
Shira membeku, dia kaget dengan apa yang dilakukan bian padanya, begitu juga dengan bian, entah apa yang sekarang dipikirkan cowok itu, dia merasa ada sensasi berbeda saat tadi dia mengecup bibir manis gadis itu, rasa yang begitu menggoda, rasa yang berbeda yang tak didapatkan dari gadis gadis yang selama ini pernah dicicipinya, membuatnya ingin lebih dan lebih,
"aku mohon kamu mau nurut aja sama aku saat ini, aku ga tahan lihat bibir kamu terus bergerak menggoda aku, jadi diamlah, atau aku akan melakukan hal yang ga pernah kamu bayangkan sebelumnya" pinta bian kepada shira, suaranya terdengar serak dan bergetar, dia menahan sesuatu didalamnya.
Shira dan bian berusaha menormalkan detak jantung mereka, tak ada percakapan apapun sepanjang perjalanan, dan Shira tau saat ini bian mengemudikan mobil ke alamat rumahnya,
"darimana dia tau rumahku?" batin Shira bingung.
"terimakasih atas tumpangannya" ucap Shira tanpa melihat lawan bicaranya
sesaat sebelum pintu mobil terbuka bian memegang tangannya
"aku minta maaf atas kejadian tadi!" ucap bian tulus
Shira tak tau harus menanggapi seperti apa, dia tak menjawab dan berlari masuk kedalam rumahnya.
__ADS_1
bian memandangi wanita cantik itu hingga menghilang dari balik pintu, dia masih mematung didalam mobilnya sambil memegang bibirnya yang tadi mengecup shira, senyuman bahagia tampak jelas terpancar di wajah tampannya.
walaupun dia telah banyak menikmati ciuman dengan berbagai macam wanita cantik, tapi kali ini beda, bian dipenuhi hasrat menggebu, dia sangat ingin merengkuh kenikmatan dari gadis itu, entah rasa apa yang kini dialaminya, jantungnya tak henti berdendang.
"argghhhh, bian sadar, sadar woii!" Bian menampar dirinya sendiri saat dia menyadari pikiran mesumnya barusan, dia sudah keluar jalur terlalu jauh, dia tak boleh melibatkan perasaan dalam misinya ini, bian berperang melawan batinnya sendiri
sementara itu didalam kamarnya Shira mengintip keluar, dia ingin memastikan apakah cowok itu udah pergi atau belum. dan Shira mendapati mobil itu masih parkir di depan rumahnya, seketika senyumnya mengembang, ada kupu kupu di perutnya saat ini, Shira tak pernah merasakan sensasi seperti ini sebelumnya,
cinta datang tanpa bisa direncanakan, tak ada yang bisa mengatur waktu dan tempatnya.
bian menstarter kembali mobilnya menuju rumah, dia membutuhkan istirahat saat ini, pikirannya kacau,
seorang gadis yang seharusnya dia benci malah memenuhi ruang pikirannya saat ini, bukan benci yang dirasakannya, tapi rasa nyaman dan kagum kepada gadis itu, rasa ingin selalu dekat dan rindu tak tertahan padahal baru saja beberapa menit lalu gadis itu turun meninggalkan mobilnya.
bian mengambil handphonenya dan menelpon sahabatnya
__ADS_1
"loe dimana nyet? temenin gue di club sekarang!" perintah bian pada orang di seberang telepon
"sepertinya dengan beberapa teguk minuman bisa menormalkan otakku yang mulai ga waras ini!" gumam bian
dia melajukan mobilnya menuju club' tempat biasa dia dan teman-temannya menghilangkan penat, minuman dan wanita penghibur biasanya selalu ampuh mengobatinya saat galau seperti ini
**suasana di cafe**
"hai tampan, lama ga kesini, mau aku temani minum?" tanya seorang cewek di club itu.
dia biasanya adalah langganan bian kalo datang kesana
bian menepis tangan cewek itu yang hendak merangkulnya
"aku lagi ga mau diganggu!" ucapnya dengan tatapan tajam
__ADS_1