
Iska Clariestha namanya, salah satu siswa di SMP Melati. Iska adalah anak broken home. Sejak kelas 5 SD, ayahnya sering mabuk berat dan menganiaya ibunya. Iska sangat trauma saat itu. Tak lama kemudian, Andien (ibu Iska) menikah lagi dengan seorang pengusaha besar. Tapi Iska sering melihat ayah tirinya membawa wanita lain ke rumahnya, sehingga Iska tidak betah dirumah dan memilih menginap dirumah neneknya.
Sejak SMP kelas 7, Iska sudah sering dipanggil oleh guru BK. Iska sering sekali ketahuan bolos dan ribut antar sekolah. Guru SMP Melati sudah sering memanggil ibunya, tapi ibunya selalu sibuk dan selalu tidak bisa datang. Ibu Iska seorang manager hotel, jadi mungkin sangat sibuk.
Meskipun Iska anak dari seorang pengusaha dan semuanya serba tercukupi, Iska selalu iri dengan teman-temannya. Yang dia butuhkan sekarang itu bukan uang, tapi yang dia butuhkan sekarang adalah kasih sayang seorang orang tua. Ibunya selalu sibuk, sementara ayahnya tidak tau bagaimana. Bahkan ayah kandung maupun ayah tirinya tidak pernah menjenguk Iska atau menanyakan kabar Iska.
Iska adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya bernama Bintang yang sekarang sedang kuliah disalah satu universitas di Bandung dan adiknya yang bernama kejora, masih berumur 2 tahun. Kejora adalah anak dari hasil Ibunya dengan seorang pengusaha besar itu. Sekarang, Kejora diasuh oleh nenek Iska.
Iska sangat iri dengan kehidupan Raisya. Raisya pintar, keluarganya harmonis, dan memiliki kakak yang sangat perhatian. Beda dengan kakaknya yang selalu mabuk setiap pulang kuliah. Tidak beda jauh dengan ayahnya, Bintang sering mabuk dan membawa perempuan ke rumahnya. Tak jarang, Bintang dan ayah tirinya debat dan berujung dengan baku hantam. Dan yang selalu menjadi sasaran adalah Iska.
*******
Semuanya sudah selesai, tes masuk sudah selesai, semua ujianpun sudah Raisya lewati. Kini saatnya untuk gladi persiapan pelepasan siswa siswi kelas IX SMP Melati. Para guru memerintahkan muridnya untuk datang sore saja dan dengan pakaian bebas tapi sopan. Raisya dijemput oleh Reva. Kebetulan saat itu Reva sedang main ke rumah saudaranya yang rumahnya tidak jauh dengan Raisya.
~disekolah~
[14:00]
Setibanya disekolah, teman-teman Raisya sudah berkumpul diruang kelas IX A (kelas Raisya). Saat Raisya masuk kelas, semuanya berteriak memanggil Raisya.
"Raisyaaaa...." teriak Fina teman satu kelasnya disusul dengan teman-teman Raisya yang lain memanggil Raisya.
"ada apa ini?" tanya Raisya bingung
"Rai.... Kamu sama Rio jadi icon pelepasan atribut ntar pas perpisahan" Fina memberi tau Raisya.
Raisya sangat kaget dengan pernyataan Fina itu.
"yaudah, cepetan sana ke ruang guru! Rio udah ada disana" ucap Fina
Raisya mengerutkan keningnya.
"gue cuman berdua gitu sama Rio?" tanya Raisya
"hahaha... Kan ada bu Linda" timpal Fina sambil tertawa.
Reva mendorong punggung Raisya agar dia keluar. Akhirnya Raisya keluar dan langsung ke ruang guru.
~ruang guru~
"assalamualaikum, permisi..." ucap Raisya sebelum masuk ke ruang guru
"Waalaikumsalam, Raisya..." sahut seseorang yang ada didalam ruang guru.
Raisya sangat mengenali suara itu. Itu adalah suara Bu Linda wali kelasnya. Ternyata, bu Linda adalah penanggung jawab acara pelepasan siswa kelas IX.
__ADS_1
Raisya masuk kedalam ruang guru. Dia melihat ada Rio sedang duduk disebuah kursi yang ada dihadapan bu Linda. Bu Linda langsung menyuruh Raisya duduk dikursi samping Rio.
"selamat, kalian terpilih sebagai icon pelepasan atribut di perpisahan sekolah nanti" ucap bu Linda. Raisya dan Rio yang mendengarnya pun saling lirik.
"kalian adalah siswa teladan yang dimiliki SMP Melati" lanjut bu Linda
"maaf bu, nanti kita bagaimana?" tanya Raisya
"seperti tahun-tahun sebelumnya, icon pelepasan atribut ada dua orang. Perempuan dan laki-laki. Nanti kalian akan seperti pengantin yaaa, kalian akan jalan dari pintu depan aula dan kalian akan ditaburi bunga oleh siswa yang lain. Dan nanti dibelakang kalian ada yang memegang payung. Pokoknya kalian pengantin di SMP Melati yaaa" jelas bu Linda sambil terkekeh
Mendengar hal itu Rio menjadi senyum-senyum sendiri. Lain halnya dengan Raisya yang masih tidak menyangka kalau dirinya akan menjadi icon pelepasan atribut. Karena ini adalah kehormatan tersendiri bagi siapapun yang terpilih.
"tahun ini acara perpisahan sekolah tidak di aula, tapi digedung yang sudah saya sewa. Angkatan kalian sangat banyak, jadi tidak muat kalau di aula. Oiya, besok pembagian seragam perpisahan. Jadi pastikan kalian datang semua" sambung bu Linda.
"jadi, kita kapan mulai latihan bu?" Raisya sudah mulai tidak nyaman karena dia berada diruangan bersama Rio.
"yasudah, kita langsung mulai latihan. Ajak temen² kamu yang lain" Rio dan Raisya beranjak dari kursi dan langsung memanggil teman-temannya.
Kemudian, bu Linda menyusul Raisya dan Rio. Murid kelas IX latihan perpisahan sekolah di aula dekat lapangan futsal.
Setelah semuanya terkumpul, bu Linda langsung mengatur barisan.
"oke, jadi nanti Rio sama Raisya masuknya belakangan. Yang lain masuk duluan ntar ibu kasih bunga trus kalian taburi bunga sama Rio sama Raisya yah. Terus Rafi dibelakang posisinya antara Rio sama Raisya bawa payung pengantin. Wildan sama Rafael taburi bunga dari belakang yah" bu Linda menerangkan sambil mengatur posisi.
Barisan yang menaburi bunga pada Raisya dan Rio ada dua yaitu satu baris laki-laki dan satu baris perempuan. Kebetulan, Iska berada didepan. Jadi nantinya Iska akan masuk panggung setelah Rafael dan Wildan.
Latihan pun dimulai. Kirana dipilih untuk menjadi pembawa puisi nanti. Sedangkan Reva yang membawa pidato setelah Kirana membawa puisi. Geng sixsweet sudah dikenal oleh para guru dan mereka bisa dipercaya.
Raisya merasa lelah dan capek. Raisya duduk sebentar sambil berjongkok. Dia merasakan haus dan hawa yang sangat panas. Tiba-tiba Kirana menghampirinya sambil membawa satu botol air. Raisya langsung merebutnya dari tangan Kirana.
"weeeiii.... Sabar dong bu" Kirana kaget karena Raisya menyambar tangannya tiba-tiba.
Raisya tidak peduli dengan perkataan Kirana. Raisya langsung menenggak air itu sampai hampir habis.
"busyetttt.... Abis dah ini mah minum gua" Kirana sedikit jengkel karena minumnya sudah hampir habis.
Raisya meminta izin kepada bu Linda untuk pergi ke kamar mandi. Muka Raisya memerah karena kepanasan. Raisya ingin mencuci mukanya diwastafel kamar mandi.
Setelah diizinkan oleh bu Linda, Raisya langsung bergegas ke kamar mandi.
Dikamar mandi, Raisya melihat Iska yang juga sedang mencuci muka. Raisya bingung, sejak kapan Iska ke kamar mandi. Raisya hanya menganggap Iska angin lalu. Diapun mencuci mukanya. Saat dia menatap cermin, Iska juga ikut menatap wajah Raisya lewat cermin.
"selamat yah" ucap Iska sambil menatap wajah Raisya lewat cermin kemudian Raisya menengok ke arahnya.
"gue tau lu suka sama Rio" Raisya menatap Iska kemudian kembali menatap cermin dengan mata dingin.
__ADS_1
"ohh... Ternyata lu udah tau" Iska tersenyum sinis pada Raisya sambil melipat tangannya didepan dada. Raisya hanya berdecak.
"gue juga tau lu suka sama ka Bagas, makanya lu ngeliatin gue kayak gitu" Raisya melanjutkan ucapannya.
"ohh lu udah tau semuanya yah" Iska memandang sengit pada Raisya. Raisya membalasnya tak kalah sengit.
"asal lu tau yah, Rio sama ka Bagas tuh punya gue. Liat aja nanti, gye bakal ambil mereka berdua jadi milik gue" tambah Iska membuat Raisya semakin kesal.
Entah kenapa saat nama Rio disebut dan Iska mengancam akan mengambilnya, ada rasa tak terima dalam hati Raisya. Tapi Raisya berusaha bersikap biasa saja.
"silahkan lu ambil mereka berdua. Lu ambil mereka berdua pun belum tentu mereka berdua mau sama lu yang notabennya anak nakal dan sering dipanggil BK" Raisya membalas perkataan Iska dengan sengit.
Suasana dikamar mandi mulai memanas.
"apapun caranya bakal gue lakuin. Sekalipun gue harus lenyapin lu bakal gue lakuin" Iska tak ingin kalah dengan Raisya.
"gue yakin mereka ga bakal mau sama lu" Raisya mengulangi perkataannya tadi dengan kalimat yang berbeda.
~~
Frisca, salah satu teman Iska sangat kebelet pipis. Dia pun izin kepada bu Linda kemudian berlari ke kamar mandi.
~~
Mendengar kalimat yang diucapkan Raisya, Iska semakin panas. Tangannya sudah gatal ingin mencakar, menarik, dan mengoyak-oyak baju Raisya. Iska melayangkan tangannya akan menampar Iska, tapi tiba-tiba Frisca datang dan memanggil Iska.
Frisca yang melihat Iska akan menampar Raisya sangat kaget.
"Iskaaa... " Iska yang kaget langsung menengok ke belakang. Ternyata itu adalah temannya Frisca.
"ada apa ini?" tanya Frisca bingung, tapi dia merasakan ada hawa panas antara Iska dan Raisya.
Raisya hanya melipat tangannya didepan dada dan tersenyum sinis, kemudian Raisya keluar kamar mandi. Saat didepan kelas VIII, dia berpapasan dengan Kirana. Ternyara Kirana juga akan ke kamar mandi. Kirana melihat raut wajah yang beda dari Raisya.
"kenapa Cha?" tanya Kirana yang bingung namun Raisya tak menjawabnya dan berlalu meninggalkan Kirana.
Saat Kirana masuk ke kamar mandi, dia melihar Iska sedang berdiri seperti menunggu seseorang. Kirana langsung masuk ke kamar mandi. Keluar kamar mandi, dia masih melihat Iska tapi kali ini ada Frisca disampingnya.
"kalo punya sahabat dijaga ya broo" ucap Iska saat Kirana keluar kamar mandi.
Sekarang Kirana paham apa yang terjadi pada Raisya. Perang sengit antara Raisya dan Iska sudah mulai. Kirana langsung ke aula dan menghampiri Raisya. Tapi Raisya sedang badmood dan tidak mau cerita pada Kirana.
Setelah mood Raisya membaik, dia langsung cerita kepada Kirana.
__ADS_1