
Saat itu, sebenarnya dia masih begitu terpukul menyadari kenyataan yang ada. Tapi demi orang yang dicintainya, Meiga tetap melakukan perjalanan terakhirnya untuk mencari kepingan dari jiwa Luna yang mungkin tersebar diseluruh alam. Dalam perjalanan itu dia hanya ditemani oleh Vy yang merupakan monster roh yang telah melakukan kontrak dengan Meiga. Walaupun dia tidak bisa berbicara layaknya manusia, Vy tetap sangat membantu dalam perjalanan. Itu dikarenakan nalurinya sangat kuat sebagai monster roh.
“Hei Vy, kita benar-benar akan berhasil kan melakukan hal ini?” Vy hanya bergoyang-goyang disana. Itu menunjukkan kalau dia tidak mengetahuinya, tapi peluangnya juga tidaklah nol. Sebuah jiwa dari wanita suci ataupun pahlawan sejati konon berbeda dengan jiwa manusia pada umumnya. Jiwa manusia pada umumnya akan menghilang setelah dihancurkan, tapi jiwa wanita suci maupun pahlawan sejati akan berkumpul disuatu mustika dan tumbuh sebagai benih baru disana.
Walaupun kebenaran akan hal itu masih belum bisa dipastikan, tapi Meiga berusaha untuk mempercayai kebenaran akan hal tersebut. “Vy, apa benar aku masih akan bertahan sampai 8 tahun? Sedangkan saat ini saja aku merasakan sesuatu yang begitu tidak wajar disekujur tubuhku. Kekuatanku juga telah terkuras habis karena ritual pemindahan mustika.” Disepanjang perjalanan Meiga terus mengajak Vy berbicara.
Walaupun Vy tidak dapat berbicara, dia tidaklah pernah mengabaikan perkataan dari Meiga.
Keadaan Meiga saat ini telah berbeda dari sebelumnya. Tanpa sebuah mustika dalam tubuhnya, normalnya orang akan mati karena hal tersebut. Tapi Meiga tidak demikian, sebagai tuan dari inti roh phoenix, dia tetap bisa bertahan dalam beberapa waktu. Tapi dia juga harus terus menerus menggunakan skillnya untuk mengatur hambatan yang dia ciptakan untuk mengurangi efek kematiannya.
Disisi lain Luna yang telah diberi mustika Meiga, dia dapat menggunakan beberapa kekuatan milik Meiga. Bahkan seiring waktu, mustika lamanya juga dapat pulih seperti semula. Walaupun jiwanya tidak demikian, dia tetap berpotensi untuk berkembang menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Namun untuk itu berbagai latihan keras harus berhasil ia lalui.
Sedangkan diposisi Meiga, dia bahkan kesulitan untuk memulihkan mana maupun kekuatan spiritual karena tidak memiliki mustika. Dia hanya jiwa mengandalkan Vy sebagai pemasok mana dan kekuatan spiritual bagi dirinya. Karena hal itu, perjalanan ini akan sangat sulit bagi Meiga jika harus bertarung dalam waktu yang lama. Sebisa mungkin dia harus bisa menghindari pertarungan yang sedemikian rupa demi mengamankan sisa hidupnya.
Kruk, kruk...
Sebuah suara perut terdengar cukup keras, itu tidak lain adalah suara perut Meiga yang mulai kelaparan. “Ah.., bagaimana aku bisa lapar dalam keadaan seperti ini?” Diapun berhenti untuk beristirahat disana. Dibawah sebuah pohon yang begitu rindang dia mulai membuka bekal yang dia bawa, tapi itu hanyalah sebuah roti yang telah dibelinya dari kemarin. “Sudah dingin ya.., tapi tidak ada masalah dengan rasanya. Oh iya, Vy kemarilah!”–dia mendekatkan roti itu pada Vy—“coba panaskan roti ini!” Vy dengan senang hati menghangatkan roti itu dengan memanaskan tubuhnya.
“Hmm, kurasa ini lumayan. Tapi, entah kenapa sepertinya ada sesuatu yang cukup aneh yang terjadi pada tubuhku setelah memakannya.” Meigapun mengidentifikasi roti itu dengan skill analisis miliknya. “Wah.., tak kusangka roti ini akan memiliki khasiat seperti ini setelah dipanaskan oleh Vy.” Roti itu ternyata dapat memulihkan mana dan energi spiritual miliknya walaupun hanya sedikit. Meski begitu, itu sudah menjadi sangat berharga bagi Meiga.
Diapun melanjutkan perjalanannya setelah beristirahat sejenak. “Dengan perbekalan yang minim seperti ini, kurasa hanya akan bertahan beberapa hari. Kalau begitu aku harus segera sampai dikota terdekat untuk menambah perbekalan.” Tapi saat itu Meiga lupa sesuatu paling penting yang dibutuhkan untuk hidup dikota.
Dan disinilah dia mulai menyadarinya, yaitu di kota Sirya pada beberapa hari berikutnya. “Gawat, aku lupa kalau aku sama sekali tidak memiliki uang.” Ucapnya dengan bingung. Lalu untungnya dia mengingat akan kata-kata Sherly mengenai kehidupan disebuah kota. Jika tidak menjadi murid akademi, berarti harus menjadi petualang jika ingin mendapatkan penghasilan untuk kehidupan sehari-hari. “Ah.., kurasa ini bakal merepotkan.” Meigapun mulai bertanya pada orang-orang yang ditemuinya tentang letak guild petualang yang ada disana.
“Kalau serikat anda bisa langsung pergi kepusat kota saja, tempatnya ada di sebelah kanan tugu utama disana.” Jelas salah seorang pedagang disana. “Terima kasih pak.” Meiga langsung bergegas untuk pergi ke tempat itu berada.
Disebelah kanan tugu utama, disana tampak sebuah gedung tua yang sangat ramai orang. “Ini ya tempatnya?” Meiga memasuki tempat itu dan langsung menuju ketempat resepsionis.
“Ada yang bisa saya bantu nona?” sambut resepsionis tersebut. Beberapa orang juga mulai mengamati kehadiran Meiga yang tampak asing disana. “Aku ingin mendaftar sebagai petualang, apakah anda bisa membantuku?”
“Mendaftar ya, baiklah akan segera saya proses.” Resepsionis itu mulai menanyakan tentang beberapa hal untuk membuat sebuah tanda pengenal bagi Meiga. “Untuk selanjutnya adalah tes untuk menentukan tier anda.” Jelas sang resepsionis tersebut. “Ujian.., apa saja yang harus kulakukan dalam ujian itu?” tanya Meiga meminta penjelasan. “Bukan sebuah hal yang rumit. Anda hanya perlu bertarung dengan salah seorang master disini. Dan hasil dari pertarungan itu akan menentukan tier anda.”
“Bertarung ya? Ini memang cukup merepotkan, tapi akan kuterima.”
“Kalau begitu silahkan kemari!” resepsionis itu memandu Meiga untuk menuju ke tempat yang mirip Coloseum tapi dengan ukuran yang lebih kecil. “Disini anda akan melawan salah satu master tier A di Serikat kami. Anda juga diberi hak untuk memilih lawan anda.” Jelas resepsionis lebih lanjut. Beberapa petualang tier A yang disebut sebagai master oleh resepsionis mulai hadir ditempat tersebut. Meigapun mengawasi mereka satu persatu untuk memilih lawan yang sekiranya paling mudah untuk dia hadapi.
Disana dia melihat seorang pria dengan tampang seram membawa sebuah sabit besar dipunggungnya. Entah apa yang dia pikirkan saat itu, karena tanpa pikir panjang Meiga tiba-tiba langsung memilihnya. “Kau memilih untuk melawanku nona? Menarik sekali untuk bisa melawan wanita secantik dirimu.” Ucap pria itu dengan sombongnya. Namun kali ini Meiga sama sekali tidak berniat untuk menggubris perkataan semacam itu.
“Apa kau keberatan?” Balas Meiga dengan senyum remeh diwajahnya. “Hahaha, tentu saja tidak. Kalau begitu aku akan senang hati menerima tantanganmu.” Resepsionis itu menyingkir dari tempat tersebut dan memulai ujian untuk Meiga.
“Nona, bolehkah aku tau siapa namamu?” tanya pria tersebut.
“Bukankah tidak sopan untuk menanyakan nama seseorang tanpa memperkenalkan diri terlebih dahulu?”
“Oh maaf jika itu menyinggung dirimu. Aku adalah Reunard, seorang master peringkat tiga di Serikat ini.”
“Kau bisa memanggilku Meiga!” Dengan itu Meiga mulai menyiapkan dirinya untuk melawan Reunard dalam ujian tersebut.
__ADS_1
Reunard mengangkat sabitnya untuk bersiap menyerang Meiga. “Kalau kau tidak menyerang maka aku akan maju duluan!” Dengan percaya diri Reunard mulai berlari untuk menyerang Meiga. Sebuah tebasan dari bawah dilakukannya dengan cepat, namun serangan seperti itu dapat dengan mudah dibaca oleh Meiga.
“He.., ternyata kau lebih baik dari yang kukira.” Puji Reunard yang terkesan.
“Hanya sebuah serangan yang mudah dibaca tidak akan membuatku kesulitan.” Meigapun mengeluarkan sebuah belati dan mulai berbalik menyerangnya. Sebuah tebasan diarahkannya tepat pada leher Reunard, namun dia berhasil menangkis serangan itu dengan sabitnya. Namun serangan Meiga tidak hanya berhenti disana, dia memutar belatinya dan mulai melakukan tebasan secara frontal pada Reunard.
“Serangan seperti ini tidak akan berguna padaku!” Ucap Reunard sambil menangkis serangan tersebut.
Sebuah tebasan memutarpun dilakukan Reunard demi menciptakan sebuah serangan balik. Namun saat ditengah putaran gerakannya tiba-tiba terhenti, dan Meiga berhasil mendaratkan serangan pertama kepadanya.
“Rantai, darimana munculnya?” Ucap Reunard yang terkejut. Meigapun menjelaskan kalau itu adalah salah satu kemampuan miliknya. Reunard yang mengetahui hal tersebut mulai menjadi sangat tertarik kepadanya.
“Ini benar-benar seru loh. Tak kusangka akan ada seorang pemula yang sangat terampil sepertimu di tempat ini.” Jelasnya penuh kesan.
“Bagaimana kalau kita melakukan sebuah taruhan?” Ucap Meiga menantang.
“Hoh.., itu menarik. Lalu apa yang akan kita pertaruhkan?”
“Kalau kau kalah, maka aku ingin kau menjadi pengawalku.” Jawab Meiga singkat.
“Lalu kau akan menjadi wanitaku jika kalah!” Tanpa menunggu persetujuan dari Meiga, Reunard mulai bersemangat untuk menyerangnya.
“Menjadi wanitamu, persetan dengan hal itu.” Batin Meiga kesal. Diapun mulai meladeni Reunard yang begitu bersemangat. Sebuah serangan jarak jauh dilakukan secara bertubi-tubi dan membuat Meiga cukup kerepotan untuk mendekatinya.
“Apa kau hanya ingin terus berlari seperti itu nona? Atau mungkin kau benar-benar ingin untuk menjadi wanitaku.”
“Hah, benda apa itu tadi?” tanya Reunard dengan nada mengejek. Namun Meiga malah senang saat dia diremehkan.
“Kali ini aku akan menghadapimu dengan serius!” Meiga menegaskan.
“Menarik sekali, kalau begitu aku juga akan mengeluarkan seluruh kemampuanku!” sebuah permata berwarna merah yang ada di sabit Reunard mulai menyala dengan terang, itu tidak lain adalah sebuah permata senjata untuk penguatan.
“Tak kusangka kau memiliki barang berharga seperti itu.”
“Tentunya. Sebagai seorang petualang aku juga sangat membanggakan senjataku ini.”
“Hehh.., begitu ya rupanya.” Dengan kondisinya yang seperti itu, Meiga menyadari akan bahaya yang ditimbulkan dari lawannya. Item langka, kemampuannya sama sekali tidak dapat diidentifikasi. Selain itu, seluruh energi Meiga juga mulai terkuras dengan sendirinya saat dia menggunakan sebuah skill. Itu menambah poin untuk tingkat kekalahan yang dimilikinya. Namun saat itu dia telah terlanjur untuk melakukan sebuah pertaruhan dengan lawannya, jika dia kalah maka hal yang sangat buruk pasti akan terjadi pada dirinya.
–Telah dikonfirmasi. Percobaan evolusi dari Unique Skill Material Creation telah berhasil. Unique Skill Material Creation telah berevolusi menjadi Ultimate Skill Creator–
Saat itu sebuah suara tak dikenal tiba-tiba muncul dikepala Meiga. Dalam sekejab kekuatan yang sebelumnya telah terkuras habis sejak ritual pemindahan mustika, tiba-tiba pulih sepenuhnya.
“Apa yang barusan terjadi? Entah kenapa aku bahkan merasa kalau kekuatanku yang sebelumnya telah melemah tiba-tiba mulai meluap-luap.” Batin Meiga yang kebingungan.
“Master.., setelah saya bergabung denganmu, tiba-tiba ada sebuah kristal dalam dirimu. Aku tidak sengaja menyentuh kristal itu dan tiba-tiba diriku menyatu dalam tubuhmu.”
“Suara ini.., Vy? Sejak kapan kau mulai bisa bicara?”
__ADS_1
“Ah.., aku juga tidak pernah sadar akan hal ini master. Mungkin setelah aku bersatu dengan kristal ini.”
“Kristal.., didalam tubuhku, apa yang kau katakan Vy? Bagaimana bisa ada benda seperti itu dalam tubuhku? Lalu Ultimate Skill, apa maksudnya itu?”
Vy pun menceritakan pada Meiga akan hal yang dia alami barusan. Saat dia menyentuh kristal tersebut, tiba-tiba membuat dirinya terseret masuk kedalam kristal tersebut. Lalu sebuah suara muncul dari dalam kristal tersebut. Suara itu bertanya tentang definisi master, dan segala hal yang diketahui Vy akan masternya. Lalu, Vypun menjawab dengan mengatakan seluruh kebaikan yang pernah diperbuat oleh Meiga.
Suara itu bertanya lagi kepadanya ‘Apa kau akan mempersembahkan dirimu pada mastermu? Lalu apa kau juga punya kemampuan untuk melindungi mastermu dengan kondisinya saat ini?’ saat itu Vy telah menjawab dengan penuh keyakinan bahwa dia akan mempersembahkan segalanya bagi sang master, walaupun dia tidak memiliki kekuatan untuk mewujudkan segala hal tersebut. Lalu Suara itu mulai menawarkan sesuatu kepadanya, dengan ganti akan evolusi sebuah skill, suara itu meminta Vy untuk memberikan wujud dari seluruh jawabannya tadi. Saat itupun Vy mulai menjadi satu kesatuan didalam tubuh Meiga.
“Eh.., hal seperti itu benar-benar terjadi? Selain itu, bukankah ini terlalu mudah untuk mendapatkan sebuah ultimate skill?” Sebuah percakapan panjang lebar itu dilakukan dalam pikiran Meiga, pada kenyataannya itu hanya berlangsung dalam sepersekian detik. Saat itu Meiga kembali menujukan fokusnya untuk Reunard.
"Ultimate Skill Creator ya?"—Pikir Meiga yang mulai bersemangat—“Kalau begitu akan kuhancurkan senjata itu saat ini juga.” Meiga mengeluarkan kristal sihir yang tidak lama ini dibelinya. Diapun menciptakan sebilah pedang dari kristal tersebut. Hasilnya adalah pedang semerah darah yang saat ini ada ditangan Meiga.
“Itu.., tak kusangka kau juga memiliki sebuah senjata yang begitu langka. Kalau begitu aku tidak akan sungkan!” Reunard mulai meluncur kearah Meiga dengan menghunuskan sabitnya. Sebuah aura kegelapan dikeluarkan Reunard dalam tebasannya, dan itu tempak sangat membahayakan.
“Senjata terkutuk?” Pikir Meiga heran. Sebuah serangan seperti itu sangat jarang dilihatnya selama ini. Bahkan mungkin yang pernah dilihatnya hanya kemampuan milik Narta. Tapi sepertinya hal ini akan semakin lumrah saat dia semakin mendekat ke dunia utara. Karena tidak tahu akan daya hancurnya, Meiga memilih untuk menghindari serangan pertama itu.
“Daya hancurnya lumayan besar juga, tapi itu sama sekali tidak masalah.” Lalu tebasan kedua akhirnya datang, Meiga dengan cepat menyiapkan pedangnya dan melapisinya dengan kedua atribut dasar miliknya dan menghantamkan pedangnya pada sabit tersebut.
Prang...!
Tanpa sebuah perlawanan yang sengit, sabit itu langsung hancur berkeping-keping saat berbenturan dengan pedang Meiga. “Mustahil!” Reunard sontak begitu terkejut saat mengetahui hal tersebut. “Tak kusangka peningkatannya akan sekuat ini setelah mendapatkan Ultimate Skill.” Batin Meiga yang begitu heran.
“Tentu saja master. Setelah evolusinya menjadi Ultimate skill, performanya telah meningkat secara signifikan. Bahkan mungkin telah menjadi 10 kali lipat dari sebelumnya.”
“Tapi penggunaan mana juga semakin boros kan Vy?”
“Tidak juga. Setelah mendapatkan evolusi, memang penggunaan mana menjadi lebih besar. Tapi disaat yang bersamaan sesuatu juga terjadi padaku. Saat ini aku bisa mengumpulkan energi dengan lebih cepat, bahkan aku bisa langsung mentransfernya dalam item box untuk master gunakan.”
“Hoii.., dengan kata lain aku sudah tidak perlu khawatir akan kehabisan energi, begitu?”
“Bisa dikatakan seperti itu. Lalu kemampuan dari ultimate skill juga masih belum diketahui bisa digunakan sampai sejauh mana.”
“Eh.., masih ada hal itu juga ya?”
Saat itu Meiga melirik Reunard dengan sangat tajam. “Apa kau masih ingin lanjut?” diapun bertanya pada Reunard. Disisi lain Reunard masih tampak sangat kesulitan untuk menerima kenyataan yang ada didepan matanya. “Mustahil, bagaimana bisa senjata yang selama ini sangat kubanggakan bisa dihancurkan dengan mudahnya oleh gadis ini? Jangan-jangan dia telah berada diranah yang lebih tinggi dengan manusia biasa?” pikirnya kebingungan.
“Jika kau masih belum menyerah, maka jangan salahkan aku jika harus melukaimu!” Meiga menjentikkan jarinya, beberapa rantai keluar dari segala arah dan mulai melilit tubuh Reunard. “Ini, lebih kuat dari sebelumnya?” Pikir Reunard panik.
Saat itu diapun melihat sosok Meiga telah berjalan mendekati dirinya, lalu ditangannya juga terlihat sebuah elemen petir yang mengalir dengan derasnya. “Oi.., apa yang akan kau lakukan? Jangan, hentikan itu, aku menyerah..!” kala itu Reunard dipaksa untuk berteriak ketakutan dihadapan semua orang.
Tentunya pemandangan memalukan itu cukup membuat semua petualang heran, karena sebelumnya tidak pernah ada pertandingan yang akan berakhir konyol seperti Reunard dikalangan para master. Saat itu Meigapun dinyatakan sebagai pemenang dan diberi lencana petualang tier B. Walaupun jika dibilang kemampuannya lebih hebat dari petualang tier A disana, tapi Meiga merupakan seorang pemula sebagai petualang, jadi mendapatkan tier B secara langsung juga merupakan sebuah prestasi yang sangat tinggi.
“Aku yang menang loh, kau ingat dengan taruhan kita kan?”
Reunard hanya bisa nyengir saat mengingat kembali akan hal itu. “Tamatlah aku!” Ucapnya dalam hati. Lalu Meiga kembali mengatakan sesuatu kepadanya. “Baiklah kalau kau ingat. Aku akan mengandalkanmu nanti. Lalu satu hal yang perlu kau ingat, aku ini cowok, jadi berhentilah memanggilku nona!” seketika wajah Reunard langsung membeku, tidak hanya dikalahkan dengan konyol, dia bahkan harus salah paham dengan penampilan lawannya. “Oi, kenapa hal seperti ini bisa menimpaku?” keluhnya dalam hati saat meninggalkan arena.
Tanpa disadari, dalam pertarungan itu suasana hati Meiga perlahan mulai membaik. Mungkin karena dia sedikit bisa menerima kenyataan, atau memang karena dia telah menyiapkan dirinya dalam semua kemungkinan terburuk saat dalam perjalanan ke utara.
__ADS_1