
*masih flashback *
memutar kembali kepingan masa lalu
Shira mengayuh sepedanya semakin cepat,,awan gelap pertanda hujan akan turun sebentar lagi memacu semangatnya untuk sampai di cafe tempatnya bekerja lebih cepat..
Shira memang bekerja selepas pulang kuliah,,dia bekerja di sebuah cafe tak jauh dari kampusnya,, walaupun biaya kuliahnya udah ditanggung oleh beasiswa,,tapi dia harus tetap menghasilkan uang demi memenuhi kebutuhan orangtuanya,,,karena itulah syarat mutlak dari orangtua angkatnya,,dia harus memastikan keluarganya tetap makan kalo mau melanjutkan kuliah..
bapak dan ibu angkatnya tak bekerja,, mereka terbiasa menikmati uang hasil jerih payah shira dimulai sejak Shira berumur 5 tahun,, mengamen,,mencuci piring di rumah makan sudah biasa dilakukannya sedari kecil,,yah hidupnya sudah begitu berat sedari kecil,,sejak orangtua kandung nya meninggal dunia karena kecelakaan,,dan diangkat anak oleh orangtuanya yang sekarang,,
walaupun begitu,,tak pernah sedikitpun dia mengeluh,,,dia menyayangi keluarganya,, walaupun seringkali caci maki dan pukulan yang dia terima jika pulang tak membawa hasil,,
*
*
*cerita tentang shira dari sudut pandang Rania,, sahabatnya*
__ADS_1
aku sangat mengagumi sahabatku,,aku adalah temannya dari SMP,,aku saksi hidup bagaimana beratnya perjuangan hidup yang harus dilaluinya..
aku masih ingat saat kelas 3 SMP menjelang ujian akhir Shira datang kerumahku,,dia basah kuyup kehujanan,, wajah dan tubuhnya lebam lebam bekas dipukul,,Shira menceritakan sambil terisak saat dia diusir oleh bapaknya karena hari itu dia tidak mendapatkan uang hasil mengamen,,,dan yang lebih membuatnya sakit adalah ucapan dari pak ananta kalo dia hanyalah seorang anak yang dipungut,,yang dimanfaatkan sebagai alat mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka,,ibu dan 2 orang adiknya,,yang semuanya tidak pernah peduli dengan Shira
tak ada yang bisa kukatakan untuk membantunya,,aku hanya ikut menangis memeluk dan berusaha menguatkannya..
"sabar y ra,,, Allah pasti punya rencana terbaik yang udah dipersiapkan untuk loe" ucap gue sambil memeluknya
"yuk kita makan malam dulu" mama gue tiba tiba udah berdiri di depan pintu melihat gue dan shira berpelukan tadi,,
"Shira takut merepotkan tante" jawabnya berusaha tegar
"duh nak,,kamu kayak sama siapa aja sih,,,kamu dan Rania itu anak anak kesayangan tante,,ayo ayo ga boleh ada yang bersedih dirumah ini,,Shira ganti baju dulu ya,,kamu basah kuyup,,nanti masuk angin!" perintah mama yang dibalas anggukan shira
"makasih ya ran,, makasih tante" lirih Shira
"sama sama sayang",,mama memeluk Shira
__ADS_1
setelah makan malam aku dan shira ngobrol di kamar,,
"loe benci ga ra sama keluarga loe sekarang?'
"ga lah ran,, aku malah bersyukur,, mereka menyelamatkan aku saat kecelakaan itu,,, seandainya ga ada mereka mungkin aku udah ga ada sekarang,"
"tapi ra,,, seumur umur loe hidup sama mereka ga pernah dapat kasih sayang,, mereka cuma memanfaatkan loe,, mereka ga sayang sama loe" Rania berusaha memberikan pengertian
"ini adalah takdir yang harus gue jalanin ran,, mungkin Allah kirimkan gue ke keluarga itu untuk memberikan mereka kebahagiaan" ucap Shira dengan bijak
"terus siapa dong yang membahagiakan loe,, kapan dong waktunya loe bahagia?" ujar Rania dengan geram
"saat ini tugas gue buat bahagiakan keluarga gue,,nanti giliran gue deh dibahagiakan sama suami dan anak anak gue" *ucapnya sambil tersenyum
"hadehh,,,dasar bocah kebanyakan nonton drama Cinderella,, berharap ada pangeran tampan datang menyelamatkan sang putri,,hehehe
mereka tertawa sebelum akhirnya bersiap siap tidur*..
__ADS_1