
"habis dari mana kamu?" tanya Alex.
"jalan" jawab Iska singkat.
Iska menaruh barang-barang yang dibelinya diatas meja. Tiba-tiba Iska mual dan pusing yang sangat hebat.
"hoeekk... Hoeekk..." Alex yang melihat Iska muntah-muntah pun panik.
"kamu kenapa?" tanya Alex panik. Iska hanya menggeleng pelan. "jangan-jangan kamu..." perasaan Alex sudah tidak enak.
"ambil tes pack" perintah Iska kepada Alex. Alex segera menuruti Iska.
"ASTAGA! DUA GARIS MERAH" Teriak Iska histeris tidak percaya.
"ALEX... KENAPA LU DIEM AJA?? AYO KITA KE PRAKTIK ABORSI!" Iska menggoyang-goyangkan tubuh Alex, tapi tidak ada respon dari Alex.
"aborsi tuh sakit, lo ga bakal kuat nahan sakitnya" ucap Alex.
"lebih sakit lo perawanin gue daripada aborsi!" ketus Iska meninggalkan Alex.
Malamnya, Alex berkemas ingin meninggalkan Iska. Alex tidak mau bertanggung jawab atas apa yang ia perbuat. Brengsek memang.
"lu mau kemana?" tanya Iska yang sedang menonton tv.
"pulang" jawab Alex tanpa melirik Iska.
Iska mencegah dan menarik tangan Alex. Tapi karena tenaga Alex kuat, Alex menghempaskan tangan Iska sehingga terlepas.
"KURANG AJAR LO LEX!" teriak Iska, Alex buru-buru melajukan mobilnya.
"gak bisa, ini gak bisa, gue harus aborsi sekarang" Iska melajukan mobilnya menuju tempat aborsi.
Setibanya disana, Iska langsung meminta untuk digugurkan janinnya.
"kalo ini, cukup minum pil aja mbak" dokter aborsi itu pun memberi Iska obat.
"oke dok, terima kasih" Iska mengambilnya kemudian pergi.
Beberapa hari setelah minum obat itu, Iska merasa perutnya sangat sakit. Iska menelpon Frisca untuk meminta tolong.
"dateng ke apartemen gue... Perut gue sakit banget"
"oke oke" Frisca langsung menyalakan motor maticnya menuju apartemen Iska.
Iska melihat darah mengalir dari alat kelaminnya.
"****! Anjir sakit banget!" Iska berteriak saking sakitnya.
"Iska..." Frisca langsung membantu Iska berdiri.
Frisca melihat darah tinggi Iska. "ka... Lo kenapa?" tanya Frisca bingung. "ke rumah sakit yuk" Frisca akan membawa Iska ke rumah sakit namun ditolak oleh Iska.
"gue hamil, dan gue aborsi..." ucap Iska.
"what the hell?!" umpat Frisca yang tidak percaya Iska hamil.
"santai aja kali... Ambilin gue obat pereda nyeri"
"Alex hamilin lo? Terus orangnya mana?" Frisca penasaran.
"gue buang ke bantar gebang" jawab Iska malas.
---------------------------------------
Sembilan bulan sudah Yudha menempuh pendidikan militernya. Yudha berencana untuk pulang ke Padang, tapi ia ingin menemui Raisya dulu.
Sekarang, Raisya sudah kuliah di salah satu universitas di Bandung. Raisya mengambil fakultas pendidikan.
Yudha berada di hotel. Sementara ini, Yudha menginap di hotel dulu.
Saat menunggu di kursi resepsionis,
"lu Yudha kan?" astaga! Bosan sekali Yudha bertemu perempuan ini lagi. Tapi tunggu, dia sangat cantik.
Yudha menaikkan satu alisnya. "ya" balas Yudha singkat.
"lo kok kurusan?" Iska melirik Yudha.
"apa urusannya denganmu" ketus Yudha.
Yudha mengambil kunci kamar hotelnya di resepsionis. Yudha memang memesan kamar hotel yang murah dan tidak ber-AC agar sedikit irit. Yudha menuju kamar 23, terdengar ada suara kaki yang mengikutinya.
Yudha berhenti dan menoleh ke belakang. Iska yang kaget, menabrak punggung Yudha.
"kamu ngikutin saya?" tanya Yudha tanpa melirik Iska.
"dih, siapa yang ngikutin? Gue kan dapet kamar 24" sungut Iska.
"astaga, apa gak bisa kalau ga ketemu dia?" batin Yudha.
Yudha mengabari Rayyan bahwa ia sudah berada di Bandung.
"Cha... Ikut kakak yuk" ajak Rayyan.
"kemana?" Raisya menaikkan satu alisnya.
"udah ikut aja yuk" Rayyan menunggu Raisya bersiap-siap.
__ADS_1
Rayyan membawa Raisya ke hotel tempat Yudha menginap.
"hotel?" gumam Raisya.
Rayyan menarik tangan Raisya ke lantai dua hotel.
"assalamualaikum" Rayyan mengetuk kamar Yudha. Batin Raisya masih bertanya-tanya.
"waalaikumsalam" Yudha membuka pintu kamarnya.
Raisya membulatkan matanya dan menghambur memeluk Yudha.
"abang kok ga bilang mau pulang..." Raisya menangis dipelukan Yudha.
Iska mendengar ada suara perempuan menangis di kamar sebelahnya. Iska keluar kamar untuk memastikan tidak ada apa-apa. Iska melihat jelas Raisya yang dipeluk oleh Yudha.
"oh... Jadi Yudha pacarnya Raisya" gumam Iska. "gue mau bales dendam" ucap Iska berambisi.
Yudha mengelus rambut panjang Raisya. Merasa di abaikan, Rayyan berpura-pura batuk.
"ekhem! Pacarannya jangan diluar dong" Rayyan dan Raisya masuk ke kamar Yudha.
"eh... Gue gak punya cemilan, tapi gue ada aqua nih" Yudha mengambil dua botol aqua ditasnya.
"gue kesini gak mau minum" ucap Rayyan tidak ingin Yudha repot.
"terus?" Yudha menaikkan satu alisnya. Rayyan melirik Raisya.
"oiya sya... Bang Yudha udah naik pangkat jadi letnan dua. Nyalip gue sya..." ucap Rayyan sambil tertawa. Yudha dan Raisya juga ikut tertawa.
"Raisya udah gede yah... Pangling gue"
"dia udah kuliah, lo sih ditinggalin" Rayyan menyenggol siku Yudha.
"hahaha... Kan gue ninggalin juga bakal balik lagi, eh Yan gue bawa Raisya jalan yah" Yudha meminta ijin kepada Rayyan.
"please my handsome brother " rengek Raisya.
"iya iya... Masa gue tega gak ngijinin lo jalan sih" Raisya auto loncat kegirangan.
--------------------------------------
Yudha membawa Raisya jalan-jalan. Akhirnya, Raisya bisa merasakan ini lagi. Sepanjang jalan, Yudha selalu menggenggam tangan Raisya. Sesekali Yudha mengecupnya.
"love you my letnan" ucap Raisya sambil mengecup punggung tangan Yudha.
"love you more my pretty" Yudha mengacak puncak kepala Raisya gemas.
Yudha membawa Raisya ke salah satu tempat wisata. Ah, melihat Raisya dan Yudha semuanya menjadi iri.
"aduh" Raisya sedikit keseleo sehingga genggaman Yudha lepas.
Yudha kemudian berjongkok membelakangi Raisya.
"naik" titah Yudha. Raisya sedikit ragu. Well, dia takut Yudha keberatan menggendongnya.
"ayo naik" pinta Yudha lagi. Raisya menuruti perintah Yudha dan naik ke punggungnya.
"berat ya?" tanya Raisya sambil menempelkan dagunya di pundak Yudha.
"gak ada apa-apanya, ringan banget" jawab Yudha.
"oiya?"
"iyaaa... Nih" Yudha memutar badannya dengan sangat cepat membuat Raisya semakin memeluknya erat. Raisya tertawa seperti anak kecil yang di gendong ayahnya.
"liat deh mereka, sweet banget ya"
"iya, duuh... Gue jadi uwuphobia"
Begitu yang di dengar Yudha dan Raisya. Ya, setiap pengunjung wisata melihat ke arah Raisya sambil tersenyum.
------------------------------------
Yudha mengantarkan Raisya pulang ke rumahnya. Yudha singgah sebentar dirumah Raisya.
"bunda... Kalo saya lamar Raisya boleh enggak bunda?" tanya Yudha, Raisya yang berada di samping bundanya pun kaget.
"kalo kamu serius, bunda mah boleh-boleh aja. Toh nanti yang jalanin kan Raisya. Jadi kamu harus nanya ke Raisya, siap atau tidak" jawab bunda Raisya panjang lebar.
Raisya tersipu malu mendengar pernyataan.
Tiba-tiba Rayyan muncuk dari belakang "gak usah malu, biasanya juga malu-maluin" Raisya mendengkus kesal pada Rayyan.
"mungkin nanti kalo Raisya semester 4 atau 5 bun... Kalo sekarang Raisya belum siap" ujar Raisya.
"abang tunggu dek" balas Yudha sungguh-sungguh.
"hemm... Mulai deh bucinnya" sungut Rayyan.
"kenapa sih kak? Lo iri??" tanya Raisya emosi.
"yaudah bun... Yudha pamit dulu, nanti kapan-kapan Yudha mampir ke sini lagi" Yudha pun kembali ke hotel.
-----------------------
Sesampainya di hotel, Yudha melihat Iska berjalan di depannya.
__ADS_1
Bruukkk...
Iska pingsan tepat di dada Yudha. Mau tidak mau Yudha harus membawa Iska ke kamarnya. Yudha meletakkan Iska di kasur kamar Iska. Yudha hendak pergi, tapi lengannya ditahan oleh Iska.
Iska duduk dan menyuruh Yudha duduk di samping ranjangnya.
"saya masih banyak urusan" Yudha menolaknya secara tegas.
Iska berdiri dan membekap Yudha. Seketika Yudha tidak sadarkan diri.
"yeah! I got it" Iska tidak suka melihat orang lain bahagia, apalagi melihat Raisya bahagia.
Iska mengambil handphone Yudha. Ternyata handphone Yudha tidak dikunci, kesempatan emas bagi Iska.
Iska mencari kontak Raisya di whatsapp Yudha. Tertulis nama 'Raisyayang💗'.
------------------------
Raisya sedang memasang paku untuk lukisan di kamarnya. Handphone nya bergetar tanpa pesan masuk. Oh, ternyata itu bang Yudha. Tapi... Apa ini?
Bang Yudha💝
Raisya kita putus
^^^MiaAcha^^^
^^^Maksud abang? Bukannya^^^
^^^Tadi abang ke rumah aku ^^^
^^^Bicara soal lamaran? ^^^
Bang Yudha💝
Saya gak jadi, saya sudah
Ada pilihan perempuan yang
Lebih dewasa dari kamu
^^^MiaAcha^^^
^^^It's okay kalo itu mau abang^^^
Air mata lolos dari pelupuk mata Raisya. Tidak di sangka, hati Yudha selabil ini. Apa maksudnya? Memberi harapan palsu kepada anak orang?
-------------------------------
"yeah! Lu gak bakal percaya lagi sama Yudha. Oke, this a next planning" ambisi Iska semakin menjadi-jadi.
Iska membuka baju Yudha dan ia pun membuka bajunya. Yudha bertelanjang dada dan Iska hanya menggunakan bra. Sementara kakinya dan Yudha, ia tutup menggunakan selimut.
Iska memfoo dirinya diatas Yudha. Iska memejamkan matanya supaya terlihat natural dan asli.
-------------------------------
Handphone Raisya berdering lagi.
"allahu akbar" spontan Raisya takbir melihat foto Yudha.
"tunggu, ini Iska" ucap Raisya bergetar. Rayyan yang lewat kamar Raisya mendapati adiknya menangis.
Raisya memeluk Rayyan, Rayyan yang bingung mendapati foto yang berada di handphone Raisya.
"BANGSAT SI YUDHA!" tangan Yudha mengepal, amarahnya sudah memuncak namun ia tahan.
---------------------------------
"yeah! Centang biru, berarti udah di liat sama Raisya" Ucap Iska kegirangan. Iska menghilangkan jejak dan menghapus pesan yang dikirimnya.
Iska memakaikan baju Yudha lagi dan ia pun memakai bajunya. Tak lama, Yudha pun tersadar.
"saya dimana?" Yudha melihat Iska duduk di samping ranjang. "mau apa kamu?" Yudha kaget melihat Iska.
"gue gak ngapa-ngapain lo kok tenang " Yudha tidak peduli dengan ucapan Iska dan kembali ke kamarnya.
Saat membuka handphone, Yudha sangat terkejut.
Serka Rayyan
/send a picture
24 jam tidak ada konfirmasi
Saya laporkan ke danki
Jangan beri harapan palsu
pada adik saya.
"astaga! Apa yang gue lakuin tadi?" batin Yudha. Yudha melihat riwayat chat dengan Raisya, tapi tidak ada foto dirinya dan Iska.
------------------------
Oke, gue kesel nulis partnya.
Jangan lupa votenya ya... Kalo gak mau komen tolonglah minimal kasih dukungan lah. Masa kalian tega aku ngetik panjang tapi gak di vote? :(
__ADS_1
Dukung terus sampe abis yaaa...