Dear Letnan

Dear Letnan
Pernyataan-32


__ADS_3

Setelah kejadian di apartemen Iska, sekarang Alex sering mengunjungi Iska. Dan karena hal itu, mereka jadi lebih dekat.


"yaudah lah ya, lagian gue udah gak perawan" itu mindset Iska. Sehingga mereka pun sering berhubungan.


"kamu kapan nikahin aku? Kalo aku hamil gimana?" tanya Iska di sandaran Alex.


Bahkan mereka berdua pun tinggal satu apartemen.


"iya sayang... Nanti aku nikahin kamu kok" sebenarnya Alex malas menjawab pertanyaan Iska yang di ulangnya berkali-kali. Alex juga sebenernya tidak mencintai Iska, ia hanya menjadikan Iska pelampiasan nafsunya.


Bejat sekali bukan?


----------------


Sudah dua minggu lebih Yudha tidak ada kabar. Ya memang, Yudha di tempatkan di daerah terpencil. Dari minggu lalu, tukang pos sering bolak-balik. Apa Yudha kirim surat saja?


Yudha mulai menulis surat untuk keluarga dan Raisya. Yudha tau, Raisya pasti sangat khawatir.


Assalamualaikum cantik


Apa kabar? Semoga kamu sekeluarga selalu dalam keadaan sehat Aamiin YRA.


Maafin abang ya cantik, abang ga bisa ngabarin kamu. Disini abang baik-baik aja. Sekitar 2 bulan lagi abang pulang, tunggu abang ya. Disini gak ada sinyal, jadi abang gak bisa kasih kabar.


Kalo cantik terima surat ini, gak usah si bales ya... Abang tau kamu kangen, abang juga


Salam Rindu,


Chandra Angkasa Wirayudha


🌸🌸🌸


Akhir-akhir ini Raisya tidak mood makan. Hal ini membuat berat badannya turun. Ya memang, ini adalah resiko punya pacar abdi negara.


Raisya mendengar suara bel rumahnya berbunyi.


"dengan mbak Raisya?" tanya seorang pria paruh baya itu.


"iya, ada apa?" pria paruh baya itu memberikan sepucuk surat kepada Raisya.


Raisya menautkan alisnya dan membolak-balik amplop itu.


"makasih pak" ucap Raisya kepada tukang surat itu.


"jaman sekarang masih ada ya tukang surat" gumamnya.


Raisya duduk diruang tamu dan membuka isi amplop itu. Oke, mulut Raisya membulat sempurna seperti donat.


"bang Yudha" ucap Raisya gemetar.


Yudha memang lebih suka memanggil Raisya cantik, bukan sayang. Menurutnya 'sayang' itu terlalu 'alay'.


💚💛💜💙


Hari ini, adalah hari minggu. Yudha dan beberapa temannya akan pergi ke kota.


"udah semua?" tanya Revan, yang tak lain adalah teman Yudha.


"yok gas!" mereka pun berangkat.


Yudha dan beberapa temannya berkunjung ke salah satu mall di Bogor.


"eh, gue beli kopi dulu ya" ucap Yudha pada teman-temannya yang sedang duduk di kursi restoran.


"gue nitip" ucap Andi, teman Yudha.


"duitnya?" Yudha menaikkan satu alisnya.


"pake duit lu dulu lah" balas Andi santai.


Ck! Yudha berdecak kesal. Yudha langsung membeli kopi yang tidak jauh dari restoran sebelumnya ia berada. Yudha berjalan membawa 2 kopi, 1 kopi miliknya  dan 1 kopi lagi milik Andi.


Braaakkk...


Yudha menabrak seorang wanita yang sedang berjalan tetapi memainkan ponsel.


"kalo jalan liat-liat dong mbak!" ketus Yudha.


"lo yang liat-liat! Aduuh... Hp gue jadi rusak kan" keluh wanita itu.


"mbaknya yang jalan sambil main hp" ketus Yudha lagi.

__ADS_1


"gue ga mau tau pokoknya lu gantiin hp gue" teriak wanita itu membuat pengunjung mall menatap ke arahnya.


"apa ini? Ada apa?" Andi datang secara tiba-tiba.


Yudha menarik napas dan membuangnya kasar.


"oke, kamu pakai handphone saya dulu. Saya bawa handphone kamu ke tukang service" Yudha menyodorkan handphone miliknya.


"lu gila Dha" ucap Andi kesal dengan temannya.


"hp gue ada dua kok tenang" bisik Yudha pada Andi.


"Iska" Ya, wanita itu adalah Iska.


"saya Yudha" ucap Yudha singkat tanpa mempedulikan uluran tangan Iska.


Yudha berlalu pergi meninggalkan Iska dan tidak mau memperpanjang masalah.


"mayan tuh, kayaknya boleh" gumam Iska.


♡♡♡♡♡♡♡♡


Yudha dan teman-temannya kembali ke pos penjagaan.


"Dha, lu serius ngasih hp lu ke cewek itu? Kalo dia ada niat jahat gimana?" tanya Andi.


"hp dia yang jadi jaminan" jawab Yudha singkat.


"privasi lu?" tanya Andi yang khawatir dengan Yudha.


"aman" Yudha beranjak meninggalkan Andi.


"ijin, Sersan Dua Yudha di panggil oleh atasan!" tiba-tiba ada bawahan Yudha yang menyuruhnya menghadap ke atasan.


"siap!" Yudha membalasnya dengan sikap hormat.


Yudha langsung menemui atasannya.


"pengajuan kamu untuk melanjutkan di capa diterima oleh atasan, minggu depan kamu saya kembalikan ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan di Capa" ucap atasannya itu.


"siap, terima kasih komandan!" bahagia sekali, rasanya Yudha ingin melompat sekarang juga. Yudha memang mengajukan permohonan untuk melanjutkan pendidikan di Secapa beberapa bulan lalu.


♥♥♥♥♥♥♥♥


"males" satu kata yang terucap dari mulut Yudha, ya.  Yudha memang tidak menyukai keramaian.


"ayo Dha, kita istirahat dulu lah" ajak Revan.


Yudha hanya menuruti dan mengikuti langkahnya.


"gue mau beli minum" Yudha menuju pendingin minuman dan mengambil dua botol yoghurt.


"eh, lu yang kemarin nabrak gue ya?" Ya, Yudha dan Iska bertemu lagi.


"iya, mana hp saya?" ketus Yudha.


"ini hp lo!" Iska menyodorkan handphone milik Yudha yang ia pinjam.


"besok kamu ambil hp kamu di konter mall Bogor" Yudha meninggalkan Iska tanpa mempedulikannya.


"Ck! Ganteng tapi sombong" Iska berdecak kesal.


"ternyata dia tentara, sabi deh gue manfaatin" gumam Iska melihat Yudha memakai baju lorengnya.


♡*♡*♡*♡*♡*♡


Perjalanan jauh Yudha lewati. Akhirnya Yudha kembali lagi ke Bandung. Eits, bukan di batalyon sebelumnya. Tapi Yudha berada di Batujajar, Bandung. Sembilan bulan lamanya Yudha harus menempuh pendidikan militernya.


Yudha menitipkan salam kepada Rayyan, karena Yudha tidak ingin memberi tau Raisya. Takut... Raisya kecewa.


--------------------------------


[Sekolah]


Dua minggu lagi, Raisya akan perpisahan sekolah. Tidak terasa ya. Raisya ingin melanjutkan kuliah di fakultas pendidikan. Tapi Rayyan menyarankan untuk masuk fakultas kedokteran.


"Vin... Lu mau kuliah dimana?" tanya Raisya melihat Gavin sedang membaca buku Fisika.


"yang deket ae" jawab Gavin singkat.


Raisya keluar kelas meninggalkan Gavin. Raisya mendengar keributan di koridor. Raisya mendekati koridor. Ternyata, ada yang sedang adu jotos

__ADS_1


"eeehh... Udah stop udah..." Sebagai ketua osis, Raisya berusaha melerai mereka.


"PERGI LO KECOA!" tubuh kecil Raisya terhempas mengenai tembok.


Tiba-tiba Gavin datang dan menolong Raisya yang kesakitan.


"lo gak papa kan Sya?" tanya Gavin, Raisya hanya mengangguk.


byuuurr....


Kepala sekolah membawa satu ember air dan menyirankan kepada mereka yang adu jotos. Mereka pun kena omel oleh kepala sekolah.


Gavin membawa Raisya ke UKS dan membaringkannya.


"mana yang sakit Cha?" tanya Gavin melihat Raisya yang pucat.


"lu gak peka! Dari tadi gue megang jidat, masa yang sakit dengkul!" Raisya mendengkus kesal.


"iya iya... Nih minyak kayu putih" Gavin memberi minyak kayu putih kepada Raisya.


"Vin..." panggil Raisya.


"hmm..." Gavin masih membelakangi Raisya.


"gue..." Raisya ragu mengatakan ini.


"apa?" tanya Gavin, sepertinya dia penasaran.


"gue suka sama lo" ucap Raisya sedikit gemetar.


Gavin memang selalu memberi perhatian kepada Raisya. Tapi dia hanya memberi 'perhatian' karena Gavin merasa Raisya selalu di 'bully' meski kadang niat Raisya memang baik.


Raisya juga sudah tidak tahan dengan Yudha. 5 bulan lebih tidak ada kabar dari Yudha. Apakah Rayyan lupa menyampaikan salam Yudha kepada Raisya?


Yang setia akan kalah dengan yang selalu ada:)


"lu tau kan Aisyah..." tentu saja Gavin terkejut mendengar pernyataan Raisya.


"iya gue tau, gue cuma bilang ke lo. Masalah lu bales perasaan gue atau enggak, itu urusan lo" jelas Raisya.


Gavin meninggalkan Raisya diruang UKS. Gavin mengusap wajahnya kasar.


"sebenernya gue juga suka sama lo Sya. Tapi gue ga mau khianat sama adek lo" gumam Gavin.


♡♡♡♡♡♡♡


Pulang sekolah, Raisya melihat handphone nya. Ia men-scroll galerinya. Foto-foro sekitar 5 bulan lalu bersama Yudha di mall.


"katanya cuma 3 bulan..." air mata lolos dari pelupuk mata Raisya.


Rayyan membuka pintu kamar Raisya dan mendapati adiknya sedang bermain handphone. Raisya yang kaget langsung menghapus air matanya kasar.


"asik banget kayaknya, disuruh bunda makan tuh" ucap Rayyan kemudian berlalu pergi.


Raisya menuruti perintah Rayyan. Ia pun ke meja makan dan makan. Raisya hanya memakan beberapa suap nasi.


Selesai makan, Aisyah masuk ke rumah. Ternyata Aisyah membawa Gavin ke rumah.


"Vin..." panggil Raisya melihat Gavin yang duduk di kursi depan rumah.


"eh, Sya... Gue pinjem adek lo tadi buat nemenin gue main futsal" ujar Gavin.


Raisya memutar bola mata malas, "serah lo deh"


Raisya hendak masuk lagi ke rumah tapi Gavin memanggilnya,"Syaa... " dan langkah Raisya pun terhenti.


"gue suka sama lo" Gavin merendahkan suaranya satu oktaf.


Raisya membalikkan tubuhnya menghadap Gavin.


"gue emang salah bilang itu ke lo" Raisya meninggalkan Gavin. Ia tidak ingin menyakiti hati Aisyah, adiknya.


---------------------------


TBC


Happy Reading All...


Jangan dukungannya


ya... Author menampung semua kritik dan saran. Dukung terus sampe abis ya cerita ini. Maaf kalo ada kata² yang kurang tepat atau tulisan yang typo:))

__ADS_1


Sekian terima nasib🙏🙏


__ADS_2