Dendam Cinta CEO Tampan

Dendam Cinta CEO Tampan
Ngidam?


__ADS_3

"Iya, aku mau rujak" ucap shira.


"Hmm baiklah, ayo makan disana aja" ajak bian.


.


.


.Tak menunggu lama seporsi rujak buah sudah terhidang di meja mereka, shira menyantapnya dengan sangat lahap, bian yang melihatnya merasa aneh sendiri, tak biasanya shira seperti ini.


"Lagi ngidam ya neng?" tanya mbok pedagang rujak tanpa basa basi.


Bian yang sedang meminum jus jeruknya langsung tersedak karena ucapan ibu itu. Shira dan bian saling berpandangan dan mereka kompak tertawa bersama.


"Tidak bu, saya hanya lagi kepengen aja" jawab shira setelah tawa mereka reda.


Beberapa menit setelahnya shira telah selesai menuntaskan keinginannya untuk memakan rujak, bian mengajak shira pulang karena hujan sudah semakin lebat.


Bian menutupi tubuh shira dengan jaket yang dipakainya, tampak pria itu begitu posesif menjaga wanitanya, ibu pemilik warung rujak merasa kagum dengan keromantisan mereka.

__ADS_1


"Kamu kedinginan ya, baju kamu juga basah, apa kita cari tempat menginap dulu biar aku bisa menghangatkanmu" senyum licik keluar diwajah bian.


"Ishhh, dasar mesum" Shira mencubit lengan bian.


Jaket milik bian cukup memberi rasa hangat di tubuh shira.


Shira sedikit bingung dengan kondisinya saat ini, dia gampang sekali sakit. Beberapa hari ini, gampang masuk angin dan sering muntah muntah. Seperti sekarang ini, dia merasa tubuhnya sakit semua padahal hujan sedikit saja yang mengenai tubuhnya.


Sebelumnya shira adalah wanita yang tangguh, beberapa kali tidur diluar rumah saat ibu angkatnya marah dan mengusir nya tak membuatnya sakit sama sekali.


"Huffft, mungkin benar kata madam Monica, aku terlalu tegang".


"Iya suamiku sayang" goda shira kepada bian.


Ahh kebahagiaan menyelimuti hari hari mereka.


Shira merasa beruntung mendapatkan calon pendamping yang sangat menyayanginya, tak terasa air mata mengalir di sudut pipinya, bian yang melihat itu ikut merasa haru dan memeluk shira.


Mereka berpelukan cukup lama, hingga bian mulai kehilangan kendali, dia selalu merasa candu akan aroma tubuh shira.

__ADS_1


Bian terus melanjutkan aksinya semakin dalam, shira yang awalnya menolak mulai kembali terbawa suasana saat bian terus menerus menstimulasi tubuhnya, kedua ***** indah dadanya pun tak henti jadi sasaran tangan jahil bian.


Shira mengeluarkan desahan yang tak bisa lagi ditahannya, hal ini mampu membuat gairah dalam diri bian memuncak hingga ke ubun-ubun.


Akhirnya kegiatan panas mereka terulang kembali, kali ini lebih menuntut dan saling membalas, mereka menyatukan diri dalam kabut gairah yang tak tertahankan.


.


.


.


Sementara itu di tempat yang berbeda Bu Gita, ibunda dari bian sudah mendengar kabar pernikahan putranya yang akan segera dilaksanakan.


"Wanita sialan itu memang benar benar telah menguasai bian" umpat Bu gita.


"Aku tak akan membiarkan pernikahan itu terjadi, aku tidak akan merestui pernikahan itu!" Bu gita terus mengumpat dalam hatinya.


Bu Gita memutuskan untuk pulang kembali ke Indonesia, dia akan menyusun rencana baru agar pernikahan putranya itu gagal.

__ADS_1


Rasa benci dan dendam nya semakin menjadi kepada keluarga shira. Terlebih lagi melihat situasi saat ini yang tidak berpihak padanya. Putranya terus saja membela shira dan keluarganya itu, bahkan melupakan dendam kematian papanya sendiri.


__ADS_2