
Setelah kembali dari pertarungan itu, sang raja kerajaan Glorius memanggil para petualang yang telah membantu menemukan tuan putri untuk diberi hadiah secara langsung. Sang raja juga memanggil Kouta dan Meiga secara pribadi karena jasa mereka yang telah menjauhkan Glorius dari kehancuran.
“Ngomong-ngomong Kouta, kenapa kau tiba-tiba bisa ada disini?”
“Yang mulia raja mengutusku kembali saat menerima permintaan bantuan dari Glorius. Lalu aku dikirim langsung ke tempat ini dengan sihir para anggota balai pelindung.”
“Heh.., tak kusangka Meeden akan menerima permintaan itu dengan sangat mudah.” Ucap Meiga heran.
“Lalu, kau sendiri kenapa bisa ada ditempat seperti ini?”
“Eh, aku? Kalau aku sekarang sedang melakukan perjalanan ke utara. Ngomong-ngomong Kouta, tentang penyerangan di kerajaan Meeden yang terjadi tidak lama ini, apa kau mendengarnya?”
“Ah, aku mendengar berita itu setelah semuanya beres. Aku benar-benar tidak menyangka akan ada orang-orang bodoh yang berani melakukan hal seperti itu.”
“Menurutmu bagaimana alasan mereka dibalik semua itu?”
“Aku tidak tertarik dengan semua itu, selain itu aku juga telah bersumpah untuk mengabdikan diriku pada kerajaan, apapun yang dirasa akan membahayakan kerajaan maka aku akan melenyapkannya!”
Itu bukanlah jawaban yang diharapkan oleh Meiga, tapi mengetahui bahwa kata-kata itu diucapkan oleh Kouta sendiri, Meiga merasa akan ada hubungan rumit diantara mereka suatu saat nanti.
“Kita sudah sampai!”
Terlihat beberapa pelayan kerajaan menyambut kedatangan mereka berdua dan mengantarkannya ke ruangan sang raja.
“Yang mulia, Tuan Kouta dan Nona Meiga telah tiba!”
Oi, bagaimana bisa mereka masih menganggapku sebagai seorang gadis?
“Persilahkan mereka untuk masuk!” Titah sang raja kepada pelayannya.
Krieet...
Pelayan itupun membukakan pintu ruangan itu untuk mereka berdua.
“Anda memanggil kami yang mulia?” Ucap Kouta dengan penuh hormat.
“Ah, tidak perlu terlalu formal seperti itu. Karena kalian telah melakukan sebuah jasa besar untuk kerajaan ini, aku sebagai raja hanya ingin memberi kalian hadiah sebagai rasa terima kasih!”
“Jika kami menginginkan sesuatu yang khusus, apakah anda akan memberikannya?” Meiga bertanya secara langsung kepada sang raja.
“Selama aku bisa memberikannya maka akan kuusahakan. Memangnya perihal apa yang sangat nona Meiga butuhkan saat ini?” Tanya sang raja menanggapi pernyataan Meiga.
Kouta tertawa kecil saat mendengar kata-kata nona berulang kali, melihat reaksi itu membuat Meiga cukup jengkel terhadapnya.
“Saat ini aku sangat membutuhkan informasi tentang dunia utara, lalu setelah mencari informasi itu kudengar hanya kerajaan yang memilikinya. Apakah anda dapat membantu dalam hal ini?”
“Ah, untuk informasi itu, kurasa saya juga menginginkannya.” Kouta yang tertarik juga meminta hal itu pada sang raja.
“Tidak masalah, itu bukanlah sebuah pengetahuan yang rahasia. Tapi hanya orang-orang saja yang tidak pernah ingin untuk mengetahuinya. Ngomong-ngomong nona Meiga, kenapa anda sepertinya begitu tertarik dengan dunia utara?”
__ADS_1
“Ada sebuah urusan yang harus segera kuselesaikan disana, karena itu aku harus secepat mungkin mendapat informasi tentang tempat-tempat didunia utara!”
“Tidak masalah, aku akan memberi tahumu semua yang kumiliki.”
Setelah itu, sang raja mulai menceritakan semua yang dia tahu, mulai dari geografis maupun geologis dunia utara. Namun apa yang dikatakannya adalah tentang dunia utara pada waktu sebelum-sebelumnya, sedangkan sekarang ada kabar tentang munculnya sebuah gerbang aneh disana, yang membuat beberapa makhluk tak dikenal mulai bermunculan disana.
“Gerbang aneh, apa anda tahu seperti apa gerbang tersebut?” tanya Meiga memastikan.
Tapi sang raja tidak mengetahui hal tersebut dengan pasti, dia hanya tahu bahwa orang-orang menyebut gerbang itu sebagai persimpangan Dunia yang membuat makhluk-makhluk dari alam lain dapat berkumpul disana.
“Yang mulia, apa anda pernah mendengar tentang halaman awal mula dan bijih utama?”
“Ah, bukannya itu adalah sebuah dongeng yang menceritakan tentang kejayaan manusia?”
“Dongeng, kejayaan umat manusia, apa maksudnya itu?” Kouta semakin tertarik dan ingin mengetahuinya lebih lanjut.
“Ah, aku akan menceritakan ini kepada kalian.”
Suatu saat, ketika sang raja masih seorang anak-anak seorang pelayan kerajaan selalu menceritakan sebuah dongeng setiap kali dia hendak tidur. Dalam dongeng itu diceritakan tentang sebuah kejahatan yang ingin merebut semua kebaikan yang ada didunia ini. Dia mulai mengambil semua kebaikan itu dengan segala cara sehingga kejahatan tersebut mulai dianggap sebagai sebuah kebaikan. Waktu itu, ada seorang manusia yang menyadari niat sebenarnya dari kejahatan tersebut dan berusaha menghentikannya.
Namun beberapa manusia lainnya menganggap itu adalah sebuah kebaikan, sehingga mereka membela sang kejahatan tersebut. Sampai suatu saat manusia terpecah sebagai dua kelompok, mereka adalah golongan baik dan golongan jahat. Para golongan baik adalah orang-orang yang menganut sang kejahatan tersebut sedangkan golongan jahat adalah yang menentang niat kejahatan tersebut. Merekapun mulai berperang satu sama lain bahkan sampai melibatkan seluruh ras yang ada didunia ini.
Namun karena perang berkepanjangan, para golongan baik mulai kehilangan orang-orang kuat dipihaknya karena kuatnya tekad dari para golongan jahat. Tapi mereka berhasil meminta bantuan dari sang kejahatan sehingga mendapatkan kekuatan yang amat besar. Merekapun berhasil memojokkan para golongan jahat, bahkan hingga mereka tidak dapat keluar dari persembunyiannya. Saat itu, manusia dikatakan sedang berada disebuah puncak kekuatan didunia ini.
Meski begitu, para golongan jahat tidak benar-benar kalah saat itu. Mereka hanya mundur untuk mengambil langkah yang lebih besar untuk menghentikan niat sang kejahatan. Bahkan ada versi lain yang mengatakan kalau mereka bahkan menyiapkan kekuatannya hingga saat ini hanya demi hal tersebut.
“Lalu apa yang terjadi setelahnya?”
“Kenapa bisa begitu?”
“Karena mereka membuat keturunannya memiliki dua fase kehidupan, sehingga kekuatan mereka akan jauh melampaui para Saint saat memasuki fase kedua dalam kehidupan mereka!”
“Itu mustahil kan, memangnya siapa mereka sebenarnya sampai bisa menjadi sekuat itu?” tanya Kouta dengan sangat terkejut.
“Mereka menyebut marganya sebagai Naifola, jadi dunia mengenal mereka sebagai Naifola sang klan terkutuk. Meski begitu, itu hanyalah sebuah dongeng, jadi akan keaslian cerita itu tidak ada seorangpun yang mengetahuinya.”
“Meski hanya sebuah dongeng, asal dari cerita itu seharusnya tidak dapat diabaikan begitu saja kan? Selain itu, cerita itu seharusnya tidak dapat diterima dengan mudah oleh orang-orang seperti kita.”
“Kenapa kau berpikir seperti itu?” Sang raja balik bertanya kepada Kouta.
“Jika manusia terbagi menjadi dua golongan, bukankah itu seakan mengatakan kalau kita adalah golongan baik yang mendukung kejahatan itu kan?” Kouta mengungkapkan pendapatnya.
“Kau benar sekali, sebagai manusia yang dapat bergerak leluasa, tentunya kita bukanlah golongan dari manusia yang bersembunyi dari dunia seperti klan Naifola. Dulu aku juga sempat berpikir seperti itu, meski begitu aku sama sekali tidak dapat mencari tahu akan kebenaran cerita ini.”
Ditengah percakapan sang raja dan Kouta yang sangat serius, wajah Meiga seketika berubah menjadi sangat pucat mendengar cerita tersebut.
Diapun mulai sadar kenapa dia tidak pernah mengetahui akan keluarganya dan alasan Iris menyembunyikan marganya saat masuk dikerajaan Meeden.
Jika itu benar, maka alasanku untuk pergi kedunia utara semakin kuat. Tapi, jika itu memang kebenarannya, mungkin akan sulit bagiku untuk bertatap muka dengan Luna suatu saat nanti.
__ADS_1
“Yang mulia..,”
“Ada apa Nona Meiga?”
“Mengenai permintaan saya yang kedua, apakah anda dapat memberikan sebuah perbekalan untuk perjalanan saya ke utara?”
“Apa ada lagi sesuatu yang nona inginkan?”
“Kurasa perbekalan saja cukup!”
“Apa kau yakin?”
Meiga mengangguk untuk menjawab pertanyaan sang raja. Saat itu diapun mendapat seluruh perbekalan yang dibutuhkan, sedangkan Kouta diberikan sebuah permata sihir sebagai hadiah untuk jasanya.
“Meiga, mulai sekarang apa yang akan kau lakukan?”
“Ah, aku akan melanjutkan perjalananku ke utara. Bagaimana denganmu, Kouta?”
“Aku akan kembali ke kerajaan. Barusan aku mendapat pesan tentang invasi para monster roh jahat yang semakin sulit dihadapi. Kerajaan memintaku untuk ikut serta dalam pengamanan wilayah barat.”
“Begitu ya, kalau begitu aku akan pergi dulu!”
“Meiga jaga dirimu, akan kunantikan pertarungan kita selanjutnya!”
“Kuharap hari itu akan ada.” Dengan meninggalkan kata-kata tersebut, Meiga langsung melanjutkan perjalanannya ke utara.
**
Setelah berbulan-bulan melakukan perjalanan, Meiga akhirnya berhasil sampai di tanah pembantaian. Disana adalah sebuah tempat yang sangat tandus dan dipenuhi oleh aura jahat. Mengetahui dirinya telah pergi sejauh itu, dia merasa bahwa semakin cepat dirinya bergerak maka akan semakin cepat dia mewujudkan harapannya. Diapun melanjutkan perjalanannya di tanah pembantaian saat itu juga, namun saat dia melangkahkan kakinya lebih jauh, tiba-tiba sebuah badai pasir yang begitu besar mendatangi dirinya.
“Ini.., bagaimana bisa? Padahal barusan tidak ada tanda-tanda badai pasir sebesar ini!”
Ditengah-tengah badai pasir itupun, tubuh Meiga secara perlahan mulai terhisap kedalam gurun tersebut. Tanpa bisa melakukan perlawanan, ia pun terlahap sepenuhnya oleh gurun tersebut. Namun yang ia temukan disana bukanlah sebuah kematian, melainkan sebuah alam yang benar-benar berbeda dengan apa yang pernah dilihatnya sebelumnya.
“Ini, jangan-jangan!” Teringat apa yang dikatakan oleh sang raja, Meigapun menggunakan sebuah topeng yang disiapkan dalam perbekalannya untuk menyamarkan aura dari ras asli miliknya. Ia pun segera menyusuri tempat tersebut dan mulai bertanya pada makhluk-makhluk yang ada disana. Dan ternyata itu benar, mereka juga menyebut tempat itu sebagai persimpangan Dunia. Disana, para makhluk asing itu memiliki tujuan masing-masing. Mereka ikut serta dalam pertarungan untuk menjadi pemenang dan mendapatkan benda apapun yang diinginkannya.
“Benda apapun, apa tidak ada batasan dalam permintaan sang pemenang?” tanya Meiga terhadap salah seorang makhluk asing yang sedang menyaksikan pertarungan disana.
“Tentu saja! Karena dibawah tanah pembantaian juga ada sebuah sumber akan semua harta didunia ini. Karena itu dulu para manusia juga sering berebut satu sama lain di tanah itu. Lalu kami yang mendengar berita itu juga mulai menciptakan jalan kemari dengan segala cara, dan akhirnya dewa pembantaianlah yang membuatkan jalan untuk kami. Lalu membuat peraturan dengan menciptakan pertarungan ini.”
“Jadi sang dewa pembantaian yang akan mengabulkan permintaan kita saat menjadi pemenang dalam pertarungan?”
“Itu benar, tapi ada berbagai persyaratan untuk itu.”
“Persyaratan, apa itu?”
“Kau akan tahu jika kau bergabung dalam pertarungan ini.”
Jika aku terus terlibat dalam sebuah pertarungan, maka tubuhku akan hancur lebih cepat. Tapi jika disini aku bisa mendapatkan bijih utama, kurasa itu adalah taruhan yang sepadan. Walaupun pada akhirnya aku tetap harus pergi ke halaman awal mula untuk mencari danau keabadian, kurasa aku akan dapat menghindari pertarungan dalam perjalanan itu.
__ADS_1
Dengan pemikiran tersebut, Meigapun memutuskan untuk ikut serta dalam pertarungan itu.