
Hari ini adalah hari Minggu. Tapi, untuk Raisya hari ini bukan hari libur. Karena, hari ini dia masih tetap harus mengikuti les meskipun hanya sampai jam 09.30.
"ka Rayyan... Aku berangkat yah..." pamit Raisya.
"hati-hati" ujar Raisya.
Raisya berangkat di antar oleh ibunya yang hari ini sedang libur.
*****
Saat Raisya les, Yudha datang ke rumah Rayyan. Sebelumnya, Yudha sudah janji akan ke rumah Rayyan. Entah apa yang akan mereka berdua lakukan.
tingg...
Bel rumah berbunyi. Rayyan tau kalau itu adalah Yudha. Rayyan langsung membukakan gerbang agar Yudha bisa masuk. Yudha membawa motor vixion.
"waahh... Kebetulan lo bawa motor Dha..." ujar Rayyan.
"emang kenapa bang?" tanya Yudha sambil membuka helmnya.
"gw mau minta tolong jemput Raisya. Soalnya ayah lagi ga ada terus bunda lagi arisan" jawab Rayyan.
"oh... Gue kira kenapa" ucap Yudha.
Mereka berdua pun masuk ke rumah.
*******
"adek lu kemana bang?" tanya Yudha membuat Rayyan bingung.
"si Raisya kan lagi les" jawab Rayyan.
"si Aisyah bang" ujar Yudha
"maen keknya"
******
Raisya pulang dari lesnya. Raisya berjalan menuju halte bus yang jauhnya sekitar 500 meter. Sebelumnya, Raisya melewati lapangan yang ramai oleh lelaki yang sebaya dengannya. Karena penasaran, Raisya melihat apa yang terjadi di lapangan itu.
"MAJU LO!" teriak salah satu dari mereka sambil menghajar seorang laki-laki di depannya.
Baku hantam terjadi antara mereka. Raisya melihat muka yang tak asing.
Itu adalah Devian yang di hajar oleh pentolan geng Atenos. Raisya bergidik melihatnya. Dia tidak bisa menolongnya karena banyaknya anggota geng Atenos.
Setelah dipukuli, Devian ke tepi lapangan dan duduk disana. Devian yang melihat Raisya langsung mendekatinya.
"ngapain lo kesini?" tanya Devian. Raisya hanya diam.
"gue ga perlu bantuan lo paham?! Jadi lo gausah nolongin gue!" mendengar perkataan itu, Raisya pergi.
Raisya menuju halte bus. Dia menunggu angkutan yang lewat.
****
"eh... Jam segini kayaknya si Raisya udah pulang deh" ujar Rayyan.
"yaudah, gue gas ya" kata Yudha sambil beranjak menuju garasi.
"lu tau tempatnya?" tanya Rayyan membuat langkah Yudha terhenti.
"hehe... Iya yah, lu kan belum ngasih tau tempatnya" ujar Yudha sambil tersenyum dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"yeeee... Gimana sih lu. Push up!"
__ADS_1
Mendengar perintah itu, Yudha langsung hormat kepada Rayyan dan push up.
Melihat itu, Rayyan menarik kerah baju Yudha.
"becandaaa..." ucap Rayyan sambil menarik kerah baju Yudha yang sedang push up. Yudha pun berdiri.
"gue share location aja ya" ucap Rayyan.
Akhirnya, Yudha pergi dengan motor vixion miliknya.
******
"ya ampun... Kok gak ada angkot yang lewat sih, sekalinya ada pasti penuh" gumam Raisya.
Raisya ingin menghubungi kakaknya. Tapi dia tau kalau kakaknya masih dalam masa pemulihan dan tidak mungkin kalau harus menjemputnya.
Sebelumnya, ibunya bilang kalau Raisya harus pulang sendiri karena ibunya ikut arisan dan ayahnya ada urusan dirumah temannya.
Tiba-tiba saja hujan turun membut Raisya semakin kebingungan. Tak lama kemudian, ada seorang laki-laki yang membawa motor besar mendekatinya. Saat Dibuka helmnya, ternyata itu adalah Yudha.
"Raisya ayo pulang" ajak Yudha buru-buru karena hujannya mulai lebat.
Raisya langsung naik ke motor Yudha.
Hujan semakin lebat membuat Yudha terpaksa menepikan motornya menunggu hujannya agak reda.
Mereka berdua pun menunggu hujan reda disebuah toko yang sedang tutup. Melihat Raisya yang memeluk dirinya sendiri karena kedinginan, Yudha memberi jaket kulitnya kepada Raisya. Kebetulan, Raisya memakai kaos pendek dan celana hitam yang membuatnya kedinginan.
"kamu pake ini biar ga sakit" ucap Yudha sambil memberikan jaketnya kepada Raisya.
"abang pake apa?" tanya Raisya
"udah gak papa. Yang penting kamu gak kedinginan" jawab Yudha.
Hujan mulai mereda. Yudha dan Raisya langsung menaiki motor.
Yudha menerobos hujan yang agak lebat.
"hujan-hujanan gak papa ya dek?" tanya Yudha
"gak papa bang... Aku suka hujan" jawab Raisya sambil tersenyum.
Raisya melihat badan sixpack menggunakan kaos pendek warna putih.
"dek, abang mau ngebut biar cepet sampe" ucap Yudha
"jangan bang, bahaya lagi hujan" ujar Raisya.
Yudha malah menginjak gas membuat Raisya reflek memeluk Yudha. Yudha hanya tersenyum melihatnya.
"bang bahaya!" teriak Raisya yang ketakutan.
"pegangan yang kenceng!" perintah Yudha sambil menarik pergelangan tangan Raisya membuat Raisya memeluk Yudha semakin erat.
Mereka berdua sampai dirumah. Mereka pun masuk ke ruang utama. Melihat Raisya yang basah kuyup membuat Rayyan marah.
"Dha... Adek gue lu bawa hujan-hujanan kayak gini?!" tanya Rayyan.
"siap salah!" jawab Yudha sambil berteriak.
"kakak, jangan hukum bang Yudha... Aku yang minta nerobos hujan" ujar Raisya membela Yudha. Yudha hanya melirik Raisya.
"kalo kamu sakit gimana?" tanya Rayyan merendahkan suaranya.
Tiba-tiba ibu Raisya datang dengan mobil miliknya. Ibu Raisya pun masuk ke rumah. Mendengar ada keributan dirumahnya, ia langsung bergegas masuk.
__ADS_1
"weehh... Ada apa ini ribut-ribut?" tanya ibu Raisya yang masih membawa tas ala ibu-ibu.
"loh, kamu kok basah kuyup?" tanya ibu Raisya melihat Raisya yang basah kuyup.
"ini bund, tadi Raisya les terus di jemput bang Yudha. Eh ditengah jalan hujan. Raisya laper, makanya Raisya suruh terobos aja" jelas Raisya.
"yaudah, kalian berdua mandi gih sana" ujar ibu Raisya.
"hah? Berdua tante?" tanya Yudha membuat Rayyan menepuk jidat.
"ya enggak atuh. Kan kamar mandi ada dua" ujar ibu Raisya dan berlalu meninggalkan ruang utama disusul dengan Raisya.
"kayaknya gue harus nyapu pikiran lu biar bersih" ucap Rayyan kepada Yudha.
"hehe... Ampun bang cuma becanda" balas Yudha sambil cengengesan.
"mandi lo biar ga sakit" ucap Rayyan lagi.
"gak ada gantinya bang, dahlah gue pulang aja" ujar Yudha
"hujan petir kayak gini, mandi gak?!" tegas Rayyan
"eh ampun bang"
"kamar mandi sebelah sana, ntar bajunya gw kasih" ujar Rayyan.
Yudha pun akhirnya mandi setelah debat dengan Rayyan.
*******
Sejak saat itu, Raisy menjadi penyuka hujan. Bahkan wallpaper handphone nya hujan.
Kebetulan, akhir-akhir ini sering hujan. Setiap hujan tiba, Raisya membuka jendelanya agar bisa merasakan dinginnya air hujan.
"bang... Bisa gak sih abang ga bikin Raisya mikir?"
"kenapa ada orang seganteng abang?"
"Acha bersyukur banget bisa kenal sama abang"
"haha... Gara-gara abang, Acha jadi suka hujan"
"bang, kenapa sih abang ganteng banget? Kan jadinya Acha mikirin bang terus"
"Bisa-bisanya abang yang seganteng itu jomblo"
"kalo gitu, Acha aja deh yang sama abang"
Sepanjang hujan turun, Raisya terus saja bergumam.
*******
Ternyata, Yudha juga sedang melihat hujan di jendela kamarnya.
"kamu cantik, apa salah abang yang udah kerja ini kagum sama anak SMA? Apa salah kalo abang suka sama adek atasan abang? Dek... Kenapa kamu secantik itu? Abang jadi ga bisa tidur gara-gara adek"
"dek... Kalo abang berharap kamu jadi jodoh abang apa itu salah?"
"umur gak nentuin jodoh apalagi pangkat"
"ijinkan abang untuk mengagumi adek"
Gumam Yudha sambil menaruh telapak tangan di pipinya dan sikutnya bertumpu pada pinggir jendela.
--------------------------
__ADS_1
Ada yang nunggu ceritaku gak sih?