Creator

Creator
Malam Perayaan (bag 2)


__ADS_3

Malam itu ibukota benar-benar sangat ramai, disana juga terlihat beberapa petinggi kerajaan seperti para perdana juga ikut menghadiri perayaan ini. Tujuan dari perayaan ini diadakan tidak lain untuk menghormati para pejuang yang ada di medan perang. Sebagai pejuang yang terpilih untuk bergabung dengan tim investigasi, kelangsungan hidup mereka tidak bisa dipastikan sampai sejauh mana. Karena itu kerajaan ingin memberikan suatu kenangan berarti bagi para pejuangnya.


Saat itu waktu perayaan telah dimulai, dan para petinggi mulai naik ke atas sebuah mimbar yang disediakan disana. “Malam ini.., mewakili kerajaan, kami dengan bangga akan mengumumkan! Faksi yang mampu mencapai 10 besar dalam turnamen tingkat ketiga. Pertama para anggota guild pedang biru, jumlahnya 8 orang. Mereka termasuk kekuatan elit yang dimiliki oleh kerajaan ini. Untuk bergabung dalam investigasi, kerajaan menambahkan 100 orang prajurit kerajaan sebagai bawahan mereka.” Disana perdana menteri terus menyebutkan faksi-faksi tersebut.


Faksi kedua, sampai kelima adalah empat sekte besar kerajaan. Masing-masing memiliki 8 peserta, mereka adalah sekte Long, sekte Lǎohǔ, sekte Fèng, dan sekte Huáng. Sama seperti guild Pedang Biru, masing-masing dari faksi ini juga diberikan 100 orang prajurit kerajaan sebagai bawahan. Lalu diurutan keenam ada faksi dari guild Eternity, mereka memiliki 6 anggota yang ikut serta dalam turnamen. Walaupun jumlah mereka berada di jumlah minimum, tapi kekuatan individual tiap anggotanya sangat mengerikan.


Faksi ini juga diberikan 100 prajurit kerajaan sebagai bawahan.


Untuk urutan ketujuh, delapan, sembilan, dan sepuluh adalah faksi dari empat militer bagian kerajaan. Mereka meliputi balai pendukung, balai penyerang depan, balai ksatria suci, dan balai pertahanan. Mengecualikan balai perlindungan yang memang tidak ikut serta dalam turnamen, anggota dari keempat faksi militer bagian yang lolos tidak lain adalah para gen pertama.


Namun berbeda dengan faksi-faksi sebelumnya, kali ini kerajaan tidak memberikan prajurit kerajaan sebagai bawahan. Tapi semua itu akan dibebankan pada balai militer bagian masing-masing. “Dengan ini kami mengumumkan bahwa semua anggota baru yang ikut serta dalam tim investigasi telah terkumpul! Jumlah keseluruhan seribu orang lebih, yang dianggotai oleh para elit kerajaan.


Keberangkatan kalian akan dituntun oleh kekuatan dari dewa kerajaan ini, ‘Edle Seele,’ melalui lingkaran sihirnya, dan sebuah pesta kembang api dari para penduduk yang ditujukan untuk kalian akan dilaksanakan selama proses teleportasi kalian!” Sang perdana menteri itu membimbing para pejuang itu.


Kesepuluh anggota faksi itupun memasuki lingkaran sihir yang tercipta khusus dari energi dewa mereka. Disana para pendeta dari balai perlindungan yang hadir mulai membacakan sebuah rapalan mantra untuk mengaktifkan lingkaran sihir teleportasi tersebut. Setiap formasi sihir dilingkaran sihir itupun mulai menyala dengan kesan yang begitu indah. Setelah dalam beberapa tahap dari rapalan tersebut, cahaya itu mulai memancar ke langit dan mengeluarkan berlapis-lapis formasi sihir diatasnya.


“Kalian para pejuang kerajaan yang terhormat, untuk menghargai apa yang setelah ini akan kalian lakukan, perayaan ini dengan senang hati akan dimeriahkan oleh para penduduk.” Itu adalah sebuah aba-aba dari perdana menteri yang mengisyaratkan bahwa pesta kembang api telah dimulai.


**


Sebuah bola cahaya meluncur ke angkasa secara bergantian. Disana sebuah ledakan cahaya yang begitu indah dengan warna yang beragam tercipta. Malam itu Luna merasakan sebuah perasaan yang bercampur aduk muncul dalam dirinya. “Malam itu juga sama dinginnya dengan Malam ini.., waktu hidupku kupikir akan berakhir, sebuah cahaya yang menyerupai kembang api ini juga muncul disana.” Luna mengatakan perasaannya pada Iris.


“Luna..!”


“Andai saja saat ini dia ada disini.., mungkin aku akan menjadi gadis paling bahagia di dunia ini.”


Iris hanya bisa termenung saat mendengarnya, topik pembicaraan itu sudah lama sekali tidak didengarnya. Perasaan akan insiden itu sudah tidak pernah lagi mereka rasakan beberapa tahun ini. Namun, kesedihan yang ada dalam hatinya tidak akan pernah terobati. Terutama Luna, seorang gadis yang terlahir sebagai putri angkat kepala desa, dia begitu menyayangi para penduduk disana. Namun kala itu, dia dipaksa untuk menyaksikan kematian mereka satu persatu. Dengan ingatan anak kecil yang begitu kuat, kenangan itu tidak akan pernah menghilang dari ingatannya.


Terlebih lagi, dia juga kehilangan satu-satunya orang yang paling dicintainya dalam insiden itu. Sosok itu tidak lain adalah Meiga, seorang anak laki-laki yang menyelamatkan hidupnya dan membawanya kedalam kehidupan didesa tersebut. “Semua yang terjadi dalam kehidupan kita berlalu begitu cepat, tapi kenangan yang ada didalamnya tidak akan pernah terhapuskan. Sama halnya dengan sebuah kembang api saat meledak, serpihan cahaya itu membuat semua orang tampak begitu bahagia.


Namun saat mereka memudar dengan begitu cepat, itu membuat perasaan sedih dengan perlahan muncul dalam hati penontonnya. Tapi semuanya pasti akan mengabadikan momen itu dalam kenangan mereka.” Air matanya mulai menetes saat beberapa cahaya kembang api itu memudar.


Disisi lain Iris sama sekali tidak dapat berkata-kata, seperti apa perasaan Luna saat ini kurang lebih dia mengetahuinya, namun Iris tidaklah pernah merasakannya.


Kesedihan dan seluruh beban yang kau tanggung dalam hidupmu, seandainya aku juga bisa menanggungnya bersamamu, Luna. Mungkin aku bisa membanggakan diriku sebagai sahabatmu.


**


“Zenin?”


“Aku akan menceritakan tentang beberapa hal kepadamu Ola.” Zenin mulai menceritakan sebuah kisah.


Beberapa tahun yang lalu, pertahanan paling kuat dikerajaan Meeden bukanlah dari balai pertahanan, melainkan disebuah kota bernama Senta yang ada jauh dibagian timur kerajaan ini. Tempat itu berbatasan dekat dengan letak kekaisaran timur, dan dibatasi oleh gunung dengan kerajaan Meeden. Kala itu kekaisaran timur pernah sekali mengirimkan seorang utusan ke kerajaan Meeden. Pesan yang disampaikan oleh utusan itu menyebut tentang sebuah tawaran kerja sama antar kedua belah pihak.


Namun karena hubungan diantara keduanya tidak terlalu baik, kerajaan menolak mentah-mentah hal tersebut. Bahkan tanpa memikirkannya baik-baik, kerajaan mengalami bahwa pesan itu hanyalah sebuah skenario yang dibuat-buat oleh kekaisaran. Sang raja dan para petinggi memaki-maki utusan tersebut dan berusaha membunuhnya. Namun utusan itu berhasil meloloskan diri dari mereka dan kabur ketimur melewati kota Senta. Saat kerajaan mengeluarkan perintah penangkapan untuk orang tersebut, walikota kota Senta tetap membiarkannya lolos.


Beliau melakukannya karena merasa bahwa membunuh seorang utusan tidaklah dibenarkan. Mendengar hal tersebut sang raja pun murka, dan akhirnya mendeklarasikan sebuah perang kepada kekaisaran. Namun apa yang terjadi setelahnya tidak seperti yang dipikirkan walikota kota Senta. Setelah deklarasi perang diterima dan peperang telah tercetus, kerajaan Meeden sama sekali tidak memberikan bantuan ke timur. Hasilnya, tiga kota besar yang dikenal sebagai benteng kota disana berhasil sepenuhnya ditaklukkan.

__ADS_1


Sebuah perang yang menyedihkan. Saat itu, pada suatu malam sebelum kota takluk sepenuhnya, sebuah suar telah berkali-kali dikeluarkan oleh para pasukan. Namun kerajaan sama sekali tidak pernah mengirim bala bantuan. Ditengah kejadian itu, sang walikota yang telah mengetahui kebenarannya memberi sebuah permintaan kepada seorang gadis kecil yang tidak lain adalah putrinya sendiri. ‘Kaburlah dan tetaplah hidup! Suatu saat kau akan menjadi pedang ayahku dan membalaskan semua ini pada mereka!’


Waktu itu dia hanya gadis tak berdaya yang hanya bisa menangis ditengah sebuah kekacauan. Tapi karena kesedihannya yang begitu dalam, dia yang tak pernah bisa melupakan kejadian itu akhirnya membulatkan tekadnya untuk memenuhi harapan sang ayah. ‘Mulai saat ini, aku adalah pedang ayahku. Tujuan hidupku hanya satu, membalaskan hal serupa pada kerajaan dan mendatangkan kehancuran baginya.’


Setelah itu sang gadis mulai berlatih dengan begit keras setiap harinya, hingga suatu saat dia berhasil menyusup dengan sempurna kedalam ibukota kerajaan. Namun saat itu sebuah perasaan yang berlawanan muncul dibenak sang gadis saat bertemu dengan seseorang. Orang itu adalah seorang laki-laki yang menyerupai perempuan. Dia juga orang yang pernah mengalami kejadian serupa dalam hidupnya.


Saat itu mengetahui bahwa sang laki-laki juga membenci kerajaan ini, dia pernah berusaha mengajaknya bergabung dalam tujuannya.


Namun seiring berjalannya waktu perasaan cinta muncul pada gadis itu, diapun tidak ingin melibatkan sang laki-laki sehingga membuat dirinya kehilangan orang yang disayanginya lagi. Karena itu diapun merencanakan semua tujuannya sendirian dengan dukungan dari para pengikutnya yang tersisa.


“Zenin cerita itu?”—Sebuah liontin dengan tanda petik terbalik dilihat Meiga pada leher Zenin saat dia membuka jubahnya—“Liontin itu.., jangan-jangan?” saat itu Meiga telah mendapati sebuah kebenaran yang begitu tak terduga.


Zenin melepaskan jubah yang dipakainya untuk menunjukkan sebuah Liontin tersebut kepada Meiga. Lalu dia juga melepaskan sebuah pita yang ada dirambutnya. Seketika rambutnya berubah menjadi sedikit panjang dan mengubah penampilannya dalam sekejab. Itu adalah seorang gadis yang begitu cantik, dengan mata hitam pekat dan rambut hitamnya yang pendek sebahu.


“Kau...gadis yang waktu itu? Jangan-jangan selama ini, Zenin adalah-?” Meiga sontak begitu terkejut menyadari fakta yang ada.


“Kau benar. Selama ini wujud Zenin yang kau lihat hanyalah wujud samaranku. Inilah wujud yang sebenarnya dari Zenin Senta, satu-satunya putri dari walikota Senta dan merupakan sosok yang akan menghancurkan kedamaian dalam kerajaan ini!”


“Zenin, kenapa? Apa kau akan benar-benar tega untuk melakukan ini?” tanya Meiga dengan nada khawatir.


“Aku adalah pedang dari ayahku. Karena itu demi mewujudkan kata-kata terakhirnya, apapun itu aku akan melakukannya.”


“Meskipun itu harus membuat orang lain mengalami hal yang sama denganmu?”


“Itu benar, meskipun mereka harus mengalami hal yang sama denganku!”


“Pertemuan kita di hutan agung roh, apa kau pikir aku hanya kebetulan menemukan lingkaran sihir dari pak Dvergr? Sebelumnya aku sudah pernah menggunakannya, karena itu aku tahu pasti dimana letaknya. Lalu kepergianku setelah itu dan yang beberapa hari ini, apa kau pikir itu hanya kebetulan? Semua ini sudah kurencanakan dengan matang sebelumnya!”


Meiga benar-benar kecewa pada Zenin setelah tahu bahwa wataknya yang pemalu iru hanyalah sebuah topeng untuk rencana sekeji ini. “Kalau begitu aku akan berusaha sekuat tenaga untuk melindungi mereka. Didalam ibukota juga ada orang-orang yang berharga bagiku, aku tidak akan membiarkanmu menyakiti mereka.”


“Sudah kuduga sudut pandang kita memang berbeda. Aku pernah menaruh sebuah perasaan terhadapmu, walaupun sampai saat ini juga sama. Tapi akhirnya aku telah menyadarinya, dalam hatimu telah tersimpan sosok yang begitu berharga bahkan melebihi nyawamu sendiri. Karena itu aku mengurungkan niat untuk mengajakmu bergabung denganku.” Sosok yang dia maksudkan tidak lain adalah Luna.


Dari seluruh pengamatannya selama ini di ibukota, pernah suatu hari dia melihat Luna meneteskan dan menggumamkan nama Meiga. Lalu Zenin mengingat bahwa nama asli dari Ola adalah Meiga, saat itu dia mencari sebuah informasi akan latar belakang dari sosok Luna. Dan seperti perkiraannya, dia adalah korban dari insiden yang serupa dengan Meiga.


Setelah melewati perbincangan yang cukup panjang di bukit itu, Zenin menyadari kalau pesta kembang api segera berakhir. Sebuah pancaran sihir teleportasi itu juga telah sempurna. “Ola.., apa kau ingin pesta perayaan dan kembang api ini segera berakhir.”


“Eh.., apa maksudmu Zenin?” tanya Meiga tidak mengerti.


Dengan menghilangnya pancaran dari sihir teleportasi di pusat perayaan, kembang api disana juga telah sepenuhnya dikeluarkan. Itu berarti para pasukan telah berhasil dipindahkan dan merupakan akhir dari pesta perayaan tersebut.


“Kembang api itu berlalu begitu cepat ya... tapi aku tidak pernah menginginkan hal itu berakhir sampai disini.” Jawab Zenin sambil mengeluarkan sebuah suar dari kantongnya.


Saat dia telah menyalakan suar itu, seketika sebuah pancaran cahaya berwarna merahpun keluar dari berbagai titik disana.


“Zenin.., apa yang telah kau lakukan?” Meiga yang panikpun berusaha mencari kebenaran darinya.


“Ini adalah sebuah tanda penyerangan untuk para bawahanku.” Jelasnya singkat.

__ADS_1


“Penyerangan katamu! Apa kau serius ingin menghancurkan kerajaan ini?” tanya Meiga membentak.


Zenin hanya tersenyum mendengarnya. “Tentu aku serius. Semua pancaran itu adalah sebuah lingkaran sihir khusus untuk memanggil para malaikat perang. Walaupun kekuatannya tidaklah sempurna, tapi itu akan cukup untuk menciptakan kejadian malam itu ditempat ini!”


“Apa kau sudah gila? Cepat hentikan semua ini!”


“Setelah semuanya dimulai, sudah terlambat untuk menghentikannya. Jika kau memang ingin melindungi orang-orang terdekatmu, maka sebaiknya kau lakukan dengan cepat. Tapi itu jika kau bisa meloloskan diri dariku.” Zenin memberikan peringatan. Dia tidak ingin kehilangan Meiga, karena itu dia menahannya dibukit tersebut agar tidak terlibat dalam penyerangan tersebut.


Namun Meiga tidak mempedulikan hal itu maupun nyawanya. Dia telah bersumpah pada dirinya sendiri untuk tidak membiarkan kejadian itu terulang kembali, terutama kepada orang-orang terdekatnya. Karena itu dia membulatkan tekadnya untuk melawan Zenin dibukit itu.


“Zenin, aku telah menganggapmu hampir seperti saudaraku sendiri. Tapi jika kau melakukan hal salah seperti ini, aku akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk menghentikanmu!” Dengan ini Meiga mengambil sikap bertarungnya.


Dua bilah pedang diciptakan Meiga lewat skillnya, dia juga mengalirkan atribut petirnya dengan sangat deras untuk menghadapi Zenin. “Zenin, elemenku adalah lawan alami dari elemenmu. Karena itu aku akan menghentikan dirimu disini!” Dengan peringatan itu Meiga melaju kearah Zenin untuk menyerangnya.


Namun Zenin dengan cepat menggunakan sihirnya untuk menghambat Meiga. “Ini.., sihir tipe pengendali. Dia menjaga jarak dariku ya?” Meiga juga mencoba menggunakan skillnya Chain Shackles untuk menangkap pergerakan Zenin, tapi itu dihancurkan dengan mudahnya.


“Ola.., jika kau berpikir bisa mengalahkanku hanya dengan bermodalkan atribut dasar saja maka kau sudah salah besar.”


Meiga menghiraukan peringatannya dan menerjang Zenin dari depan dengan pedangnya.


Crack..,


Pedang yang diciptakan Meiga melalui skillnya dengan mudah dihancurkan Zenin.


Zrak..!


Itu membuatnya terkena serangan balik secara telak. Sakit yang begitu luar biasapun dirasakan oleh Meiga sampai-sampai membuat dirinya tidak sempat bereaksi. Meski begitu Ia tetap berusaha bangkit dengan pandangannya yang masih begitu kabur akibat serangan balik yang dilakukan Zenin. “Apa yang terjadi.., bagaimana bisa?”—Meiga yang menyadari kalau dirinya telah tertebas mulai mencari keberadaan Zenin—“Pedang.., bagaimana bisa?”


“Sebelumnya aku sudah mengatakan kepadamu Ola. Aku adalah pedang dari ayahku! Wajar jika aku menggunakan sebuah pedang untuk melawan seseorang.”


Perlahan setelah terkena tebasan telak dari Zenin kesadaran Meigapun mulai menghilang, diapun pingsan disana. Seseorang datang menemui Zenin disana, orang itu adalah Sam. Dia datang untuk melaporkan perkembangan situasi saat ini.


“Begitu ya? Tidak masalah, singkirkan semua yang menghalangi rencana kita!”


“Lalu bagaimana dengan orang ini tuan putri?”


“Obati lukanya, lalu tinggalkan dia ditempat ini!”


“Kenapa begitu?”


“Apa kau perlu bertanya? Ah.., akan kujawab untuk kali ini. Dia ini adalah salah satu temanku, potensi dalam dirinya begitu besar untuk mengubah dunia yang kejam ini. Karena itu aku tidak akan membiarkan dia terbunuh dalam rencana ini.”


“Dimengerti!” Sam mulai mengobati luka sayatan pada tubuh Meiga.


Ola.., aku tahu kau itu kuat. Tapi dengan kemampuanmu sekarang, kau tidak akan bisa melindungi orang-orang penting disekitarmu. Karena itu, aku berharap kau akan tumbuh dengan pesat setelah insiden ini. Suatu saat kuharap kita bisa berjumpa lagi.


“Sam, tarik seluruh pasukan! Kita akan kembali ke persembunyian yang ada ditenggara. Kurasa ini saja sudah cukup untuk membalaskan apa yang terjadi malam itu, selain itu akan menjadi lebih buruk jika kita harus kehilangan banyak orang untuk menciptakan hal seperti ini.”

__ADS_1


Dengan perintah ini, Zenin menarik mundur seluruh pasukannya dan meninggalkan ibukota kerajaan yang sedang dilanda kekacauan melawan ribuan para malaikat cacat yang dipanggil mereka.


__ADS_2