Creator

Creator
Kemunculan Archdemon


__ADS_3

Saat itu Meiga benar-benar menyadari akan kejanggalan yang ada pada ketiga lawannya. Diapun menampakkan dirinya seakan terluka oleh sihir skala besar yang dikeluarkan oleh mereka. Namun saat mereka berpaling darinya, Meiga langsung menyerangnya dari belakang untuk mengungkap identitas sebenarnya dari mereka. Dan seperti dugaannya, mereka bertiga adalah seseorang dari ras iblis yang tengah menyamar dalam wujud manusia.


“Cihh.., tak kusangka kau akan memaksa kami untuk kembali ke wujud ini!”


“Aku juga merasa begitu, entah kenapa aku menjadi begitu kesal saat penyamaranku dibongkar dengan paksa.”


“Oi gadis kecil, aku akan mencincangmu karena telah berlaku kasar padaku!”


Ketiga iblis itu mulai mengoceh saat identitas aslinya dibongkar paksa oleh Meiga, itupun membuat Meiga merasa begitu terganggu.


“Kalian mengoceh terus dari tadi.., berisik tau!” Bentak Meiga kesal.


“Hah?”


“Cepat berikan aku jalan jika kalian tidak ingin tertidur lagi selama ratusan tahun!” Meiga memperingatkan mereka.


“Apa katamu?” ketiga iblis itu mulai marah saat merasa direndahkan oleh Meiga, mereka pun langsung menyerang Meiga secara asal-asalan. Kekuatan individual mereka tidaklah berbahaya bagi Meiga, tapi karena harus melawan ketiganya secara bersamaan, itu membuatnya cukup kerepotan.


Beberapa serangan yang mereka lakukan sekilas memang terlihat acak-acakan, tapi semua serangan itu selalu mengarah tepat ketitik vital dari Meiga. Tapi hal seperti itu sudah bukan lagi sebuah ancaman bagi Meiga. Setelah memberikan mustikanya kepada Luna, perlahan tubuhnya juga ikut hancur, karena itu dia memindahkan seluruh bagian tubuhnya ke ruang khusus yang diciptakannya untuk menghambat penguraian, setelah itu Meiga menciptakan sebuah tubuh palsu untuk digunakan sebagai pengganti tubuh aslinya. Lalu saat dia telah berhasil menyatu sepenuhnya dengan Vy, Meiga bisa menciptakan sebuah tubuh spiritual yang sempurna dari partikel-partikel spiritual milik Vy. Jadi bisa dibilang kalau tubuhnya yang terlihat itu hanyalah sebuah perwujudan dari tubuh spiritual milik Vy.


Jadi jika itu hanyalah sebuah serangan fisik, maka tidak akan menimbulkan dampak sama sekali terhadap Meiga. Terlebih dengan kemampuan yang dimiliki Vy, walaupun tubuh spiritualnya terluka itu tetap akan beregenerasi cepat atau lambat. Tapi meski begitu bukan berarti Meiga sama sekali tidak memiliki indera yang sama seperti sebelumnya. Dalam kondisinya itu dia juga masih dapat merasakan rasa sakit yang diderita dari proses penguraian. Malah bisa dibilang hampir setiap saat Meiga merasakan sakit karena tubuhnya yang perlahan mulai hancur.


Meski begitu dia tetap tidak pernah mengeluh akan hal tersebut. Semenjak insiden terakhir, yang selalu dia khawatirkan hanyalah sebuah kegagalan dalam mewujudkan tujuan terakhir dalam hidupnya. Karena itu dia juga membulatkan tekadnya, dan bahkan berjanji untuk melenyapkan halangan apapun yang menghadang dirinya, seperti para iblis yang sedang menghalangi jalannya saat ini.


“Sungguh menjengkelkan, Lightning Field!”—Meiga mengeluarkan medan petir miliknya untuk menjaga jarak dari ketiga iblis itu—“Mengalahkan mereka satu persatu akan memakan banyak waktu dan energi, selain itu aku juga tidak mengetahui kondisi yang lain dan apa yang ada didepan sana. Kalau begitu aku harus bisa memancing mereka untuk berkumpul di satu titik lalu menghabisinya dalam satu serangan.”


Setelah mempertimbangkan beberapa hal, Meiga memulai rencananya untuk menghabisi mereka.


Sebuah rantai dikeluarkannya dari segala arah dan dari segala sudut yang ada diruangan itu. Beberapa memang berhasil dihancurkan oleh mereka, tapi Meiga terus menciptakan ulang rantai tersebut dengan lebih cepat dan lebih kuat dari sebelumnya. Hal itupun berhasil membuat mereka kuwalahan dan mulai terpojokkan. Meigapun memperluas dan memperkuat medan petir miliknya sehingga memenuhi ruangan tersebut. Sebuah ledakan petirpun tercipta disana dan berhasil membuat para iblis itu lumpuh sementara.


“Bagaimana bisa begini?”


“Gadis itu, sepertinya dia mempelajari tentang kita para iblis dengan begitu dalam!”


“Dia datang!” ketiga iblis itu mulai panik saat menyadari posisinya saat ini, mereka bahkan tidak menyangka kalau atribut petir miliknya Meiga begitu murni, sampai tidak dapat dibedakan antara skill atau sihir.


Sebuah luapan energi spiritual yang cukup besar dikeluarkan oleh Meiga pada saat itu. Dia ingin menyelesaikan pertarungan tersebut dengan serangannya kali ini. “Akan kuhadiahkan 100 tahun tertidur untuk kalian! Inferno Flame!” Itu adalah serangan terkuat yang dimiliki Meiga sampai saat ini. Dengan itu ketiga iblis itu telah lenyap dari dunia fisik dan mungkin membutuhkan waktu ratusan tahun lagi untuk bisa bangkit.


Walaupun tubuh spiritualnya baik-baik saja, tapi tubuh asli Meiga cukup kelelahan karena pertarungan barusan. Meski begitu dia terus mencoba untuk maju dan segera menyelesaikan misi tersebut. “Reunard, bagaimana dengan keadaan disana?” dia menghubungi rekannya lewat telepati.


“Kami berhasil membebaskan para sandera, tapi beberapa orang yang merepotkan muncul untuk menghadang kami. Kemampuannya juga sangat aneh, mereka bisa menggunakan sebuah sihir seperti tanpa rapalan.” Jawab Reunard yang sedang bertarung melawan mereka.


“Jumlahnya berapa orang?”


“Empat orang, meski begitu kami cukup kesulitan untuk melawannya sambil melindungi para sandera.”


“Tunggu aku kalau begitu, aku akan segera ke—” tiba-tiba suara Meiga terputus dalam telepati tersebut.

__ADS_1


“Meiga.., Kau baik-baik saja, Meiga? Cihh, terputus! Pasti ada yang tidak beres disana.” Pikir Reunard yang mulai khawatir. Tapi dia juga harus fokus untuk menghadapi lawan-lawannya tersebut.


Tapi seseorangpun tiba-tiba muncul ditengah-tengah keempat bandit tersebut.


“Rencana telah berubah, saat ini tuan kita telah bangkit jadi kita tidak membutuhkan mereka lagi. Selain itu, dibagian lain juga terdapat satu orang yang cukup merepotkan, dia juga telah melenyapkan tiga dari kita seorang diri. Kurasa kita harus segera menghabisinya.”


“Menghabisi tiga dari orang-orang selevel ini sendirian, oi, oi, apa adik Mei adalah monster yang seberbahaya itu?” batin Ryuu yang heran saat mendengar perbincangan lawannya tersebut.


Dalam sekejab kelima bandit itu langsung menghilang dari hadapan mereka. Perasaan akan adanya bahaya tidak bisa hilang dari para petualang tersebut.


“John, Rude, dan Elsa, kalian bawa tuan putri dan yang lainnya pergi dari sini. Gunakan kristal teleportasi jika perlu. Lalu kalau kalian sampai dikota, mintalah bantuan untuk datang kemari, sepertinya hal besar sedang menunggu didepan sana.” Ryuu pun berinisiatif untuk langsung membawa pergi para sandera sebelum bahaya sebenarnya datang.


“Dimengerti, ketua!” mereka bertigapun membawa para sandera dan tuan putri untuk keluar dari tempat itu.


“Reunard ayo kita bergegas untuk mencari adik Mei!”


“Kau benar, sepertinya ada hal yang tidak beres disana.” Merekapun berusaha secepat mungkin untuk sampai ketempat Meiga berada.


**


Disisi Meiga, sebuah pertarungan yang sangat sengit sedang terjadi. Saat dia menemukan tempat persembunyian dari ketua bandit itu, tiba-tiba sesuatu yang begitu kuat muncul disana. Tapi saat dia berusaha untuk memeriksanya, iblis-iblis ini muncul dan berusaha menghadang Meiga. Kekuatan mereka bisa dibilang setara satu sama lainnya, tapi jumlahnya lebih banyak dari yang dilawan Meiga sebelumnya. Terlebih lagi saat ini tubuh Meiga juga mulai kelelahan, itu membuatnya semakin kerepotan untuk mengalahkan mereka. Karena itulah pertarungan menjadi sangat sengit.


“Cihh, jika aku langsung menghadapi mereka bersamaan dengan iblis-iblis sebelumnya, mungkin tidak akan sesulit ini.” Keluh Meiga yang tengah kesulitan menghadapi mereka.


“Untuk ukuran manusia kau cukup tangguh juga ya, sangat berbeda dengan orang-orang bodoh sebelumnya.”


Para iblis itu mulai mengoceh dan mengolok-olok rekan Meiga. Itu sangat mengganggu ketenangan Meiga, diapun ingin segera menyelesaikan ini apapun yang terjadi.


“Kalian sepertinya sangat percaya diri dengan kemampuan kalian? Bagaimana kalau kalian mencoba untuk menahan seranganku untuk satu kali saja?”


“Hahaha kata-kata seperti itu tidak akan berguna pada kami, jika kau memang ingin mengalahkan kami sebaiknya kau bekerja keras untuk itu.”


“Heh kalian takut?”


“Hahahaha, itu lucu sekali. Kami para iblis tidak pernah sekalipun takut pada manusia. Bahkan sekuat apapun dirimu, pada akhirnya kau hanya akan tunduk pada tuan kami.”


“Apa maksudnya itu?” tanya Meiga dengan tatapan tajam.


“Archdemon.., kau pernah mendengarnya bukan?”


“Jadi memang seperti itu ya. Tak kusangka aku akan menghadapi hal yang sangat berbahaya ditempat ini.”


“Tapi dari nada bicaramu, kau sepertinya sama sekali tidak takut akan entitas tersebut.”


“Takut? Aku tidak memiliki waktu untuk hal semacam itu.”


Tujuan Meiga hanya satu, yaitu mengumpulkan kembali pecahan jiwa dari Luna, dan tidak peduli apa yang menunggunya didepan, dia akan tetap melewatinya.

__ADS_1


Archdemon ya? Kurasa aku tidak akan bisa mengalahkannya dengan mudah. Selain itu tubuhku juga tidak akan kuat lagi jika harus dihadapkan dengan pertarungan dalam waktu yang lama.


“Kalau begitu mari kita selesaikan ini!” Meiga langsung menggunakan sebagian besar kekuatannya untuk segera mengakhiri pertarungannya melawan para iblis itu. Sama seperti sebelumnya, dia menciptakan sebuah pembatas dari rantainya untuk mengurung mereka. Tapi untuk kali ini dia langsung menggunakan atributnya untuk menguatkan rantai-rantai tersebut.


“Cihh ini tidak bisa dihancurkan seperti yang sebelumnya!” keluh salah seorang iblis itu.


“Rantai-rantai ini juga melarang kita untuk mendekati penggunanya. Sungguh skill yang merepotkan!”


Iblis-iblis itu mulai mengeluh karena kerepotan saat melawan Meiga. Sebenarnya mereka semua sadar bahwa mereka bukanlah tandingannya, tapi karena sebentar lagi kebangkitan tuan mereka akan sempurna, mereka berusaha semaksimal mungkin untuk menahan Meiga supaya tidak mrengganggu hal tersebut. Namun pemikiran itu hanya membuat mereka menyia-nyiakan nyawanya saja. Jika Meiga benar-benar serius dari awal mereka juga akan langsung terbunuh saat itu juga.


Tapi karena kondisi tubuh Meiga tidak memungkinkan untuk itu, nyawa mereka bisa bertahan walau cuma sesaat lebih lama. Lalu dalam pembatas tersebut para iblis itu juga mencoba berbagai cara untuk mendekati Meiga, namun tidak ada satupun cara yang berhasil. Bahkan sihir gabungan terkuat dari mereka bisa diblokir Meiga dengan mudahnya.


“Sudah cukup kan bagi kalian untuk bermain-main denganku?” tanya Meiga yang akan segera mengakhiri pertarungan mereka.


“Jangan sombong dulu kau!”


“Sombong? Ah.., kalian tidak paham juga ya dengan perbedaan kekuatan diantara kita? Kalau begitu akan kuberitahu kalian!” rantai-rantai yang diciptakan Meiga mulai membelenggu tubuh mereka satu persatu dan menyeretnya masuk kedalam sebuah ruang yang baru diciptakan Meiga didalam item box.


“Apa ini.., Hoi hentikan ini!” salah seorang iblis itu berteriak ketakutan saat menyadari hal yang tengah terjadi pada dirinya. Perlahan iblis-iblis yang lain juga sadar dengan hal tersebut dan mulai dikuasai rasa takut. Saat mereka telah masuk kedalam item box, sebuah dimensi yang berbeda terlihat didalam sana. Lalu dengan ditemani rantai yang dipenuhi api dan petir itu, para iblis itu diseret masuk kedalam sebuah penjara abadi dimana mereka akan tersiksa oleh dua atribut tersebut sampai tubuh, jiwa, maupun inti mereka hancur secara menyeluruh. Dengan terjadinya hal tersebut, mereka juga akan berakhir disana dan tidak akan pernah bisa bangkit kembali.


Berkat Ultimate Skillnya, Meiga dapat dengan mudah meningkatkan seluruh kemampuannya, namun efek dari hal itu juga berdampak cukup besar pada tubuh aslinya. Jadi setelah dia menggunakan pembatas tingkat tinggi dan menciptakan sebuah dimensi baru di item box, itu sudah membuat tubuhnya begitu kesakitan. Walaupun tubuh spiritual yang diciptakannya terlihat baik-baik saja, tapi tubuh aslinya telah terluka parah. Lalu tanpa adanya mustika, semakin dia mengerahkan kekuatannya maka akan semakin cepat proses penguraian yang terjadi pada tubuh fisik dari Meiga.


Tak kusangka walaupun dengan efek pelambat untuk tubuhku yang telah meningkat, aku masih harus merasakan sakit seperti ini. Jika ini terus berlanjut, kukira aku sudah tidak akan sanggup lagi untuk bertahan.


Saat itu Meiga yang mulai kehilangan kesadaran karena terlalu memaksakan dirinya langsung jatuh ditempatnya berdiri. Saat itu dua rekannya yang tidak lain adalah Reunard dan Ryuu telah sampai ditempat itu dan langsung menolong Meiga ketika mendapati dirinya tengah terjatuh.


“Oi, Meiga sadarlah!” Ucap Reunard yang mulai khawatir.


“Reunard, sebaiknya kita segera membawa Meiga pergi dari tempat ini.” Ryuu mengusulkan pendapatnya.


“Kau benar, kita masih belum tahu apa maksud dari perkataan para bandit tadi, selain itu aku juga merasakan sesuatu yang sangat tidak mengenakkan ditempat ini.”


Seseorang pun muncul dari salah satu ruangan yang ada disana, dia tidak lain adalah bos dari para bandit tersebut.


“Kukuku.., kalian pikir akan bisa dengan mudah keluar dari tempat ini? Itu tidak akan pernah terjadi! Karena tuhan kami baru saja bangkit, kalian akan menjadi sebuah persembahan bagi dirinya!”


“Oi, apa yang baru saja orang itu katakan?”


“Tuhan, apa yang sebenarnya dia maksudkan?”


Reunard dan Ryuu mulai merasakan firasat yang sangat tidak mengenakkan saat itu juga. Lalu dalam sekejab sebuah sosok bayangan hitam menghancurkan tubuh bos bandit tersebut dan menelannya. Saat itulah Reunard dan Ryuu menyadari kalau mayat-mayat yang ada disekitarnya mulai diselimuti oleh bayangan dan akhirnya lenyap. Tapi mereka sama sekali tidak mengerti tentang apa yang tengah terjadi saat itu, sebelum akhirnya sosok itu muncul dihadapan mereka.


Sebuah entitas spiritual yang sangat kuat, hanya dengan kemunculannya saja membuat Reunard dan Ryuu yang merupakan petualang tier A sangat kesulitan untuk bernafas. Bahkan aura penindasan yang dikeluarkannya begitu besar sehingga membuat mereka sama sekali tidak dapat berkutik dihadapan sosok tersebut. Itu adalah individu yang begitu menonjol dalam hierarki neraka, dengan kekuatannya yang begitu besar, sosok itu sangat ditakuti oleh setiap kalangan. Bahkan satu dari individu tersebut dapat dengan mudah menghancurkan sebuah kerajaan, keberadaan sosok seperti itu biasa dikenal dengan sebutan Archdemon.


“Reunard, kita pasti akan mati ditempat ini.” Ucap Ryuu yang telah dikuasai rasa takut.


Disisi lain Reunard bahkan tidak dapat berkata-kata setelah menyadari akan ranah dari makhluk yang tengah berdiri didepannya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2