Creator

Creator
Pertarungan Tingkat Tinggi 2


__ADS_3

Saat itu mereka saling berhadapan dengan lawan yang akan sama-sama bertarung mati-matian.


“Dengan keadaan kalian yang telah babak belur seperti itu ingin mengalahkan diriku? Jangan meremehkanku!” Tatapan mata Luccy yang tertuju pada Mon dan Fri menjadi begitu ganas.


“Entahlah.., tidak ada siapapun yang mengetahui dengan pasti perubahan keadaan ditengah medan perang.”


“Tidak ada yang tahu ya... meski begitu kuyakin hasilnya akan sama.”


Mereka memanggilnya Luccy, dilihat dari aura yang dimilikinya mungkin ancaman monster ini berada jauh diatas yang lainnya. Tidak salah jika dia begitu percaya diri waktu menghadapi kami.


Luccy... dalam tatanan militer kerajaan monster, ada beberapa jabatan dibawah raja monster yang dibilang sangat kuat. Dua teratas disebut sebagai sayap sang raja, dan yang pernah menampakkan diri hanyalah Atrax, sang monster laba-laba yang disebut tangan kanan raja monster.


Informasi mengenai satunya masih belum ada yang mengetahuinya, konon dikatakan dia adalah monster yang berada jauh diluar nalar manusia.


Lalu dibawahnya ada dua belas pilar jenderal, lima diantaranya telah diperlihatkan. Luccy, Louis, Bleu, Bastard, dan Zero, kelima jenderal tersebut kekuatannya telah mencapai awal tingkat lanjut, dan ancaman tersebut bukanlah suatu hal yang bisa ditangani seorang great sage yang kekuatannya Cuma bisa sampai ke puncak tingkat tinggi.


Meski demikian, kemungkinan mereka menang tidaklah nol. Seperti halnya Fri yang berhasil mengalahkan Bastard, mereka bisa kalah jika harus bertemu lawan alaminya.


Terus jabatan yang terakhir adalah eksekutif pasukan khusus, jabatan mereka kurang lebih sama dengan para jenderal, tapi yang mereka pimpin adalah sebuah pasukan yang diciptakan khusus untuk sebuah pertarungan mematikan.


Namun karena alasan tersendiri, raja para monster memilih para eksekutif yang kekuatannya masih ada dipertengahan tingkat tinggi sampai puncak tingkat tinggi. Meski begitu, perbedaan tingkat pertengahan dan puncak memiliki jarak yang begitu besar. Dan tentunya, itu bukanlah sesuatu yang bisa dihadapi oleh mereka para elit gen 1 dan 2.


Namun tanpa memikirkan semua bahaya tersebut, mereka telah membulatkan tekad untuk melawan mereka sampai akhir.


**


.....


Kelincahan itu benar-benar menakutkan, karena tubuhnya yang kecil membuat dirinya begitu mudah untuk menghindari serangan dan menerobos pertahanan lawannya. Selain itu, kemampuan percepatan speed dan pikirannya juga begitu sempurna, membuat jarak diantara keduanya menjadi semakin jelas.


Ditengah pertempuran tersebut, Thu telah dibuat tidak berdaya oleh monster kerdil tersebut. Itulah kekuatan sejati dari jenderal kelima pasukan monster, Zero.


“..sial” Keluh Thu yang sudah tidak berdaya.


“Huh.... pada akhirnya manusia hanya sampai tahap ini.”


“Kau benar, aku juga tidak menyangka kalau manusia itu selemah ini.”


“Mata dan setengah dari tulang kepalamu telah hancur, tangan dan rusuk kirimu juga telah patah seluruhnya. Kau sudah tidak akan bisa melanjutkan pertarungan ini dengan kondisimu itu.”


Hiks, hiks...


Kukira aku sudah menjadi begitu kuat, tapi akhirnya masih ada dinding yang sama sekali tidak bisa kulewati.


...


.....


Waktu itu, kerajaan Meeden masih baru berdiri dalam beberapa tahun. Setelah pemusnahan klan penyihir, ada beberapa perbedaan pendapat diantara orang-orang paling berpengaruh didalam susunan kerajaan.


“Apa maksud dari perkataanmu itu, Ryuhei?”


“Kau bisa memikirkannya sendiri kan, atau jangan-jangan kau bahkan tidak mengerti akan hal itu, Mon?


“Hoi... apa-apaan cara bicaramu itu? Apa kau berani menentang keputusanku?”


“Hah... memangnya siapa dirimu, selama yang mulia Clever tidak ada dikerajaan kau pikir dirimulah yang berkuasa?”


“Heh... tak kusangka kau akan sangat berani padaku. Kalau begitu mari kita tentukan semua ini dengan kekuatan!”


Saat itu, demi menjaga lingkungan kerajaan yang belum terbangun seluruhnya, mereka berdua memutuskan untuk melakukan pertarungan tersebut di wilayah utara.

__ADS_1


Saat itu kekuatan keduanya masih berada ditahap puncak tingkat menengah, dan Mon juga masih belum mencapai ranah great sage.


Whut, whut, trangggg...


Zrak....


“Fire Blossom...” sebuah bunga api mekar dengan sangat indah disana.


Zringgg... Blarrr...!!!


Itu adalah salah satu teknik kebanggaan Ryuhei saat menghadapi orang selevel dirinya.


Set, set, slashhh....


“Holy Slash..!!” Mon yang berhasil menghindari serangan Ryuhei dengan cepat langsung melakukan serangan balik.


Trangggg....


Whoooosh.....!!!


“....”


Ryuhei menangkis serangan itu dengan pedangnya dan membalikkan serangan itu pada Mon.


“Mustahil!”


“Kau sudah tamat!”


Tebasan dari skill pamungkas miliknya Mon berbalik menyerang dirinya sendiri dengan begitu kuat. Karena merasa tidak dapat menghindari serangan tersebut, Mon memejamkan matanya dan hanya bisa pasrah.


Blarrr.....


Mon pun membuka matanya, didepannya ada seorang anak muda yang terlihat babak belur karena menahan serangan tersebut.


“Kau... siapa?” tanya Mon bingung.


“Cepat hentikan perkelahian kalian!” Ucap anak muda tersebut.


“Heh... tak kusangka akan ada orang yang mengganggu pertarungan ini. Anak muda, siapa dirimu? Kenapa kau bisa menahan serangan sekuat itu?”


“Aku adalah seorang Guildmaster dari Serikat Pedang Biru yang berada tidak jauh dari sini. Aku merasakan kekuatan besar berada didekat kota kami, karena itu aku berusaha menghentikannya jika itu adalah sebuah ancaman.”


“Pedang Biru? Baru kali ini aku mendengarnya.”


“Terimakasih anak muda, tapi bisakah kau menyingkir? Karena aku harus segera mengalahkan orang itu!”


“Maaf tapi saya tidak bisa melakukannya, karena kalian adalah orang-orang berbahaya, aku harus menghentikan kalian disini.”


“Menghentikan kami ya? Sepertinya sangat percaya dengan kekuatanmu.”


“Tentu saja, karena aku adalah seorang Guildmaster!”


“Ryuhei, aku akan menunda pertarungan kita, dan akan mengalahkan anak ini disini.”


“Terserah kau, lagipula masalah kita tidak akan selesai tanpa adanya yang mulia!”


“Baiklah kalau kau mengerti!”—Mon mengalihkan pandangannya ke arah anak muda tersebut—“anak muda, siapa namamu?”


“Aku Moku, lalu anda?”


“Aku Mon... jika kau kalah disini, maka kau akan menjadi bawahanku!”

__ADS_1


“Itu jika anda berhasil mengalahkan diriku!”


Saat itu keduanya memulai pertarungan sengit yang berakhir dengan kekalahan Moku.


...


“Tak kusangka kau akan sekuat ini, mulai sekarang namamu adalah Thu. Kau akan bergabung dalam jajaran anak buahku!”


“Seperti yang saya janjikan!”


Setelah peristiwa itu, permasalahan antara orang-orang berpengaruh dikerajaan mulai berhasil diselesaikan dengan terbentuknya militer bagian.


Balai Pendukung Komandan : Lita


Wakil Komandan : Alter


Balai Pertahanan Komandan : Doom


Wakil Komandan : Zin


Balai Ksatria Suci Komandan :Raven


Wakil Komandan : Ren


Balai Penyerang Komandan : Ryuhei


Wakil Komandan : Kohei


Balai Perlindungan Komandan: Mon


Wakil komandan :Tue


Dengan Balai Perlindungan sebagai pusatnya, kekuatan besar dari militer kerajaan Meeden mulai terbentuk. Saat itu setiap petinggi dari masing-masing militer bagian juga menjadi semakin kuat seiring berjalannya waktu. Mereka bahkan juga memiliki julukannya masing-masing.


Dibalai Pendukung ada 'pedang sang putri' sebagai kekuatan paling kuat dalam militer bagiannya. Dibalai Pertahanan ada mereka '10 tetua'. Balai Ksatria Suci memiliki 'tiga pedang' sebagai pusat kekuatan. Lalu Balai penyerang, ada 'Duo kembar'. Dan yang terakhir adalah '7 Penyembah' dari Balai Perlindungan yang konon memiliki kemampuan terkuat dari seluruh militer bagian.


“Mon, bagaimana bisa semua orang dikerajaan ini menganggap kita adalah yang terkuat dikerajaan ini?” tanya Thu yang penasaran tentang rumor tersebut.


“Kukira apa yang ingin kau tanyakan, ternyata hanya itu. Jawabannya mudah, itu karena dewa ada dipihak kita!”


“Dewa ada dipihak kita?”


“Mungkin sudah saatnya untuk memberitahu dirimu akan hal ini. Jika kita memiliki sebuah kepercayaan yang sangat tinggi pada sang dewa, maka sang dewa akan memberimu sebuah kekuatan pinjaman yang amat besar. Yang dimana semua kekuatan tersebut tidak dimiliki oleh militer bagian lainnya, karena itulah kita bisa menjadi yang terkuat.”


Saat itu Thu hanya bisa terpanah dengan perkataan Mon, baginya itu adalah jalan terdekat untuk menjadi yang terkuat.


...


.....


Ah, ternyata masih ada jalan itu. Kenapa aku harus menyerah dengan dewa yang ada dipihakku. Tak peduli seberapa lelah dan hancurnya tubuhku. Kali ini aku tidak akan kalah seperti saat melawan orang itu.


Dia telah mengingat masa-masa awal dia direkrut oleh Mon hingga berhasil menjadi 7 penyembah balai perlindungan. Sebagai pendiri Guild Pedang Biru dan sebagai seseorang yang selalu menjunjung harga dirinya, sang dewa pun meminjamkan kekuatan yang begitu besar pada Thu.


“Bagaimana bisa.., kenapa kekuatanmu mendadak menjadi begitu besar?” Zero berteriak karena merasa terintimidasi oleh luapan kekuatan milik Thu.


Saat itu Thu, dalam alam bawah sadarnya telah benar-benar bertemu dengannya, sosok Agung yang merupakan sumber kekuatan dari istilah kepercayaan.



Sang dewa kerajaan Meeden ‘Edle Seele’ akan meminjamkan sebuah kekuatan pada Thu untuk mengalahkan Zero.

__ADS_1


__ADS_2