
Setelah tes di SMA Kamboja, Raisya hanya menunggu hasil kelulusan dari SMP Melati dan hasil kelulusan dari SMA Kamboja.
25 April adalah pengumuman kelulusan tes masuk SMA Kamboja. Raisya langsung ke SMA Kamboja. Sesampainya disana, Raisya langsung melihat mading yang sudah ramai oleh calon siswa di SMA Kamboja. Dia juga melihat ada Iska dan Rio.
Saat Raisya melihat mading, dia melihat namanya berada dipaling atas. Raisya Hermia Putri dengan nilai rata-rata 89,05. Nilai yang sangat tinggi. Raisya sangat kaget sampai mulutnya menganga. Rio yang melihatnya tersenyum gemas. Diapun menyenggol Raisya.
"Biasa aja kali, tutup mulutnya... Ntar lalet masuk keselek aja" kata Rio sambil terkekeh.
Raisya masih fokus dengan mading. Dibawah nama Raisya adalah Rio, dengan nilai rata-rata yang hampir sama yaitu 88,09. Raisya sangat senang, tidak sia-sia dia belajar.
"selamat ya cantik" ucap Rio sambil merangkul bahu Raisya.
"iishh jangan pegang²" kata Raisya sedikit marah.
Iska melihat Raisya sangat dengki dan iri. Iri karena banyak sahabat, iri karena Rio dekat dengan Raisya, iri karena nilai Raisya sangat besar. Iri dengan segala yang dimiliki Raisya. Iska melihat Raisya dengan tatapan dengki. Iska mendapat nilai kecil, satu angka diatas KKM.
Raisya merasa tidak enak dan ada sesuatu yang aneh ketika melihat Iska. Dia pun menyapanya.
"hai Iska" sapa Raisya
"hai" Iska merespon sapaan dari Raisya, tapi dia tidak menatap Raisya. Dia sibuk dengan temannya.
"dia kenapa yah?" gumam Raisya.
Tiba-tiba Rio menepuk pundak Raisya, Raisya sangat kaget.
"heyyyy.... Kenapa?" tanya Rio sambil melihat Iska yang berlalu dihadapan Raisya.
"ahh, gak papa kok" ucap Raisya.
"ke kantin yuk" ajak Rio. Tanpa menunggu persetujuan dari Raisya, Rio langsung menarik tangan Raisya. Dan Raisya pun terpaksa mengikuti kemana Rio pergi.
Sesampainya dikantin, Rio langsung ke warung nasi karena tadi pagi dia belum sempat sarapan.
"kamu mau beli nasi?" tanya Raisya
"iya, kamu mau?" Rio bertanya balik
"boleh deh" jawab Raisya.
Rio pun memesan dua piring nasi uduk kesukaannya dan memberi saru piring nasi uduk kepada Raisya.
"kamu suka nasi uduk?" tanya Raisya membuka pembicaraan mereka berdua.
__ADS_1
"iya, emang kenapa?" Rio yang fokus dengan makanannya langsung menatap Raisya.
"oh, enggak. Mamah aku kalo masak nasi uduk enak banget lho" kata Raisya.
"oh ya? Boleh lah kapan²" kata Rio sambil menatap mata Raisya.
Setelah mereka makan, mereka akan kembali ke SMP Melati. Mereka ke SMA Kamboja hanya mengambil surat lulus. Rio dan Raisya memesan ojek online seperti biasa. Mereka pun menunggu dihalte depan sekolah. Raisya melihat ada yabg sedang berdiri, ternyata itu adalah Iska. Raisya menyapanya, namun Iska hanya menjawab tanpa menatap wajah Raisya.
"eh Iska, lagi nunggu jemputan juga yah?" tanya Raisya.
"iya" jawab Iska singkat tanpa melihat wajah Raisya dan hanya fokus dengan layar handphone nya.
Raisya hanya mengangguk, dia merasa ada yang aneh ketika berbicara dengan Iska.
Rio datang dan merangkul Raisya. Iska yang melihatnya sangat iri dan melihatnya saja sudah panas.
"heyy... Udah dateng grab-nya?" tanya Rio sambil merangkul bahu Raisya.
"jangan rangkul² ih, ga enak sama yang lain" ucap Raisya sambil melepas rangkulan tangan Rio.
Iska yang melihat itu langsung memutar bola matanya. Raisya yang melihat Iska seperti itu bingung.
Beberapa menit kemudian, Ojek online yang dipesan Rio & Raisya datang.
"Iska, kita duluan yah" ucap Raisya pamit kepada Iska, namun Iska tidak menghiraukan ucapan Raisya.
"Rio, kok ada yang aneh ya sama Iska. Dia kenapa sih? Apa dia gak suka sama aku?" tanya Rio yang sedang fokus dengan jendela mobil melihat jalan raya.
"hm... Enggak usah peduliin orang lain. Orang lain gak suka sama kamu atau apa aku tetep suka sama kamu kok" kata Rio malah gombal.
"ihhh" ucap Raisya malas sambik memutar bola mata.
"dah, gausah dipikirin yah" ucap Rio sambil menatap Raisya lembut.
Sesampainya di SMP Melati, Raisya langsung mencari Kirana. Raisya ingin sekali cerita tentang dia dan Iska yang sepertinya ada yang janggal. Raisya langsung naik ke lantai 2 dan mencari Kirana. Ternyata Kirana ada di ruang lab kom.
Rio yang melihat Raisya sangat gelisah, bingung. Rio membiarkan Raisya naik ke atas dan tidak mengejarnya, karena dia tau kalau ini adalah masalah pribadi.
~ruang labkom~
"Kiraannn... " panggil Raisya sedikit berteriak.
"ada apaa?" kata Kirana yang bingung karena Raisya datang tiba-tiba.
__ADS_1
Kirana yang tadinya sibuk dengan komputer menjadi bingung karena Raisya.
"gue mau cerita" ucap Raisya sambil menarik kursi kosong disamping Kirana.
"jangan disini yah, gak enak" kata Kirana sambil melirik orang yang ada di lab. Memang, saat itu lab sedang agak ramai.
Kirana langsung membawa Raisya ke perpustakaan sekolah agar bisa mengobrol. Sebenarnya mereka disekolah tidak belajar, mereka hanya ingin kumpul karena minggu depan mereka sudah perpisahan sekolah. Jadi disekolah mereka bebas.
~diperpustakaan~
Kirana mencari tempat yang enak untuk mengobrol. Kirana langsung mengajak duduk Raisya.
"Mau cerita apa?" ucap Kirana membuka pembicaraan
"Sebenernya ada apa sih sama Iska?" tanya Raisya dengan muka bingung
"dia..." ucap Kirana terpotong karena dia bingung bagaimana cara menjelaskannya.
"kenapa? Lu pernah deket kan sama dia?" tanya Raisya
"sekarang lu ada rasa gak sama si Rio?" Kirana malah balik bertanya.
"hmm... Gue nganggep dia kek sodara, soalnya dia kyk jaga gue gitu" jawab Raisya.
"jadi gini ceritanya" Kirana memulai cerita.
"kebiasaan deh, kalo ngomong jangan dipotong² kayak gitu dong. Emang sayuran dipotong-potong?" kata Raisya yang kesal karena dari tadi Kirana bertele-tele.
"iya iya, jadi tuh Iska pernah suka sama Rio. Mungkin dia juga suka sama ka Bagas. Iska pernah bilang ke Rio. karena dia perhatian sama Rio, Rio jadi baper dan nyaman sama dia. Tapi Rio cuman nganggep ttm aja. Itu pas kelas 8" terang Kirana
"ohh, jadi dia dendam sama gue?" tanya Raisya
"dari kelas 7, dari lu ikut lomba taekwondo pas kelas 7 dia udah ga suka sama lu" kata Kirana sambil menunduk. "dia iri karna lu berprestasi di segala bidang, dia iri karna lu selalu peringkat satu dan dia iri karna hampir semua cowok suka sama lu" lanjut Kirana
"hhmm..." Raisya hanya menghela napas.
"terus dia tuh sifatnya yaaa kayak gitu, jadi ga ada cowok yang suka" tambah Kirana lagi.
******
Setelah Raisya cerita pada Kirana, Raisya berniat akan pulang. Mereka bebas datang dan pergi ke sekolah, karena sebenarnya mereka sudah lulus dan hanya menunggu ijazah dan perpisahan.
Raisya tidak menemui Rio lagi, dia langsung pulang.
__ADS_1
"gue bakal ngasih Rio ke lu ka... " ucap Raisya mengingat Iska