
Setelah proses yang begitu lama, jatuhlah keputusan hakim. Angga dipenjara dengan kasus penculikan dan pelecehan seksual. Angga menerimanya, karena dipenjara ia akan menyiapkan rencana untuk menjatuhkan geng Atenos. Nanti, setiap bulannya anggota geng Danger akan menjenguknya. Lalu Angga akan menyuruh anggotanya untuk menjalankan rencananya.
--------------------------
Raisya sangat lega. Tapi trauma Raisya masih belum sepenuhnya hilang. Raisya masih ketakutan kalau bertemu orang baru.
"Raisyaaa....." seseorang memanggil Raisya dari belakang. Itu adalah Bagas. Raisya langsung menoleh.
"hai kak..." Raisya menyapa Bagas dengan canggung.
"udah lega kan?" tanya Bagas.
"hehe... Alhamdulillah" jawab Raisya.
Tiba-tiba Rayyan datang dari belakang dan menepuk bahu Bagas.
"pacaran mulu"ucap Rayyan membuat Bagas sedikit kaget.
"ijin ndan..." spontan Bagas bersikap siap.
"hahaha... Lanjutkan!"Ucap Rayyan sambil tertawa renyah.
"biasalah jail" ujar Raisya
"kamu mau nggak kalo kakak bawa ke rumah" Raisya kaget dengan tawaran Bagas. Maksudnya, apakah Bagas akan mengenalkan raisya pada orang tuanya?
"kalo boleh sama om Ditto mah gak papa" jawab Raisya sambil tersenyum.
Hari ini, 3 hari sudah Angga berada di penjara. Masih banyak hari-hari yang harus ia lalui di dalam penjara. 5 tahun tuntutan dari hakim dan itupun sudah diberi keringanan. Rangga memiliki buku note berukuran sedang yang berisi rencana-rencana untuk menghancurkan geng Atenos.
"gue bakal sobek kertas ini dan kasih ke Wawan" gumam Angga di sel tahanan.
Wawan adalah sahabat Angga dan selama Angga di penjara, Wawan lah yang memegang wewenang geng Danger. Angga sangat mempercayai Wawan.
1 Minggu Angga di penjara, Wawan datang menjenguk Angga. Wawan datang ke lapas dengan membawa ayam geprek, semur, bakso dan mie ayam.
"nih, buat lo!" ucap Wawan sambil memberi kresek yang berisi makanan itu.
"makasih" ucap Angga.
Sebelumnya, Angga sudah menyobek kertas bukunya. Saat penjaga sedang lengah, Rangga memberi kertas itu kepada wawan.
"ini rencana buat jatohin geng Atenos" ucap Angga sambil memberi kertas itu.
"oke" kata Wawan.
---------Flashback sebelum Angga di penjara---------
"lu kenapa sih dendam banget sama geng Atenos?" tanya Wawan kepada Angga.
"bapak gue stroke gara-gara ketua geng Atenos yang dulu. Dan gara-gara itu ibu gue ninggalin bapak gue. adek gue diambil sama paman gue dan sekarang gak tau dimana. gue? gue diasuh sama paman gue yang lain. di gebugin tiap hari, makan sampah, gue udah kayak gelandangan" jelas Angga.
"adek lo cewek apa cowok?" Tanya Wawan
"cowok" Jawab Angga.
"bapak lu di apa-in sama ketua geng Atenos?" Wawan bertanya lagi.
"ditabrak tapi itu sengaja. Awalnya bapak gue gak kenapa-napa, tapi pas di cek lagi ada saraf yang rusak dan itu yang buat bapak gue stroke" Jelas Angga
"gue harap suatu saat nanti gue bisa balas dendam sama ketua geng Atenos" Tambah Angga.
-------------------------------------------------------------
Saat sampai dirumah, Wawan membuka kertas yang diberikan oleh Angga. Rencana pertama adalah menghancurkan markas geng Atenos. Tertulis dikertas "yang penting markas Atenos hancur entah dengan cara apapun itu. Dibakar atau di apa-in terserah lo!" Wawan langsung memfoto kertas itu dan menyebarnya ke grup geng Danger. Wawan akan segera melaksanakan tugasnya. Salah satu anggota ada yang menelpon Wawan untuk menanyakan hal itu.
"woi bang! itu surat dari bang Angga?" tanya Dimas, anggota geng Danger.
__ADS_1
"iya, kita rencanain kapan waktu yang tepat buat hancuri markas mereka" Jawab Wawan
"besok lusa bang, kalo besok hari Minggu pasti mereka kumpul-kumpul" Saran Dimas
"oke! Besok disekolah kita rencanain lagi gimana konsepnya" Tambah Wawan.
"siap!" Ucap Dimas menyudahi sambungan
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Alex, Devian dan teman-temannya berkumpul dimarkas geng Atenos. Markas mereka berupa rumah besar yang tidak berpenghuni. Alex membelinya dari hasil kas geng Atenos dari beberapa tahun lalu. Sebenarnya, tidak ada urusan yang penting. Hanya saja Alex dan teman-temannya ingin bersantai.
"main gitar yoookk!" Ajak Alex
"Gasss!!" Jawab semuanya.
Mereka bernyanyi ria seperti tidak ada beban. Setelah itu mereka minum bir sampai mereka 'teler'
--------------------
"kemaren gue liat geng Atenos lagi pada minu dimarkasnya" Dimas memberi tau kabar tentang geng Atenos.
"yaudah... Besok malem kita beraksi" Ucap Wawan berambisius
----------------
Hari ini Wawan menyusun rencana. Setelah rencana tersusun rapih, Wawan, Dimas dan anggotanya melaksanakn tugas dari Angga. Mereka menggunakan baju hitam-hitam, topeng dan sarung tangan. Sedangkan alat yang mereka bawa ada gunting, tang, cutter, korek api, bensin dan pistol. Mereka berencana membakar markas Atenos.
"Wan... Kita bakar aja semua" Saran Dimas
"jangan... Ntar mereka curiga kalo yang ngelakuin ini tuh kita, geng Danger" Tolak Wawan.
"terus?"
"kita ambil aja properti mahal yang ada disana. Pasti ada kok. Nanti mereka ngira maling yang ngambil properti mereka" Jelas Wawan
"terus propertinya diapain?" tanya Dimas lagi
Wawan langsung membobol gembok markas geng Atenos dengan menggunakan gunting. Baut gembokpun lepas dan gembok pun terbuka.
"let's go!" Seru Wawan
Pick-up sudah siap untuk mengangkut barang-barang yang mereka ambil dari markas geng Atenos. Wawan mengambil alat band milik Atenos, TV LED, laptop dan Wawan menemukan sejumlah uang yang dibungkus kertas coklat.
"gue nemu duit!" Seru Wawan
Bisa dipastikan uang itu berjumlah 500 juta lebih. Selain menemukan uang, Wawn juga menemukan sertikfikat tanah. Itu adalah sertifikat tanah geng Atenos.
"ini kita bawa aja?" tanya Wawan pada Dimas
"Jual aja kali yah" Ucap Dimas.
"bodoh! jual sertifikat gak segapang jual cabe! Emang lu bisa niru-in tanda tangan Alex?" Ujar Wawan sambil menjitak kepala Dimas.
"yaudah, ini buat misi kedua" Ucap Wawan
Mereka melakukan misi ini pada pukul 01:44 dini hari. Markas Atenos juga sedikit jauh dari rumah warga. Jadi, mereka bisa leluasa melakukan misi. CCTV markas Atenos sudah Wawan matikan. Sedangkan CCTV jalan kebetulan sedang mati.
Wawan dan anggotanya langsung mengangkut barang-barang ke pick-up. Wawan dan teman-temannya langsung naik ke mobil grand max berwarna hitam yang kacanya sudah diganti menggunakan kaca film berwarna hitam juga. Sebelumnya, Wawan sudah memalsukan plat nomor mobil pick-up dan mobil grand max itu.
"besok gue jual" ucap Wawan pada teman-temannya
"otewe kaya kita bang," ujar salah satu temannya.
----------------------------------------
[Markas Atenos]
__ADS_1
Pulang sekolah, Alex dan Gibran (anggota Atenos) pergi ke markas. Ya, meskipun namanya geng, tapi mereka masih tau diri untuk membersihkan markas. Setiap hari ada jadwal piketnya.
"ini gemboknya kemana?" Alex bingung ketika melihat pintu markas.
Alex dan Gibran masuk ke markas. Betapa terkejutnya mereka ketika melihat kondisi markas yang brantakan.
"sumpah! Ini pada kemana barang-barangnya?" Seru Alex
"****!" Gibran ikut mengumpat kesal.
Alex menuju lemari inventaris gengnya. Dia melihat uang kas gengnya tidak ada.
"aaaaaggghhhhrrr....." Alex berteriak kesal sambil mengacak-acak rambutnya.
Alex tidak ada prasangka kalau ini adalah geng Danger yang melakukannya. Alex menduga kalau ini adalah perbuatan maling. Melihat Alex yang kesal, Gibran menelpon anggota gengnya yang lain. Tak lama setelah Gibran menelpon, Devian pun datang.
"uangnya hilang?" tanya Devian yang ikut panik.
"iya bang" jawab Gibran.
Devian langsung mengecek CCTV Markas. Tapi ternyata, dari 1 hari sebelum kejadian CCTV sudah mati diputus sambungannya oleh Wawan.
"kita periksa sambungannya" ucap Devian
Gibran, Devian dan Alex langsung memeriksa sambungan CCTV-nya dan ternyata sambungannya putus.
"feeling gue ini diputus" ucap Alex
"iya juga, terus gimana?" tanya Devian
"dijalan ada CCTV?" tanya Gibran
"rusak kan" jawab Devian
"terus gimana?" tanya Gibran
"kita periksa sidik jari. Engkong gue punya alatnya" jawab Alex
Alex langsung bergegas ke rumah engkongnya. Saat tiba dirumah engkongnya, Alex melihat engkongnya sedang menyapu halaman rumahnya.
"kong! Pinjem alat yang ntu!" ucap Alex langsung to the point
"alat paan tong?" tanya engkongnya yang bingung
"yang buat sidik jari itu kong" jelas Alex
"orang mah salam dulu. Kesini langsung nagih alat. Tong... Tong... Anak muda jaman sekarang jarang yang pake salam" keluh engkong Alex.
"hehe... Assalamualaikum kong... Nih... Alex ulang lagi" Alex mengulangi masuk dan mengucapkan salam.
"buat apa sih tong, minjem alat sidik jari engkong?" tanya engkong Alex
"biasalah om... Alex kan mau masuk ke intel" Jawab Alex sambil terkekeh
Tanpa pikir panjang, engkongnya langsung memberi alat itu. Alex pun langsung kembali ke markas dengan membawa alat itu. Setibanya di markas, Alex langsung menyalakan alatnya.
"langsung nyalain alatnya" pinta Alex pada Devian.
Hasil dari deteksi nihil. Alex semakin frustasi. Masalahnya, uang yang ia simpan adalah uang kas anggota Atenos sejak 3 tahun lalu. Alex sengaja tidak menaruhnya di bank karena ia pernah menjadi korban uangnya di korupsi oleh pihak bang.
"gak ada sidik jari" ucap Alex
"iya, ini sidik jari kita semua" timpal Devian.
"kayaknya pencuri itu pake sarung tangan" ujar Gibran.
"iya juga" ucap Alex
__ADS_1
"gak ada tanda-tanda lain?" tanya Devian
"jejak kaki pun gak ada" jawab Alex