Dear Letnan

Dear Letnan
Debat yang Menyebalkan- 4


__ADS_3

Rumah Raisya [21:32]


Setelah kejadian tabrakan dengan


Bagas, malamnya Raisya tidak bisa tidur. Begitupun dengan Bagas. Keduanya sama-sama memikirkan kejadian di kantin pada siang itu. Ingin rasanya Bagas meminta nomor telepon Raisya. Mungkin suatu saat nanti Bagas akan mendapatkannya. Bagas memikirkan bagaimana cara agar bisa mendekati Raisya. Mungkin Tiara adalah jalan satu-satunya agar bisa dekat dengan Raisya.


Saat Raisya sedang bergadang karena memikirkan Bagas, tiba-tiba handphonenya bergetar tanda chat masuk. Dia kaget, padahal handphonenya sedang berada di genggaman nya. Ternyata yang men-chat dirinya adalah Rayyan kakaknya.


Rayyan: Woii tidur...!!


Raisya: lah kok tau?


Rayyan: taulah, kan ada tulisan online


nya:v


Raisya: Astaga


Rayyan: Tidur besok mulung!!


Raisya: bentaaaarr...


Rayyan: tidur! Atau kakak samperin


ke kamar kamu


Raisya: yaelah, sebalahan doang


ngomongnya pake WA segala


😑


Tiba-tiba Rayyan berteriak memanggil Raisya.


"Achaaaaa... Cha.... " panggil Rayyan


"hmmm... " respon Raisya malas


"tidur!!" perintah Rayyan sedikit membentak.


Raisya tidak meresponnya karena dia sangat malas.


"Chaa... Tidur! Ini perintah, harus dilaksanakan!" Teriak Rayyan tegas.


Rayyan adalah seorang yang sangat disiplin dan tegas. Bahkan dengan adiknya pun dia bersikap tegas.


"gausah teriak-teriak ih!! Nanti ayah sama bunda bangun. Ntar kena


omel..." Kata Raisya sedikit jengkel


Tidak biasa-biasanya Rayyan seposesif ini pada Raisya. Raisyapun bingung kakaknya kenapa.


"yaudah tidur!" bentak Rayyan. Sebenarnya Rayyan sudah lelah dengan Raisya yang dari tadi susah disuruh tidur.


"bawel ihh" Raisya sangat kesal dengan kakaknya yang tiba-tiba berubah sikap menjadi keras.


"disuruh tidur aja susah banget sih" gerutu Rayyan yang kesabarannya sudah habis karena Raisya tidak mau menuruti keinginannya.


Rayyan mendekat ke kamar Raisya yang memang hanya sebelahan. Saat membuka pintu kamar Raisya, dia melihat adiknya sedang memainkan handphone.


"oooo... Pantes aja ga tidur², ternyata lagi main HP yaaaa... " kata Rayyan dengan nada yang merendahkan.


Raisya kaget melihat kakaknya masuk ke dalam kamar. Tidak lebih dari 5 detik, Rayyan secepat kilat mengambil HP dari tangan Raisya.


"Balikin iihh..." rengek Raisya sambil berusaha mengambil HPnya. Namun sayang, Rayyan lebih tinggi dari Raisya sehingga tangan Raisya tidak bisa menjangkaunya.

__ADS_1


Rayyan berusaha keras menghindar dari Raisya. Dia penasaran kenapa adiknya tidak bosan-bosan main HP. Ada apa didalamnya?


Rayyan mulai membuka aplikasi whatsapp, sedangkan Raisya masih terus berusaha mengambil HPnya. Dengan secepat kilat, Rayyan masuk ke kamarnya. Agar tidak bisa dibuka oleh Raisya, Rayyan menyandarkan punggungnya dipintu. Dia lupa dimana terakhir kali dia menaruh kunci kamarnya itu.


Rayyan membuka satu persatu chat diHP Raisya. Rayyan kaget ketika membaca isi chatnya karena Raisya membicarakan laki-laki.


"Siapa Rio dan Bagas?" Gumam Rayyan kemudian mencari kontak yang bernama Rio dan Bagas. Tapi dia tidak menemukannya.


Memang, Raisya tidak memiliki kontak mereka berdua. Hal ini membuat Rayyan semakin bingung.


Rayyan membuka pintu ingin menanyakan Rio dan Bagas pada Raisya. Saat membuka pintu, Raisya sedang berdiri tegak.


"Balikin ihh..." rengek Raisya kesal.


Rayyan malah mengangkat tangannya semakin tinggi dan membuat Raisya semakin kesal.


"Oke, kakak balikin asalkan kamu jawab pertanyaan kakak dlu" kata Rayyan memberikan syarat kepada Raisya.


"Apaaaaaaa??! Reseh banget sih manusia!" Raisya kesal dan kesabarannya hampir habis.


"Siapa Rio sama Bagas?" Tanya Rayyan dengan tatapan dan dingin.


Pertanyaan Rayyan membuat Raisya mengangkat sebelah alisnya. Darimana kakaknya tau Rio dan Bagas? Raisya terdiam sejenak dan berpikir.


"Sial! Chattan digrup yang bahas soal Bagas sama chattan gue sama Kirana yang bahas soal Rio belum gue hapus!!!" gumamnya dalam hati.


Raisya bingung bagaimana menjawab pertanyaan dari kakaknya itu.


"Pacar kamu ya?" tanya Rayyan lagi


"Banyak amat pacarnya sampe ada dua" tambah Rayyan sambil terkekeh.


Raisya tidak menjawab


"Buuunn... Bundaaaa... Acha punya paaa...." teriak Rayyan terpotong karena Raisya mencubit pinggang Rayyan.


"Bisa diem gak? Dia tuh temen Acha, kakak tau kan pas aku mau pulang ada yang narik tangan aku??!! Dia Rio, dia suka sama aku tapi aku cuek sama dia. Berkali-kali dia nembak Acha, tapi Acha tolak karena Acha mau fokus sama pelajaran. Kakak gak terima kan pas aku ditarik sama dia?? Aku jugaaa. Kakak aja gak terima apalagi aku!!" jelas Raisya panjang lebar karena sudah kesal.


"terus Bagas siapa?" tanya Rayyan lagi.


"kakak liat tangan aku diperban? Ini itu pas dikantin aku tabrak kak Bagas sedangkan aku bawa bakso. Pecah kan mangkuknya, pas aku beresin tangan aku kena pecahan trs kak Bagas yang ngasih obat. Udah gitu doang" jelas Raisya lagi.


"hhmmm... Ogheyy, kalo kamu punya pacar kakak hukum kamu yah, paham?!" tegas Rayyan.


Mendengar hal itu, Raisya memutar bola matanya malas.


Rani (ibu mereka) melarang anak-anaknya berpacaran. Apalagi untuk Raisya dan Aisyah yang masih sekolah, mereka harus fokus pada pelajaran dan cita-cita terlebih dahulu. Sebenarnya Rayyan juga, ibunya ingin anaknya mapan terlebih dahulu, kalau sudah mapan cewek² tanpa diundangpun datang sendiri. Kalau Rayyan membicarakan tentang jodoh, pasti ibu akan bicara seperti ini "jodoh kamu lagi dipersiapin biar pantes bersanding sama kamu".


 


"Dah, sana tidur!" perintah Rayyan.


"HPnya??"


"Besok kakak balikin" kata Rayyan enteng sambil berlalu masuk ke kamarnya.


Raisya sangat kesal dengan sikap kakaknya itu. Raisya merasa ada yang aneh dari Rayyan.


"hiiih... Kayak gak pernah puber aja" kata Raisya kesal sambil menghentakkan kakinya ke lantai. Raisyapun masuk ke kamar sambil mengoceh tidak jelas.


Setelah memastikan Raisya tidur, Rayyan langsung membuka HP miliknya. Ternyata Rayyan sudah janjian akan video call dengan teman istimewanya. Sebelumnya, Rayyan sudah chat Alizya teman istimewanya itu.


Sebenarnya, Raisya tidak bisa tidur. Dia masih kesal dengan kakaknya.


Rayyan memulai panggilan video callnya duluan. Kemudian ada jawaban suara dan gambarnya.

__ADS_1


Video call Rayyan & Alizya [22:36]


"Assalamualaikum" ucap Rayyan berseri-seri.


"Waalaikum Sayang, eh maksudnya waalaikum salam" jawab Alizya bahagia.


"lagi apa?" tanya Rayyan


"aku kedapetan shift malem" jawab Alizya lesu


Alizya adalah seorang dokter lulusan Bina Nusantara.


Mereka mengobrol sampai larut malam. Raisya dari tadi belum tidur dan masih mendengar suara Rayyan sedang tertawa sendiri. Ingin rasanya Raisya masuk ke kamar Rayyan. Raisya sangat penasaran, tapi dia harus mengumpulkan nyali dan keberanian dulu.


Raisya memdengar suara cewek dari handphone. Mungkin kakaknya sedang menelpon seorang cewek. Setelah nyali dan keberaniannya terkumpul, Raisya memberanikan diri untuk masuk ke kamar Rayyan. Raisya membuka pintu Rayyan pelan dan sangat hati-hati. Saat pintu telah terbuka, Raisya melihat kakaknya sedang telponan mesra dengan seorang cewek. Saat itu posisi Rayyan membelakangi Raisya. Sehingga Alizya bisa melihat sosok yabg berdiri tegak dibelakang Rayyan.


"Bang, itu yang dibelakang siapa?"


tanya Alizya sambil menunjuk layar HPnya.


Rayyanpun menegok kebelakang. Rayyan kaget saat melihat Raisya berdiri dibelakangnya. Rayyan menaruh HPnya dikasur. Dia tidak menutup panggilannya, dia hanya membisukan panggilannya.


"ngapain kamu?" tanya Rayyan


"harusnya aku yang nanya" jawab Raisya dengan nada tinggi.


"ohh... Jadi nyuruh adeknya tidur biar bisa vc sama pacar yaaa??" Raisya menyindir Rayyan dengan kata-kata yang sedikit pedas.


"Itu bukan urusan kamu!" kata Rayyan yang sama-sama menggunakan not yang tinggi.


"kata bunda apa?? Gak boleh pacaran dlu kan? Itu apa?" Raisyapun meluapkan emosinya.


Karena sudah tidak tahan, Raisya memanggil ibunya dan melaporkan kejadian ini.


"buuun... Bundaaa..." panggil Raisya,


tidak disangka, ibunya bangun dan menghampiri Rayyan & Raisya.


"ada apa ini ribut²? Udah malem!" kata ibunya.


"buuunn... Kak Rayyan punya paaaacc...." belum selesai bicara, mulut Raisya dibekap oleh tangan Rayyan.


"Diam kamu manusiaaa!" bisik Rayyan di telinga Raisya.


"Rayyan!! Lepasin adek kamu!!" perintah ibunya. Dan akhirnya Rayyanpun melepaskan Raisya.


"Gausah berisik lagi, tidur!!" perintah ibunya.


Kemudian, ibunya pergi. Rayyan menarik tangan Raisya menuju kamarnya.


"heh! Kalo punya mulut bisa diem gak sih?" tanya Rayyan sambil mengeraskan rahangnya.


"kakak yang mulai duluan!!" kata Raisya tak kalah gemas.


"ya kamuuu!!!" teriak Rayyan gemas.


"apaaa??!!" teriak Raisya hampir kehabisan tenaga.


"kakak pacaran kan, Raisya gak pacaran. Raisya cuma deket trus dikira pacaran. Sedangkan kakak? Kakak pacaran kan? Kalo nggak, ngapain telponan malem²? Emang gak punya temen cowok?" rentetan pertanyaan dari Raisya membuat Rayyan terdiam tidak bisa menjawab.


"gak bisa jawab kan?" sindir Raisya sambil tersenyum sinis sambik menyimpan tangannya didada.


Rayyan tidak bisa berkata apa-apa. Dia hanya diam dan menunduk seperti anak kecil yang sedang dimarahi oleh ibunya. Tapi Rayyan bukan anak kecil. Rayyanpun menjelaskannya pada Raisya.


 

__ADS_1


__ADS_2