Creator

Creator
Hutan Roh Agung


__ADS_3

Rumor tentang terdesaknya kerajaan Meeden saat ini mulai menyebar yang membuat resah para penduduk. Saat itupun, para pemerintah terpikirkan akan sebuah hal untuk menciptakan perasaan aman bagi para penduduk, yang sekaligus dapat memperkuat pasukan kerajaan.


Mereka pun mengutus beberapa petinggi untuk mengadakan sebuah kampanye diberbagai tempat. Mereka ingin menenangkan hati rakyat dengan sebuah pertunjukan, dan bersamaan dengan itu, para pejuangnya juga dapat berkembang didalamnya. Dan hal yang dibahas didalam kampanye itu tidak lain adalah turnamen.


Turnamen ini akan dibagi menjadi beberapa tingkat. Mulai dari tingkat akademi, tingkat ksatria, dan tingkat akhir. Tujuannya, dengan menciptakan berbagai pertarungan, pastinya kemampuan individual mereka akan berkembang.


Tidak hanya itu, pada turnamen ini juga akan dirancang dengan sebuah sistem peringkat. Lalu dalam satu musim, yang berhasil menjadi 3 besar akan diberi hadiah untuk meningkatkan kekuatan mereka.


Untuk jenis dari turnamen ini, pemerintah ingin menciptakan 2 jenis turnamen. Yaitu tim dan individual. Mereka juga telah menyiapkan, panggung utama untuk semua ini. Tentunya dari 3 tingkat tersebut, beberapa tim yang berhasil lolos tahap akhir akan dipromosikan, bahkan akan ditunjuk sebagai tim ekspedisi di barat.


Dengan situasi yang sekarang, tentunya para penduduk akan dengan senang hati menerimanya. Selain itu jarang sekali sebuah hiburan besar seperti ini digelar dengan jangka panjang oleh kerajaan.


“Kohei, bagaimana reaksi para penduduk saat kampanye kalian tadi?” tanya seorang menteri kepada Kohei, wakil komandan balai penyerang depan. Kohei tersenyum dan mulai menjawab.


“Menteri, sebuah hiburan besar dengan jangka panjang jarang sekali ada di kerajaan ini, selain itu melihat kondisi kerajaan yang kurang stabil saat ini para rakyat menjadi resah kan? Jadi mereka pastinya juga berpikir, daripada hidup didampingi rasa takut, mungkin menikmati hal seperti ini bukanlah hal yang buruk bagi kehidupan. Apa aku salah?”


“Hahaha, seperti biasa, kau selalu tajam. Lalu, hal seperti apa yang akan kalian tunjukkan pada turnamen nanti?” Kohei lagi-lagi mengeluarkan senyumnya yang menjengkelkan itu untuk menanggapi pertanyaan sang menteri. “Untuk itu, silahkan anda lihat sendiri pada turnamen nanti.” Meninggalkan kata-kata tersebut, Kohei pergi dari hadapan sang menteri.


**


Kabar tentang diadakannya turnamen telah resmi diumumkan oleh pemerintah. Tentunya itu adalah turnamen yang bisa diikuti oleh siapapun yang merasa memiliki sebuah kekuatan. Jadi tidak hanya seorang murid akademi dan ksatria saja, melainkan para petualang juga bisa mengikutinya. Tentunya bagi para petualang, untuk tingkatan yang bisa diikuti oleh mereka juga ditetapkan melalui tes.


Berita itu disebarkan lewat selebaran, koran, pamflet dan media berita lainnya. Tentunya itu sangat membuat para penduduk menjadi bersemangat. Bahkan, para orang yang berpengalaman dari desa-desa luar juga banyak yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.

__ADS_1


**


“Kalian sudah mendengar berita terbaru saat ini?” Dvergr bertanya kepada trio abnormal. Mereka kebingungan dengan pertanyaan Dvergr, bagaimana mungkin mereka bisa tahu apa yang sedang terjadi diluar sana, sedangkan mereka bahkan tidak pernah meninggalkan kuil lama.


“Sepertinya kalian tidak tahu sama sekali ya. Pemerintah telah mengumumkan akan diadakannya sebuah turnamen, dan semua orang di kerajaan ini yang memiliki kemampuan diharapkan untuk dapat berpartisipasi.”


“Semua orang? Apakah kerajaan sangat kekurangan prajurit? Sampai-sampai membuat acara seperti ini.” Orin adalah orang yang cukup urakan, namun disamping itu dia memiliki insting yang cukup tajam.


“Lalu apa kami juga akan mengikuti turnamen itu?” Meiga bertanya kepada Dvergr.


Meiga yang sekarang hanyalah seorang bocah yang hanya terpacu pada perkembangan kekuatannya saja. Dan saat itu dia sedang terpikirkan 2 hal, jika ikut serta dalam turnamen maka dia akan bisa berkembang pesat dalam pertarungan, namun apakah pelatihan selanjutnya dari Dvergr akan lebih cepat untuk perkembangannya.


Dvergr sangat memahami keinginan Meiga, karena itu dia memutuskan tidak untuk saat ini. “Setelah ini aku akan mengajak kalian ke hutan roh agung yang ada jauh diselatan, agar kalian bisa mendapatkan kekuatan yang setingkat dengan para ksatria elite kerajaan.”


“Hutan roh agung, bukankah letaknya sangat jauh pak dari kerajaan Meeden?” Zenin pernah mendengarnya sedikit, itu adalah hutan besar yang berada diujung selatan, jika melakukan perjalanan ke tempat seperti itu, tentunya akan memakan waktu berbulan-bulan.


“Pak Dvergr, memangnya apa yang akan kami dapatkan dengan pergi kesana?” Roh penjaga, kalau tidak berarti makhluk panggilan. Itulah jawaban yang diberikan Dvergr. Tentunya itu membuat mereka terkejut dan tidak sabar untuk menantikannya.


“Namun bagaimana cara kami mendapatkan salah satu dari mereka?” dari penjelasan Dvergr tidak ada hal khusus yang harus dilakukan disana, jika ada roh pelindung yang cocok denganmu, maka mereka akan datang dengan sendirinya. Namun yang sulit adalah perjalanan saat masuk kedalam inti hutan tersebut.


Tentunya akan ada banyak monster roh berbahaya yang tinggal didalam sana. Namun yang lebih merepotkan adalah para pribumi. Dengan wilayah yang begitu luasnya, tentunya ada beberapa ras yang tinggal didalamnya kan, pertemuan dengan merekalah yang bisa membuat perjalanan ini menjadi sangat merepotkan.


Dvergr juga tidak mengetahui dengan jelas tentang para pribumi. Namun yang pasti adalah, ada dua ras berbahaya yang tinggal didalam hutan itu. Keduanya merupakan ras yang sama-sama besar dan kuat. Mereka adalah makhluk semi spiritual, yakni Elf dan Setengah binatang.

__ADS_1


Orin sontak berteriak untuk mengeluarkan keluhannya pada Dvergr. “Hoi oi oi. Itu bukan candaan yang baik lo pak Dvergr. Memangnya anda ingin membawa kami pada kematian dengan cepat? Sebenci itukah anda pada kami bertiga?” itu adalah rengekan yang sangat berisik dan menyebalkan.


“Orin, bisakah kau tidak teriak secara tiba-tiba seperti itu?” Meiga menunjukkan wajah kesalnya sambil menutup telinganya. Wajah Orin memerah, dia merasa malu saat Meiga memprotes dirinya. Sambil menggaruk-garuk kepalanya, Orin meminta maaf kepada mereka.


“Tapi pak, kalau memang monster roh tingkat tinggi banyak ditemui disana, bukankah dengan kemampuan kami sekarang masih sulit untuk mengalahkan mereka?” berbeda dengan Meiga dan Orin yang agak urakan, Zenin ini lebih tenang dalam mengamati sebuah situasi. Walaupun dia agak pemalu, namun hanya dia yang pantas dijadikan pemimpin diantara trio abnormal.


“Kalian tenang saja, selama perjalanan aku akan melindungi kalian semampuku, karena itu kalian juga harus benar-benar mematuhi apa yang kuperintahkan.” Dvergr hanya bisa memberikan kata-kata itu saja, namun untuk masalah keyakinan, mereka harus membentuknya sendiri.


“Aku akan ikut serta pak. Sebanyak apapun halangan yang ada, aku harus bisa melewatinya, jika tidak, maka aku tidak akan pernah bisa mewujudkan impian kakak.” Mendengar semangat Meiga yang berapi-api, Orin dan Zenin teringat akan janji mereka bertiga. “Ola benar, lagipula kami juga telah berjanji untuk melindungi satu sama lain.”


“Itu benar, kami bertiga akan ikut!” Keteguhan hati mereka telah ditetapkan. Dvergr mengutus mereka mengemasi seluruh barangnya, dan segera bersiap untuk berangkat. “Kalian sudah siap? Eh, dimana barang bawaan kalian?” mereka kembali dengan tangan kosong. Dvergr sangat kebingungan, bukankah mereka sudah memutuskan untuk berangkat tadi, tapi kenapa sekarang malah seperti ini.


“Ah, kurasa anda salah sangka pak. Kami bukannya tidak membawa pembekalan, tapi memasukkannya ke ekstra skill milik Ola, item box. Jadi kami tidak perlu repot-repot membawa barang.” Ah ternyata begitu ya, tak kusangka ada cara seperti itu juga hahaha. Kira-kira seperti inilah jawaban yang diberikan Dvergr.


Dvergr mengaktifkan sihir perpindahannya, sebuah formasi sihir keluar dari sekitar kakinya dan mulai melebar, menyusun lebih banyak lagi formasi sihir. Saat mantranya telah sempurna mereka berempat menghilang tanpa jejak dari tempat tersebut.


**


Dalam sekejab apa yang mereka berempat lihat adalah sesuatu yang benar-benar berbeda. “Hoi, ini benar-benar hutan roh agung kan?” Dvergr tidak dapat menggerakkan mulutnya untuk menjawab pertanyaan Ola. Tujuan mereka adalah hutan roh agung, tapi kenapa yang didatangi hanyalah sebuah hamparan tanah gersang yang sangat luas, bahkan tidak ada satu pohon pun yang terlihat di tempat itu.


“Pak Dvergr, anda tidak sedang bercanda bukan?” Mereka bertiga sedang panik. Karena itu Dvergr harus tetap tenang dalam mengatasi masalah ini.


“Kalian dengarkan aku baik-baik. Aku tidak mungkin membawa kalian ke tujuan yang salah, namun dari apa yang terlihat ini juga berada diluar pengetahuan saat ini.

__ADS_1


Orin juga berusaha menenangkan dirinya. Dia mulai menanyakan langkah apa yang terbaik selanjutnya bagi mereka. “Lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya pak?” Dvergr menoleh kearah Orin.


“Kalian tetaplah menjaga ketenangan, kita akan mencari tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini.” Apa yang terjadi pada mereka selanjutnya saat itu hanyalah mereka yang mengetahuinya. Sejak saat itu mereka tidak pernah kembali dan menampakkan dirinya di kerajaan Meeden.


__ADS_2