Dear Letnan

Dear Letnan
You Make Me Fall-21


__ADS_3

Happy Reading


-------------


Hari ini, setelah pulang sekolah Raisya akan jalan dengan Kirana sahabatnya. Tapi, dia mendapat pesan dari Yudha. Yudha juga mengajak Raisya jalan.


Raisya menelpon Kirana terlebih dahulu.


"halo Ran..." Ucap Raisya mengawali pembicaraan.


"kenapa Cha...?" tanya Kirana


"hm... Kita kan mau jalan, tapi bang Yudha juga ngajak gue jalan gimana dong?" tanya Raisya yang bingung


"yaudah, lu jalan sama gue malem aja gimana? Sore ini, lu jalan sama bang Yudha" Kirana memberi pendapat dan disetujui oleh Raisya.


"ide bagus, yaudah deh" ujar Raisya


"yoo, babay" Kirana pun menutup percakapan antara mereka.


********


"bun... Acha mau jalan yah" Raisya meminta izin kepada ibunya.


"sama siapa?" tanya ibunya yang sedang menonton tv itu.


"eum... Bang Yudha ngajak jalan


bun..." jawab Raisya sedikit ragu.


"yaudah, jalan tinggal jalan kan" ujar ibunya sambil memakan cemilan.


"awas aja kalo hujan-hujanan lagi" lain halnya dengan Rayyan yang sangat posesif.


"iya ih bawel" ucap Raisya yang jengkel dengan sifat Rayyan.


Setelah menunggu, Yudha pun sampai ke rumah Raisya dan masih menggunakan seragam lorengnya itu.


"assalamualaikum" ucap Yudha hendak masuk ke rumah Raisya.


"masuk Dha" mendengar perintah Rayyan, Yudha langsung masuk.


"lu bawa mobil gue aja" ujar Rayyan.


"kenapa emangnya bang?" tanya Yudha yang bingung.


"mendung, takut hujan. Ntar kalian berdua kehujanan lagi"


Yudha membawa mobil Rayyan. Raisya duduk disambing kursi kemudi. Yudha memandangi Raisya, sedangkan Raisya melihat jalanan diluar. Saat Raisya menengok, terjadilah saling tatap antara mereka.


Raisya melihat bola mata coklat milik Yudha dan Yudha melihat bulu mata lentik milik Raisya.


"kenapa bang? Kok liatin aku gitu?" tanya Raisya membuat Yudha tersenyum.


"kamu cantik" dua kata, satu kalimat dan sepuluh huruf membuat Raisya salah tingkah.


"ih abang" ucap Raisya sambil tersipu malu.


"udah bang, fokus sama jalan aja. Jangan fokus sama aku" ujar Raisya tapi Yudha masih tetap memandangi Raisya.


"abang mau fokus sama masa depan kita boleh?" Yudha menggombal Raisya membuatnya semakin salah tingkah.


Tak lama kemudian, mereka berdua sampai di cafe bernuansa hijau.


"kenapa? Kamu suka cafe ini?" tanya Yudha yang melihat Raisya tersenyum.


Raisya hanya mengangguki pertanyaan Yudha.

__ADS_1


"aku suka warna hijau bang" ujar Raisya membuat Yudha tersenyum.


"seragam abang juga hijau" timpal Yudha. Raisya tersenyum mendengarnya.


"kamu suka?"


"suka apa bang?" Raisya bingung dengan pertanyaan Yudha dan balik bertanya.


"suka sama seragam abang" jawab Yudha membuat Raisya tertawa.


"kalo seragam abang hijau, seragam kak Rayyan juga hijau" Jawab Raisya sambil tertawa.


"kan kita sama-sama tentara gimana sih dek" Yudha mencubit hidung Raisya karena gemas.


"kalo kamu sama abang, nanti kamu pake baju hijau juga" ucap Yudha sambil duduk di kursi dan di susul oleh Raisya.


"hah?" Raisya hanya melongo tidak paham dengan ucapan Yudha. Yudha hanya mengangguk.


"baju hijau? Ohh... Persit" Yups, jawaban tepat dari Raisya. Yudha tersenyum memperlihatkan gigi kelincinya.


"manis" ucap Raisya dalam hati ketika melihat Yudha tersenyum memperlihatkan gigi.


Yudha memesan cake matcha. Sesuai dengan tema hari ini yaitu hijau. Yudha menyodorkan daftar menu kepada Raisya namun Raisya tidak membuka daftar menu itu sama sekali.


"mba, sama-in aja makanannya" ucap Raisya kepada pelayan cafe itu.


"dek..." panggil Yudha.


"kenapa bang?"


"kamu kok kalo abang ajak jalan selalu sama-in menu makanannya sih, kenapa?" Raisya langsung menatap mata Yudha.


"rata-rata yang abang suka Raisya juga suka bang" jawab Raisya sambil tersenyum.


Pesanan pun datang. Yudha mengajak Raisya ber-swa foto dengannya. Yudha memposting foto itu di akun instagram miliknya dan men-tag akun Raisya.


"oh jadi kamu yang rebut Yudha dari saya" ujar wanita itu dengan emosinya yang memuncak.


Yudha yang melihat hal ini langsung berdiri dan menarik lengan wanita itu.


"apa-apaan kamu Nay?" tanya Yudha yang tak kalah emosi.


"kita sebentar lagi nikah mas... Mas malah jalan sama cewek lain" jawab wanita itu sambil menunjuk Raisya.


"aku udah bilang kalo perjodohannya aku batalin. Selisih umur kita 4 tahun Nay... Masa depan aku masih panjang" ujar Yudha.


"oh... Karena kita beda 4 tahun jadi kamu cari yang anak SMA gitu?" mereka berdua debat. Tak terasa air mata mengalir dari mata indah Raisya. Ada rasa jealous dihati Raisya.


Raisya segera mengusap air matanya itu kemudian bergegas pergi.


"bang... Aku pamit" ucap Raisya sambil berjalan tergesa-gesa.


Tidak kalah cepat dengan Raisya, Yudha meraih pergelangan tangan Raisya.


"tunggu tunggu, kamu yang waktu itu nabrak saya di rumah sakit TNI itu kan?" tanya wanita yang dipanggil 'Nay' itu.


Raisya hanya diam mendengarnya. Ia mengingat kejadian itu lagi. Ya, saat itu Raisya melihat papan nama dokter yang ia tabrak itu. Nayla, itulah namanya.


"pergi kamu Nay... Kamu gak berhak kayak gini sama aku" perintah Yudha yang suaranya terdengar sangat tegas membuat pengunjung cafe menoleh ke arahnya.


"awas kamu ya" ancam Nayla sambil menarik rambut panjang Raisya sehingga tali rambutnya terlepas.


"bang, aku pamit" ucap Raisya meninggalkan Yudha. Ternyata, saat Yudha dan Nayla bertengkar Raisya memesan grab car.


Yudha bingung karena mobil yang ia pakai adalah mobil kakak Raisya (Rayyan).


***********

__ADS_1


Raisya telah sampai di depan rumahnya. Raisya langsung membuka gerbang dan masuk. Melihat mata Raisya merah, Rayyan bertanya-tanya. Apa yang terjadi pada Raisya?


"Cha... Kamu kenapa?" Raisya hanya melirik Rayyan kemudian berlari ke kamarnya dan mengunci pintu kamarnya.


Raisya menangis sejadi-jadinya. Rasa cemburu, kecewa, ingin marah semuanya bercampur jadi satu. Sesak sekali hati Raisya saat mendengar Yudha akan dijodohkan dan menikah.


"you make me fall... You gave me hope, you let me fly and now you're bringing me down" desis Raisya sambil menarik rambutnya.


Aaaaaaaaaaagggrrrrhhhhh.....


Raisya membenturkan kepalanya ke tembok. Karena terlalu keras, Raisya tidak sadar kalau kepalanya berdarah.


Rayyan yang mendengar teriakan Raisya langsung lari ke kamar Raisya. Bukan hanya Rayyan, adiknya juga panik mendengar teriakan Raisya.


Rayyan mengetok pintu kamar Raisya namun tidak ada jawaban. Ternyata pintunya terkunci.


"Lah... Dikunci?" Gumam Rayyan.


"Chaa... Acha buka...." Teriak Rayyan dari luar.


Mendengar ada teriakan, ibunya yang sedang mandi pun buru-buru keluar untuk mengecek apa yang terjadi.


"Ada apa Yan?" Tanya ibu Raisya bingung.


Rayyan hanya menghela nafas. Tanpa pikir panjang, Rayyan langsung mendobrak pintu kamar Raisya. Rayyan melihat Raisya yang sedang menangis.


"Cha..." Rayyan mendekati Raisya dan membantu menengadahkan kepala Raisya.


"Astaghfirullah" Rayyan sangat terkejut ketika melihat muka Raisya yang penuh darah.


"Kenapa Yan?" Tanya ibu Raisya.


Rayyan langsung membopong tubuh Raisya dan membawanya ke ruang yang lebih terbuka.


Tiba-tiba, bel rumah berbunyi. Aisyah adik Raisya membukakan pintu. Ternyata itu adalah Yudha. Tidak terima adiknya seperti itu, Rayyan langsung menghampiri Yudha.


"Lo apain Adek gua hah?!" Emosi Rayyan sudah tidak bisa ditahan lagi.


"Siap salah!" Mata Yudha berkaca-kaca.


"Lu apain Adek gua?!" Teriak Rayyan semakin keras.


"Siap salah!" Teriak Yudha lagi.


Buuughhh...


Rayyan menghajar Yudha habis-habisan. Ibu Raisya yang melihatnya panik.


"Eh eh eh.... Ganteng... Jangan main tonjokan dong...." Ujar ibu Raisya memisahkan mereka berdua dan menarik baju Rayyan.


"Gue nanya kenapa Adek gue... Bukan pernyataan lu kalo lu salah!" Teriak Rayyan.


"Siap! Saya sedang di cafe bersama Raisya, tiba-tiba mantan saya datang dan menampar Raisya" ujar Yudha dengan suara yang tak kalah


tegas dari Rayyan.


"Salah paham?"


"Siap!"


"Ini perintah saya, pergi kamu dari rumah saya!" Ucap Rayyan pelan namun terdengar sangat menyeramkan. Yudha langsung pergi. Entah apa yang akan terjadi di batalyon nanti.


"Chaa... Istighfar dulu... Kamu kalo suka sama bang Yudha bilang jangan kayak gini" ujar ibunya.


Raisya mendengarnya namun dia setengah sadar.


********

__ADS_1


Jangan lupa like manteman:0


__ADS_2