Dendam Cinta CEO Tampan

Dendam Cinta CEO Tampan
pertemuan dengan Ananta


__ADS_3

"kak, bisakah kita lebih cepat?" shira menunjukkan wajah khawatir


"ada apa? kenapa kamu begitu panik?" tanya bian bingung,


"ini sudah sangat malam, aku belum pernah pulang selarut ini, aku takut keluargaku mencemaskan keadaan ku" jawab Shira


"dia benar-benar gadis yang sangat bodoh" gumam bian tersenyum,


ya Shira memanglah sangat polos, diumurnya yang ke 21 tahun saat ini dia belum pernah keluar malam, hidupnya hanya dihabiskan untuk kuliah dan bekerja.


"kamu mau aku ngebut?" tanya bian


"tambah kecepatan mobilnya tapi tetaplah berhati hati!" jawab shira lagi


"kalo begitu aku membutuhkan bantuan!" ucap bian dengan senyumnya


"panggil aku sayang!" perintah bian


"kak Bian, ayolah jangan bercanda!" ucap Shira lagi


bian yang berniat menggoda shira menepikan mobilnya,


"kak kenapa jadi berhenti?" shira panik

__ADS_1


"maaf neng, sopir yang mengemudikan mobil ini kehabisan energi, harap neng bekerjasama untuk mengembalikan energi sopir ganteng ini!" ujar bian dengan gaya dibuat buat


"kak"....Shira memanyunkan bibirnya


deg...deg, jantung bian melompat lompat saat melihat ekspresi shira saat ini.


"jangan menggodaku dengan ekspresi itu!" ucap bian dengan suara serak


bian memang selalu tergoda dengan bibir shira, entah mengapa bibir itu menjadi candu buatnya, dan saat ini nafasnya menjadi berat menahan gejolaknya yang tiba tiba muncul


Shira yang menyadari langsung membekap mulutnya sendiri dengan tangannya. Shira menunduk, dia mulai hafal dengan sifat bian yang suka menggodanya, wajahnya bersemu merah


bian mengacak acak kasar rambutnya sendiri, Shira melihat kepada bian, sejenak mereka bertatapan dan tertawa bersamaan.


"panggil aku sayang, maka aku akan segera melajukan mobil ini!" bian berbisik di telinga shira


"huffttt, baiklah, kak bian sayang, aku harus segera pulang, bisakah kamu mengemudikan lebih kencang?" Shira berbicara sambil mengatupkan kedua tangannya di dada pertanda dia memohon dengan sangat


"ok, energi terisi penuh, bersiaplah kita akan segera melaju" ucap bian


cup...


sebelum bian menginjak gas mobilnya dia berhasil mencuri satu lagi ciuman di pipi kanan Shira,

__ADS_1


Shira yang mulai terbiasa dengan sikap agresif bian hanya bisa menunduk malu, wajahnya memerah seperti kepiting rebus saat ini


selang 15 menit kemudian mereka sampai di kediaman shira, tampak raut ketakutan di wajah shira


bian yang menyadari itu langsung turun membukakan pintu untuk shira, dia berjalan menggandeng Shira menuju ke halaman rumahnya


tok...tok...


bian mengetuk pintu rumah Shira


tak lama, muncullah seorang pria paruh baya dengan wajah yang sangat dibenci bian membukakan pintu


bian menahan amarahnya, dia memasang wajah se ramah mungkin,


"mohon maaf pak, saya kesini mengantarkan shira putri bapak, mohon jangan memarahinya, saya mengajak shira untuk menyelesaikan beberapa urusan hingga larut malam" ucap bian kepada ananta bapak angkat Shira


ananta memperhatikan pemuda didepannya itu, penampilan bian yang menggunakan barang-barang branded dari atas hingga bawah membuatnya begitu memukau, dan dia berpikir jika pria ini akan menjadi tambang emas untuknya


ananta tersenyum ramah menyambut tamunya, Shira terus saja menunduk, dia mulai khawatir apa yang akan diperbuat oleh bapak angkatnya ini


"silahkan duduk anak muda!" perintah pak ananta


bian menyunggingkan senyum kemenangan, "sangat gampang mengambil hati pria tua ini" gumam bian

__ADS_1


dia memang sudah mempersiapkan diri untuk pertemuannya hari ini, dia akan menarik perhatian ananta, hingga pria itu merestui hubungannya dengan shira, tentu saja dengan uang semua jadi gampang, karena bian Sangat paham, ananta adalah manusia yang mendewakan uang.


__ADS_2