
Dear Letnan
Aku mencintaimu seperti aku yang mencintai diriku sendiri. Awalnya, aku hanya mengagumimu dalam diam dan akhirnya kau sadar, akulah pengagum setia dalam hidupmu. Disaat aku rapuh, aku membantu kau agar berdiri kembali. Saat kau dicaci, akulah yang kau cari. Dan begitupun aku, disaat aku susah kau hadir dan selalu ada. Negara bukanlah penghalang kita. Aku, kamu dan negara yang berakhir dengan 'jalani saja'
Letnan... Izin bertanya...
Kenapa kita harus bertemu? Kenapa kita harus saling mengenal?
Tuhan... Lupakan aku arti kecewa.
Sekarang, peranku sebagai payung telah usai, badaimu sudah reda dan pelangi sudah datang menjemputmu.
Letnan... Walaupun kau bukan jodohku, tapi setidaknya kau pernah membuatku 'bahagia' walau hanya sebentar:) Aku harap kau bisa lebih bahagia dan yakin dengan keputusanmu.
Kau pernah menjadi poros semestaku namun semestamu sudah jauh dari semestaku.
Tuhan... Aku harap, suatu saat nanti ada orang yang tulus mencintaiku tanpa peduli dengan kekuranganku dan tidak membanggakan kelebihanku. Juga tidak tergoda dengam wanita lain yang lebih sempurna dariku.
Cinta bukanlah untuk ditangisi, tapi untuk disadari bahwa yang menyakiti
Tidak pantas untuk dicintai. Karena hati ini sudah hancur dan hidup kembali untuk orang lain
Bukan untukmu.
Raisya menulis kata-kata yang sangat menyakitkan untuk didengar. Setiap kata yang ia tulis, ada tetesan air mata yang mengiringinya.
"aku ikhlas lepas bang Yudha" gumam Raisya sambil tersedu.
-------------------------
Sore menjelang malam, Yudha melajukan motornya ke rumah Rayyan. Yudha ingin memberi penjelasan, kalau yang ia lakukan itu tidak benar.
Tok... Tok... Tok...
"kamu buka pintunya Cha..." titah Rayyan.
"gak mau ah" Raisya menolak karena matanya masih sembab.
"gak papa Cha..." akhirnya Raisya memberanikan diri untuk membuka pintu.
Yudha melihat mata Raisya yang sembab. Raisya buru-buru menutup pintu tapi ditahan oleh Yudha.
"abang mau jelasin ke kamu" ucap Yudha.
"siapa Cha?" Rayyan tiba-tiba datang dari belakang Raisya. "masuk" pinta Rayyan pada Yudha.
"saya ingin menjelaskan kalau saya di jebak oleh Iska perempuan itu" terang Yudha.
"Iska?" gumam Raisya.
"kenapa? Kamu kenal?" tanya Rayyan.
"dia temen sekolah aku" jawab Raisya.
"saya mohon, jangan laporkan masalah ini ke danki dan saya mohon Raisya... Saya minta maaf" ucap Yudha memelas.
"aku udah maafin bang Yudha, makasiihh bangett karena bang Yudha pernah bantuin tugas aku, sering jemput aku, tapi maaf bang... Raisya udah gak percaya lagi sama bang Yudha... Jadi lebih baik, bang Yudha cari perempuan lain yang lebih baik dari aku" jelas Raisya sambil menahan tangis.
"Raisya... Tadi pagi kita kan baru jalan-jalan... Kasih abang kesempatan lagi Raisya..." Yudha berusaha menggenggam tangan Raisya tapi Raisya menepis tangan Yudha.
Raisya masuk ke kamar untuk mengambil kertas berisi kata-kata.
"ini buat abang, tapi bacanya nanti aja" kertas itu dilipat sampai kecil. Rayyan menatap Raisya dengan tatapan sendu.
"saya tidak akan melaporkan masalah ini ke danki atau atasan lainnya. Tapi kamu harus hati-hati... Jangan sampai kejadian ini terulang lagi dan ini jadi pelajaran berharga buat kamu" ucap Rayyan menepuk bahu Yudha.
"apa boleh abang peluk kamu untuk terakhir kalinya? Abang gak maksa perasaan kamu ke abang. Kamu lepas abang, abang juga ikhlas lepas kamu" mata Yudha berkaca-kaca tapi ia tahan sekuat tenaga.
__ADS_1
Raisya mendekat pada Yudha. Raisya kembali menangis dipelukan Yudha. Yudha mengusap air mata Raisya.
"terima kasih atas semuanya" Yudha ijin pamit dan pulang.
-------------------------
Pikiran Yudha melayang. Secepat ini kah ia kehilangan Raisya?
"Raisya... Tolong beri kesempatan lagi Raisya..." sepanjang jalan Yudha bergumam seperti itu.
Sesampainya di hotel, Yudha langsung menuju kamar Iska dan ingin menghakiminya.
"Iska... Buka..." pinta Yudha dengan nada yang sangat tinggi. Tapi tidak ada jawaban dari dalam. Yudha mengintip dari jendela, ternyara kosong.
Yudha menuju ke resepsionis.
"mbak, atas nama Iska apa sudah check out?" tanya Yudha.
Petugas resepsionis pun mencari dibuku pendataan.
"iya mas... Sekitar dua jam yang lalu" jelas petugas resepsionis itu.
"oke mbak, makasih" Yudha sangat geram dengan kelakuan Iska.
------------------------------
Serka Rayyan
Gue bantuin lo nyari Iska
^^^Yudha^^^
^^^Serius? Kok tau gue lagi nyari Iska? ^^^
Serka Rayyan
Yudha sedikit kaget karena Rayyan tau apa yang dilakukannya.
----------------------------
Raisya masih menangis dikamarnya. Rencananya, besok Raisya tidak berangkat kuliah.
"udah lah Cha... Kasian air mata lo abis nanti" ucap Rayyan. Raisya hanya menatap Rayyan.
"kenapa kamu mutusin bang Yudha?" tanya Rayyan sukses membuat Raisya berhenti menangis.
"aku ga mau... Aku udah kecewa" jawab Raisya.
"kamu tau? Bang Yudha tuh difitnah" jelas Rayyan.
"emang iya??" Raisya masih tidak percaya dengan ucapan Rayyan
"masa boongan sih, kakak aja kaget banget pas kamu bilang putus" tambah Rayyan
"tapi hati aku ga yakin..." ucap Raisya sambil menunduk.
"yah... Kalo masalah hati mah susah, udah lo tidur. Istirahat,Β tenangin pikiran lo" Rayyan keluar dari kamar Raisya. Rayyan ingin membantu agar hubungan Raisya dan Yudha seperti semula lagi.
--------------------------
Pagi ini Yudha diperintahkan kembali ke batalyon. Akhirnya, Yudha kembali ke tempatnya. Yaa, meskipun Yudha gagal pulanh ke kampung halamannya.
Raisya masih memikirkan ucapan Rayyan. Apa benar Yudha difitnah? Tapi itu sangat sangat real. Hati Raisya bergejolak untuk kembali pada Yudha.
Dan Raisya memberanikan diri untuk mengechat Yudha.
^^^MiaAcha^^^
__ADS_1
^^^Bang... ^^^
Bang Yudha π
Kenapa Sya?
^^^MiaAcha^^^
^^^Abang masih mau sama Acha? ^^^
Bang Yudha π
Adek masih mau sama abang?
^^^MiaAcha^^^
^^^Aku percaya sama abang,^^^
^^^Kalo abang ga ngelakuin itu. ^^^
Bang Yudha π
Love you persit kecilku π
^^^MiaAcha^^^
^^^Love you too my letnan^^^
πΈπΈπΈπΈ
Lega sekali hati Raisya. Ternyata ini yang membuatnya mengganjal.Β Raisya tersenyum setelah hampir dua hari ia menangis.
"yes! I got your heart again!" Yudha hampir saja loncat kegirangan.
Bang Yudhaπ
Wait me my dear...
Bentar lagi abang ke rumah
Kamu
^^^MiaAcha^^^
^^^Siap komandan! π^^^
-------------------------------
Oke deh, segitu dlu...
Drama begete hidupnyaπ£
...
...
Oiya, ini dear letnan aslinya ya. Asli tulisan dan karangan author. Kalo ada yang mau copas atau gimana bilang dlu ya... Pasti boleh kok.
Follow juga ig author
@tnarmyeay
Btw, cerita ini mau tamat... Bantu vote ya... Pokoknya dukung sampe kelarrr ni novel...
Maunya happy ending apa sad ending niih? ππ
__ADS_1