Dear Letnan

Dear Letnan
Jealous-26


__ADS_3

     Raisya berangkat sekolah seperti biasanya. Tapi menurut Raisya hari ini berbeda dengan biasanya, karena hari ini Raisya bertemu dengan Rio. Jarang sekali Raisya bertemu dengan Rio bahkan hampir tidak pernah. 


"hei Cha...." panggil Rio saat melihar Raisya.


"Rio?" Raisya terkejut saat melihat Rio.


Rio sangat berbeda dan sangat terlihat kurus.


"iya Cha... Ini gue... Rio" ucap Rio sambil terkekeh


"kok lu kurus banget? Lo kenapa? Sakit?" tanya Raisya. Rio hanya tersenyum.


     Raisya dan Rio masuk kelas bersama. Kelas Raisya ada dilantai 1 sedangkan kelas Rio ada dilantai 3. Setiap lantai ada kantinnya, jadi mereka tidak pernah bertemu. 


------------------------------


[Pulang Sekolah]


"gak mau balik bareng Cha?" tanya Rio


"gak usah deh, makasih" Raisya menolak karena nanti ia akan merepotkan Rio.


"beneran?" tanya Rio lagi


"iya....." 


     Rio pulang naik grab langganannya. Tak lama setelah Rio pergi, ada satu mobil yang berhenti tepat dihadapannya. Pemilik mobil itu keluar. 


"ayo Cha... Pulang" ajaknya


"kak Bagas" ucap Raisya terkejut Bagas akan menjemputnya. 


"ayo pulang" ajak Bagas.


     Bagas membukakan pintunya untuk Raisya masuk. Setelah itu, Bagas melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. 


"kakak kok jemput aku?" tanya Raisya


"iya, tadi aku ada sedikit urusan dibatalyon terus pas balik liat kamu, jadi sekalian aja" Jwab Bagas.


"oh gitu... Kakak gak pake seragam dinas?" tanya Raisya lagi karena saat ini Bagas menggunakan kaos hitam dan celana abu-abu yang membuatnya semakin ber-damage


"cuma ada sedikit urusan, ntar malem kakak dinasnya. sift 2" jelas Bagas


"kakak satu batalyon sama kak Rayyan?" tanya Raisya


"enggak, kakak di batalyon xxx kalo kak Rayyan kan satu batalyon sama bapak kakak" jelas Bagas.


     Bagas membelokkan mobilnya ke perumahan TNI. Raisya yang sadar langsung panik.


"kakak mau bawa aku kemana? Kakak mau nyulik aku? Kakak mau ngapain?" Raisya memberondong Bagas dengan pertanyaan. Bagas hanya tertawa melihat Raisya panik.


"tenang... Aku gak ngapa-ngapa-in kamu kok" jawab Bgas tenang


    Mobil pun berhenti dirumah besar bercat hijau toska. Bagas membukakan pintu mobilnya.


"ini rumah kakak?" tanya Raisya yang melihat design eksterior rumah Bagas yang indah dan rapih. Bagas hanya mengangguki pertanyaan Raisya.


"ayo masuk!" ajak Bagas sambil merangkul bahu Raisya. Raisya sedikit kaget tapi berusaha untuk biasa saja.


"aku gak mau ngapa-ngapa-in kok cuman mau kenalin kamu sama orang tua aku aja" ucap Bagas.


     Raisya semakin tidak bisa mengontrol detak jantungnya. 


"assalamualaikum bu....," ucap Bagas dan tak lama ibu Bagas membukakan pintu rumah.


"waalaikum salam... Masuk nak" Ucap ibu Bagas sangat ramah.


     Raisya, Bagas dan ibunya duduk dimeja makan. Ternyata, ibu Bagas sudah tau kalau Raisya akan datang ke rumahnya. Ibu Bgas sudah memsak makanan sangat banyak.


"silahkan dimakan yah... Anggap saja ibu ini bunda kamu sendiri" Ucap ibu Bagas. Raisya tersenyum.


"nanti juga ibu aku jadi ibu kamu juga" ujar Bagas dan Raisya tau apa maksudnya. Raisya tersipu malu.


"ini Raisya bu... KIta udah kenal lama" Kata Bagas mengenalkan Raisya.


"cantik banget yah..." ucap ibu Bagas.


     Saat Bagas sedang mengobrol, tiba-tiba kakak perempuannya datang. Raisya tidak asing melihat mukanya.


"wiiih.... Bawa calon mantu nih bu...." ejek kakak Bagas sambil tertawa


--------Flashback-----------


"oiya tante, aku Alizya Ghalbi Syawalita. Panggil aku Alizya aja tante," ucap perempuan bernama Alizya itu sambil tersenyum.


"kamu pacarnya Rayyan?" tanya ibu Rayyan spontan membuat Rayyan membulatkan matanya.


"yaaa... Gitu deh tante." jawabnya sambil tersenyum


----------------------


"hemm.... Kayaknya kita pernah ketemu deh ya?" ujar kakak Bagas.


"iya... Tapi dimana yah?" tanya Raisya


"ohh... Kamu adeknya Rayyan yah" ucap kakak Bagas.


     Ibu Bagas terkejut mendengarnya.

__ADS_1


"kak Alizya?"


"iya... Kamu Raisya kan?" tanya Alizya


"akhirnya bisa ketemu lagi" ucap Alizya sambil berjabat tangan dengan Raisya.


"ada apa ini? Kok kayaknya seneng banget" tanya pak Ditto yang tiba-tiba datang


"pak... Liat deh pacarnya Bagas... Cantik kan?" Kata Alizya


"oh... Ini yang namanya Raisya... Adeknya Serka Rayyan kan?" tanya pak Ditto


"iya pak, Bang Rayyan pacarnya mbak Zia" kali ini bukan Raisya yang menjawabnya tapi Bagas.


     Seketika senyum pak Ditto luntur. Mana bisa Bagas dengan Raisya dan Rayyan dengan Alizya sedangkan Rayyan dan Raisya kakak beradik.


"jalani aja dulu nak... Pasti ada jalan kok" ucap pak Ditto pada Bagas.


     Setelah pertemuan singkat dengan orang tua Bagas, Bagas mengantarkan Raisya pulang. Bagas tidak salah memilih waktu, karena hari ini Rayyan dinas, ibu Rayyan mengajar dan ayah Raisya keluar kota semenjak 4 hari lalu. 


"semoga kamu takdirku dek" batin Bagas.


      Raisya melambaikan tangannya kepada Bagas. Beberapa detik kemudian Bagas melajukan mobilnya. Saat dimobil, Bagas melihat notifikasi dari handphone-nya. Akan datang komandan kompi dan komandan regu yang baru. Jadi, Bagas harus segera ke batalyon.


----------------------------------------------


      Raisya mengganti seragamnya dengan baju tidur. Saat ingin merebahkan tubuh, tiba-tiba handphone-nya berdering. Ternyata itu adalah Rayyan. 


"Cha... Kamu siap-siap yah" ucap Rayyan langsung to the point


"mau kemana?" tanya Raisya 


"nganterin bang Yudha ke batalyon xxx" jawab Rayyan buru-buru


"batalyon xxx?"


"iya udah cepetan jangan banyak tanya" ucap Rayyan kemudian mengakhiri sambungannya


     Raisya terdiam ketika mendengar batalyon xxx karena Bagas dan Yudha akan menjadi satu batalyon. 


     Raisya langsung bersiap-siap. Raisya memakai celana levis, kaos putih pendek dan outhet berwarna abu-abu, rambut panjang nan ikal yang digerai plus sepatu sneakers putih membuat Raisya semakin cantik. Tak lama, mobil Rayyan sudah ada di depan. Raisya lansung turun dari lantai 2. 


"mau kemana kak?" tanya Aisyah dari atas


"mau ikut gak?" Tanya Raisya dari bawah 


"gak ah males" Jawab Aisyah


" yaudah, jagain rumah yah...." Teriak Raisya. 


"tumben gercep" ujar Rayyan


"tumben ngajak Acha... Kenapa?" tanya Raisya


"bang Yudha mau ketemu katanya" jawab Rayyan sambil tersenyum jail.


"eum?"


"bang Yudha mau ketemu kamu" Rayyan mengulangi perkataannya lagi.


     Raisya terdiam ketika Rayyan mengulangi perkataannya. Ada rasa bersalah dalam hatinya karena Raisya telah dikenalkan olrh orang tua Bagas.


"garing nih... Nyalain radio yah" ucap Rayyan lalu menyalakan radio mobilnya.


     Raisya badmood ketika mendengar lagunya. Karena lgu yang diputar adalah lagu 'Cheating on You' milik Charlie Puth.


I know i said goodby and baby you said it too


But when i touch him i feel like i'm cheating on you


I tough that i'll better when i found someone new


But when i touch him i feel like i'm cheating on you


    Rayyan ikut bernyanyi mengikuti lagu. Raisya kesal dan berteriak.


"aaaaaggghhhhrrr" Teriak Raisya sambil mengacak-acak rambut. "Ganti lagunya!" Seru Raisya dan langsung mengganti lagunya.


"kamu kenapa?" tanya Rayyan kebingungan.


"Gak! Aku gak suka lagunya!" Jawab Raisya. Rayyan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


----------------------


     Sampailah di batalyon. Raisya langsung turun disusul oleh Rayyan. Cukup ramai di batalyon, banyak mobil-mobil TNI yang hilir mudik. Saat ini akan diadakan penyambutan komandan kompi.


      Dari jauh, Bagas melihat Raisya di gandeng oleh Rayyan. Bagas berniat menyapa Raisya. Bagas masih memantaunya dari jauh sampai selesai penyambutan. Beberapa menit setelah penyambutan selesai, ada seseorang dengan seragam TNI mendekati Raisya, mereka sangat akrab. Saat melihat wajahnya, ternyata itu adalah komandan regu Bagas. Sersan Dua Chandra Angkasa Wirayudha. Ketika Yudha dekat dengan Raisya, Bagas sudah bisa menyimpulkan kalau Yudha menyukai Raisya.


"oh... Selama ini mereka deket? Sekarang saingan gue atasan gue sendiri? Bisa gak yah gue dapetin Raisya?" batin Bagas.


      Yudha melihat Raisya sangat cantik meskipun rambut yang sedikit acak-acakan. Yudha mengulurkan tangannya dan merapikan rambut Raisya. 


"kau bawa ngebut bang?" tanya Yudha


"gak, gue pake mobil" jawab Rayyan.


     Dari jauh Bagas memperhatikan Raisya dan Yudha. Perih sekali hatinya ketika Yudha merapikan rambut Raisya. Baru tadi siang Bagas mengajak Raisya menemui orang tuanya. Tapi, Bagas ingat kalau Alizya pacar Rayyan. Bagas semakin overthink.


     Yudha menarik tangan Raisya karena Yudha menyadari Bagas memperhatikannya.

__ADS_1


"eh... Mau bawa kemana adek gue?" tanya Rayyan


"main bentar bang!" Jawab Yudha


"jangan di apa-apa-in!" teriak Rayyan ketika Yudha sudah jauh. Yudha hanya mengacungkan jempolnya. 


     Yudha membawa Raisya ke taman batalyon. Raisya duduk dibangku taman, sementara Yudha masih berdiri.


"abang mau tanya sama kamu" ucap Yudha


"tanya aja" balas Raisya santai


"kamu tadi habis dari rumahnya pak Ditto?" tanya Yudha yang membuat Raisya terkejut.


"kok kakak tau?" Tanya Raisya yang bingung


"kakak juga habis dari situ, 3 menit setelah kakak keluar kamu dateng. Kakak fotokopi berkas-berkas dulu ditempat fotokopi depan rumah pak Ditto. Emang kamu gak liat?' tanya Yudha 


    Raisya terdiam, jadi saat dia dirangkul oleh Bagas Yudha tau?


"emang kamu ada hubungan apa sama Bagas?" Tanya Yudha lagi


"gak ada hubungnagn apa-apa, emang kenapa? Kok kakak nanya gitu?" tanya Raisya lagi.


     Raisya merasa tidak enak kepada Yudha. Tapi, Yudha akan menikah dengan Nayla.


"abang mau nikah kan?" tanya Raisya mengalihkan pembicaraan.


"sama siapa?" Yudha balik bertanya


"dokter Nayla" jawab Raisya


"mana ada" ujar Yudha sambil meninggalkan Raisya.


 "loh kok Raisya ditinggalin? Mau kemana?" Tanya Raisya kemudian dia mengejar Yudha . Karena Raisya mengejar, Yudha pun berhenti. Jarak sekitar 7 langkah antara mereka.


"udah abang batalin pernikahannya" ucap Yudha sambil membalikkan badan berhadapan dengan Raisya.


"lah kenapa? Dokter Nayla kan cantik" ujar Raisya.


"cantikan kamu" ucap Yudha membuat Raisya salah tingkah. Entah kenapa, setiap perkataan Yudha selalu membuat Raisya salah tingkah.


-----------------------------------------


     Yudha memanggil Bagas lewat pusat pemanggilan. Yudha ingin tau apa hubungan Raisya dengan Bagas. 


"Prada Bagas, anda di panggil" ucap salah seorang TNI


"sama siapa yah?" gumam Bagas


     Bagas langsung pergi menuju pusat pemanggilan. Bagas melihat sosok tinggi tegap yang sama-sama menggunakan baju loreng berdiri membelakanginya. Seseorang itu membalikkan badannya. Ternyata itu adalah Yudha, Bagas kaget tapi berusaha untuk biasa saja.


"kamu tau saya?" tanya Yudha


"ya" jawab Bagas.


"siapa?" tanya Yudha lagi


"Sersan Dua Chandra Angkasa Wirayudha, Komandan regu 1" jelas Bagas


"jawaban kamu salah!" ucap Yudha. Bagas mengangkat satu alisnya.


"ada hubungan apa kamu sama Raisya?" tanya Yudha dengan tatapan yang berbeda dari sebelumnya 


"kita emang deket tapi gak ada status" jelas Bagas


"kamu tau peraturan TNI kan? Merebut cewek atasan kamu bisa babak belur!" seru Yudha


"tapi Raisya gak bilang kalo dia punya pacar dan dia gak bilang kalo dia pacar abang" jelas Bagas dan mereka berdua pun debat.


"saya gak mau tau, jauhi Raisya sekarang atau kamu saya gantung di tiamg bendera batalyon?!" seru Yudha sambil menarik kerah baju Bagas.


     Saat Yudha menarik kerah baju Bagas, kapten Ditto lewat dan melihat mereka berdua. Kapten Ditto berhenti sejenak dan menatap mata Yudha. setelah itu kapten Ditto pun pergi. Entah ada urusan apa kapten Ditto ke batalyon  tempat Bagas.


"ijin bang, ini masalah pribadi... Beda sama kedinasan" ujar Bagas


"tapi peraturan TNI bedaaa!!" balas Yudha


     Yudha melepaskan cengkramannya dan pergi meninggalkan Bagas. Bagas terdiam, Bagas sedang overthinking karena Riasya. Bagas ingin kembali ke barak. Saat akan menuju barak, Bagas berpapasan dengan pak Ditto. Bagas menarik nafas panjang dan membuangnya kasar. Bagas berlalu pergi meski pak Ditto menatapnya. 


"Bagas!" panggil pak Ditto, Bagas membalikkan badannya.


"bapak tau masalah kamu" ucap pak Ditto


"Bagas bisa kok pak selesain masalah ini, Bagas udah gede" ujar Bagas


"tapi gak seharusnya manfatiin pangkat buat dapetin cewek" kata pak Ditto


"emang aturannya gitu pak, dunia tentar emang keras" ucap Bagas 


     Pak Ditto tidak tau lagi harus bagaimana menghadapi Bagas. Yang pasti, Bagas tidah butuh campur tangan pak Ditto.


"kalo jodoh pasti ada jalan Gas...." ucap pak Ditto sambil menepuk bahu Bagas sebagai penguatan.


-------------------------------------------


HAPPY READING ALL 


DON'T FORGET GIVE ME SUPPORT OOKAAY:))

__ADS_1


__ADS_2