
Sore ini Raisya ke cafe dan akan bertemu dengan Kirana. Kemarin, dia tidak jadi ke cafe karena kejadian itu.
Raisya berlari menghampiri Kirana.
"Wuuuiiishhh santuy dong. Kenapa ngab?" Tanya Kirana melihat Raisya yang langsung duduk di bangku cafe
"Kit atii.... Kit atiii gue" jawab Raisya merengek.
"Kenapa? Kenapa? Cerita coba" ujar Kirana
"Gw kenal tentara temen kakak gw pas kakak gw sakit. Kita kenal di rumah sakit. Terus ternyata kakak gw ngasih tau gw ke dia" jelas Raisya. "Singkat cerita, gw baper sama dia. Dia pernah meluk gue, ngelus rambut gw, sering ngajak gue ke cafe. Dan akhirnya gue baper"
"Ghosting ceritanya?" Tanya Raisya lagi.
Raisya menceritakan apa yang terjadi padanya. Tiba-tiba musik cafe berubah menjadi lagu broke me first milik TateMcRace.
I know you, you're like this
When **** don't go your way you needed me to fix it
And like me, I did
But I ran out of every reason
Now suddenly you're asking for it back
Could you tell me, where'd you get the nerve?
Yeah, you could say you miss all that we had
But I don't really care how bad it hurts
When you broke me first
You broke me first
Raisya semakin sakit. Hatinya semakin remuk.
"Kalo kayak gitu, lu ga berhak nangis apalagi marah sama bang Yudha Cha. Karena emang bang Yudha nembak lu jadi pacar? Emang bang Yudha udah komitmen sama lu? Bang Yudha cuma jadiin lu pelampiasan" terang Kirana.
Oh damn! Raisya skakmat dengan perkataan Kirana. Perkataan Kirana sangat benar.
Raisya tidak kuasa menahan tangis, sakit, dan hancurnya hatinya.
Kirana memeluk Raisya. Menguatkan temannya yang sedang rapuh.
"Lu jangan sembarang percaya sama cowok. Semua laki-laki itu bajingan Cha... Udah... Jangan Deket sama laki-laki selain bapak sama kakak lu. Itu cuman buat lu sakit hati" kata Kirana sambil mengelus punggung Raisya.
"Makasih Ran..." Ucap Raisya pada Kirana.
*********
[Batalyon]
"Di... Gue takut sama bang Rayyan" ucap Yudha pada Ardi sahabatnya.
"Emang lu ngapain?" Tanya Ardi yang bingung
__ADS_1
"Ahhh... Ceritanya panjang" ujar Yudha.
"Yeeuuuh"
Yudha dan Rayyan satu kompi. Karena itu, Rayyan dan Yudha bisa dekat.
Karena sudah sore, mereka lari sore mengelilingi batalyon. Yudha dan Ardi duduk istirahat di bawah pohon. Dari kejauhan, Yudha melihat Rayyan yang sedang mengobrol dengan Danki yaitu kapten Ditto.
Rayyan membawa botol air mendekati Yudha dan Ardi yang sedang duduk di bawah pohon.
"Tentara kalo punya salah minta maaf gak Di?" Tanya Rayyan kepada Ardi. Seraya duduk dan membuka botol air minum.
"Minta maaf bang" jawab Ardi
Yudha yang merasa tersindir hanya diam. Rayyan melirik Yudha sangat tajam. Rayyan beranjak pergi.
"Jan lupa lu minta maaf sama Adek gue!" Teriak Rayyan meninggalkan Yudha dan Ardi.
"Lu kenapa Dha?" Tanya Ardi
"Ga papa" jawab Yudha singkat.
*************
Raisya sedang menunggu angkot yang lewat di halte depan sekolahnya. Sebelumnya, Rio mengajaknya pulang bareng. Namun ditolak oleh Raisya.
Raisya melihat Yudha yang tiba-tiba ada di hadapannya dengan motor Vixion miliknya. Raisya buru-buru lari menjauh dari Yudha. Sekarang, Raisya tidak ingin dekat dengan Yudha lagi.
"Heyyy!!! Saya gak mau nyulik kamu!" Teriak Yudha saat Raisya berlari menjauhinya.
Raisya terus berlari menyusuri trotoar jalan.
Raisya jatuh. Dia melihat roknya sobek. Ternyata lututnya berdarah.
Yudha berlari kecil menghampiri Raisya.
"Di bilang, saya bukan penculik" ucap Yudha sambil membantu meluruskan kaki Raisya agar peredaran darahnya lancar.
Yudha menuntun Raisya duduk di bangku halte.
Yudha mengambil kotak P3K di jok motornya. Yudha mengelap luka Raisya dengan alkohol, setelah itu memberi betadine.
"Abang minta maaf soal yang kemaren" ucap Yudha sambil menuangkan Betadine.
"Udah Acha maapin kok" jawab Raisya jutek.
"Heehhh... Jutek kali bah Adek Abang ni" ujar Yudha.
"Yaaa... Aku ga mau Abang di ambil sama dokter itu. Bang Yudha punya aku" ucap Raisya sambil memanyunkan bibirnya membuat Yudha gemas.
Yudha menarik hidung mancung milik Raisya.
"Iiih.... Abang.... Sakit tau" ujar Raisya.
"Dah yoook... Pulang... Bang Rayyan pasti udah nunggu" Yudha dan Raisya pun pulang.
"Ga mau" Raisya menolak ajakan Yudha.
__ADS_1
"Loh kenapa?" Yudha bingung dengan sikap Raisya yang berbeda dari biasanya.
Tiba-tiba Raisya memeluk Yudha yang ada di hadapannya itu.
"Bang Yudha punya aku.... Aku ga mau bang Yudha di rebut sama yang lain" rengek Raisya dalam pelukan Yudha.
Yudha mengelus rambut panjang Raisya.
"Abang... Acha tuh sayang sama abang" ujar Raisya. Tak terasa seulas senyum terbit dari bibir Yudha.
Yudha mengecup puncak kepala Raisya dan mengelusnya kembali.
"Iyaa... Abang ni punya Adek cantik" kata Yudha dengan nada yang sangat lembut.
"Udah yaa... Kita pulang" ujar Yudha.
Sepanjang perjalanan, Raisya memeluk Yudha dengan erat.
Ini bukan salah Yudha, tapi ini salah orang tua Nayla yang menjodohkannya dengan Yudha.
**************
trrriiiiiiingggg.....
Handphone Raisya berbunyi. Ada nomor yang tidak dikenal yang menelponnya. Raisya ragu siapa yang menelponnya. Setelah berpikir agak lama, Raisya mengangkatnya karena handphone nya tidak berhenti berdering.
"Halo?"
"Assalamu'alaikum Raisya, apa kabar?" Ini adalah suara yang tidak asing bagi Raisya.
"Wa'alaikumsalam bang, baik. Bang Bagas gimana?" Ya, suara itu adalah suara Bagas.
"Alhamdulillah kabar Abang baik" jawab Bagas
"Abang nelpon aku kenapa? Kok Abang pegang Hp?" Tanya Raisya bingung.
"Iya, Abang dikasih kesempatan buat nelpon keluarga. Karena Abang kangen sama kamu jadi Abang telpon kamu aja" jawab Bagas
"Kenapa ga nelpon orang tua bang? Emang Abang gak kangen?"
"Minggu lalu udah, masa terus-terusan kan ga enak" terang Bagas "lagian ntar juga kamu jadi bagian dari keluarga Abang kan" tambah Bagas sambil tersenyum.
Jantung Raisya tidak karuan mendengar ucapan Bagas. Tiba-tiba otaknya tertuju pada Yudha yang pulang sekolah tadi ia peluk entah mendapat keberanian dari mana.
"Raisya... Kok diem?" Tanya Bagas
"Eh iya bang maaf hehe"
"Tunggu Abang ya... Tolong tunggu Abang 6 bulan lagi" terdengar dari nada bicara Bagas yang sangat memohon pada Raisya.
Panggilan pun berakhir. Jantung Raisya masih berdegup kencang.
"Ya Allah Cha... Gak boleh... Kamu gak boleh mikirin laki-laki. Plis Cha... Ntar kamu belajarnya gak fokus" gumam Raisya.
___________________
Haiii para reader's yang terhormat:)
__ADS_1
Gimana ceritaku sejauh ini? Ngawur ya? Maaf ya kalo ceritaku masih berantakan
Jangan lupa like