
Pulang sekolah [14:55]
****
Rayyan sudah berada didepan gerbang sekolah Raisya dengan motornya. Beberapa menit kemudian Raisya keluar. Saat Raisya sedang berjalan ingin menghampiri kakaknya, tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangannya dari belakang. Raisya yang terkejut langsung menoleh kebelakang. Ternyata yang menarik tangannya adalah Rio.
"Raisya, siapa laki-laki tadi?" tanya Rio dengan suara yang sedikit keras membuat orang-orang disekitarnya menoleh ke arah Raisya dan Rio.
Rayyan yang mendengar keributan pun menoleh ke arah Raisya.
"Itu kayak si Acha (panggilan Raisya)" Gumam Rayyan.
Raisya tidak menjawab pertanyaan dari Rio. Rio yang memegang erat tangan Raisya. Karena Raisya risih dan tidak nyaman, dia menghempaskan tangannya. Genggaman Riopun lepas.
"Itu bukan urusan kamu!" kata Raisya.
Kemudian Raisya berlari menghampiri kakaknya yang sudah menunggunya didepan gerbang. Raisya langsung meraih tangan Rayyan dan mencium punggung tangan kakaknya itu.
"Ayo cepetan naik" Kata Rayyan
"Iya kak"
Rayyan penasaran, siapa laki-laki yang berani memegang tangan adiknya itu. Akhirnya, Rayyan menanyakan hal itu pada Raisya.
"Cha... " panggil Rayyan
"Hmmm"
"Tadi yang narik tangan kamu siapa? Pacar kamu?" tanya Rayyan sedikit penasaran.
"Enak aja, mana ada!" jawab Raisya tidak terima sambil menonjok kecil punggung Rayyan.
"Sakit ihh... Terus siapa dong?" Tanya Rayyan lagi.
"Anggep aja orang gila" jawab Raisya sambil terkekeh.
"Anak orang dibilang orang gila kamu yah, kalo orangnya tau gimana?" Kata Rayyan.
"Yaudah, aku ganti jadi orang utan" tambah Raisya. Raisyapun tertawa lepas.
"Hmmm... Sama aja itu mah sebelas dua belas" kata Rayyan yang juga ikut tertawa.
"Tapi Cha, dia berani banget pegang-pegang kamu" Rayyan tidak terima adik perempuannya dipegang² oleh laki-laki lain selain Rayyan dan ayahnya sendiri.
"Iya tuh kak, gak jelas banget tuh cowok" keluh Raisya pada Rayyan.
"Kamu harus hati-hati yah... Kalo ada dia, menghindar" saran Rayyan pada Raisya.
"tadi kakak liat, tapi kok gak nolongin Acha?" tanya Acha sambil memasang muka sebal.
"iya, niatnya tadi kakak mau nolongin kamu. Tapi tiba² ada chat masuk dari komandan kakak" jelas Rayyan
"hhhmmm...." Raisya pun menghela napas, dia harus ikhlas kasih sayang kakaknya terbagi. Bukan untuk pacar tapi untuk negara.
****
Rayyan sangat menjaga adik perempuannya . Orang tuanya jarang sekali ada dirumah, jadi dialah yang bertugas menjaganya meski diapun harus menjaga kedaulatan NKRI. Menurutnya, memiliki adik perempuan sama dengan memiliki suatu berlian yang harus dijaga. Dia tidak terima kalau ada yang dekat apalagi sampai berani memegang tangan adiknya. Semuanya itu ada waktunya, dan sekarang adalah waktu untuk adiknya fokus belajar. Jadi, dia harus menjaganya.
Rayyan lebih mengetatkan penjagaannya kepada Raisya. Karena Raisya sudah hampir dewasa dan memasuki masa labilnya. Kalau adik satunya Aisyah, dia masih gampang untuk diatur. Berbeda dengan Raisya yang sedikit susah untuk diatur.
****
Sesampainya dirumah, Raisya langsung mengganti bajunya dengan kaos. Orang tua Raisya belum pulang, sedangkan adiknya sudah pulang duluan karena jarak sekolah Aisyah dengan rumah sangat dekat. Rayyan menjemput Raisya disaat istirahat. Setelah itu Rayyan akan kembali ke batalyonnya. Raisya dan Aisyah tidak sendiri, mereka mempunyai seorang pembantu yang disewa oleh orang tuanya.
Setelah ganti baju, Raisya membuka HP yang sedari tadi berdering karena banyaknya chat yang masuk. Siapa lagi klo bukan Sahabat-sahabatnya.
Chat grup Raisya [13:15]
Hanin: Raisyaaaa... Raisyaaaa
Reva: orangnya kemana nih?
Dinda: aduhh... Ngilang nih
Kirana: hadeeehh...Orangnya mana
nih?
Raisya: hadiiirr🙋
Hanin: yaelah, baru nongol lagi😒
Reva: cowok tadi siapa?
__ADS_1
Nikeu: kok lu bisa langsung akrab sih
sama dia?
Raisya: satu² apaa nanya nya
Nikeu: siapa cowok itu?
Raisya: namanya kak Bagas, dia
alumni sini. Dia kesini mau
jemput adeknya kelas VII
namanya Tiara.
Hanin: oohh itu, gue tau tuh. Dia anak
seni bareng gue.
Reva: Rai, tukeran kuy. Gue pengen
diposisi lu:)
Dinda: iya tuh, kapan lagi diperban
sama cowok😋
Kirana: kita iri dan kita bilang💔
Raisya: Udah² gue pamit mo tidur👋
Nikeu: yaaahh... Yaudah deh sono...
****
Raisya menutup handphone yang berlogo apel itu. Raisya tersenyum sendiri saat membaca chat dari sahabat-sahabatnya. Kejadian yang dia alami tadi siang terngiang terus dipikiran Raisya. Meskipun jari tangannya sedikit robek dan terluka, hati Raisya sangat gembira. Sakitnya tak terasa ketika Bagas yang mengobatinya. Lelaki yang bertubuh kekar dan tinggi terus saja terngiang dikepala Raisya.
Setelah menjemput adiknya, Bagas langsung mengganti baju. Raisya, nama itu melekat diingatannya.
"Cantik" gumamnya sambil tersenyum menatap langit-langit kamarnya. Terlukislah senyuman dibibir Bagas ketika mengingat wajah Raisya.
Karena Bagas terngiang-ngiang, diapun curhat pada sahabatnya Farel di WA.
Chat Bagas & Farel
Jemput adek gue, gue ke kantin
dulu. Ternyata kelas VIII sama
kelas IX tuh lagi pada istirahat
Farel: terus??
Bagas: Ada cewek nabrak gue dia
bawa bakso, baju gue kena
kuah bakso. Untungnya gue
pake kaos lagi.
Farel: Panas gak tuch? 😂
Bagas: Lumayan sih
Bagas: terus, pas dia mau bersihin
pecahannya, tangan dia kena
pecahan itu trs gue obatin.
Farel: harusnya dia yang baper,bukan
elu...
Bagas: Dia cakep Rel... Mukanya
terngiang² terus
Farel: siapa namanya?
Bagas: Namanya Raisya, kata adek gue
__ADS_1
dia anak taekwondo &paskibra
Farel: pasti cakep:')
Bagas: banget, gue sampe terpesona
Farel: terpesona... Aku terpesona,
memandang memandang
wajah Raisya yang cakeeeepp...
Bagas: gausah nyanyi! 😒
Farel: iya, iya gua doain lu aja deh
Bagas: Aamiin...
Bagas menutup ponselnya dan memasukkannya ke dalam saku celana. Entah kenapa saat pertama kali bertemu, Bagas merasakan ada getaran-getaran yang berbeda. Bagas berniat mencari tau tentang Raisya lewat adiknya. Menurutnya, Raisya memiliki pesona tersendiri. Dilihat dari gayanya, Raisya adalah sosok yang tomboy. Meski begitu, Raisya masih terlihat seperti cewek pada umumnya.
Bagas memikirkan Raisya. Dari tadi dia melamun hingga teriakan adiknya membuyarkan lamunannya.
"Baaangg!! Ara laper!!" teriak Tiara kelaparan.
Bagaspun langsung membuka pintu kamarnya.
"mau makan apa?" tanya Bagas
"abang bikinin Ara nasi goreng pake telur dadar yaa" jawab Tiara sambil menaik turunkan alisnya.
"Heeemm... "
Meski sedikit cuek, Bagas adalah kakak yang sangat sayang pada adiknya. Tidak bolah ada yang menyakiti tiara, kalau sampai ada hadapi dulu Bagas.
Mereka dirumah hanya bertiga dengan pembantu mereka. Ayahnya yang seorang tentara jarang sekali pulang. Ibunya seorang guru disalah satu SD dekat rumah Bagas. Ibunya sering sekali pulang sore atau menjelang malam.
Bagas adalah anak kedua dari 3 bersaudara. Kakaknya perempuan yang seorang dokter disalah satu rumah sakit dekat rumahnya.
***
Raisya berfikir sejenak, Bagas tinggal didekat batalyon *** sedangkan Raisya sering bolak balik kesana bersama kakaknya. Tapi, Raisya tidak pernah melihat Bagas.
"Apakah ayah Bagas seorang tentara?"
Gumam Raisya.
"kalau iya, berarti ayahnya tugas dibatalyon yang sama dengan kakak. Kalo begitu mungkin kakak bakal tau ayahnya Bagas" Gumam Raisya lagi.
Dia semakin gila memikirkan Bagas.
"aaaaaaagghhh" teriak Raisya frustrasi.
Saat Raisya sedang badmood, tiba-tiba handphone- nya berbunyi karena ada chat masuk. Saat Raisya membukanya, ternyata itu adalah chat dari sahabatnya Kirana. Dari kelima sahabatnya, yang paling dekat dengan Raisya adalah Kirana. Kalau ada masalah atau ada apa-apa, Raisya akan bercerita pada Kirana. Kalau Raisya tidak bercerita, Kirana berinisiatif menanyakannya. Kirana memang sahabat yang paling peduli pada Raisya.
Chat Kirana & Raisya [21:15]
Kirana: Cha... Pas pulang sekolah aku
liat kamu ditarik sama Rio
Raisya: Iya
Kirana: Dia bilang apa ke kamu?
Raisya: Dia nanya siapa cowok yang
dikantin tadi
Kirana: terus?? Kalo cerita jangan
setengah-setengah dong...
Raisya: terus aku jawab aja BUKAN
URUSAN KAMU!!!
Kirana: wkwkwk... terlalu semangat
buat milikin kamu😂
Raisya: 😤😤😤😤capek ahh
Raisya menutup Hpnya karena dia sudah lelah dan sudah terlalu stress memikirkan Bagas. Raisya melamun sambil menatap langit-langit kamarnya.
__ADS_1
Lama sekali Raisya melamun, akhirnya diapun memainkan Hpnya lagi. Raisya memainkan permainan candy crush yang ada di HPnya.