
...Jangan lupa like sebelum membaca! ...
...Follow juga akun author yaaach...:)...
...«Happy Reading»...
...******...
[21:18]
Semua prajurit TNI yang bertugas menjaga Rayyan kembali ke batalyon. Tapi ada sebagian yang harus menjaga Rayyan. Hari ini sampai besok, Yudha mendapat tugas menjaga Rayyan. Ada tiga orang yang bertugas menjaga Rayyan. Yudha, Ardi dan Dhanu. Sebenarnya Yudha sudah lelah. Tapi lelahnya hilang ketika melihat wajah Raisya.
Yudha duduk di kursi rumah sakit. Ardi dan Dhanu juga ikut duduk di samping Yudha. Raisya dan ibunya sedang mencari makan karena Raisya lapar. Sedangkan ayah Raisya sedang merokok dan cari angin. Di seberang, Aisyah sedang duduk bersama Hudan. Aisyah sibuk dengan handphone-nya, Hudan juga sibuk dengan game free fire-nya.
Ardi menyenggol Yudha yang sedang melamun.
"hmm... Untung banyak ya bang, bisa di peluk adeknya bang Rayyan," Ardi menyenggolnya sambil sedikit tersenyum sinis.
"hahaha... Kebetulan aja tuh Ar...," Yudha terkekeh mendengar ucapan Ardi.
"di taman sama adeknya bang Rayyan ngapain tuh bang?" tanya Ardi yang kepo.
"ga ngapa-ngapain kok, saya cuma kasih tau kenapa bang Rayyan bisa gitu," jelas Yudha.
"ohh... Tapi bang, adeknya bang Rayyan cakep lhoo," Ardi mengeraskan suaranya dan tersenyum jail pada Yudha. Yudha hanya membalasnya dengan kekehan kecil.
Merasa di bicarakan, Aisyah langsung melirik ke arah Yudha. Seketika Yudha diam. Tapi Ardi masih saja menggodanya.
"bang, adek bang Rayyan yang kedua juga cakep," Ardi berbicara lagi masih dengan suara yang cukup keras, hal ini membuat Yudha kesal.
"ohh, jadi kamu mau sama adeknya bang Rayyan?" tanya Yudha sedikit mengeraskan suaranya.
Mendengar ucapan Yudha, Aisyah dan Hudan reflek melihat ke arah Yudha. Aisyah yang mendengar hal itu langsung menaikkan satu alisnya.
"push up 20 kali!" perintah Yudha pada Ardi.
Aisyah melihat Ardi di hukum oleh Yudha membuatnya tertawa. Tapi ia tahan tawanya agar tidak terdengar oleh Yudha dan Ardi. Dhanu yang melihat Ardi push up juga ikut tertawa.
"jangan ketawa kamu! Push up juga 15 kali!" perintah Yudha pada Dhanu.
Ardi dan Dhanu adalah prajurit bawahan Yudha berpangkat Prajurit Kepala atau Praka. Tapi umur mereka hampir sama, oleh karena itu Yudha menganggap teman.
Aisyah yang melihat itu langsung tertawa lepas. Yudha langsung melihat ke arah Aisyah. Yudha mengernyitkan keningnya.
"apa dia dengar semuanya?" batin Yudha.
Hudan melihat Aisyah tertawa lepas membuatnya bingung.
"kenapa Cha?" tanya Hudan
"engga bang, ini aku liat youtube ada video lucu," jawab Aisyah mengelak.
"ohh..."
Tak lama kemudian, Raisya datang bersama ibunya membawa dua kantong kresek. Raisya membeli keroprak dan siomay. Ibu Raisya sengaja membeli banyak. Karena ia akan membaginya kepada anggota TNI yang menjaga Rayyan.
"huh! Untung aja masih ada yang buka." gumam Raisya.
__ADS_1
Yudha menghentikan push up yang dilakukan Ardi dan Dhanu karena melihat Raisya telah datang.
"cukup!" perintah Yudha. Ardi dan Dhanu langsung berdiri menghadap Yudha. "jangan ulangi lagi!" Yudha memberi peringatan kepada mereka.
"siap!" ucap mereka tegas dan kompak.
Ibu Raisya memerintahkan Raisya untuk membagi ketoprak itu kepada anggota TNI yang berjaga. Mau tidak mau Raisya harus memberi ketoprak itu kepada para TNI yang duduk di kursi rumah sakit itu.
"Cha... Kresek ini kamu kasih ke om-om TNI yang duduk disana ya...," ucap ibu Raisya sambil memberikan kantong kresek berisi ketoprak kepada Raisya.
"I-iya bund," jawab Raisya gugup sambil menelan ludahnya kasar.
"kamu jangan ngasih kreseknya langsung, kamu bagi perbungkus ya." ucap ibu Raisya lagi kemudian di angguki oleh Raisya.
Raisya berjalan mendekati para TNI yang sedang duduk itu. Raisya mengambil ketoprak satu persatu dan memberinya kepada para TNI.
"bang... Aku habis beli makanan diluar. Ini buat abang-abang yaaa," ucap Raisya sambil membagikan bungkusan ketoprak.
"waduh... Gak usah repot-repot neng," celetuk Dhanu setelah menerima keroprak.
"ga papa bang... Abang-abang ini belum pada makan 'kan? Yaudah, aku beli ketoprak buat abang-abang TNI" kata Raisya sambil tersenyum.
Setelah membagikan ketoprak, Raisya menghampiri ibunya yang sedang berada di ruangan Rayyan. Raisya juga ikut masuk ke ruangan Rayyan.
"bun... Aku udah bagi'in ke abang-abang TNI," ucap Raisya.
"ohh yaudah, kita makan yuk." ajak ibu Raisya.
Raisya terkejut saat dia keluar ruangan Rayyan. Dia melihat ayahnya tiba-tiba duduk di samping Aisyah.
"iya... Ayah laper, katanya kamu beli makan. Yaudah ayah ke sini." jawab ayahnya.
"yaudah, nih yah... Bunda beli ketoprak," ibu Raisya memberi ayah Raisya ketoprak. Ibu Raisya pun duduk di kursi kosong samping Hudan. Ibu Raisya juga memberi Hudan ketoprak.
Kebetulan, kursi di rumah sakit itu satu deret ada empat kursi. Raisya tidak kebagian tempat untuk duduk.
"yaahh... Kalo kayak gini Acha duduk dimana?" tanya Raisya sambil cemberut.
Ibu Raisya melihat ke seberang. Ada satu kursi kosong di samping Yudha. Ibu Raisya memerintahkan Raisya untuk duduk di samping Yudha. Mau tidak mau Raisya harus duduk di samping Yudha.
"makan neng," ucap Ardi sambil tersenyum kepada Raisya.
"iya bang," Raisya membalasnya dengan senyuman.
Suasana di rumah sakit hening. Raisya tidak mengucapkan sepatah kata pun. Yudha yang melihat Raisya diam, mengajaknya mengobrol.
"enak dek?" tanya Yudha
"enak bang, bang Chandra doyan ketoprak?" tanya Raisya membuat Yudha terkekeh.
"apa aja abang doyan kok, eh ngomong-ngomong panggil abang Yudha aja." kata Yudha di angguki oleh Raisya.
"kita mah rumput juga doyan neng. Tentara mah apa aja di makan," tiba-tiba Dhanu menyambar ikut dalam pembicaraan.
"hah? Emang iya bang?" Raisya kaget mendengar ucapan Dhanu.
"iya, kita kalo di hutan gak ada makanan yah apa aja yang ada di hutan kita makan," jawab Yudha santai.
__ADS_1
"ohh gitu, ka Rayyan ga pernah cerita soalnya" ujar Raisya.
"yaudah, nanti abang ceritain yah" kata Yudha, Raisya tersenyum.
Malam pun tiba. Sebelum tidur, Raisya ke kamar mandi terlebih dahulu. Raisya akan buang air kecil dan cuci muka. Saat keluar kamar mandi, handphone-nya berdering. Ternyata Kirana menelponnya.
"Assalamualaikum Na?" ucap Raisya
"Waalaikumsalam,"
"kenapa Ran?" tanya Raisya
"harusnya gue lah yang nanya. Kakak lu gimana keadaannya?" tanya Kirana langsung to the poin
"eh... Lu tau dari mana?" Raisya kaget mendengar pertanyaan Kirana, karena dia tidak memberi tau Kirana.
"yaelah, kan sodara gue ada yang tentara ngab. Satu batalyon sama kakak lu cuma beda kompi doang" jawab Lirana
Raisya hanya fokus dengan panggilan Kirana. Saat sudah di depan ruang rawat Rayyan, Raisya tidak menyadari kalau ada OB yang sedang mengepel. Raisya pun terpeleset. Raisya sangat terkejut. Dengan sigap, Yudha menahan badan Raisya agar tidak jatuh.
"aaaaaghh....," teriak Raisya.
"halo, halo.... Cha? Kamu ga papa?" tanya Kirana di seberang.
Yudha memegang pinggang Raisya agar kaki mulusnya tidak menyentuh lantai. Raisya yang kaget, reflek mencengkram lengan Yudha. Terjadi kontak mata antara mereka berdua. Ibunda Raisya yang melihat kejadian itu kaget. Tiba-tiba terbit senyuman di bibir ibu Raisya. Aisyah yang melihat kejadian itu hanya melongo. Sedangkan ayah Raisya dan Hudan sudah tidur menyandar di kursi.
"m-maaf...," ucap Raisya gugup sambil melepaskan tangannya yang mencengkram lengan Yudha.
Yudha membantu Raisya berdiri. Yudha khawatir Raisya terluka.
"kamu ga papa?" tanya Yudha memastikan Raisya baik-baik saja.
"ga papa kok bang, makasih ya bang," ucap Raisya hendak meninggalkan Yudha.
"bisa jalan gak?" tanya Yudha lagi.
"bisa bang bisa" jantung Raisya berdegup kencang karena perlakuan dari Yudha.
"huh! Ternyata kejadian ini bikin jantung gue ga sehat. Lagian, malem-malem kok ngepel sih?" gerutu Raisya dalam hati.
Raisya masuk ke ruangan Rayyan. Raisya melihat ibunya sedang duduk di kursi samping Rayyan. Sedangkan di pojok, Aisyah sedang duduk di sofa.
"cieee.... Jatuhnya berujung romantis" celetuk Aisyah sambil terkekeh.
Raisya tidak menanggapinya. Raisya hanya tersenyum malu mendengar ucapan adiknya itu. Kemudiam Raisya
mendekati ibunya.
"kamu kok cocok yah sama tentara tadi?" ucap ibu Raisya tiba-tiba.
Raisya membulatkan matanya. Pipinya berubah menjadi warna merah muda. Jantung Raisya berdegup tidak beraturan. Raisya menunduk dan tersenyum malu. Ibu Raisya juga ikut tersenyum.
"bun... Besok Raisya ga mau sekolah ah... Raisya mau temenin ka Rayyan," rengek Raisya pada ibunya.
"yaudah, ntar bunda ijin sama guru kamu yaaa." Raisya hanya mengangguk.
---------------
__ADS_1