Dear Letnan

Dear Letnan
SMA Kamboja- 7


__ADS_3

Setelah ujian nasional, Raisya menentukan dimana dirinya akan sekolah. Raisya tidak mau sekolah diboarding school. Raisya merengek pada ibunya.


"Bun... Nanti Acha bakal lanjut dimana?" tanya Acha kepada


bundanya yang sedang nonton tv.


"kamu maunya dimana?" ibu Raisya bertanya balik.


"maunya gak jauh² dari sweetsix" jawab Raisya.


Sweetsix adalah sebutan geng teman-temannya. Meskipun namanya geng, tapi mereka membawa pengaruh baik pada sekolah.


"emang temen-temen kamu pada lanjut dimana?" tanya ibu Raisya


"Hanin, Kirana, Reva di SMA Nusa Bangsa. Kalo Kirana sama Nikeu di SMA Kencana" jawab Raisya.


"bunn... Acha di SMA Kencana aja yaah... Sama Kirana sama Nikeu" rengek Raisya.


"nggak, kamu udah bunda daftarkan di SMA Kamboja" kata ibu Raisya tegas.


"iih bunda... " kata Raisya sedikit kecewa.


"bunda, kalo Icha lanjut dimana?" tanya Aisyah tiba-tiba gabung dalam pembicaraan.


"kamu di SMP Melati lah, bekas kakak kamu" jawab ibunya.


"Acha, habis UN kamu tes buat masuk SMA Kamboja yah"


"iya bund..." jawab Raisya lesu.


****


Sekolah [07:10]


Raisya berangkat sekolah sendiri diantar oleh tukang ojek online. Sesampainya disekolah, Raisya langsung menuju ke kelasnya karena 5 menit lagi bel masuk kelas. Raisyapun duduk dibangkunya.


"ngos-ngosan banget neng?" tanya Kirana yang melihat Raisya terengah-engah.


"takut telat, ntar gue kena BK lagi" kata Raisya yang masih terengah-engah. Kiranapun tertawa mendengar jawaban dari Raisya.


"eh, ini kan hari terakhir ujian nasional. Jadinya kamu lanjut dimana?" tanya Kirana


"SMA Kamboja" jawab Raisya singkat.


"hah?" Kirana berteriak tak percaya.


"kenapa?" tanya Raisya kebingungan.


Kriiiiiiinggg.....


Tiba-tiba bel masuk kelas berbunyi. Pengawas masuk ke kelas dan ujianpun dimulai. Raisya sangat lega karena ini adalah ujian terakhirnya. Raisya penasaran kenapa Kiran kaget seperti itu. Memang, SMA Kamboja bagus. SMA Kamboja sering sekali mendapatkan gelar juara bahkan sampai ditingkat nasional. Tapi Raisya ingin di SMA Kencana karena itu adalah sekolah bekas kakaknya dulu. SMA Kencana juga jaraknya sangat dekat dari rumah Raisya, hanya sekitar 1 KM. Sedangkan SMA Kamboja jaraknya lumayan jauh, sekitar 8-9 KM. Jadi, Raisya harus antar-jemput.


Kriiingg.... Kringgg.... [08:05]


Suara bel istirahat berbunyi. Raisya keluar kelas akan menuju kantin. Dia sudah lapar, dia berlari ke kantin tanpa mengajak Kirana atau teman-temannya terlebih dahulu. Dia takut kantin antri. Raisya berlari, tapi dia menabrak seseorang dan itu adalah Rio.


"bruuuggghh..." tubuh Raisya berada diatas tubuh Rio. Raisya masih belum sadar kalau yang ditubruknya adalah Rio dan Riopun belum sadar kalau yabg menabraknya adalah Raisya. Tabrakan ini sangat keras sampai suara kepala membentur lantai terdengar jelas.


"m-maaf maaf" kata Raisya.


Saat Raisya berdiri, dia kaget melihat yabg ditabraknya adalah Rio.


"Rio" ucap Raisya kaget.


"Raisya" ucap Rio kaget.


Kejadian tabrakan mereka disaksikan oleh orang-orang dikantin. Merekapun bersorak.


"ciieeee...." sorak orang-orang yang ada dikantin tapi mereka berdua tidak peduli.


"lu gak papa kan?" tanya Raisya memastikan Rio baik-baik saja. Bagaimanapun dialah yang sudah menabrak Rio sehingga Rio jatuh.


"ga papa kok" jawab Rio sambil mengibas tangannya ke baju.


Raisya melihat baju Rio sedikit kotor. Raisya membersihkan baju Rio dengan tangannya. Tapi Rio menolaknya.


"udah, ga papa" kata Rio sambil memegang tangan Raisya yang sedang membersihkan bajunya. Saat Rio memegang tangan Raisya, terjadi kontak mata yang cukup lama.

__ADS_1


"sorry yah, gue gak sengaja" ucap Raisya tidak enak.


"iya ga papa" kata Rio sambil senyum.


"btw, kamu mau makan?" tanya Rio mengalihkan pembicaraan.


"iya" jawab Raisya.


"bareng yuk..." ajak Rio.


"kuy lah" Raisya menerima tawaran Rio.


Entah kenapa Raisya bisa menerima Rio. Ternyata Rio adalah seorang yang hangat. Raisya nyaman didekat Rio.


"kamu mau makan apa?" tanya Rio


"bakso yuk, yang pedes" jawab Raisya yang disetujui oleh Rio. Mereka pun makan bersama.


Saat mereka makan bersama, Kirana dan keempat sahabatnya datang ke kantin. Kirana terkejut melihat Raisya sedang makan berhadapan dengan Rio.


"eeiiittt... Tunggu" kata Kirana menahan teman-temannya.


"kenape?" tanya Hanin bingung.


"itu bukannya Raisya sama Rio?" kata Kirana antara bingung dan kaget.


"eh iya yah, lah mereka akur. Biasanya si Raisya ogah-ogahan deket sama Rio. Ketemu aja dia buang muka" kata Dinda tak kalah bingung.


"yaudah, kita samperin aja" saran Reva.


"okeh, kebetulan aku lagi pengen bakso" kata Nikeu.


Merekapun menghampiri Raisya dan Rio yang sedang makan.


"wiiihh... Langgeng nih bund" ledek Dinda.


"tumben, kena pelet apa nih si Acha?" tambah Kirana sambil terkekeh.


"kurang ajar" kata Raisya greget.


"Rio, lu apain temen gua?" tanya Nikeu.


Kelima sahabat Raisya memakan bakso dimeja yang letaknya tak jauh dari meja Raisya dan Rio. Mereka memperhatikan gerak gerik Raisya. Kenapa Raisya bisa dekat dengan Rio? Bukannya Raisya benci setengah mati dengan Rio? Aneh.


Setelah makan bakso, Raisya memakan kerupuk. Mulutnya sangat panas, mungkin agar rasa pedasnya berkurang dia harus memakan kerupuk. Rio tersenyum saat melihat muka Raisya yang kepedesan.


"kenapa?" tanya Raisya melihat Rio yang senyum-senyum sendiri.


"muka kamu lucu" jawab Rio sambil tertawa.


"iiihh..." wajah Raisya merah karena malu. Dia memukul kecil lengan Rio.


"aawww... Sakit" ucap Rio kesakitan.


Rio melihat ada remahan sisa kerupuk yang menempel dibawah bibir Raisya. Riopun mengulurkan tangannya dan mengelap bawah bibir Raisya dengan jari jempolnya.


"gimana sih, udah mau SMA juga makannya masih kayak anak SD" kata Rio setelah mengelap bawah bibir Raisya. Wajah Raisya semakin memerah karena Rio.


Sahabat-sahabat Raisya yang memperhatikan mereka kaget.


"waaahh... Rio bener bener nih" kata Kirana.


"gue bingung sama si Acha" kata Nikeu.


"Yaudah ntar gue tanya sama si Acha" kata Kirana lagi.


Saat Raisya dan Rio sedang tertawa bersama, tiba-tiba bel masuk berbunyi.


"huuuh, lagi enak²nya sama Raisya malah bel" keluh Rio dalam hati.


[08:05]


Raisya langsung masuk kelas. Ruang ujian Rio dan Raisya berbeda, tapi ruangan mereka bersebelahan.


Guru memberikan kertas ujian dan lembar jawabannya. Raisya buru-buru mengerjakannya. Sekarang, Rio menjadi semangatnya. 90 menit waktu pengerjaan. Sisa waktu 60 menit lagi. Tapi Raisya sudah hampir selesai. Raisya tidak sabar untuk pulang dan bertemu dengan Rio.


Kriiinggg... Kringgg...

__ADS_1


[09:40]


Bel pulang berbunyi. Pengawas ujian menarik soal dan jawaban siswa. Raisya sangat senang dan bersemangat. Kirana yang melihat Raisya sangat senang dan bersemangat bingung. Kirana menepuk bahu Raisya yang sedang berjalan.


"semangat banget hari ini" kata Kirana.


"iya dong" kata Raisya bersemangat.


"kok bisa deket sama Rio sih?" tanya Kirana bingung.


"ntar deh, gue ceritain. Kita telponan yah" jawab Raisya sambil melipat tiga jari menyisakan jari jempol dan kelingking membentuk isyarat telpon.


"ngogeyy" kata Kirana.


Kirana meninggalkan Raisya karena dia sudah dijemput oleh ayahnya. Raisya langsung memesan ojek online. Tiba-tiba ada yang menepuk bahunya. Dan itu adalah Rio.


"belum pulang Rai?" tanya Rio


"iya nih, lagi nunggu grab" jawab Raisya.


"ohh, kakak kamu mana?" tanya Rio sedikit bingung karena biasanya Raisya dijemput oleh kakaknya.


"oh, kakak lagi satgas dipapua" jawab Raisya sambil tersenyum tipis.


"oh yaudah, aku pulang duluan gak papa kan?" tanya Rio.


"iya gak papa" jawab Raisya sambil tersenyum.


Tak lama kemudian, ojek pesanan Raisya datang.


****


Sesampainya dirumah, Raisya langsung mengganti bajunya. Dia duduk ditepi ranjang. Dia memikirkan Rio, ternyata Rio orangnya hangat. Raisya melamun memikirkan Rio. Tiba-tiba handphone nya berdering.


Kirana sweetsix calling you...


Ternyata itu adalah Kirana. Raisya langsung menjawabnya.


"halo..." ucap Kirana mengawali pembicaraan.


"assalamualaikum" ucap Raisya.


"waalaikumsalam Rai..." jawab Kirana


"kenapa Ran?" tanya Raisya


"katanya kamu mau cerita, ayo cepetan" kata Kirana penasaran


"tentang Rio?" tanya Raisya lagi


"iya lah siapa lagi"  jawab Kirana sedikit galak.


"jadi tuh gue pas istirahat lari ke kantin karena gue laper eh nabrak Rio. Posisi Rio dibawah gue, baju dia kotor. Gue kibas-kibas pake tangan, tapi kata dia gak usah. Ternyata dia tuh hangat banget sama gue" jelas Raisya.


"aduh... Ternyata benci jadi cinta beneran ada" kata Raisya sambil tepuk jidat.


"eh tau gak? Lu mau di SMA Kamboja kan?" tanya Kirana memastikan benar atau tidak.


"iya, kenapa emang?" Raisya bertanya balik.


"kan Rio juga disitu" jawab Kirana.


"hah?!  Emang iya?" Raisya berteriak kaget.


"iyaaa... SMA Kamboja tes tanggal 16 kan?"


"iyaa, doain yaaa. SMA Nusa Bangsa kapan??"


"tanggal 22"


Saat sedang telponan dengan Raisya, ibu Kirana memanggilnya.


"eh, udah dulu yah. Dipanggil ibu" kata Kirana


"iya yah, daahh..." ucap Raisya mengakhiri panggilan.


Raisya tidak percaya kalau dia akan satu sekolah lagi dengan Rio. Raisya menunggu hari untuk tes tiba. Kemungkinan dia akan bertemu dengan Rio.

__ADS_1


 


__ADS_2