Dear Letnan

Dear Letnan
Antara dua hati-38


__ADS_3

Rayyan masuk ke ruangan Raisya disusul oleh Bagas. Di ruangan Raisya, ada bunda, ayah dan Aisyah. Raisya tampak kaget melihat siapa yang di bawa Rayyan.


Bagas membawa beberapa buah-buahan dan... Cokelat.


"kita keluar dulu deh kalo gitu... Ayo yah... Cha..." ajak bunda kepada ayah dan Aisyah.


"saya juga ikut keluar" ucap Rayyan tersenyum jahil.


Bagas meletakkan buah di meja samping kasur Raisya. Raisya membuang muka tidak ingin bertemu Bagas. Air mata mengalir begitu saja dari pelupuk mata Raisya. Bagas berusaha mengusapnya namun di tepis oleh Raisya.


"gue bisa sendiri" elaknya.


Bagas terdiam, ia bingung apa yang harus ia katakan.


"kerudungnya sudah kamu coba?" tanya Bagas. Raisya menatap Bagas,


"udah di coba doang" jawab Raisya singkat.


"saya tau kamu masih merasa kehilangan Ledta Yudha, saya akan nunggu kamu" lagi lagi, air mata lolos dari mata Raisya.


Membayangkan menikah dengan tentara dan mengulang peristiwa yang terjadi pada Yudha dengan orang yang berbeda.


"aaaarrrgghhh..." teriak Raisya sambil meremas kasar rambutnya.


"jangan sakiti diri sendiri" ucap Bagas berusaha melepas cengkraman tangan Raisya di rambutnya.


"aku gak mau... Pergi dari sini..." teriak Raisya.


Sejak saat itu, Raisya menjadi sensitif melihat laki-laki memakai baju loreng. Ingatannya kembali ke Yudha.


"saya akan pergi kalau itu mau kamu" Bagas berjalan gontai keluar ruangan Raisya. Sementara Raisya masih menangis dan berteriak.


"dimana bang Yudha?? Aku lagi sakit masa gak dateng?" teriak Raisya semakin menggila.


"nyebut sya nyebut" bunda Raisya mengelus tangan anaknya itu.


Tokk... Tok...


Rayyan membukakan pintu dan terlihat sosok tinggi tegap yang Raisya juluki 'kembaran Yudha'. Rey membawa buket bunga berisi uang seratus ribu.


Raisya tidak ingin melihat Rey yang wajahnya persis sekali dengan Yudha. Ini hanya membuat Raisya kembali teringat dengan sosok Yudha.


"sya... Saya tunggu kesiapan kamu" ucap Rey to the point.


"aku gak mau" jawab Raisya singkat.


"kenapa? Bukannya saya mirip Yudha?" tanya Rey heran.


"justru itu, karena bang Rey mirip Yudha makanya Acha gak mau" jelas Raisya.


"loh..." Rey tidak habis pikir dengan Raisya.


"udah lah... Aku mau sendiri" secara tidak langsung ucapan Raisya mengusir Rey.


"oke... Saya pergi" balas Rey tanpa pikir panjang meninggalkan gadis itu


"Sya... Kamu sopan sedikit dong" protes Rayyan merasa tidak enak pada Rey.


"aku mau sendiri, emang salah?" sungut Raisya.


Tak lama setelah Rey pergi, datanglah dokter Nayla membawa sebuah amplop. Mungkin itu adalah surat diagnosa, pikir Raisya.


"ini ada surat dari pendonor" dokter Nayla memberikan amplop itu.


Raisya hanya terheran-heran.


"ini dari orang yang donor ginjal ke saya?" tanya Raisya.


"iya" balas dokter Nayla dan keluar dari ruangan Raisya.


Raisya mulai membuka isi dari amplop itu. Siapa tau uang, pikirnya.


Terlihat selembar kertas.


"ohh... Ternyata surat" ujar Raisya.


Assalamualaikum Raisya

__ADS_1


Aku kasih kamu hadiah, supaya kamu bisa tetap sehat. Kamu harus sehat jangan kayak aku yaa...


Oh iya, aku turut berduka cita atas meninggalnya Letda Yudha, semoga kamu kuat. Masih banyak lelaki yang baik untuk kamu.


See You in another life:)


Rio Fajar Nugraha


"jadi, yang donor ginjal ke gue Rio?" gumam Raisya sedikit meremas kertas itu.


"kenapa Cha?" tanya Rayyan melihat pandangan Raisya yang tiba-tiba kosong.


Raisya turun dari tempat tidurnya dan melepas infus dari tiangnya. Rayyan mengikuti Raisya karena khawatir.


"dokter... Dokter Nayla..." Raisya mengetuk ruangan dokter Nayla.


"iya... Raisya... Kamu jangan kebanyakan gerak jahitan kamu belum kering" ujar Nayla.


"saya mau minta kejelasan surat ini" Nayla mengajak Raisya masuk ke ruangannya.


Nayla menjelaskan semuanya kepada Raisya.


"jadi sekarang Rio udah meninggal?" tanya Raisya masih tidak percaya.


"iya, saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi yang rusak jantung. Tidak ada orang yang bersedia donor jantung. Tapi anehnya, ginjalnya masih berfungsi normal" jelas Nayla. "apa sebelumnya kamu kenal sama pendonor?" tanya Nayla yang melihat kesedihan Raisya.


"dia teman saya" jawab Raisya.


"yang sabar yah..." Nayla mengelus punggung Raisya.


"tapi dok, kok bunda gak ngasih tau yah?"


"mungkin bundamu lupa" ujar Nayla.


Raisya diantar Nayla kembali ke ruangannya. Rayyan melirik Nayla dari ujung rambut sampai ujung kaki, seulas senyum terbit dari bibir Rayyan. Nayla yang menyadarinya langsung tersipu malu.


---------------------


"halo Nin... Kita kapan mau jenguk Raisya?" tanya Kirana di telpon.


"sore ini... Ntar dulu, mak gue belum tutup butiknya... Gue masih di suruh jagain" jawab Hanin dari seberang telpon.


"goblok lu mah! Mana boleh sama doktetnya makan gituan" umpat Hanin kesal.


"kalo dokternya gue mah, gue bolehin hahahahahaha" timpal Kirana sambil tertawa.


"sesad lo! Udah deh, gue lagi beresin baju-baju di butik nih"


"iya iya, see you ntar sore" Kirana mematikan sambungannya.


Rencananya, Kirana akan membawakan kue matcha kesukaan Raisya.


---------------


[Sorenya]


Kirana, Hanin, Reva, dan Dinda menjenguk Kirana. Mereka berangkat dengan kendaraan mereka masing-masing. Sedangkan Nikeu akan menyusul bersama pacarnya.


Mereka sudah sampai di rumah sakit dan tidak lama kemudian, Nikeu juga sampai bersama laki-laki berbaju loreng.


"ayo masuk" ajak Kirana sudah tidak sabar.


Raisya mendapat tamu-tamu istimewa. Akhirnya mereka datang. Setidaknya mereka sedikit menghibur Raisya.


Kirana, Hanin, Reva dan Dinda masuk. Sedikit telat dari rombongannya, Nikeu masuk ke ruangan Raisya. Nikeu masuk dengan menggandeng pacarnya.


"bang Ardi?" Raisya kaget melihat Nikeu yang menggandeng Ardi.


"yhaaa... Kudet" ejek Hanin.


"kalian pacaran?" tanya Raisya. Ardi dan Nikeu saling lirik.


"tunangan" jawab Reva malas.


"SEROUSLY AND REALLY?" Raisya masih tidak percaya. Nikeu dan Ardi mengangguk bersamaan.


"duuh... Gak enak cewek semua, abang keluar yah. Ada bang Rayyan juga tuh di luar" Ardi keluar dari ruangan Raisya karena merasa tidak enak dan menemui Rayyan diluar.

__ADS_1


"gais... Mo cerita" ucap Raisya.


"cerita tinggal cerita" balas Kirana malas.


"kan bang Yudha punya adek, mirip... Banget. Terus dia bilang kalo suka sama gue" jelas Raisya.


"WHATTT??" Hanin yang sedang makan salak hampir saja tersedak bijinya.


"gue mau move on dari bang Yudha. Kalo begini mah, gue gak bakal bisa move on" sambung Raisya.


"kakaknya bang Yudha TNI juga kan?" tanya Reva.


Raisya menggeleng pelan, "polisi" jawab Raisya.


"dan lo tau gak? Bagas juga bilang suka, dia ngasih gue kerudung and gamis kekinian gitu terus ada surat..." jelas Raisya menggantung.


"isinya?" tanya Kirana.


"ucapan bela sungkawa, nyuruh gue pake kerudung, terus confess dia suka ke gue" lanjut Raisya. "satu lagi... " ucap Raisya membuat semuanya penasaran.


"jangan dipotong Raisyaaa..." teriak Hanin dan Kirana. Raisya terpekik mendengar teriakan Hanin dan Kirana.


"yang donor ginjal gue Rio, Rio punya penyakit jantung dan yang masih bagus tuh cuma ginjal. Rio udah meninggal dan dokternya... Dulu pernah mau di jodohin sama bang Yudha" jelas Raisya.


"WHAT THE ****!" umpat Kirana tidak percaya.


"dunia memang sempit bestie" ucap Nikeu


"yang fakgirl mah banyak cowoknya, apa dayalah aku yang hanya pengagum Na Jaemin" ujar Hanin sambil terkekeh.


"me too" ucap Kirana. Kirana dan Hanin pun tos.


"gue peng-halu nya Chenlee" timpal Reva.


"oke, kita sijeuni garis lurus" ujar Kirana menggebu.


"aku real life aja deh" timpal Nikeu yang tidak terlalu paham dengan korea-koreaan.


Raisya berdecak kesal, "gue bingung milih siapa, antara bang Rey atau kak Bagas"


"gue bayanginnya Rey mbayang anjir" ucap Hanin membuat semuanya tertawa.


"eh... Kata pak ustad, gue pernah denger di pengajian gitu. Kalo bingung milih sesuatu tuh harus sholat" terang Reva.


"tumben lu bener, biasanya sesad" Kirana me-roasting tipis Reva. Ya, sekarang Reva sudah berhijab dan berbeda dengan sebelumnya.


"sholat apa? Jumat?" tanya Raisya.


"anjir, ya gak sholat jumat juga" Reva menepuk jidat, ingin sekali Reva menoyor kepala Raisya. Tapi ia tidak tega karena Raisya sedang sakit.


"lo tanya tante google geh" saran Kirana.


"bilangnya apa?" tanya Raisya lagi.


"sholat memohon petunjuk" timpal Nikeu.


"oke oke" Raisya mengambil handphone-nya dan membuka aplikasi google.


Setelah mencari-cari, akhirnya Raisya menemukan artikel tentang sholat yang di maksud Reva.


"ini nih, gue dapet" ucap Raisya sambil menyodorkan handphone-nya ke Reva.


"nah iya itu... Sholat istikhoroh" ucap Reva.


"ini ada rules-nya gitu tau" ucap Raisya sambil membaca-baca artikel itu. "nanti gue coba deh" lanjut Raisya.


Kirana and the geng pun pulang. Raisya masih memikirkan tentang sholat istikhoroh. Ia berjanji akan hijrah dan memakai kerudung kalau ia sudah sembuh.


------------------------------


Oke gaiz... Segitu aja deh. Sebenernya gue tuh udah males ngetik. Maunya tuh ya sat set sat set aja Bagas sama Raisya.


Tim hijau atau tim pink?


Persit atau Bhayangkari?


Aku sih ijo lopers:)) Ijo melambangkan NCT guys... Bukan ijo tentara yah awokawokawok. Siapa disini yang gagal liat konser NCT?? Kita senasip huhu😭

__ADS_1


Jangan lupa dukungan dan komennya ya...


Satu dukungan kalian tuh sebab aku lanjut cerita ini:)


__ADS_2