
Hari ini adalah hari pertama masuk ke sekolah. Setelah libur yang lumayan panjang, akhirnya hari pertama masuk sekolah tiba. Raisya bersiap menggunakan seragam putih abu miliknya. Rasanya sangat senang bagi Raisya karena sudah berganti rok.
"akhirnya gue ganti rok juga," gumamnya sambil menatap ke cermin.
Hari pertama masuk ke sekolah, kebetulan ayahnya tidak terlalu sibuk. Jadi Raisya berangkat diantar oleh ayahnya.
"Acha... Udah selesai belom?" tanya ayah Raisya.
"iya yah... bentar lagi," teriak Raisya yang sedang memakai sepatu.
Setelah siap, Raisya berangkat ke sekolah. Sedangkan adiknya Aisyah berangkat dengan ibunya.
[07:00]
Raisya telah sampai di SMA Kamboja. Raisya membawa minuman berupa susu coklat berwadah gelas plastik yang belum sempat dia minum saat sarapan pagi tadi.
Raisya langsung berpamitan kepada ayahnya dan langsung masuk ke SMA Kamboja. Raisya melihat ke mading karena ada pengumuman pembagian kelas. Raisya sangat terkejut karena dia satu kelas dengan Iska. Sedangkan Rio dikelas sebelah. Raisya mendapat kelas awal. Tapi dia sangat bingung kenapa dia bisa satu kelas dengan Iska. Apa yang terjadi jika dia satu kelas dengan Iska?
"bukannya nilai dia pas tes terendah ya?" gumam Raisya sambil menyedot minumannya.
Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya. Raisya menengok ke belakang. Dia melihat seorang perempuan. Sebenarnya dia tidak kenal siapa orang itu tapi orang itu mengenalnya.
"hei Raisya.... Dapet kelas apa nih?" tanya orang itu.
"hmmm.... Kelas X A nih," jawab Raisya sambil melirik ke arah mading.
"ouuhh.... Bagus dong," tambahnya.
"eh btw, lo siapa?" tanya Raisya yang bingung karena perempuan itu mengenalnya.
"Oiya, gue Adhyra. Adhyra Anastasya Fralinka. Gue sodaranya Bagas, gue tau lu dari Bagas," mendengar hal itu, Raisya jadi teringat kejadian bersama Bagas. Raisya tidak sadar kalau dia tersenyum sendiri.
"Heh! Senyum senyum sendiri" Adhyra melihat Raisya yang senyum senyum sendiri bingung. Adhyra memberanikan diri menepuk pundak Raisya.
"eh, enggak kok kak," Raisya yang sadar dirinya tersenyum sendiri menjadi malu dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"oiya, gue kakak kelas lu. Tapi sama gue mah sans aja, lu ga panggil gue kakak juga gue sih fine aja. Kalo disekolah mah harus panggil gue kakak, ntar lu di cap songong lagi. Lu boleh panggil nama gue kalo dirumah," Adhyra memberi tau Raisya. Raisya hanya mengangguk.
Saat mereka sedang mengobrol, bahu Raisya disenggol sampai minumannya tumpah dan badan Raisya sedikit terbentur ke tembok kelas.
"aaaaawhh....," ucap Raisya sedikit kesakitan.
"Ouy lu! Sini lu! Jangan beraninya sama adek kelas!" teriak Adhyra sambil berlari mengejar perempuan yang menyenggol Raisya tadi.
Perempuan itu sedang berjalan dengan angkuh. Mendapat teriakan dari Adhyra, spontan kakinya berhenti melangkah dan langsung menengok ke belakang. Dia langsung berjalan mendekati Adhyra.
"diem lu adek kelas!!" ucap perempuan itu sambil menarik rambut Adhyra.
"kalo lu gini terus, gue laporin lu sama tante gua!" bisik Adhyra didekat telinga perempuan itu.
"silahkan, tante lu ga bakal berani ngeluarin atau do gue. Karena bapak gue berperan banyak buat sekolah
ini," perempuan itu akhirnya melepaskan tangannya dari rambut Adhyra.
Kejadian itu membuat orang-orang disekitar Adhyra memperhatikannya.
Adhyra langsung kembali ke Raisya. Dia melihat Raisya sedang mengelap lantai yang basah karena susunya yang tumpah dengan kertas bukunya.
Adhyra langsung menghampiri Raisya dan membantunya.
"Sini gue bantu," Adhyra langsung mengambil buku di tasnya dan merobek kertas.
"makasih kak," ucap Raisya.
Setelah selesai, Adhyra berdiri yang kemudian disusul oleh Raisya.
"lu harus hati-hati sama geng
__ADS_1
mereka," Adhyra memberi tau kepada Raisya.
"kenapa?" dengan polosnya Raisya malah bertanya.
"dia pentolan disini, dia kelas XII sih. Tapi gue bodo amat. Lu jangan takut sama dia, kalo geng mereka macem-macem sama lu bilang aja ke gue," terang Adhyra "gue bakal laporin ke kepala sekolah," tambah Adhyra.
"itu siapa namanya?"
"Jessica Antholie Crishtie, gengnya namanya the savage angel. Kayak namanya, savage. Geng mereka tuh kejam, apalagi sama anak baru," jelas Adhyra.
Kriiiinngggg..... Kringgg....
Bel masuk sekolah berbunyi. Raisya dan Adhyra langsung ke lapangan karena sebentar lagi akan upacara.
Beberapa menit kemudian, upacara dimulai. Kurang lebih 30 menit upacara berlangsung. Setelah kepala sekolah memberi amanat, upacara pun selesai. Semua siswa kembali ke kelasnya masing-masing. Tahun ini SMA Kamboja tidak ada MOS atau Masa Orientasi Siswa. Tapi SMA Kamboja melakukan beberapa kegiatan yang bertujuan mempererat tali silaturrahmi dan menjadikan siswa siswi SMA Kamboja saling mengenal.
~•
Raisya berjalan menuju kelas. Tapi tangan kanannya ditarik oleh seseorang. Raisya pikir itu adalah Adhyra. Ternyata Rio yang menariknya.
"aduhh... Ngapain tarik tarik sih?" Raisya kesal tangannya ditarik tarik.
"ntar dulu aku kangen," ucap Rio melepaskan genggamannya.
"apaan sih?!" Raisya risih dengan kelakuan Rio.
Raisya langsung berpaling meninggalkan Rio. Rio tersenyum melihat Raisya.
"enggak tau malu! Tempat umum juga, main seenaknya aja," gerutu Raisya sambil berjalan ke kelas.
~~•~
Di Kelas
Raisya masuk ke kelasnya. Dia duduk di kursi barisan kedua. Hanya ada dua bangku yang belum di tempati. Barisan kedua didepan dan barisan pojok paling belakang. Raisya memilih di kursi barisan kedua di depan. Raisya langsung menaruh tasnya dikolong meja dan duduk di bangkunya. Bangku sebelahnya sudah diisi. Raisya melihat ada tas di bangku sebelahnya tanda sudah ada orang yang menempatinya. Benar saja, pemilik tempat itu datang.
Raisya memberanikan diri untuk berkenalan. Raisya mengulurkan tangannya.
"aku Raisya," ucap Raisya.
"Lara," Raisya hanya mengangguk pelan. Dia tau kalau teman di sebelahnya adalah orang yang pendiam dan 'mungkin' dingin.
Tak lama kemudian guru masuk ke kelas. Selama 3 hari ke depan tidak ada materi terlebih dahulu. Hanya pengenalan terhadap guru dan murid.
...*******...
...[14:30]...
"Raisya," panggil seseorang yang Raisya kenal suaranya.
"ka Dhyra," ternyata itu adalah Adhyra.
"heii... Pulang bareng yuk," ajak Adhyra yang disetujui oleh Raisya.
Mereka pulang berdua naik grab. Di dalam mobil, Adhyra tiba-tiba bertanya dan membuat Raisya sedikit kaget.
"eh, btw lu kok bisa deket sama ka Bagas?"
"hmmm.... Ceritanya panjang," pipi Raisya menjadi merah merona mendengar pertanyaan Adhyra.
"Oh iya, kata ka Bagas gue nyuruh jagain lu," mendengar hal itu Raisya langsung menengok ke arah Adhyra.
"kenapa emang?"
"dia bilang, dia khawatir sama lu. Feeling gue sih ka Bagas suka sama
lu," jawab Adhyra sambil tersenyum. Raisya yang mendengarnya juga ikut tersenyum.
__ADS_1
Rumah Adhyra berada di komplek yang tak jauh dari rumah Raisya. Tapi lebih jauh rumah Adhyra. Jadi Raisya turun duluan.
"makasih ya ka," ucap Raisya sambil melambaikan tangannya yang dibalas anggukan oleh Adhyra.
******
"kok sepi?" gumam Raisya.
Biasanya jam segini adiknya sudah pulang. Tapi sekarang adiknya tidak ada di rumah.
"Mungkin ada kegiatan di SMP, tapi tadi lewat SMP udah ga ada orang," gumam Raisya.
Raisya naik ke lantai atas. Raisya berniat ganti baju dengan kaos. Bi Ijah sang pembantu rumah Raisya lewat di depan kamar Raisya, karena kamar Raisya setengah terbuka.
"bi Ijah....," pembantunya itu langsung menengok dan menghampiri Raisya.
"kenapa dek?" bi Ijah membalikkan badannya ke arah Raisya.
"kok sepi sih? Pada kemana?" Raisya bertanya balik.
"bibi ga tau dek, tapi tadi nyonya balik ke rumah masih pake seragam. Terus berangkat lagi. Keliatannya buru-buru banget,"
"ohh...," Raisya hanya memanggut-manggut.
Tiba-tiba ponselnya berdering.
+6285976885725 calling you....
Raisya melihat handphone-nya berdering. Raisya melihat foto profil nomor itu.
...
...
"kok kayak bang Hudan yah?" gumam Raisya.
Raisya bingung kenapa bang Hudan (saudaranya) menelpon tiba-tiba dan dengan nomor yang baru. Raisya mengangkat telponnya.
"halo...," Raisya mengawali pembicaraan.
"assalamualaikum Cha... Ini bang Hudan. Acha kamu cepetan siap-siap yah. Mamah kamu suruh abang jemput kamu," ucap Hudan langsung to the poin.
"iya bang...,"
Sambungannya langsung di matikan oleh Hudan. Hal ini membuat Raisya bingung. Ada apa ini? Sebenarnya ia akan di bawa kemana oleh Hudan?
Raisya langsung bersiap-siap. Raisya turun ke lantai satu dan menunggu jemputan Hudan.
Seperti kilat, beberapa menit kemudian Hudan telah sampai ke rumah Raisya. Hudan memencet bel dan Raisya langsung keluar membawa tas selempang dan pergi bersama Hudan. Tak lupa Raisya berpesan kepada bi Ijah untuk menutup semua pintu, jendela dan gerbang. Karena kemungkinan dia pulang malam.
Tangan Raisya di tarik oleh Hudan. Raisya ikut panik karena melihat Hudan panik. Raisya menjadi ketakutan sendiri.
"cepetan masuk," perintah Hudan. Raisya langsung masuk ke mobil Hudan.
Hudan melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Raisya semakin bingung. Sebenernya ada apa?
...-----------------...
Hallo reader's....
Gimana ceritaku sejauh ini? Kalian suka ga? Semoga kalian suka yah:)
Maaf banget kalo ceritanya masih kurang seru dan banyak salah. Aku masih pemula, jadi... Maklum lah:)
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian yah dengan vote, comment dan follow akunku:)
Terima kasih
__ADS_1