
Dimulainya duel Thu melawan monster kerdil ditengah-tengah peperangan tersebut seakan menjadi tanda akan memanasnya perang.
Yang kuat akan memakan yang lemah, dan tidak peduli berapa banyak jumlah orang lemah yang bersatu, jika gabungan kekuatan mereka tidak bisa melebihi kekuatan individu yang kuat maka mereka tetap akan musnah. Dan itu persis dengan apa yang terjadi di beberapa tempat pada peperangan tersebut. Para prajurit dari pasukan utama yang sedang menghadapi seorang jenderal dari pasukan monster telah dibantai habis-habisan.
Tanpa memberikan sebuah perlawanan yang layak dan bahkan tanpa sempat mengetahui apa yang terjadi pada dirinya, para prajurit itu telah tewas satu persatu. Bahkan itu tidak dapat disebut dengan perlawanan. Begitu juga dengan cara membunuh dari sang jenderal para monster, dia bertindak seakan mau menerima serangan para prajurit dengan senang hati, namun yang terjadi adalah sebaliknya. Dia memancing para prajurit untuk menyerang dirinya, lalu saat berada para prajurit tersebut berada pada jarak tertentu, mereka bisa langsung tewas hanya karena mendapat tekanan besar dari aura sang jenderal para monster tersebut.
Dan kebetulan saat itu ada salah satu petinggi pasukan yang melihat hal tersebut, orang itu adalah Fri, salah satu dari 7 penyembah yang menjadi tetua balai perlindungan. Diapun langsung bertindak cepat untuk mencegah sang jenderal monster itu melakukannya lebih lanjut.
“Cukup sampai disana!” Fri memperingati sang jenderal monster tersebut.
“Hmm, seorang great sage ya? Sayangnya kau bukan lawan yang sepadan untukku!” balas sang jenderal monster tersebut.
“Bagus sekali... akan kulihat seberapa besar kekuatan yang ada dibalik kesombonganmu itu. Sistem Call, Sacred Space..!” Sebuah formasi muncul dibawah kaki Fri. Dan tanpa sempat dipahami oleh sang jenderal monster, mereka berdua telah berpindah kesebuah tempat yang tampak begitu asing.
“Ini adalah Sacred Space, sebuah dimensi yang kuciptakan dengan Ultimate Skill milikku. Lalu perlu kau ketahui, disini hampir sama seperti Holy Field, semua unsur kegelapan yang ada disini akan dimurnikan dengan cepat, tapi efek pemurnian disini jauh lebih kuat dari Holy Field.”
“Menarik sekali, gadis kecil... siapa namamu?”
“Gadis kecil? Hahaha.., sepertinya aku cukup diremehkan disini. Namun tidak masalah, aku akan memperkenalkan diri. Aku Fri, peringkat lima dari 7 penyembah balai perlindungan!”
“Fri ya? Kalau begitu perkenalkan, aku Bastard. Jenderal keempat dari divisi pasukan monster!”
Dia ini, pantas kekuatannya begitu besar, selain telah berevolusi sampai beberapa tahap, ternyata dia juga telah mendapatkan sebuah nama.
“Kalau begitu aku tidak akan sungkan untuk memulainya!”—Fri mengulurkan tangannya—“Datanglah! Death Scythe.” Sebuah sabit berukuran besar tiba-tiba muncul dari tangan Fri.
Senjatanya itu adalah salah satu harta utama yang dimiliki balai pertahanan. Mereka menyebut harta-harta itu sebagai pusaka suci karena kekuatan yang terkandung didalamnya sangat tidak masuk akal. Contohnya adalah sabit itu ‘Death Scythe’, konon dulu sabit itu adalah senjata utama dari malaikat maut saat perang pemusnahan.
Karena telah digunakan dengan begitu lama oleh malaikat maut, sebagian kekuatan dari malaikat maut tertanam pada sabit tersebut. Ditambah sabit itu telah digunakan untuk membunuh begitu banyak makhluk saat perang pemusnahan, itu membuatnya semakin kuat karena telah terasah secara menyeluruh.
“Senjata itu, tampaknya begitu spesial!”
Slash....!!!
Bastard memilih untuk menghindari tebasan yang diarahkan padanya oleh Fri saat itu. Walaupun tampak tidak ada efek sama sekali pada area sekitar dari serangan tersebut, tapi tebasan itu sangat berbahaya bagi seorang monster seperti Bastard.
“Fuuu...”–Bastard meniup udara secara perlahan—“Blaze..!”
Boomm...
Lalu mendadak, sebuah ledakan yang begitu mematikan terjadi dalam dimensi tersebut.
Namun ledakan yang diciptakan Bastard ternyata tidak berhasil menggores Fri sedikitpun.
“Heh... sungguh menarik!” Bastard merasa bersemangat.
Dihadapan Bastard, Fri berhasil menahan ledakan tersebut dengan menggunakan salah satu kartu truf yang dimilikinya. Itu adalah salah satu kemampuan dari Death Scythe, yang tidak lain adalah perwujudan malaikat pelindung.
“Tak kusangka serangan seperti itu akan memaksaku untuk menggunakan perwujudan malaikat pelindung!”
“Tidak ada salahnya kan? Lagipula hanya dengan berada disini, bisa dibilang kau sudah sangat diuntungkan loh!”
“Apa yang sebenarnya ingin kau katakan?”
“Maksudku, aku sama sekali tidak ingin menahan kekuatanku ditempat seperti ini!”
__ADS_1
“Cihh... sudah kuduga kau benar-benar meremehkanku. Kalau begitu aku akan membuatmu terbunuh oleh sifat santaimu itu!” Fri mulai menyerang Bastard dengan sungguh-sungguh.
.......Medan Perang Dark Teritory ...
Banyak sekali korban berjatuhan hanya dalam beberapa waktu setelah peperangan dimulai. Meski begitu, yang telah melakukan baku hantam hanyalah anggota pasukan utama dari kedua sisi. Sementara mereka, divisi yang ada dibelakang masih bisa menyusun rencana lebih lanjut untuk membalikkan situasi peperangan. Dengan jalan lembah yang sempit juga mustahil untuk digunakan oleh ratusan ribu orang dalam satu waktu.
“Meski begitu, dilihat darimanapun situasinya begitu buruk untuk para manusia.”
“Tentu saja akan seperti itu, bocah! Ngomong-ngomong, siapa namamu?”
“Aku Tue, jarang sekali seekor monster seperti dirimu tertarik dengan sebuah nama.”
“Hehehe.., aku Bleu, jenderal ketiga pasukan monster!”
“Bleu? Tak kusangka kau telah memiliki sebuah nama. Pantas saja, kau cukup berbeda dengan yang lainnya.”
“Sekarang bagaimana, apa kau akan melawanku untuk menyelamatkan pasukanmu?”
“Kau sepertinya sedikit salah paham, walaupun mereka adalah pasukanku, tapi aku tidak akan melakukan hal merepotkan hanya untuk menyelamatkan mereka.”
“..... apa maksudnya itu?”
“Huh.., aku akan melawanmu untuk bersenang-senang saja!”
Senyum Tue menjadi sangat tajam. Bahkan matanya tampak berapi-api seakan menunjukkan penantiannya akan pertarungan ini.
“Bagus sekali, sangat bagus sekali ekspresimu itu. Semakin kuperhatikan semakin ingin aku melakukannya, akan kucongkel matamu itu!” Teriak Bleu yang kegirangan.
Dia juga langsung melaju kearah Tue untuk mencincang dirinya.
Sebuah hantaman kapak yang sangat kuat diarahkan Bleu pada Tue, tapi itu bisa dihindari dengan mudah. Tapi saat itu ada sesuatu yang belum dipahami oleh Tue.
Bum...!!
“....”
Itu adalah efek dari ayunan kapak tersebut.
Setelah mendengar ledakan yang terjadi di belakangnya, Tue memalingkan pandangannya pada arah serangan tersebut. Lalu apa yang dilihatnya adalah sesuatu yang begitu mengerikan. Tanah yang terbelah, dan ratusan mayat pasukannya yang hancur berkeping-keping hanya karena satu serangan.
“Beraninya kau memalingkan wajahmu saat melawanku!”
Dhuak... gedebum...!!!
Ugh..
Pukulan Bleu berhasil mengenai Tue dengan begitu telak, dan berhasil membuat dirinya kehilangan kesadaran.
“Ah... ternyata kau hanya omong besar. Dari tampangmu, kukira kau itu kuat. Oleh karena itu, aku menggunakan pukulan dengan kekuatan penuh. Tapi apa yang terjadi malah seperti ini, benar-benar membosankan!” Bleu menghampiri Tue untuk menghilangkan rasa kekecewaan terhadapnya. Dia mengayunkan kapak besar itu dengan niat untuk menghabisi Tue.
Jledaarrr.....!!
Sebuah benturan antara dua atribut terdengar begitu keras ditengah medan perang tersebut. Itu adalah suara yang dihasilkan oleh benturan atribut dari senjata Bleu dan Mon yang bertolak belakang.
__ADS_1
Whut, whut... Zrakkk....!!
Arghh...
Sebuah tebasan mendarat ditubuh Bleu membuat dirinya kehilangan keseimbangan.
Whoosshh .... Blar... !!!
Sebuah sihir ledakan dilepaskan oleh Mon dengan cepat saat terdapat sebuah celah pada lawannya.
“Wed, bawa Tue pergi dari sini!” iapun memerintahkan Wed untuk membawa Tue yang tengah kehilangan kesadaran akibat serangan telak dari Bleu.
“Cih... jangan sampai mati loh kau Mon, jika kau mati aku tidak akan pernah memaafkanmu!” Wed pun menuju ke tim medis yang ada di divisi pendukung.
“Hahaha... kau sepertinya lebih kuat dibandingkan bocah tadi!”
“Lancang sekali kau karena berani melukai anggota 7 penyembah sampai seperti itu!”
“Mata itu, sama dengan bocah sebelumnya. Kalau begitu, sebagai ganti dirinya maka aku akan menghabisimu disini!”
Lalu pertarungan antara dua monster dari pihak yang berbeda dimulai.
... .... Kamp para monster ...
“Luccy, apa kau yakin ini akan selesai hanya dengan menggerakkan tiga jenderal dan divisi utama?”
“Divisi utama? Haha... dari awal mereka hanyalah para makhluk lemah yang berada di garda depan. Kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, pasukan sebenarnya dari sang raja hanyalah divisi khusus milik kita.”
Ditempat itu, yang merupakan ruang pertemuan dari para petinggi pasukan monster, jenderal tertinggi dan kedua sedang bersantai mengamati perang antara kedua pihak. Namun dia tidak merasakan adanya kekalahan yang akan menimpa pihak mereka. Dengan banyak sekali pasukan monster tingkat tinggi dipihaknya, manusia tidak akan berkutik dihadapan semua itu. Walaupun ada beberapa orang kuat diantara mereka yang telah mencapai puncak tingkat tinggi, kekalahan mereka tetap tinggal menunggu waktunya saja.
Seberapa kuat manusia, seberapa besar tekad mereka, pada akhirnya akan ada sebuah dinding penghalang diantara mereka. Yang paling terlihat adalah tenaga dan tubuh mereka. Semakin lama manusia bertarung, maka akan semakin lelah mereka, sehingga perbedaan diantara kedua pihak akhirnya akan mulai terlihat. Itu karena kebanyakan dari para monster tingkat tinggi tidak memiliki rasa lelah seperti manusia. Susunan pada tubuh mereka juga sangat berbeda, itu juga karena para monster merupakan makhluk semi spiritual.
Jadi mereka tidak memiliki kebutuhan seperti makan ataupun istirahat seperti manusia. Selain itu, tingkat regenerasi mereka juga sangat besar dan sangat berbeda dengan manusia. Karena itu manusia hanya bisa mengandalkan sihir penyembuhan dari divisi pendukung mereka. Meski begitu yang pulih hanyalah luka mereka, bukan tenaga mereka.
“Karena hal itulah, aku 100% yakin akan kemenangan kita!”
“Hoh... sepertinya kau sangat percaya diri, Luccy!”
“....”
Suara itu sontak membuat mereka berdua langsung berlutut ketakutan. Itu adalah suara dari Atrax, monster laba-laba yang merupakan tangan kanan raja para monster.
“Kami tidak bermaksud sombong!” Luccy mencoba melindungi dirinya dari Atrax yang berkemungkinan marah saat mendengar kata-katanya.
“Akan kulupakan itu, aku datang kesini hanya untuk menyampaikan perintah yang mulia.”
“... apa maksudnya itu?”
“Selesaikan ini dengan cepat, para iblis gila itu melakukan penyerangan berskala besar pada kita. Dengan jumlah pasukan yang ada dibarat, sama sekali tidak memungkinkan untuk memenangkan perang tersebut. Karena itu mereka membutuhkan kekuatan kalian!”
“Dimengerti Nona Atrax, akan segera saya gerakkan seluruh pasukan!”
“Baiklah, tapi kalian hanya akan membawa pasukan utama dan 7 eksekutif pasukan khusus. Karena seluruh anggotanya akan kubawa untuk menghadapi para iblis dibarat!”
Luccy mengangguk, lalu mengantarkan Atrax untuk menjemput pasukan khusus tersebut. Jumlahnya mungkin sekitar 30.000, tapi bahaya mereka adalah pertengahan tingkat atas sampai puncak tingkat atas. Itu merupakan sesuatu yang benar-benar bisa menjadi teror dan mimpi buruk bagi para manusia. Luccy juga sangat menyayangkan kepergian mereka sebelum sempat meratakan pasukan manusia.
“Kalau begitu mohon bantuannya untuk mengatasi para manusia!” Atrax menghilang dengan 30.000 pasukan setelah mengatakan hal itu pada Luccy.
“... sekarang tinggal kita, dua orang jenderal dan tujuh eksekutif. Mari kita ratakan pasukan manusia secepat mungkin!”
Baik...
__ADS_1
Dengan itu, mereka sembilan monster dengan ancaman puncak tingkat tinggi dan awal tingkat lanjut pergi untuk memporak-porandakan barisan pasukan manusia.