Dear Letnan

Dear Letnan
Ngambek dan Menyesal- 5


__ADS_3

Kelanjutan Debat


****


"okeh okeh... Iya, dia pacar kakak..." jelas Rayyan terpotong karena Raisya ikut bicara.


"tuh kan, nuduh orang sembarangan. Padahal sendirinya yang pacaran. Jadi kakak nyuruh aku tidur biar bisa vc yah?" sindir Raisya.


"tunggu dulu belum selesai" kata Rayyan.


"selesai apa lagi? Dah selesai kan urusannya?! Udah! Aku tau kalo kakak sama dia tuh pacaran! Apalagi yang harus dijelasin?! Pantesan yah, adeknya dicuekin, telat jemput sampe pulang sendirian. Ternyata lagi ketemuan sama cewek lain" kata Raisya nyerocos.


{flashback on}


Raisya pulang sekolah, dia menunggu jemputan diteras depan kelasnya. Lama dia menunggu, tapi kakaknya tidak kunjung datang. Raisya sampai bosan dan kesal. Untungnya, Raisya membawa Handphone. Sebenarnya sekolah Raisya melarang muridnya membawa HP, tapi Raisya sering nekat untuk membawa HP.


Raisya menelpon Rayyan yang sedari tadi belum datang. Rayyan tidak kunjung mengangkat telepon dari Raisya. Sudah 1 jam lebih Raisya menunggu jemputan Rayyan, karena kesal Raisyapun memesan ojek online. Beberapa menit kemudian pesanan ojek online Raisya datang.


Raisya masih memaklumi Rayyan. Mungkin Rayyan sedang sibuk, tentara memang sibuk. Tapi, saat dijalan Raisya melihat Rayyan sedang duduk disebuah cafe bersama seorang cewek. Kebetulan, tukang ojek online kebelet pipis. Jadi Raisya berhenti sejenak.


"neng, saya kebelet pipis. Diem disini dulu yah, jangan kemana-mana" kata tukang ojol itu kepada Raisya dibalas anggukan dari Raisya.


Ojol itu berhenti disebuah masjid. Agak jauh dari masjid itu, ada sebuah cafe yang ramai. Tapi yang ganjil, Raisya melihat motor Rayyan. Dan tak lama kemudian, ada seseorang yang keluar dari cafe dan itu sangat mirip dengan Rayyan. Tapi, Rayyan menggandeng seorang cewek. Raisya pun berinisiatif untuk menelpon Rayyan. Raisya memantau dari jauh. Tiba-tiba orang yang disangka sebagai Rayyanpun merogoh kantongnya dan mengambil handphone.


"siapa mas?" tanya Alizya, cewek yang digandeng oleh Rayyan.


"gak..." jawab Rayyan sambil menekan tombol warna merah.


Telpon dari Raisya direjeck oleh Rayyan. Hal ini membuat Raisya kesal. Raisya menelpon Rayyan Berkali-kali namun Rayyan malah mematikan handphone-nya.


Rayyan pergi dengan cewek yang bersamanya. Raisya sangat geram. Tiba-tiba tukang ojolpun keluar dari masjid dan buru-buru menghampiri Raisya.


"lama ya neng?" tanya ojol itu panik karena melihat raut wajah Raisya yang sepertinya sedang kesal.


"enggak kok bang" jawab Raisya enteng.


"maap ya neng kalo lama" kata ojol itu sambil menyalakan mesin motor.


"iya bang gak papa"


****


[23:28]


Raisya mengambil handphone-nya yang tadi dirampas Rayyan. Setelah berhasil mengambil HPnya, Raisya masuk kamar sambil membanting pintu. Rayyan hanya diam dan merasa bersalah. Memang, akhir-akhir ini dia sangat jarang dirumah dan tidak memperhatikan keluarganya dan malah mementingkan Alizya girl friend nya.


"Yaah ngambek" gumam Rayyan lesu.


Rayyan ingin sekali meminta maaf pada Raisya. Rayyan adalah sosok yang memiliki tanggung jawab tinggi dan rasa tidak enakan pada yang lain apabila dia punya salah. Raisya sangat kecewa karena kakaknya lebih mementingkan pacarnya. Saking kecewanya, Raisya sampai menangis. Rayyanpun memberanikan diri mengetuk pintu kamar Raisya.


"Achaa... Acha... Buka pintunya..." kata Rayyan lembut.


Rayyan berharap pintunya akan dibuka oleh Raisya, tapi Raisya malah tidak peduli. Raisya menangis dibalik bantal sampai dia tertidur. Rayyan malah tidak busa tidur karena dia memikirkan bagaimana cara agar bisa dimaafkan oleh Raisya.


****


[05:20]


Besok paginya Raisya telat bangun karena kejadian tadi malam. Raisya langsung ke kamar mandi untuk cuci muka dan berwudhu akan sholat subuh. Saat dikamar mandi, Raisya berpapasan dengan Aisyah adiknya yang juga sedang mencuci muka. Aisyah sangat kaget dengan kondisi kakaknya. Raisya sabgat pucat dan matanya bengkak.


"kak Acha kenapa? Sakit?" tanya Aisyah bingung.


Raisya hanya menggeleng pelan sambil tersenyum kecil kemudian menyalakan keran dan mencuci mukanya.


Aisyah melihat ada keanehan pada kakaknya itu.


Saat selesai mencuci muka, Rayyan masuk. Raisya melihat Rayyan sangat sinis dan tajam. Rayyan hanya diam tudak merespon apa-apa. Aisyah yang melihat hal ini bingung. Ada apa dengan kedua kakaknya itu.


"ada apa ini?" tanya Aisyah dalam hati.


Karena Aisyah melihat situasi yang sedang panas, dia langsung keluar dari kamar mandi. Tak lama kemudian Raisya ikut keluar. Tak ada kata yang terucap sedikit pun dari mulut Raisya.


****


[07:15]

__ADS_1


Saat ingin berangkat ke sekolah, Raisya tidak mau diantar oleh kakaknya. Raisya lebih memilih naik ojek online. Sedangkan adiknya Aisyah berangkat dengan Rayyan.


"Acha, ayo naik" ajak Rayyan tapi Raisya malah sibuk dengan gadget-nya.


"Acha udah pesen grab duluan aja sana!" tolak Raisya jutek.


Rayyan hanya bisa menghela napas. Dia menunggu sampai pesanan ojek online Raisya datang untuk memastikan Raisya aman. Akhirnya Raisya berangkat sekolah dengan ojek online. Sebenarnya Rayyan khawatir. Sedangkan Aisyah bingubg dengan semua ini. Tidak biasa-biasanya kakaknya tidak mau berangkat bersama Rayyan. Rayyan melihat Aisyah kebingungan dan mengajak bicara Aisyah.


"Icha kenapa?" tanya Rayyan kepada Icha(panggilan Aisyah).


"kak Rayyan sama kak Raisya kenapa?" Aisyah malah bertanya balik pada Rayyan.


"hmm... Ada masalah sedikit" jawab Rayyan sambil tersenyum simpul.


Setelah beberapa menit, merekapun sampai pada tujuan. Aisyah turun dari motor dan berpamitan dengan Rayyan. Saat Aisyah sudah hilang dari pandangan Rayyan, tiba-tiba handphone-nya berdering. Ternyata ada yang menelponnya dan itu adalah kapten Ditto komandannya.


"Halo..." ucap Rayyan.


"Apel pagi ini jam 08:00!!" perintah kapten Ditto tegas.


"siap!!" jawab Rayyan tak kalah tegas ditutup dengan hormat meski kapten Ditto tak lihat.


Sekarang pukul 07:45, ada waktu 15 menit untuk Rayyan menuju batalyon. Rayyan mengebut sampai kecepatannya diatas rata-rata. Sehingga Rayyan tidak telat ke batalyon.


Sesampainya dibatalyon, kompi Rayyan sudah bersiap akan apel.Rayyan hari ini adalah pengumuman pemberangkatan satgas dipapua bulan depan.


Saat apel, kapten Ditto memberikan amanat kepada anggotanya. Selesai memberikan amanat, kapten Ditto memerintahkan salah satu anggotanya untuk menempelkan nama-nama yang akan berangkat satgas papua dimajalah dinding.


Saat Rayyan melihat mading (majalah dinding), dia melihat namanya dan melihat regunya ternyata dialah yang menjadi danru (komandan regu). Tapi, ada nama asing yang sebelumnya belum pernah dia dengar. Chandra Angkasa Wirayudha namanya.


"kok namanya asing yah?" gumam Rayyan.


"oiii... Kita satu regu" tepuk Zaki  sahabat satu letingnya.


"eh, ini kok namanya kek baru yah?" tanya Rayyan sambil menunjuk nama itu.


"oh ini, ini anak kompi kita yang baru bro. Dia pindah tugas dari salah batalyon di Banten" jawab Zaki.


"ohh... Dari kapan?" tanya Rayyan lagi.


"ga tau, gue gak perhatiin" kata Rayyan.


"oiya, jangan lupa ntar sore kita ada kumpul!" kata Zaki mengingatkan Rayyan sambil berlalu pergi.


"siap!" jawab Rayyan tegas.


****


Raisya masih kesal dengan Rayyan. Dia badmood, sampai-sampai tidak ada yang berani mengusiknya.


"hey! Kenapa sih cemberut terus?" tanya Kirana sambil mencolek dagu Raisya.


"diem deh lagi kesel nih" respon Raisya malah marah.


Saat moodnya sedang sangat rusak, tiba-tiba Rio datang dan menyapa Raisya. Raisyapun semakin kesal.


"hai cantiik..." sapa Rio sambil mengedipkan sebelah matanya.


Raisya malah membalas denhan tatapan sinis.


"eeett dah bocah, PMS banget keknya hari ini" kata Kirana sambil geleng-geleng kepala.


"benci bangett!!!" teriak Raisya sambil meremas rambutnya dan mengacak-acaknya.


"jangan terlalu benci, nanti jadi cinta" goda Kirana sambil terkekeh dan membuat Raisya semakin kesal.


****


[14:45]


Waktu pulangpun tiba. Saat Raisya sedang berjalan, tiba-tiba ada yang memanggilnya dari belakang. Ternyata itu adalah Bagas. Wajah Raisya berubah yang tadinya murung menjadi berseri-seri. Mood Raisya kembali normal lagi.


"Raisya" panggil Bagas. Raisya pun menengok ke arah belakang.


"kak Bagas"

__ADS_1


Raisya melihat Bagas menggandeng cewek, Raisya tau kalau itu adalah adik Bagas. Tiara tersenyum pada Raisya dan Raisyapun membalas senyum pada Tiara. Bagas dan Tiara menghampiri Raisya.


"Belum pulang?" tanya Bagas


"belum dijemput" jawab Raisya


Bagas mengajak Raisya mengobrol berdua. Dia menarik tangan Raisya. Raisya sedikit menubruk tubuh Bagas.


"sebentar, abang mau ngomong dulu yah" kata Bagas pada Tiara.


Tiara membalas dengan anggukan. Tiara duduk disebuah teras depan kelas VIII dan diawasi oleh Bagas dari jauh.


Karena Bagas menarik tangan Raisya, Raisya sedikit kesakitan. Tangan yang ditarik oleh Bagas kemarin adalah tangan yabg luka kemarin.


"aawww..."


"maaf maaf, masih sakit yah?" tanya Bagas sedikit khawatir.


"sedikit" jawab Raisya sambil tersenyum tipis.


"kakak mau ngomong apa?"


Bagas bingung, sebenarnya tidak ada topik yang akan Bagas. Bagas menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"eeumm... Boleh minta nomor WA gak?" tanya Bagas


"oohh minfa nomor wa, yaudah mana handphone kakak?" Raisya meminta HP Bagas untuk menyimpan nomornya.


Raisya menamai kontak dirinya 'Princess Acha'. Setelah menyimpan nomorya diHP Bagas, Raisya mengembalikan handphone Bagas kepada pemiliknya.


"nama kontaknya apa?" tanya Bagas.


Raisya mengambil hp lagi. Raisya menekan tombol panggil dan berderinglah hp miliknya.


"namanya ini" kata Raisya sambil menunjukkan hp ke Bagas.


Bagas melihat nama 'Princess Acha'. Bagaspun tersenyum.


"yaudah, jangan lupa save nomor aku!" kata Bagas sambil meninggalkan Raisya dan menghampiri adiknya. Sebelumnya dia sudah pamit ke Raisya kalau dia mau pulang.


Tak lama kemudian, Rayyan datang menjemput Raisya.


"udah lama yah?" tanya Rayyan


"ga" jawab Raisya singkat.


Rayyan tau adiknya masih badmood. Selama perjalanan, Raisya teringat wajah Bagas. Raisya tidak menyadari kalau ada segores senyum dibibirnya. Rayyan hanya diam, mungkin ada hal lucu saat Raisya dikelas. Raisyapun sampai pada tujuan, dia tudak menyadari kalau sudah sampai didepan rumah.


"Cha... Acha... Turun dah sampe" kata


Rayyan, Raisya masih terdiam.


"Acha, udah Sampe" tegur Rayyan lagi.


"eh? Oh udah sampe" Raisya turun dan masih kebingungan karena dia habis melamun.


"kakak mau ke Batalyon, jaga diri baik-baik. Kakak ga kesini lagi!" kata Rayyan tegas dan buru-buru meninggalkan Raisya.


Raisya bingung kenapa kakaknya buru-buru ditambah lagi dia bingung dengan pesan kakaknya tadi.


Saat masuk ke rumah, Raisya tidak melihat siapa-siapa kecuali bi Ijah pembantu rumahnya. Saat Raisya bertanya kepada bi Ijah, ternyara kakaknya akan berangkat satgas bulan depan.


"bi, tadi kakak kok buru² banget. Ada apa?" tanya Raisya bingung.


"loh, memangnya adek gak tau? Mas Rayyan kan mau pergi tugas ke papua. Pas adek lagi sekolah, mas Rayyan beres² baju. Tuh baju dilemarinya berkurang" kata bi Ijah menunjuk ke arah kamar Rayyan.


Raisya sangat kaget kalau kakaknya akan berangkat tugas ke papua bulan depan. Ada rasa menyesal dihati Raisya karena telah ngambek pada Rayyan.


"terus ka Rayyan kapan kesini lagi?" tanya Raisya


"katanya sih ga kesinj lagi dek, katanya mas Rayyan kesinj mau pamitan sebelum tugas. Oiya ada titipan dari mas Rayyan" kata bi Ijah sambil memberikan sepucuk surat kepada Raisya.


Raisya berkaca-kaca ingin menangis. Diapun berlari ke kamarnya dan meninggalkan bi Ijah.


 

__ADS_1


__ADS_2