Dear Letnan

Dear Letnan
Mengenalmu, Serda Yudha-17


__ADS_3

Awal mengenal dirimu, entah sengaja atau tidak sengaja engkau hadir sebagai teman. Faktanya kita memang di pertemukan, dan akhirnya saling mengenal. Walau memang semuanya tetap saja berawal dengan biasa saja. Mungkin hanya di selipi beberapa cerita.


~Chandra A. Wirayudha~


^^^                                ≦ HAPPY READING≧^^^


******


Fajar telah terbit dari ufuk timur. Raisya terbangun dari tidur nyenyaknya. Raisya melihat jam tangannya menunjukkan pukul 05:04. Raisya mengumpulkan nyawanya dan keluar dari ruangan Rayyan.


Senyum Raisya mengembang ketika melihat Yudha dan Dhanu yang tertidur pulas saling bersandar. Terlihat muka lelah dari mereka berdua. Tapi... Tunggu dulu, kurang satu anggota lagi. Dimana dia? Batin Raisya bertanya-tanya.


Raisya hendak melangkahkan kakinya ke lorong menuju kamar mandi. Raisya terkejut ketika melihat Ardi, teman Yudha.


"abang?" Raisya melihat muka Ardi sedikit pucat.


"eh, neng." wajah Ardi sangat lemas.


"abang kenapa?" tanya Raisya melihat kondisi Ardi.


"hehe... Abang sakit perut neng," jawab Ardi sambil memegangi perutnya.


"ohh... yaudah bang, abang duduk di sana aja yuk. Aku ada minyak kayu putih," saran Raisya di angguki oleh Ardi.


Ardi duduk di sebelah Dhanu yang masih tertidur pulas. Sedangkan Raisya mengambil minyak kayu putih di ruangan Rayyan.


"nih bang, pake dulu. Bisa kan?" tanya Raisya sambil menyodorkan minyak kayu putih pada Ardi.


"bisa neng, makasih ya." ucap Ardi sambil membuka kancing bajunya.


"e eh bang... Jangan di buka dulu. Kan disini masih ada aku," ujar Raisya yang sedikit kaget melihat Ardi akan membuka baju.


"hehe... Maaf neng." ucap Ardi sambil sedikit tersenyum.


"bang, udah subuh... Sholat yuk," ajak Raisya membuat Ardi kagum.


"ntar abang nyusul. Kamu bangunin bang Yudha aja." ujar Ardi.


Raisya membulatkan matanya ketika dia di suruh untuk membangunkan Yudha dan Dhanu. Melihat ada keraguan di wajah Raisya, Ardi meyakinkan Raisya.


"udah ga papa, bangunin aja," perintah Ardi. Raisya menelan ludahnya.


Raisya pun membangunkan kedua ksatria itu.


"bang... Bangun...." ucap Raisya lembut sambil menepuk pelan bahu Yudha.


Meskipun di tepuknya lembut, Yudha merasa ada yang membangunkannya. Saat membuka mata, pertama kali yang ia lihat adalah wajah cantik Raisya. Yudha langsung bangun dan mengerjapkan matanya beberapa kali.


"bang... Udah subuh... Sholat dulu yuk," ajak Raisya.


Reflek, Yudha langsung berdiri dan mengiyakan ajakan Raisya.


"temen abang ga di ajak?" tanya Raisya dengan ekspresi bingungnya membuat Yudha gemas.


"dia beda keyakinan sama kita," jawab Yudha sambil tersenyum.


"ohh... Yaudah biarin aja tidur. Ntar kalo udah pagi kita bangunin." ujar Raisya.


"emang sekarang bukan pagi yah?" tanya Yudha sambil terkekeh.


"hehe... Ga gitu maksudnya bang," jawab Raisya sambil menunduk malu.


Yudha menuruh tangan kanannya di bahu Raisya. Mendapat perlakuan seperti itu, Raisya sedikit tersentak. Yudha mempersempit jarak antara mereka. Raisya hanya terdiam kikuk.


Yudha menyuruh Raisya berwudhu.


"ntar kita jamaah ya..." ucap Yudha sambil melepas sepatu pdh-nya.


Raisya mengangguk pelan kemudian masuk ke dalam musholla. Karena sekarang sudah jam 5 lewat, sudah banyak orang yang sholat  di musholla.


Raisya dan Yudha sholat bersama. Yudha yang menjadi imam dan Raisya yang menjadi makmum. Setelah sholat, Yudha mengajak ngobrol Raisya.


"ntar siang, kamu mau nggak kalo kakak ajak makan ntar siang?" tanya Yudha saat hendak keluar dari musholla.


"hmm... boleh sih... Tapi takut ga di izinin sama bunda," jawab Raisya ragu.


"nanti kakak yang minta izin." ucap Yudha tenang.


*********


Paginya, Yudha dan kedua temannya pulang terlebih dahulu karena jam shift mereka sudah habis. Sekarang yang menjaga Rayyan telah ganti.


"ntar abang ke sini lagi kok," ucap Yudha ketika pamit kepada Raisya. Seraya memakai jaket dan pergi meninggalkan Raisya.


Ibu, Aisyah, ayah Raisya dan Hudan bingung melihat kedekatan antara mereka. Ada apa sebenarnya? Ada hubungan apa antara Raisya dan tentara itu? Beberapa pertanyaam terlintas di kepala mereka.


*******


Yudha melajukan motornya ke asrama batalyon. Badan Yudha sudah lengket. Yudha ingin segera mandi dan kembali ke rumah sakit dengan Raisya.


Tak butuh waktu lama, Yudha telah sampai di batalyon. Ia pun langsung mengganti baju dan mengguyur badannya. Pikiran Yudha melayang ketika mengingat wajah Raisya. Entah kenapa, senyuman Raisya memenuhi otak Yudha.


********


Raisya menatap sendu wajah kakaknya yang sedang terbaring lemah di ruang rawat rumah sakit. Raisya meminta ibunya dan Aisyah keluar. Hari ini, Hudan dinas di polres. Jadi dia tidak bisa menemani ibu Raisya. Sedangkan ayahnya ada sedikit urusan, jadi pagi ini ayahnya akan ke sekolah dulu. Tapi siang nanti ayahnya akan pulang kembali.


Raisya mengajak kakaknya berbicara. Meskipun Rayyan tidak mendengarnya. Raisya rindu curhat dengan Rayyan, rindu di antar sekolah oleh Rayyan, rindu bermain dengan Rayyan. Rindu semua tentang Rayyan.


"kaak...," ucap Raisya lirih sambil menggenggam tangan Rayyan yang dingin nan pucat.


"aku kangen...," ucapnya lagi. Tak terasa air matanya mengalir.


"bangun dong kak, aku mau cerita...," Raisya semakin terisak.


"jangan nangis," ujar Rayyan pelan namun terdengar jelas oleh Raisya.


"kakak?" Raisya tersentak kaget.


"mau cerita apa?" tanya Rayyan lagi sambil tersenyum seolah tidak ada rasa sakit di tubuhnya.


"aaaaaghhh.... Hiks hiks hiks....," Raisya histeris melihat Rayyan tersenyum.

__ADS_1


Raisya menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Menutup wajah saat menangis adalah kebiasaan Raisya sejak kecil.


Rayyan meraih tangan Raisya dan menenangkannya.


"sssttt... Udah... Kakak baik-baik aja kok," ujar Rayyan menenangkan Raisya sambil membawa Raisya ke dalam dekapannya.


"bohong! Itu pasti sakit kan?" tanya Raisya sambil menunjuk perban yang melekat di kepala Rayyan dengan bercak darah yang masih terlihat jelas.


Rayyan hanya terkekeh.


"bunda kemana??" tanya Rayyan.


"oiya, ntar dulu yah. Aku mau keluar dulu." Raisya keluar dari ruangan Rayyan.


Dia melihat ada tentara yang sedang berjaga. Dia pun memanggilnya.


"bang... Tolong cari bunda yah, soalnya bang Rayyan udah bangun." perintah Raisya yang di angguki oleh anggota TNI itu. Kemudian, satu orang dari mereka mencari ibu Raisya.


Raisya kembali ke ruangan Rayyan dan duduk di sampingnya.


"bang, bang Yudha kok bisa kenal aku?" pertanyaan Raisya membuat Rayyan tersentak.


"abang yang kenalin. Jadi, sebelum kamu kenal dia, dia udah tau kamu duluan," jelas Rayyan.


"ohh gitu.... Kakak deket sama dia?" tanya Raisya lagi.


Belum sempat menjawab, tiba-tiba pintu terbuka. Ternyata itu adalah ibu Raisya dan adiknya. Ibu Raisya langsung menjerit kaget histeris melihat anaknya sudah sadar.


"ya ampun Rayyan... Aduh... Sakit ya sayang? Anak bunda jadi gini....," ucap ibu Raisya sambil memeluk Rayyan. Rayyan yang mendengar ucapan ibunya merasa geli. Bukan hanya Rayyan, tapi Raisya juga.


Beberapa menit setelah ibunya masuk ruangan, tiba-tiba salah satu anggota tentara masuk ke ruangan Rayyan.


"ijin ndan, ada yang ingin bertemu." ucap salah seorang tentara itu.


"ya. Suruh masuk aja." perintah Rayyan kemudian tentara itu keluar menyuruh seseorang itu masuk.


...



...


"omaigatt Rayyan.... Ya ampun sayang... Kamu baik-baik aja kan? Mana yang sakit?" tanya seorang perempuan yang baru saja masuk.


Ibu Rayyan yang melihat hal itu langsung mengernyitkan keningnya. Seolah tau apa yang di pikirkan ibu Rayyan, perempuan itu langsung menjabat tangan.


"oiya tante, aku Alizya Ghalbi Syawalita. Panggil aku Alizya aja tante," ucap perempuan bernama Alizya itu sambil tersenyum.


"kamu pacarnya Rayyan?" tanya ibu Rayyan spontan membuat Rayyan membulatkan matanya.


"yaaa... Gitu deh tante." jawabnya sambil tersenyum.


Setelah Alizya masuk, Yudha telah sampai di rumah sakit. Ia mendapat kabar kalau Rayyan sudah sadar. Yudha langsung bergegas ke ruangan Rayyan. Yudha sangat terkejut ketika melihat Rayyan sedang bersama perempuan.


"eh Yudha..." ujar Rayyan ketika melihat Yudha.


"wihh... Baru bangun langsung di samperin doi," ejek Yudha blak-blakan.


"Alizya,"


"Yudha,"


Yudha melihat Raisya yang sedang diam di samping ibunya. Yudha tersenyum melihatnya.


"oiya Yan... Gue mau ngajak adek lu makan siang sama jalan-jalan boleh ga?" tanya Yudha membuat Raisya menengok ke arahnya.


"yaudah sono, tapi jangan lupa ijin sama emak gue," jawabnya sambil melirik ke arah ibunya.


"jiaaahh... Bilang aja mau berduaan sama ni cewek ye kan?" sindir Yudha


"udah udah sanaa... Ijin dulu ama mak gue," seru Rayyan


"ibu, saya bawa Raisya dulu yah," ujar Rayyan yang di iyakan oleh ibu Raisya.


Yudha menggandeng tangan Raisya dan keluar ruangan Rayyan.


"dah sana pergi!" seru Rayyan seolah mengusir Yudha.


******


Yudha membawa Raisya ke parkiran rumah sakit. Saat ini Yudha sedang istirahat. Jadi bisa jalan-jalan bersama Raisya.


"nih dek, pake helm nya," ucap Yudha sambil memberikan helm pada Raisya.


"makasih bang." ucap Raisya seraya memasang helm.


Yudha menyalakan mesin motor vixion miliknya. Dan Raisya pun naik.


...



...


*motornya Yudha😀


Di perjalanan, Raisya hanya diam menikmati indahnya jalanan. Yudha mengajaknya mengobrol.


"kamu biasa di panggil Acha yah??" tanya Yudha membuyarkan lamunan Raisya.


"eh? Iya," jawab Raisya


"panas ya?" tanya Yudha melihat wajah Raisya memerah karena panas.


"enggak kok bang, biasa aja," jawab Raisya.


"maaf yaa... Abang belum punya mobil," ujar Yudha


"ga papa bang, naik motor juga enak kok," ucap Raisya sambil tersenyum pada Yudha lewat kaca spion.


******

__ADS_1


Mereka pun tiba di sebuah kafe berkonsep romantis.


...



...


Yudha memarkirkan motornya, Raisya pun turun. Raisya sangat kagum saat melihat pemandangan sekitar kafe. Indah. Yudha menggenggam tangan Raisya dan membuat Raisya sedikit mengerjap. Yudha hanya tersenyum.


Yudha mengajak Raisya untuk duduk di salah satu kursi di kafe itu. Yudha memanggil pelayan dan memesan makanan.


"mbak, saya pesen yang ini," ucap Yudha sambil menunjuk menu.


"kamu mau makan apa Cha?" tanya Yudha membuyarkan lamunan Raisya.


"eh? Aku...? Samain aja deh sama abang." jawab Raisya.


Kemudian pelayan itu menulis menu yang di pesan Raisya dan Yudha.


"kamu kok pesennya sama kayak abang?" tanya Yudha melihat Raisya yang dari tadi  melamun.


"hmm... Sebenernya Raisya lagi ga nafsu makan bang," jawab Raisya ragu.


"ohh...," ucap Yudha singkat.


"abang sama pacar abang sering kesini yah?" tanya Raisya tiba-tiba dan membuat Yudha kaget. "ntar pacar abang cemburu lho liat aku" lanjut Raisya sambil menatap Yudha.


Yudha terkekeh.


"abang ga punya pacar dek" ucap Yudha. Raisya hanya mengerjap kaget.


"serius bang? Abang ganteng lho.... Masa ga punya pacar?" tanya Raisya lagi.


"dulu, abang punya pacar. Tapi dia ga kuat pacaran sama abdi negara. Dia ninggalin abang," jawab Yudha sambil menatap ke arah lain.


"loh?" Raisya hanya terheran-heran.


Tidak di pungkiri kalau Yudha memang tampan. Banyak yang mau dengannya.


"abang waktu itu tugas di Sudan satu tahun. Tepat beberapa hari setelah abang pulang, dia nikah. Padahal kita udah pacaran 7 tahun lebih," jelas Yudha.


"woaaahh... Jadi abang pacaran dari SMA?" Raisya kepo.


"dari SMP dek. Mungkin dia bukan rejeki abang buat di ajak nikah pake pedang pora" jawab Yudha sambil terkekeh.


Raisya ikut terkekeh. Kemudian pelayan membawa nampan pesanan Yudha dan Raisya lalu menaruhnya di meja Yudha.


"abang suka ini?" tanya Raisya melihat Yudha sangat lahap menyantap cake tiramisu di depannya. 


"suka, nih cobain deh," ucap Yudha sambil menyuapkan kue tiramisu itu ke mulut Raisya.


Raisya tersenyum senang. Begitupun dengan Yudha.


"sodara abang pada kemana?" Raisya mengajak Yudha mengobrol.


"sodaraa abang yang pertama kerja di tambang, yang kedua rantau di jakarta, yang ketiga cewek udah nikah, yang keempat polisi." jelas Yudha.


"semuanya udah nikah bang?" tanya Raisya membuat Yudha hampir tersedak.


"uhuk uhuk...."


"maaf bang maaf, nih minum," ucap Raisya sambil menyodorkan gelas berisi es jeruk kepada Yudha.


"ga papa." ujar Yudha


"abang sama kakak abang yang polisi itu yang belum nikah. Kita kan umurnya cuman beda 1 tahun. Yaaa... Kayak abang sama kakak kamu lah. Pas dia lulus di akpol, tahun berikutnya abang lulus di secaba." jelas Yudha lagi


* Secaba\= Sekolah Calon Bintara.


* Akpol\= Akademi kepolisian


Yudha terus saja memandangi Raisya yang begitu cantik. Apalagi saat rambutnya terkena angin, membuat Raisya semakin anggun.


"bang, kok ngeliatinnya gitu sih?" Raisya menjadi canggung ketika melihat Yudha yang sangat fokus dengannya.


"eh, enggak. Lagian kamu sih cantik banget," Yudha menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"iih abang," ujar Raisya dengan pipinya yang merona karena malu.


"ngomong-ngomong, abang tau semua tentang kamu loh dari bang Rayyan." ujar Yudha membuat Raisya menoleh ke arahnya.


"ka Rayyan bilang apa?" tanya Raisya membuat Yudha kaget melihat ekspresi wajah Raisya yang berubah.


"ga bilang apa-apa sih." jawab Yudha sambil tersenyum 


"jadi... Abang kenal aku lebih dulu gitu yah?" Raisya bertanya sambil meminum es jeruk di depannya.


"yaaa... Gitu deh." ucap Rayyan santai.


********


Mereka pun pulang. Raisya sangat lelah hari ini. Raisya juga senang sudah di ajak ke kafe oleh Yudha. Rasa kantuk menghampiri Raisya. Tanpa sadar, Raisya menempelkan pipi kanannya di punggung Yudha. Sedangkan tangannya memegang baju Yudha. Yudha hanya tersenyum. Yudha tidak tau kalau Raisya tidur.


"cape ya Cha?" tanya Yudha namun tidak ada sahutan dari sang empu.


Yudha menepikan motornya. Ia melihat Raisya tidur. Ia tidak tega membangunkan Raisya. Tapi kalau seperti ini akan berbahaya. Dengan berat hari, Yudha membangunkan Raisya.


"huh! Di saat tidur pun dia masih keliatan cantik," gumam Yudha.


"Cha... Jangan tidur... Bahaya," Yudha membangunkan Raisya. Raisya pun bangun dan tersenyum malu kepada Yudha.


"maaf bang...," ucap Raisya.


Kemudian Yudha melanjutkan perjalanannya. Saat di perjalanan, ia menarik tangan Raisya. Raisya memeluk Yudha. Yudha tersenyum. Raisya hanya mengerjap dan sedetik kemudian ikut tersenyum terbawa suasana.


...***********...


...7 tahun pacaran, bang Yudha di tinggal nikah? ●_●...


...Bang.... Aku siap deh jadi persitnya ≥3≤...

__ADS_1


...Gimana nih reader's? Setuju gak kalo aku jadi persitnya bang Yudha? ^o^...


__ADS_2