan oleh anggota guild pedang biru, Marco. Mari kita nantikan pertandingan seperti apa yang akan dibawakan oleh para peserta selanjutnya, tetap saksikan dan dukung turnamen ini!”
__ADS_1
Ditutupnya pertandingan pertama membuat sorak sorai penonton sama sekali tidak terbendung saat ini. Disisi lain, Iris yang melihat hasil yang sama persis dengan apa yang dikatakan Lyn membuatnya merasa sangat takjub akan kemampuan pengamatan miliknya.
Sungguh pengamatan yang luar biasa, entah karena pengalamannya yang sangat banyak ataupun kecerdasannya yang spesial, aku hanya bisa mengatakan bahwa wakil komandan sangat keren. Ucapnya memuji dalam hati.