Dear Letnan

Dear Letnan
Tes Masuk- 8


__ADS_3

Ujian nasional telah selesai. Sekarang, tanggal 16 April Raisya akan tes masuk ke  SMA Kamboja. Pagi-pagi sekali, Raisya sudah bangun. Kemudian dia mandi dan bersiap-siap. Raisya memakai seragam SMP. Ibunya akan mengantarkannya sampai didepan gerbang SMA Kamboja. Materi hari ini adalah pelajaran umum, besok tes wawancara dan hari ketiga adalah pengumuman kelulusan. Aisyah juga ikut mengantarkan Raisya.


[07:00]


"Acha... Ayo cepetan naik" ucap ibunga sudah bersiap akan mengantarkan Raisya.


"iya bund..." Raisya langsung naik ke atas motor matic milik ibunya.


Raisya sangat bersemangat hari ini. Dia yakin dia bisa lulus dengan hasil yang memuaskan.


30 menit kemudian....


Raisya sudah sampai didepan gerbang. Raisya turun dan berpamitan dengan ibunya.


"bun... Doain Acha yaaa" ucap Raisya sambil mencium punggung tangan ibunya.


"iya, bunda doa yang terbaik... Semangat ya sayang" kata ibunya sambil mengelus puncak kepala Raisya.


Raisya berlari masuk ke SMA Kamboja.


"kak Acha!! Semangat!!" teriak adiknya. Raisya menengok ke arah adiknya dan mengangguk tersenyum. Kemudian Raisya melanjutkan langkahnya.


Raisya langsung menuju ke ruangan tes, tapi tes dimulai jam 07:30. Raisya melihat ada Iska teman sekolahnya. Raisyapun menyapanya.


"Iska..." panggil Raisya


"Raisya..." Iska memanggil balik Raisya.


"kamu disini juga?" tanya Raisya.


"iya, kita bareng" jawab Iska sambil tersenyum.


"semoga kita lulus dengan nilai sempurna yah" kata Raisya tersenyum balik kepada Iska.


Raisya meninggalkan Iska. Dia berkeliling sebentar menunggu waktu tes dimulai. Raisya berkeliling melihat sudut-sudut SMA Kamboja. Tertata rapih dan cantik. Raisya sangat takjub dengan SMA Kamboja. Raisya melihat kebun SMA Kamboja yang penuh dengan bunga. Tiba-tiba ada yang menepuknya dari belakang. Ternyata itu adalah Bagas.


"Heiii..." ucap Bagas sedikit mengagetkan Raisya.


"ehh kak Bagas" ucap Raisya sedikit kaget melihat Bagas. Raisya bingung kenapa Bagas ada disini.


"kakak kok ada disini?" tanya Raisya bingung.


"haha... Ini kan sekolah kakak" kata Bagas sambil tertawa renyah.


"ooh jadi ini sekolah kakak... " Raisya mengangguk mendengar pernyataan Bagas.


"iya, tapi kakak kan udah mau lulus" kata Bagas.


"wiih, tinggal nunggu kelulusan aja nih. Ntar mau lanjut dimana?" tanya Raisya.


"kakak mau masuk akmil, doain yah" jawab Bagas sambil tersenyum kepada Raisya.


Iska melihat gerak gerik Raisya. Dia melihat ada cowok yang dekat dan sangat akrab dengan Raisya. Dia tau siapa orang itu, orang itu adalah Bagas teman satu komplek. Iska dan Bagas memang satu komplek, tapi mereka beda blok. Meski mereka satu komplek, tapi jarak antara rumah mereka sangat jauh. Iska melihat Bagas sangat akrab dengan Raisya. Ada api cemburu didalam hati Iska. Ya, sebenarnya Iska suka dengan Bagas sejak Bagas masih SMP.


"wih, jadi taruna nih nanti" kata Raisya.


"hehe iya"


"eh btw, nomor wa kamu kok gak aktif?" tanya Bagas mengalihkan pembicaraan.


"ah, aktif kok. Itu keliatan gak aktif soalnya status online nya aku hilangin" jelas Raisya.


"oke, nanti coba kakak chat ya" kata Bagas.


"eh kakak, ayah kakak tentara yah?" tanya Raisya penasaran karena rumah Bagas dekat dengan batalyon tempat kakaknya bertugas.


"iya, kenapa emang?" Bagas bertanya balik.


"tugas dimana?" Raisya bertanya lagi.


"dibatalyon ***"

__ADS_1


"ohh, kakak aku juga tugas disitu lhoo" Raisya memberi tahu ke Bagas


"oiya, kakak kamu juga tentara" Bagas kaget mendengar pernyataan Raisya.


"nama ayah kakak siapa?" tanya Raisya.


"namanya pak Ditto" jawab Bagas.


"yaudah deh, ntar aku tanya sama kakak. Siapa tau saling kenal" kata Raisya sambil tersenyum.


Raisya meninggalkan Bagas, tapi Bagas menarik lengan Raisya, Raisyapun berbalik badan. Bagas memandangi Raisya cukup lama. Raisya melihat ada ketenangan dimata Bagas.


"tunggu kakak lulus akmil yah" kata Bagas sambil menggenggam tangan Raisya.


"maksudnya?" tanya Raisya bingung.


"tunggu kakak jadi tentara dan kakak akan bahagiain kamu" jelas Bagas sambil tersenyum dan mengelus puncak kepala Raisya. Kemudian Bagas pergi meninggalkan Raisya sambil melambaikan tangan ke arah Raisya. Raisya hanya diam mematung.


Iska melihat kemesraan antara Raisya dan Bagas. Sebenarnya ada hubungan apa antara Bagas dan Raisya? Hati Iska sangat panas.


Saat Raisya diam mematung, ada seseorang yang memanggilnya dari belakang. Raisya sangat kenal suara itu. Itu adalah Rio.


"Raisya, ayo... Bentar lagi ujiannya mulai" ucap Rio sambil menarik tangan Raisya.


"e-ehh iyaaa..." Raisya hanya bisa pasrah mengikuti kemana arah Rio akan pergi.


Rio membawa Raisya duduk diteras bersama Iska.


"kita tunggu disini" ucap Rio dan Raisya hanya mengangguk.


Sebenarnya, Iska sangat benci pada Raisya. Tapi dia pandai menyembunyikannya kebenciannya itu. Iska benci, karena Rio mencintai Raisya mungkin Bagas juga sama seperti Rio. Kalau Bagas tidak mencintai Raisya, kenapa tadi Bagas mengelus puncak kepala Raisya? Iska mencintai Rio,  tapi Rio mencintai Raisya. Begitupun dengan Bagas. Iska semakin dengki pada Raisya. Iska menanyakan kedekatan antara Raisya dan Bagas.


"eh Rai... Kamu deket sama Bagas?" tanya Iska penasaran.


Rio yang mendengarnya langsung menengok ke arah Raisya.


"ah, enggak kok" jawab Raisya.


"oh ya?" tanya Raisya meyakinkan


"iya, kak Bagas deket banget sama


aku" kata Iska dengan tatapan penuh kemenangan berharap Raisya cemburu.


"oohh" Raisya hanya mengangguk.


Mendengar hal itu, Rio mengenggam tangan Raisya sangat erat seperti Rio tidak ingin kehilangan Raisya. Iska yang melihat itu menjadi sangat kesal. Tapi Raisya menolak digenggam oleh Rio.


"apaan sih... Gak usah pegang²" ucap Raisya agak marah karena risih.


"takut ilang" bisik Rio ditelinga Raisya.


"hhhhhhh...." Raisya memutar bola matanya malas.


[08:00]


Tiba-tiba guru pengawas tes datang dan tes pun dimulai.


Raisya mengerjakan soal tes dengan sungguh-sungguh dan serius. Dipojok sana, Rio memperhatikan Raisya. Ya, mereka satu ruang ujian. Saat Raisya menengok kebelakang, saat itu juga dia melihat Rio sedang memandanginya. Terjadilah kontak mata antara Raisya dan Rio. Rio tersenyum seolah memberi semangat pada Raisya, Raisya tersenyum balik pada Rio.


Beberapa menit kemudian....


Waktu pengerjaan pun habis. Raisya mengumpulkan jawabannya kepada pengawas dan disusul oleh Rio. Mereka keluar kelas secara bersamaan. Raisya jauh berada didepan Rio. Rio mensejajarkan langkahnya dengan Raisya.


"Rai..." panggil Rio.


"eh Rio" ucap Raisya.


"kamu pulang naik apa?" tanya Rio


"biasalah... Bunda gak bisa jemput" jawab Raisya.

__ADS_1


"bareng kuy" ajak Rio


"hmm... Rumah kita kan beda" kata Raisya bingung.


"arahnya sama, tapi jauhan kamu. Ntar aku turun, abang²nya lanjut jalan ke rumah kamu" jelas Rio panjang lebar.


"oh oke" ucap Raisya menyepakati saran Rio.


Rio memesan ojek online dengan alamat tujuan rumah Raisya. Tak lama kemudian ojek online pesanan Riopun datang. Rio membukakan pintu mobil untuk Raisya.


"kamu masuk duluan" perintah Rio. Raisya masuk disusul dengan Rio.


"pak, komplek bumi indah berhenti yah" perintah Rio kepada supir ojol.


"siap dek" kata supir ojol.


"rio, besok aku bayar yah. Aku ga bawa uang" kata Raisya tidak enak karena Rio yang bayar ojek online.


"gak usah" ucap Rio sambil tersenyum.


"tapi..." ucap Raisya terhenti


"sans ae lah, kek sama siapa aja" kata Rio dan akhirnya Raisya menurut apa kata Rio.


"adek berdua ini pacaran?" tanya supir ojol itu yang membuat Raisya dan Rio saling lirik.


"eh, enggak kok pak. Kita sodara tapi sodara jauh" jawab Raisya.


"oohh... Saya kira kalian pacaran" ucap supir ojol itu sambil terkekeh.


"aminn..." ucap Rio dalam hati.


Mobil sudah berhenti didepan komplek bumi indah, Riopun turun.


"pak, bayarnya udah diaplikasi yah" ucap Rio kepada supir ojol dan supir ojolpun mengangguk.


"pak, bawa mobilnya pelan-pelan aja yah. Titip adik saya" kata Rio sambil tersenyum ke arah Raisya yang bingung dengan kata-kata Rio. Sejak kapan dia menjadi adiknya. Raisya tertawa dalam hati.


"siap dek" kata supir ojol sambil mengacungkan jempol.


Rio melambaikan tangan kearah Raisya dibalas senyum manis dari Raisya. Raisya tersenyum sendiri ketika mendapat perlakuan manis dari Rio.


"berhenti dikomplek Cempaka ya dek?" tanya supir ojol itu membuat Raisya sedikit kaget karena sedari tadi dia senyum-senyum sendiri.


"eh, iya pak" jawab Raisya gugup.


Raisya sudah berada didepan gerbang rumahnya. Raisya langsung membuka gerbangnya dan langsung masuk. Tiba-tiba handphone nya berdering.


+6282308077575 calling you....


Raisya terdiam sejenak menatap layar HPnya. Dia bingung mau mengangkatnya atau tidak. Akhirnya, Raisya mengangkat panggilan itu.


"halo..." ucap Raisya


"kamu udah sampe rumah kan Rai?" tanya suara lelaki disebrang.


Raisya sangat kenal dengan suaranya.


"iya, ini siapa?" tanya Raisya


"Ini aku, Rio..." ucap Rio sambil tersenyum.


"ohh Rio, dapet nomor aku dari mana?" tanya Raisya bingung karena Rio tiba-tiba menelponnya.


"kamu gak perlu tau" kata Rio.


Raisya masuk ke rumahnya. Panggilan dengan Rio masih berlangsung. Mereka telponan cukup lama. Rio mematikan telponnya duluan karena dia harus membantu ibunya jualan ditoko. Raisya merebahkan tubuhnya dikasur sambil memandang langit-langit. Dia memikirkan Rio, tapi ada nama Bagas terlintas diotak Raisya.


"aaaagghhhh...." teriak Raisya frustrasi.


Raisya masih bingung dengan pesan Bagas. Apa maksud dari 'tunggu kakak jadi tentara dan kakak akan bahagiain kamu' ????

__ADS_1


 


__ADS_2