Creator

Creator
Keributan Singkat di Akademi


__ADS_3

“Habisi gadis rusuh itu!” orang itu memerintah Kouta dan beberapa bawahannya.


Kemunculannya benar-benar membuat keadaan menjadi semakin rumit. Kouta yang sebenarnya ingin berhenti karena kedatangan Luna membuatnya harus tetap harus bertarung dengan Meiga karena terpaksa.


Disisi lain Iris dan Luna yang ingin menghentikan hal itu dihadang oleh pengikut orang itu. Dia adalah salah satu dewan balai pertahanan, semua orang mengenalnya dengan nama hock.


Pengaruhnya yang sangat besar di kerajaan ini membuat Iris dan Luna tidak bisa sembarangan melawannya, karena bisa menyebabkan konflik antara ksatria suci dan balai pertahanan.


“Hoi, bisakah kalian berhenti!” keluh Meiga yang diserang oleh Kouta dan beberapa bawahan Hock. Dia hanya bisa menghindari serangan demi serangan yang mereka luncurkan.


“Ini benar-benar tidak lucu, tetua Hock! Bisakah anda menghentikan tindakan anda sekarang juga?” Luna menentang apa yang dilakukan Hock.


“Jangan sombong kau. Walaupun kau murid kelas khusus dari ksatria suci aku tidak akan segan-segan untuk menghabisimu disini sekarang juga!”


Sungguh sikap yang sangat semena-mena, itulah yang dipikirkan Luna dan Iris.


“Ayo kita pergi, Iris!” Luna sangat kesal karena Hock merusuhnya saat dia belum mendapatkan jawaban dari Meiga. Namun karena menjaga keseimbangan antar militer bagian, dia terpaksa harus mundur disini.


**


“Tidak kusangka keadaannya akan menjadi seperti ini. Sayangnya, aku terlalu keras kepala. Aku tidak akan tunduk saat disuruh mati begitu saja.”


“Apa yang kau katakan? Kau hanyalah seekor anjing kecil yang hanya bisa menggonggong ingin melawan kami balai pertahanan? Sungguh candaan yang bagus.”


“Habisi dia!”


Sihir ledakan api, NUCLEAR CANON!!


Sebuah formasi sihir area diluncurkan kepada meiga secara serempak.


“Water Field!”


“Wind of destruction!”


Sebuah Medan air dan pusaran angin yang mematikan menciptakan sebuah pusaran dan berhasil menghentikan formasi sihir api tersebut.


“Ola, apa kau sedang bercanda? Baru saja aku memperingatkanmu lo!”


“Ola, kau tidak apa-apa?”


“Untuk sekarang aku masih baik-baik saja. Tapi tak kusangka kalian akan datang untuk menolongku.”

__ADS_1


“Beraninya kalian memalingkan pandangan saat berhadapan denganku. Godspeed, ripping fist.” Hock bergerak dengan sangat cepat dan mengarahkan tinjunya kepada Meiga.


“Sangat cepat! Chain Shackles, Lightning Field!” Meiga menggunakan skillnya untuk menghambat Hock sehingga mereka bertiga bisa menghindari serangan itu.


“Water Field, water jail!” Zenin menambahkan skilnya untuk memperkuat efek dari elemen petir Meiga.


“Kalian memang sangat benar-benar sangat meremehkanku ya? Kalian kira hal seperti ini bisa menghentikanku! Jawabannya adalah NO. Earth bind!” Hock menghentakkan kakinya dengan sangat keras dan membuat mereka bertiga tidak bisa bergerak.


“Ini! Skill yang mengendalikan gravitasi sekitar?”


“Pickaxe Defense! Orin mengantisipasi serangan Hock selanjutnya dengan skill pertahanannya.


“Begitu ya. Aku mengerti sekarang, mereka memang adalah kombinasi paling cocok untukku. Untuk mengalahkan orang itu aku terpaksa harus menggunakan itu.” Meiga menjentikkan jarinya dan menggabungkan elemen apinya pada skill Orin secara diam-diam.


Itu adalah waktu yang sangat tepat. Bersamaan pada saat Hock melancarkan serangan keduanya, pelindung angin tersebut berubah menjadi pelindung api.


“Api! Darimana asalnya? Tapi itu tidak penting, api selevel ini akan bisa kutembus dengan mudah. Heavy Smash!” Pukulan yang sangat keras dilakukan oleh Hock tepat pada api perlindungan tersebut. Namun itu tidak semudah yang dia bayangkan.


Api Meiga adalah api jenis khusus yang lebih banyak mengandung unsur ledakan daripada membakar. Dan saat pukulan tersebut mendarat, pelindung itu meledak dan membuat semua yang terlibat dalam pertarungan itu terpental termasuk mereka bertiga.


“Uhuk! Tak kusangka itu akan meledak dan langsung melukai sarafku. Siapa sebenarnya mereka ini? Bahkan serangan gabungan dari Kouta dan timnya tidak akan dengan mudah bisa melukaiku, tapi mereka bertiga? Hah, tak kusangka mereka bisa bertahan tanpa terluka sedikitpun.”


Itu memang sangat mengejutkan bagi semua orang balai pertahanan. Bahkan Kouta merasa sangat tidak senang melihat fakta yang sedang terjadi didepan matanya. Dia merasa bahwa harga dirinya sebagai yang terkuat di kelas khusus diinjak-injak oleh orang-orang yang bahkan tidak jelas asal-usulnya.


“Hoi, hoi. Tekanan anak itu berubah sepenuhnya lo. Ola, sepertinya kita akan dalam bahaya.” Orin panik karena perubahan drastis yang terjadi pada Ola.


“Orin, kau sudah masuk kedalam bahaya lo dari saat kau menolongku tadi.”


“Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Sisa manaku juga tidak banyak setelah menahan ledakan skill barusan.” Bagi Meiga itu adalah pertanyaan yang menyebalkan.


Walaupun dia tetap berpikir dengan tenang, tapi dia tidak menemukan solusi untuk mengatasi hal ini.


“Aku akan mengerahkan segala yang kupunya. Hanya itu satu-satunya cara yang kutemukan. Jika kita berhasil lolos dari situasi ini, kita pasti akan berkembang menjadi lebih kuat.”


“Hahaha, sayangnya itu sama sekali tidak mungkin gadis kecil. Shock wave!” Sebuah gelombang kejut dikeluarkan Hock membuat mereka bertiga terpental tanpa sempat melakukan upaya untuk melawannya.


“Arrgh,”


“Apa hanya sampai disini saja?” Mereka hanya bisa pasrah dalam efek serangan tersebut.


“Dengan ini akan kuakhiri. Kalian seharusnya merasa terhormat dikalahkan oleh jurus terkuatku saat ini. Terutama kau Ola! Shining Cross!” Sepasang bilah cahaya yang mematikan meluncur dengan cepat ke arah mereka bertiga.

__ADS_1


Boom!!


Serangan tersebut meledak tepat sebelum mengenai mereka bertiga. Namun Kouta tidak menyadari kalau serangannya berhasil dihalau. Senyumnya yang sangat tajam seakan mengatakan bahwa dia telah menang.


**


Saat itu Luna dan Iris mundur demi menjaga keseimbangan militer kerajaan. Namun komandan ksatria suci melakukan kontak dengan mereka lewat telepati.


“Luna, Iris, dengarkan aku. Tidak perlu merasa akan membuat ksatria suci merasa direpotkan, jika memang merasa bahwa apa yang kalian lakukan adalah benar. Lakukan apa yang menurut kalian benar, aku akan bertanggung jawab sepenuhnya!”


“Guru. Kami mengerti!” Mereka kembali menuju tempat terjadinya keributan tersebut setelah mendapat perintah dari Raven.


Jangka waktu mereka pergi dari sana lalu kembali tidaklah lama. Namun situasinya sekarang benar-benar berbeda. Meiga dan dua temannya dalam kondisi yang benar-benar buruk. Sebuah gelombang kejut yang membuat mereka tidak bisa bergerak, ditambah Kouta yang melancarkan serangan dari spirits mode miliknya.


“Ini benar-benar buruk, Luna!”


“Kupersembahkan doaku kepada tuhan penguasa segalanya. Dengan memujimu kuingin kau memberikan sebuah perlindungan yang kubutuhkan.”


“Sekarang Luna!”


“Absolute Protection!” sebuah sihir pertahanan tingkat tinggi berhasil dilakukan Luna tepat waktu.


Sepasang bilah cahaya yang mematikan menabrak barier tersebut dan menciptakan ledakan dahsyat.


Kouta yang sangat yakin bahwa serangannya berhasil menumbangkan ketiga lawannya tersenyum dengan tajam. Namun dia segera menyadari bahwa serangannya berhasil dihalau.


“Barier! Siapa pelakunya?” Ucap Kouta dengan panik.


“Bukankah kalian para orang balai pertahanan sudah kelewatan dalam mencari keributan kali ini?” Luna dengan tegas bertanya kepada Hock dan Kouta.


“Luna! Apa yang kau lakukan? Apa kau mau membuat kedua fraksi militer bagian berseteru?”


“Berseteru? Kami tidak memiliki waktu untuk hal bodoh seperti itu. Namun jika kalian tidak segera menghentikan kekacauan ini aku akan dengan senang hati menemani kalian!” Dengan nada menantang Luna mengatakan hal itu didepan anggota balai pertahanan.


Hock tertawa dengan sangat puas mendengar jawaban itu keluar dari Luna, salah satu dari yang paling berbakat dikelas khusus, tapi tidak pernah menonjolkan dirinya.


“Kenapa baru sekarang kau mulai menonjolkan dirimu didepan banyak orang, gadis kecil. Memangnya apa saja yang kau lakukan sebelumnya? Kau bahkan tidak pernah peduli urusan orang lain. Tapi sekarang bahkan tanpa melihat siapa lawanmu, kau terus menentangnya.”


“Karena aku yang telah memerintahkannya untuk bertindak! Hock, kau akan menghentikan ini bukan. Atau mungkin aku harus turun tangan.”


Suara itu bergema dari lantai 2 akademi. Didampingi oleh para pengajar akademi, dia adalah Raven, komandan ksatria suci kerajaan.

__ADS_1


“Raven kah? Lama tidak berjumpa. Melihat situasinya, jika kau sampai ikut campur akan menjadi sangat merepotkan. Karena itu aku akan mundur untuk kali ini. Tapi kau seharusnya menjaga bocah-bocah itu! Jika tidak, apapun yang terjadi bukanlah urusanku.” Hock pergi dengan meninggalkan sepatah kata tersebut dan diikuti oleh para pengikutnya.


Keributan barusan menjadi topik terkini dikalangan murid akademi. Mulai dari tindakan semena-mena balai pertahanan, trio dari kelas normal yang bisa mengimbangi mereka, dan Luna si jenius yang akhirnya mulai menampakkan kemampuannya di depan umum demi keadilan.


__ADS_2