
...HAPPY READING♡...
1 Tahun kemudian....
Hari ini adalah hari pengukuhan tamtama angkatan darat. Setelah 1 tahun lamanya, akhirnya Bagas mendapatkan pangkat Prada atau prajurit dua. Pangkat dasar setelah lulus secata. Meskipun pangkat ini tidak setinggi pangkat milik ayahnya, tapi Bagas bangga dirinya bisa berhasil menjadi TNI.
Orang tua Bagas yang terdiri dari ayah, ibu dan adiknya ada di lapangan. Akhirnya, masuk lah ke acara inti yaitu pembaretan. Kepala staff Kostrad memasangkan topi baret ke salah satu anggota sebagai simbolis.
......
Acara pun selesai. Bagas berlari menghampiri orang tuanya.
"Pak... Yang bisa Bagas kasih cuma ini" mata Bagas berkaca-kaca. Yang bapaknya harapkan Bagas bisa meraih gelar Adhy Makayasa di Akmil.
"Gak papa nak, kamu harus bersyukur. Bagaimana pun, ini hasil usaha kamu" ujar pak Ditto
"Bapak gak malu punya anak tamtama?" Tanya Bagas membuat pak Ditto kaget.
"Lho? Kenapa? Kan ini usaha kamu. Kalo bapak sogok itu kepala staff baru bapak malu" jawab pak Ditto meyakinkan Bagas.
***********
[Sekolah]
"Heh! Karna lu jago gelud, gue tawarin lu masuk ke geng gue. Atenos! Mau gak?" Tanya seorang laki-laki yang biasa memukuli Devian.
Devian yang mendengar tawaran itu langsung melirik tajam ke arah lawan bicaranya.
"Ya! Gue mau masuk geng lu" jawab Devian dengan mantap.
Devian sekarang menjadi anggota geng Atenos. Geng yang paling sadis. Bahkan kepala sekolah pun tidak bisa melawannya.
"Lex... Gimana rencana kita? Berhasil?" Tanya seseorang kepada Alex kapten Atenos.
"Huuuhh Lang... Gak butuh waktu lama, gue bisa masukin Devian ke geng kita" jawab Alex pada Galang, sahabat satu gengnya.
"Kita ada taruhan ni Lex sama geng bebuyutan" ujar Galang.
"Danger?" Tanya Alex. Ya, geng bebyutan Atenos adalah geng danger. Sesuai namanya, geng ini sangat berbahaya.
"Iya, kita harus bawa si Devian" jawab Galang.
********
[Kelas]
"Ajarin gue Pertidaksamaan dua variabel" ucap Devian pada Raisya.
"Belajar aja sendiri. Pake tuh ruang guru, murah kok" tolak Raisya.
"Ooh... Jadi lu brand ambassador nya ruang guru?" Lawak Devian. Raisya hanya memutar bola matanya malas.
"Gue bingung yah, lu kayak gini bisa-bisa nya lu di kelas awal" ujar Raisya.
"Udah takdir" jawab Devian singkat sambil duduk di sebelah Raisya.
*********
"Tenang aja, kita punya mata-mata" ujar Angga, ketua geng Atenos.
"Ga... Kita harus punya strategi buat nyerang geng Atenos" timpal Yogi, anak buah Angga.
"Kita dapet berita, kalo Atenos baru aja nambah satu anggota. Namanya Devian. Devian itu Deket sama cewek, namanya Raisya. Kita culik Raisya, kalo si Devian bisa lawan kita, kita bebasin tuh cewek" Angga memberi ide kepada gengnya.
"Oke boss" jawab anak buahnya serempak.
**************
[Pulang Sekolah]
__ADS_1
"Cha... Gak mau pulang bareng?" Ajak Rio.
"Ahh gak usah.... Ntar juga Abang aku jemput" tolak Raisya.
Lama sekali, bang Yudha belum saja sampai. Padahal katanya bang Yudha akan menjemput Raisya.
"Apa aku persen grab aja yah?" Gumam Raisya.
Raisya berjalan-jalan tidak keruan. Tiba-tiba....
Hhhhpppp....
"Dimana ini?" Gumam Raisya melihat tangan dan kakinya di ikat.
Raisya melihat Devian yang pingsan.
"Toloooooonggg....." Teriak Raisya sambil setengah menangis.
"Heyy... Ssstttt... Gak boleh teriak-teriak cantik" ucap Angga sambil memegang lembut dagu Raisya.
"Siapa kamu?!" Teriak Raisya.
"Eiiyy... Lu ga usah tau siapa gue cantik" jawab Angga sambil berusaha mencium Raisya namun Raisya memalingkan wajahnya.
"Raisyaaa...!!" Teriak Devian yang sadar dirinya di sekap.
"Ohh... Lo udah bangun ya? Ini pacar lu hah? Lawan gue dulu biar pacar lu selamet" ujar Angga.
Angga sengaja melonggarkan tali milik Devian dan mengencangkan tali milik Raisya.
"Aaaaaaagghhhhrrrr...." Dengan kekuatan yang ada, Devian menendang tubuh Angga dari belakang.
"Gue bakal lepasin pacar lu tapi ada syaratnya" ujar Angga.
"Apa?" Tanya Devian penasaran.
"Ini jawabannya" Devian menyerang Angga. Terjadilah adu jotos diantara mereka.
Raisya yang melihat ini semakin ketakutan.
Devian tersungkur dipukul berkali-kali oleh Angga.
"Sekarang pacar kamu udah dead" Angga mendekati Raisya dengan penuh nafsu.
"Tolong... Jangan...." Raisya memohon agar dirinya tidak di sentuh oleh pria bajingan itu.
Angga ingin mencium bibir Raisya namun Raisya langsung memalingkan wajahnya. Angga yang kesal, membuka kemeja sekolah Raisya.
"Tolong... Jangan lakukan itu.... Saya mohon" Raisya masih mengemis-ngemis kepada Angga.
"Uuuhh... Tapi saya mau makan kamu malam ini" desah Angga yang membuat Raisya bergidik.
Perlahan, tangan Angga menyusup kedalam baju Raisya. Badannya tersetrum.
"Jangan... Kakak saya tentara... Kalau kamu lakukan itu pada saya, kamu akan kakak saya tembak" Ancam Raisya pada Angga.
"Ohh... Jadi kakak kamu tentara yah?" Bukannya takut akan ancaman Raisya, Angga semakin menjadi-jadi.
Angga mengendus-endus bagian dada Raisya.
Braaaaakkk..... Suara pintu gudang terbuka.
Buuughhh... Buuughhh....
Raisya melihat seseorang dengan baju loreng memukuli Angga. Ia fikir itu adalah bang Yudha.
"Beraninya Lo sama perempuan ya?" Ucap seseorang itu sambil mengangkat kerah baju Angga.
Angga pun tersungkur ke lantai.
__ADS_1
"Raisya kamu gak papa?" Tanya pria berbaju loreng itu.
"Kak Bagas" Raisya kaget, ternyata itu adalah Bagas. Tapi kenapa Bagas memakai baju loreng? Batinnya bertanya-tanya.
Bagas melepaskan tali yang ada di tangan dan kaki Raisya.
"Kita harus keluar dari sini" ujar Bagas.
"Devian" ucap Raisya sambil mengarah ke Devian yang masih tak sadarkan diri.
"Kamu lari ke mobil, ntar kakak bawa temen kamu yah" perintah Bagas yang di angguki oleh Raisya.
Raisya menuruti perintah Bagas. Raisya langsung masuk ke mobil. Ternyata, diam-diam Bagas menelpon polisi.
"Jadi ini bagaimana kejadiannya?" Tanya polisi itu.
"Ijin pak, saya mau mengantarkan korban terlebih dahulu" ujar Bagas.
Bagas menggendong Devian yang masih tidak sadarkan diri.
Bagas meletakkan Devian di mobil bagian tengah. Bagas melajukan mobilnya lumayan cepat. Bagas melihat Raisya yang masih ketakutan.
"Raisya... Kok ngelamun?" Tanya Bagas melihat Raisya sedari tadi hanya bengong.
Tidak ada jawaban dari Raisya. Raisya masih diam dan tidak mau berbicara.
Bagas meraih tangan Raisya. Bagas merasakan denyut nadi Raisya yang begitu kencang. Bagas mengelus pelan punggung tangan Raisya.
"Udah... Jangan takut... Kakak disini" Bagas menenangkan Raisya.
Sebenarnya, banyak pertanyaan yang tersimpan di otak Raisya. Apakah Bagas sudah menjadi tentara?
"Kita ke polres dulu ya... Disana ada bunda kamu" ujar Bagas.
Mereka pun ke polres untuk memberikan keterangan.
**********
Bagas membawa satu kresek es krim. Bagas melihat Raisya yang sedang duduk sendiri di kursi tunggu. Sedangkan ayah dan ibunya masih mengurus berkas-berkas. Terlihat raut wajah Raisya yang masih trauma. Bagas mendekati Raisya.
"Aku bawa es krim, ini es krim stroberi buat kamu" Bagas memberi es krim rasa stroberi kepada Raisya.
"Makasih kak" ucap Raisya singkat menerima es krim itu.
"Lupain aja kejadian yang tadi" ujar Bagas.
Raisya menghembuskan nafasnya pelan.
"Iya bang" ucap Raisya singkat.
Raisya terus saja melirik Bagas. Bagas langsung menyadarinya.
"Kenapa dek?" Tanya Bagas.
"Kak Bagas kok paket baju tentara?" Raisya bertanya balik. Pertanyaan yang lucu di dengar oleh Bagas.
"Kan kakak pendidikan setaun. Minggu lalu Abang pengukuhan jadi TNI" jelas Bagas.
"Ohh... Jadi pangkat Abang apa?" Raisya bertanya lagi. Usaha Bagas menghilangkan trauma Raisya cukup ampuh.
"Liat nih... Prajurit dua Alvian Bima Bagaskara" jawab Bagas sambil menunjukkan garis merah di lengannya.
"Hmmm... Makasih ya... Prada Bagas, udah nolongin aku" ucap Raisya.
"Hehe... Sama-sama cantik" balas Bagas yang sedikit salah tingkah.
...____________...
Mohon kebijakan dan pengertiannya. Karena di part ini ada sedikit adegan 18+
__ADS_1