Dendam Cinta CEO Tampan

Dendam Cinta CEO Tampan
mulai bimbang


__ADS_3

"selamat ulang tahun sayang" ucap bian sambil menggenggam tangan shira,


"makasih kak" ucap Shira


"aku mau kamu pakai ini ya! jangan pernah lepaskan!" bian berkata sembari membuka kotak biru di tangannya, bian melingkari jari manis shira dengan sebuah cincin bermata berlian yang sangat mewah,


"cincin ini terlihat cantik di jari kamu" bian mengecup jemari Shira itu


"kak, apa ini gak terlalu berlebihan? kamu bikin pesta seperti ini aja aku sudah sangat senang kak, seumur hidup baru ini aku merayakan ulangtahun"


"mulai saat ini hari ulangtahun kamu akan terus berkesan sayang, percayalah" bian tersenyum menggoda Shira


"eh iya, kamu masih hutang penjelasan sama aku!" Shira menuntut penjelasan dari bian tentang pengumumannya saat memotong kue tadi


"penjelasan apa ya neng? akang lupa" jawab bian dengan gayanya yang lucu


"kak..." shira yang gemas mencubit pinggang bian


"eh neng sekarang nakal ya, sentuh sentuh tubuh akang, sentuh balik neh!" ancam bian


"hahaha" mereka tertawa bersama

__ADS_1


bian benar benar dibuat bahagia dengan kehadiran Shira, dia sejenak melupakan misinya, dia hanya ingin Shira bahagia bersamanya


"aku mau tanggal 20 oktober ini selalu berkesan sayang, hari ini aku memintamu jadi kekasihku, dan tahun depan di tanggal yang sama aku memintamu menjadi istriku!" ucap bian yang saat ini memeluk shira


"Lo, kok gitu, harinya belum ada masa aku udah dilamar, siapa tau umur aku ga sampai di ulang tahun tahun depan, atau tiba tiba kamu membenciku di tahun depan, kita ga ada yang tahu" ucap Shira


bian terhenyak mendengar ucapan shira, wajahnya memerah,


"kak...kak bian? ucap Shira membuyarkan lamunan bian


"apa ucapan aku ada yang salah?" tanya shira lagi


"tidak, tidak ada yang salah" jawab bian berusaha kembali fokus


bian kembali memeluk shira, dia mencium pucuk rambut Shira, entah gimana perasaan hati bian sekarang, hanya dia yang tau.


"kak lepaskan, malu banyak orang" shira menyadari beberapa orang di ruangan itu terus melirik mereka


"aku mencintaimu, kamu milik aku, hanya milik aku!" bian berucap dan semakin mengencangkan pelukannya


"ada apa dengan kak bian? apakah benar secepat ini dia mencintaiku?" gumam hati shira yang sebenarnya masih ragu

__ADS_1


"ah biarlah, aku bahagia kak bian memperlakukanku seperti ini, terserahlah apa maksudnya dari semua ini,


tak lama mereka semua bergabung dengan orang-orang yang ada disana, sepanjang acara berlangsung bian tak henti tertawa lepas, dia begitu bahagia hari ini


"bro, gue ga pernah melihat loe selepas ini semenjak bokap loe meninggal, gue cuma mengingatkan jangan sampai loe keluar jalur dari tujuan awal loe!" devano berucap sambil menepuk bahu bian


"deg"... bian menyadari arti dari ucapan vano barusan. dia hanya bisa menatap kearah vano dengan tatapan yang tidak bisa diartikan


jam hampir menunjukkan tengah malam, Shira menyadari kalau dia harus segera pulang sebelum mendapatkan masalah dari keluarganya


"kak Bian, bisakah kita pulang sekarang?" tanya shira mendekati bian yang sedang termenung di sudut ruangan sambil menggenggam minumannya


"kak, kak bian...apa kami melamun?, apakah ada masalah?" tanya shira melihat perubahan di wajah Bian.


"ada apa dengannya? tiba tiba ceria, tiba tiba melamun" Shira bergumam dalam hatinya


"tidak, tidak ada apa apa, hanya masalah kerjaan saja" ucap bian


bian memang saat ini merangkap sebagai CEO perusahaan, dia menggantikan posisi ayahnya setelah beliau meninggal beberapa bulan lalu


"ayo neng, katanya mau pulang" ucap bian menggoda shira,

__ADS_1


bian kembali menggenggam tangan shira dan pamit kepada beberapa orang yang ditemuinya, setelah itu mereka beranjak keluar dari cafe itu,


__ADS_2