Dear Letnan

Dear Letnan
Rencana Angga Selanjutnya-28


__ADS_3

   Rencana Angga yang selanjutnya sudah terlaksana sesuai rencana. Sekarang, Angga menyiapkan rencana untuk menjatuhkan geng Atenos. Hari ini, Wawan mendatangi Angga. Seperti biasa, Wawan membawa makanan yang cukup banyak untuk Angga.


"Gimana rencana kita yang kemaren?" Tanya Angga


"Sukses bos! Tenang aja" jawab Wawan.


"Ini rencana kedua, pokoknya gak boleh gagal!" Perintah Angga memberikan kertas yang berisi rencana.


    Wawan pulang ke rumahnya. Saat dikamar, Wawan membuka kertas dari Angga. Tertulis didalamnya perintah untuk membunuh ketua geng Atenos. "Bunuh ketua geng Atenos, tabrak dia, jangan di tembak atau di tusuk karena itu bisa bikin Lo masuk penjara!". Wawan sedikit kaget dengan perintah Angga. Sedendam itukah Angga dengan geng Atenos? Wawan langsung men-share kertas dari Angga ke grup geng Danger.


"Serius bang?" Tanya Crist (Anggota Danger)


"Masa becanda, entar gue aja yang eksekusi" jawab Wawan.


   Wawan merencanakan kapan waktu yang tepat untuk melakukan perintah dari Angga.


 


     Alex berencana pergi ke Australia untuk beberapa hari. Dia harus ikut ibunya karena Alex lah anak laki-laki yang bisa menjaga ibunya. SEdangkan ayahnya sudah meninggalkan ibunya sejak 2 tahun yang lalu. 


"Dev... Gue mau ke Australi besok. Sementara ini gue nitip geng dulu yah sama lo. Lo jadi ketua geng Atenos dulu" ucap Alex pada Devian.


"loh... Kenapa harus gue? Gibran ada... Yang lain juga bisa" tanya Devian


"lu pinter Dev... Gue percaya sama lo" Ucap Alex sambil menepuk bahu Devian dan berlalu pergi.


Devian hanya mematung bingung.


[Di Sekolah]


     Pulang sekolah, geng Atenos merayakan diangkatnya Devian menjadi ketua geng mereka sementara. Mereka merayakannya di kantin sekolah. Karena Devian yang diangkat menjadi ketua, Devian mau tidak mau mentraktir teman-temannya. 


"ketua geng Atenos yang baru nih... Kapten Devian..." teriak Gibran.


    Alvan, siswa kelas XI C adalah mata-mata dari geng Danger. Sedangkan Revo, siswa kelas XI B adalah mata-mata dari geng Atenos. Saat geng Atenis sedang berpesta, Alvan mendengar semua pembicaraan mereka. Alvan akan memberi tau kepada Wawan. Geng Danger adalah geng yang bisa dibilang memtikan. Rencana-rencana mereka yang tidak terduga dan mata-mata mereka yang mencari tau sampai yang paling dalam. SEdangkan geng Atenos masih memiliki hati dan tidak sekejam geng Danger.


[Markas Geng Danger]


     Sebelumnya, Alvan menelpon Wawan dan memberi tau kalau ketua geng Atenos adalah Devian. Kemudian Wawan memerintahkan anggotanya untuk berkumpul dimarkas. Markas geng Danger tidak jauh beda dengan markas Atenos. Markas geng Danger juga sebuah rumah besar yang ditinggal pemiliknya. Bedanya, markas geng Danger lebih terpencil.


"jadi, kita susun rencana buat ngabisin Devian" ucap Wawan


"gimana nih?" tanya Dimas


"tugas kalian mastiin rencana ini gak bakal gagal. Ntar gue yang eksekusi" jawab Wawan


"kapan eksekusinya?" tanya Alvan


"lusa, lusa itu hari rabu. Hari rabu biasanya geng Atenos kumpul" jelas Wawan. 


"nanti ketauan kalo kayak gitu" ujar Dimas

__ADS_1


"gak lah bego! Kan gue mau nabrak Devian pas dia udah selesai dari kumpulnya, Devian kan arah rumahnya beda sendiri" jelascWawan lagi. 


{Hari Rabu}


    Setelah berkumpul dengan gengnya, Devian berencana pulang ke rumahnya. Tapi, sebelum itu DEvian mampir di Alfamart untuk membeli beberapa snack & minuman. Setelah itu Devian kembali melanjutkan perjalanan menuju rumahnya. Saat diperempatan, lampu lalu lintas berubah menjadi merah. Tiba-tiba hujan turun sangat lebat. Devian tidak membawa jas hujan tapi untungnya Devian menggunakan jaket tebal anti air. Devian menunggu lampu merah berubah jadi hijau. Saat ini jalanan sangat sepi. Lampu merah pun berubah menjadi hijau. Devian melajukan motornya dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Dari arah kanan, ada sedan putih yang melaju denagn kecepatan yang sangat tinggi. DEvian tidak menyadari kalau ada sedan di sebelah kanannya.


Duuuaaaarrr.... 


"mampus!" ucap Wawan . Ya, mobil sedan putih itu milik Wawan. Setelah menabrak Devian, Wawan langsung melajukan mobilnya dan pergi. 


     Devian terpental. Darah segar menalir dari kepalanya. Devian menggunakan helm namun klip helmnya tidak dipasang sehingga saat Deian terpental, helmnya lepas dan kepalanya terbentur ke aspal. Devian merasakan sakit yang begitu hebat dikepalanya. Pandangan Devian kabur. Beberapa detik kemudian, gelap. Devian tidak sadarkan diri.


     Hudan pulang dari Polres. Ketika dijalan perempatan lampu merah , Hudan melihat seseorang tergeletak di aspal dengan motor yang hancur. Hudan menepikan mobilnya. Hudan mengambil payung dan kotak P3K. Hudan menghampiri seseorang itu.


"astaghfirullah..." Hudan kaget melihat korban yang bersimbah darah.


    Hudan mengecek denyut nadinya. Masih terasa denyut nadi dari korban. Hudan membersihkan darah yang mengalir dikepala korban kemudian memperbannya agar darah tidak mengalir banyak. Hudan langsung menelpon ambulan. Beberapa menit kemudian ambulan datang. Hudan juga menelpon Vanessa, temannya yang merupakan polantas.


"Van... Diperempatan lampu merah ada korban tabrak lari" ucap Hudan


"oke... Aku kasih tau ke atasan dulu... Kamu tolong korbannya dulu..." ujar Vanessa


"korbannya udah dibawa sama ambulan" kata Hudan


"kamu ikut ke ambulannya... Kamu ikut sebagai saksi nanti" jelas Vanessa.


    Hudan pun menyusul ambulan itu ke rumah sakit. Devian langsung di larikan ke UGD.


"maaf bapak siapa?" tanya seorang suster pada Hudan


"Oh... Silahkan duduk di kursi tunggu saja pak" ucap suster itu


"terima kasih Sus..."


    Sekitar 10 menit kemudian, suster itu keluar dari ruang UGD dengan membawa dompet dan handphone. Hudan menduganya itu adalah milik korban.


"pak... Korban akan kami lakukan tindakan operasi karena terjadi pendarahan otak. Ini ponsel dan dompet milik korban, tolong bapak hubungi keluarga korban terlebih dahulu" ucap suster itu memberikan handphone dan dompet kepada Hudan.


     Hudan membuka dompet milik korban. Hudan melihat kartu tanda pelajar yang bernama Devian Julian Pradana. Kemudian Hudan membuka handphone dan membuka aplikasi whatsapp. Hudan melihat nama Raisya di whatsapp Devian.


"ini foto Raisya... Kayaknya Devian temennya Raisya" gumam Hudan


     Hudan melihat percakapan terakhir antara mereka. Devian menanyakan tugas bahasa Inggris kepada Raisya kemarin. Tanpa pikir panjang, Hudan langsung menelpon Raisya.


"halo... Kenapa Dev?" tanya Raisya


"Cha... Ini bang Hudan... " jawab Hudan


"kok bisa? Devian mana?" tanya Raisya kaget


"Devian kecelakaan... Tolong kamu kasih tau temen-temennya sama orang tuanya yah" ucap Hudan.

__ADS_1


"abang kasih tau aja paman sama bibi Devian... Disitu kayaknya ada nomornya" ujar Raisya.


    Raisya langsung memberi tau teman-temannya termasuk geng Atenos. Hudan memfoto pintu UGD dan mengirimnya kepada Raisya. Kemudian, Hudan menelpon paman dan bibi Devian.


"Halo... apa benar ini dengan paman dan bibi Devian?" tanya Hudan


"Iya betul, kenapa pak?" tanya paman Devian


"Saya Hudan... Saya menemukan Devian korban tabrak lari di perempatan lampu merah. Sekarang Devian ada di UGD rumah sakit. Tolong bapak kesini" jelas Hudan


"siap pak, saya segera kesana" tutup paman Devian


    Tak lama kemudian, paman, bibi dan teman-teman Devian termasuk Raisya datang. 


"bang Hudan!" panggil Raisya ketika mendapati Hudan sedang duduk di kursi tunggu rumah sakit.


Raisya sedikit lari menghampiri Hudan.


"Ini kok bisa bang?" tanya Raisya.


Hudan menjelaskan apa yang terjadi.


"siapa yah kira-kira yang nabrak?" gumam Raisya


"entahlah... Kasusnya lagi ditangani polantas" ucap Hudan.


[Australia]


    Ibu Alex pergi ke kantornya. Karena Alex merasa kesepian, Alex izin kepada ibunya untuk pergi keluar. Alex melajukan mobilnya dan berhenti di sebuah bar. Alex masuk ke bar itu dan minum minuman beralkohol. Karena mabuk, Alex menabrak seorang wanita. 


"sorry... Sorry..." ucapnya


"no problem" 


"whats your name?" tanya Alex pada wanita itu.


"Iska... Iska Clariestha" wanita itu berjabat tangan dengan Alex.


"my name is Alexandro Ferdinan" ucap Alex


"kamu orang Indonesia?" tanya Iska


"ya, kamu ada urusan apa di Australia?" tanya Alex 


"orang tua ada urusan" jawab Iska


"oh... Kita sama" ucap Alex


    Alex menambah minumannya lagi membuatnya semakin mabuk. Alex melihat Iska dari atas sampai bawah karena Iska menggunakan baju yang sangat sexy. Alex mendekatkan badannya, hanya berjarak beberapa senti dari Iska. Alex menarik pinggang Iska. Alex mencium bibir Iska . Karena Iska juga mabuk, Iska membalas ciuman Alex dan **********.


 

__ADS_1


                                                            Haiii  Guys.... JUJUR AKU CAPEK NULISNYA TAPI....


                                                                 DEMI PARA READERS APASIH YANG ENGGAK:)


__ADS_2