Creator

Creator
Misi Pertama


__ADS_3

Setelah ujian selesai, Meiga langsung mendapatkan plat petualang tier B. “Semua sudah beres, untuk selanjutnya adalah tempat istirahat untuk malam ini.” Saat itu Meiga yang sadar kalau dirinya sama sekali tidak memiliki uang langsung melirik kearah Reunard berada.


“Oh iya Reunard, aku sama sekali tidak memiliki uang, bisakah kau menyiapkan kamar untukku malam ini?” Ucapan itu sontak membuat beberapa orang yang ada disana mulai salah paham.


“Oi, oi, baru saja mereka bertemu, tapi langsung mencari kamar untuk berdua.”


Beberapa orang juga berbisik-bisik membicarakan Meiga yang terlalu berani sebagai seorang gadis. Tapi Reunard tidak demikian, setelah Meiga membisikkan gender aslinya pada dirinya, walaupun dia agak tidak mempercayai hal itu tapi dia cukup terpukul sampai saat ini. Meski begitu, setelah dirinya kalah sememalukan itu dia juga tidak bisa mengatakan kebenaran akan gender Meiga pada semua orang. Kalaupun dia berani mengatakannya, mungkin orang-orang hanya mengira dia mencari alasan setelah menerima kekalahan.


“Baiklah, aku akan menyiapkan kamar untukmu nanti.” Jawab Reunard dengan pasrah.


“Hmm.., pengikutku memang bisa diandalkan.” Ucap Meiga sambil memegang pundak Reunard.


“Oi nona, tidak baik bagi laki-laki dan perempuan untuk tinggal dalam satu kamar, apalagi kalau kalian baru bertemu!” salah seorang petualang yang salah paham menasihati Meiga.


“Orang ini, kenapa malah memikirkan hal-hal seperti itu?” Batin Meiga heran. “Ah.., kalau untuk itu tidak perlu khawatir, aku bisa menjaga diriku sendiri kok.” Jawab Meiga sambil membawa Reunard pergi keluar gedung Serikat.


“Maaf untuk senjatamu tadi Reunard, nanti akan kuperbaiki untukmu.”


“Eh.., serius?”


“Tentu, hanya memperbaiki senjata seperti itu tentunya sangat mudah bagiku.”


“Kalau begitu tolong perbaikilah untukku!”


“Ngomong-ngomong Reunard, apa kau juga beristirahat di penginapan setiap malam?”


“Jika saat dikota mungkin iya. Tapi kalau sedang mengambil sebuah misi tentunya tidak kan?”


“Kalau begitu kau memiliki rekomendasi untuk tempat penginapan?”


“Kalau disebut rekomendasi kayaknya kurang tepat, tapi aku memiliki tempat langganan untuk penginapan. Disana pegawainya sangat ramah, terlebih makanan yang disajikan juga memiliki rasa yang begitu khas.”


“Kalau begitu ayo kesana!”


Mereka berduapun pergi ke tempat penginapan yang biasanya dikunjungi oleh Reunard.


“Selamat datang!” sambut salah seorang pegawai penginapan saat melihat mereka berdua masuk. “Oh, kak Reunard kau datang lagi hari ini. Lalu nona ini.., hah, jangan-jangan dia pacarmu?” tanya salah seorang pegawai dengan heboh.


Perkataannyapun mulai mengundang perhatian banyak orang yang ada disana.


“Oi, oi, bagaimana Reunard bisa menemukan gadis secantik itu?”


“Aw, dia sangat imut!”


“Kali ini sepertinya Reunard benar-benar beruntung.”


Lagi-lagi kesalahpahaman seperti ini kembali terjadi. Meiga yang telah bosan dengan hal itu juga tidak lagi berniat untuk menggubrisnya.


“Kami membutuhkan satu kamar dan sebuah makan malam, bisakah segera diproses?”


“Oi, kalau satu kamar, bukankah itu agak?” Reunard merasa tidak enak dengan sekelilingnya.


“Hah, bukankah itu lebih hemat? Lagipula aku hanya menumpang sih.”


“Anu.., nona bukankah suara anda terlalu keras? Yang barusan terlalu menarik perhatian banyak orang loh!” pegawai itu mengingatkan Meiga.


“Ah, gawat aku bahkan tidak sempat untuk memikirkan hal itu. Kurasa ini akan menjadi hal yang cukup merepotkan.” Ucap Meiga dalam hati.


“Kalau begitu kami pesan kamar dengan dua kasur saja, kalau seperti ini tidak akan ada salah pahamkan?” Reunard mencoba mencari solusi.


“Baiklah kalau begitu, anda bisa langsung menuju ke kamar nomor 14 dilantai dua.” Jelas sang pegawai sambil memberikan kunci kamar pada Reunard.


Merekapun mulai naik kelantai dua untuk mencari kamar mereka. “Itu dia!” Reunard mulai membuka kunci kamar tersebut. “Heh.., tak kusangka kamarnya cukup bagus.” Ucap Meiga menyanjung.


“Memang benar, jika dibandingkan dengan kamar biasa juga tampak benar-benar berbeda.”

__ADS_1


Mereka berduapun masuk dan menaruh barang bawaan ditempat yang telah disediakan.


“Ngomong-ngomong Reunard, dalam sebuah misi yang ada di Serikat, menurutmu apa yang paling banyak menghasilkan?”


“Biasanya yang paling menghasilkan adalah barang langka dari para monster, tapi belakangan ini yang seringkali menghasilkan adalah ramuan. Karena pergerakan para monster roh jahat dibarat semakin parah, para pasukan kerajaan maupun petualang yang ikut dalam pengamanan Barat sangat membutuhkan ramuan baik itu untuk penguatan maupun pengobatan.”


Itu memang benar, dengan terciptanya Dark Teritory, aktivitas para monster roh jahat semakin merajalela. Mereka bahkan mulai menginvasi tanah para manusia dalam beberapa tahun terakhir, hasilnya sekarang banyak dari penduduk kerajaan Barat yang mulai kehilangan tempat tinggal maupun keluarga mereka. Walaupun kerajaan juga telah mengirimkan pasukan dalam jumlah besar, tapi itu hanya bisa membuat mereka terhambat saja. Bahkan beberapa teori mengatakan kalau kehidupan dari manusia hanya menunggu waktu saja.


“Tapi dalam kondisi saat ini, bahan baku untuk ramuan-ramuan itu juga sangat sulit ditemukan bukan?”


“Itu juga benar, karena itulah pendapatan dari itu sangat banyak.”


“Kalau kau bagaimana Reunard, apa misi yang biasa kau ambil saat kau membutuhkan uang?”


“Kalau aku biasanya hanya menyelesaikan misi untuk pembasmian monster. Lagipula bisa dibilang kalau itu adalah yang paling mudah kan? Kita juga hanya perlu mengumpulkan batu sihir mereka sebagai bukti saat penyerahan misi, lalu serikat juga akan membayar batu sihir itu juga.”


“Hmm.., itu memang praktis, kalau begitu besok kita akan mengambil misi itu.”


“Hei bukankah ini terlalu mendadak? Kita juga butuh persiapan loh kalau mau mengambil misi seperti itu, selain itu senjataku saat ini juga masih seperti ini.”


“Berikan padaku!” Meiga meminta Reunard untuk menyerahkan sabitnya. “Vy, bantu aku! Analisis.” Meiga menganalisis susunan senjata itu dan mulai menyusunnya kembali seperti semula, bahkan bisa dibilang kalau performanya juga berhasil dia naikkan. “Kalau begini sudah amankan?”


“Hoi, bagaimana bisa performa senjataku naik secara signifikan?”


“Vy jelaskan padanya!” Vypun keluar saat diperintah oleh Meiga.


“Itu?”


“Oh, perkenalkan aku Vy, monster roh yang telah melakukan kontrak dengan master. Kau bertanya tentang bagaimana performa senjatamu bisa naik secara signifikan ya? Itu mudah sekali, Ultimate Skill milik master bisa menciptakan apapun yang dia inginkan asal mengerti konsepnya dengan benar. Karena itu dia dapat dengan mudah meningkatkan performa atau bahkan menambahkan sebuah kemampuan dalam sebuah senjata.”


“Ultimate Skill katamu? Baru kali ini aku bertemu dengan orang yang memiliki hal tersebut, kukira awalnya itu hanyalah sebuah teori-teori saja, tapi ternyata itu memang benar-benar ada.”


“Kau juga melihatkan kalau master dapat menciptakan beberapa senjata tingkat tinggi dalam sekejab? Asalkan tahu seluruh konsepnya tidak ada sesuatu yang mustahil bagi master untuk menciptakannya.”


“Oi, pantas saja perbedaan kekuatan diantara kita tampak sangat jauh, jadi begitu ya. Baiklah, kita akan mengambil misi itu untuk besok. Tapi sebelum itu kita harus mencari beberapa barang untuk berjaga-jaga.”


“Tentu aku memilikinya.”


“Baguslah kalau begitu.”


Tok... tok... tok...


Sebuah ketukan pintu terdengar saat mereka telah selesai mendiskusikan beberapa hal, Reunard dengan cepat langsung membukakan pintu. Itu adalah pelayan dari penginapan yang sedang mengantarkan makan malam ke kamar mereka. Reunard pun mempersilahkan pelayan itu untuk masuk ke kamarnya.


Sembari menyiapkan hidangan makan malam mereka dimeja makan, pelayan itu juga menjelaskan bahwa itu adalah menu spesial untuk malam ini. Sebuah steak daging yang amat lembut, bahkan sensasinya akan langsung meleleh dimulut saat mereka mulai mengunyah dagingnya. Lalu disampingnya ada sebuah nasi yang telah disiapkan untuk dimakan bersama dengan sup kentang yang telah disediakan.


Kaldunya yang kental akan menjadi bumbu yang sangat cocok untuk tekstur nasi yang lembut tersebut. Lalu untuk minuman, pelayan itu juga telah menyiapkan 3 botol anggur yang biasa dipesan oleh Reunard setiap kali ia kesana.


“Kalau begitu silahkan dinikmati.” Pelayan itu pamit untuk meninggalkan kamar mereka.


Disisi lain Meiga cukup tergiur dengan hidangan yang ada didepannya. Itu adalah hal yang sangat jarang ditemuinya selama ini, bahkan dia sempat berpikir kalau Reunard benar-benar kaya.


“Kalau begitu mari kita makan!”


Meigapun mengikuti ajakan Reunard untuk menyantap hidangan makan malam tersebut.


“Ini benar-benar enak ya.” Gumam Meiga terkesan.


“Tentu saja, karena itu aku selalu memilih penginapan ini. Selain itu harga kamar dan makanan disini juga tidak setinggi yang lainnya.”


“Maksudmu tempat ini memang dibuat khusus untuk para petualang?”


“Bisa dibilang begitu.” Sembari menikmati hidangannya, mereka kembali melanjutkan perbincangan.


“Ngomong-ngomong kau kan telah lama menjadi seorang petualang, apa kau cukup tahu akan daerah-daerah di dunia utara?”

__ADS_1


“Kebanyakan dari kami hanya melakukan misi kedekat Dark Teritory, jadi untuk dunia utara kami juga kurang tahu. Selain itu, hampir tidak ada seorangpun petualang yang berani mendekati kota pembantaian, karena itu pengetahuan akan dunia utara juga sangat terbatas.”


“Jadi memang begitu ya?”


“Meiga, jangan-jangan kau sebenarnya sedang melakukan perjalanan ke dunia utara?”


“Itu benar, aku ada sedikit urusan ditempat itu. Tapi aku juga sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang dunia utara.”


“Kalau itu mungkin hanya keluarga kerajaan yang memiliki informasinya.”


“Keluarga kerajaan ya? Bahkan untuk bertemu mereka saja sudah sangat sulit, kurasa tidak akan mungkin untuk mendapatkan sebuah informasi dari mereka.”


“Kalau itu mungkin kita bisa mencari misi yang dikeluarkan langsung oleh kerajaan. Biasanya mereka memanggil para petualang yang berhasil menyelesaikan misi dari mereka untuk bertemu secara langsung loh.”


“Heh, apa kau serius? Kalau begitu mari kita cari misi itu.”


Dengan kesepakatan itu, mereka lanjut menyantap makan malamnya lalu beristirahat dimalam itu.


**


Keesokan hari pun telah tiba, Meiga yang telah terbangun pergi untuk membangunkan Reunard dan menyiapkan dirinya untuk mencari misi pertamanya. Merekapun pergi ke Serikat untuk mencari misi tersebut.


“Nona, apakah ada misi yang diberikan langsung dari kerajaan untuk hari ini?” Reunard menemui resepsionis Serikat untuk mencari misi yang ingin mereka ambil.


“Oh, kalau itu kami memilikinya. Tadi misi ini juga sempat membuat orang-orang heboh loh. Beberapa tim juga telah menerima permintaan ini.” Resepsionis itu memberikan sebuah lembaran yang berisikan detail misi tersebut.


“Hah.., pencarian tuan putri yang menghilang? Laura Glorius, seorang tuan putri kerajaan Glorius, ciri-cirinya berambut putih sebahu, usia sekitar 9 tahun dengan tinggi 120 cm. Apa kita akan mengambilnya?”


“Tentu saja kita akan mengambilnya. Sepertinya peluang untuk bertemu dengan keluarga kerajaan juga cukup besar.”


“Baiklah nona, kami akan mengambil misi ini.”


Sang resepsionis itupun menyetempel misi mereka, dan menjelaskan situasi akan tuan putri tersebut. Terakhir kali tuan putri terlihat adalah saat perjalanan pulang dari akademinya yang terletak di dekat perbatasan dengan kerajaan EL-NESIA. Namun saat ditengah perjalanan, ada beberapa rumor yang mengatakan kalau ada beberapa kelompok bandit yang menyerang rombongannya. Saat itu kemungkinan besar sang putri telah diculik oleh para bandit tersebut. Karena setelah penyelidikan yang begitu menyeluruh, tidak ada sedikitpun jejak yang menunjukkan keberadaan tuan putri dilokasi kejadian.


“Nona, apa kau mengetahui beberapa tempat yang seringkali digunakan untuk perkumpulan para bandit?”


“ Biasanya mereka seringkali muncul diperbatasan tiap kerajaan, lalu dihutan dekat tanah pembantaian, tapi para pasukan kerajaan telah menelusuri seluruh tempat itu dan tidak ada tanda-tanda ditemukannya tuan putri.”


“Kalau kota pembantaian, apa menurutmu ada banyak bandit yang bermarkas disana?”


“Kalau itu kemungkinannya tidak nol, karena kota pembantaian juga telah lama tidak dijamah oleh para orang luar. Sebelumnya kota itu memang sangat terkenal bagi para penjahat, tapi setelah insiden beberapa tahun lalu, kabarnya tidak pernah ada lagi orang yang berani menginjakkan kakinya disana.”


“Kalau begitu kita akan pergi kesana Reunard!”


“Nona, itu terlalu berbahaya loh! Apalagi kalian hanya berdua.” Sang resepsionis khawatir akan keselamatan Meiga.


“Itu benar Meiga, akan berbahaya jika kita pergi kesana hanya berdua.”


“Bagaimana kalau kami juga bergabung dengan kalian, kudengar ada orang baru yang bisa mengalahkan Reunard dalam ujian, aku jadi sangat tertarik dengannya.” Beberapa orang petualang berjalan mendekati mereka bertiga.


Meiga pun menganalisis kemampuan mereka dengan skillnya. “Kemampuannya sedikit dibawah Reunard, tapi sepertinya mereka cukup berpengalaman, kurasa itu tidak masalah.” Ucap Meiga dalam hati.


“Tidak masalah kalau kalian ingin bergabung.” Tanggap Meiga singkat.


“Sepakat kalau begitu, kau juga tidak keberatan kan Reunard?”


“Tentu tidak, lagipula Meiga juga menyetujuinya.”


“Heh, tak kusangka kau akan langsung tunduk begitu mudah setelah dikalahkan oleh gadis cantik ini.”


“Ryuu, kuingatkan dirimu, sebaiknya kau jangan terlalu menyinggung hal itu jika tidak ingin hidupmu dalam bahaya.”Reunard memperingatkan.


“Apa maksudmu Reunard?”


“Kau akan tahu sendiri setelah kita bertemu dengan musuh nanti.”

__ADS_1


Setelah perbincangan mereka selesai, sang resepsionis mengantar mereka kelingkaran sihir Serikat untuk mengirim mereka kedekat kota pembantaian yang terletak ditanah pembantaian, lalu dalam sekejab merekapun telah berada ditempat yang mereka tuju.


__ADS_2