
Aku ada perjalanan bisnis selama 1 minggu, mungkin aku tidak akan menghubungi mu dalam masa itu, jagalah dirimu baik baik dek, aku mencintaimu" (pesan dari bian yang dikirim ke handphone Shira)
Shira membaca pesan itu, dan dia merasakan ada yang aneh dari kalimat bian kali ini.
Untuk pertama kalinya kalimat pesan dari bian terasa dingin, tak seperti biasanya, dan shira juga merasakan ada yang aneh, "kak bian selalu akan telepon aku jika ingin mengatakan sesuatu, jarang sekali dia kirim pesan seperti ini" batin Shira
"Apa ada masalah serius ya sampai tak sempat buat menghubungi aku dahulu sebelum pergi?" batin shira lagi
"Ya Allah, lindungi dia dimanapun berada, jagalah dia" rasa haru menyelimuti dada shira kali ini.
Hidupnya benar benar sudah bergantung kepada kekasihnya itu, karena itulah dia merasa khawatir dengan kepergian bian yamg mendadak ini, bahkan saat dihubungi nomor ponsel bian tidak aktif.
Sementara itu dilain tempat...
Pesawat jet pribadi milik aryasatya grup sudah mendarat di London. Bian memutuskan mengunjungi mamanya yang masih menetap di negara itu.
Tekad bian kali ini sudah bulat, dia tak mau menunggu lagi, dia akan memberi penjelasan kepada mamanya, dia ingin melupakan dendamnya dan akan segera meminang shira untuk menjadi istrinya, karena bian berniat akan menikahi Shira beberapa bulan lagi, pas dihari ulang tahun shira.
__ADS_1
Bian sampai di apartemen mewah milik keluarganya sudah larut malam, dan dia memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya terlebih dahulu, besok pagi saat sarapan bian mlakan mengutarakan maksudnya kepada mamanya.
Saat hendak beranjak tidur bian merasakan ada suatu kebiasaannya yang hilang, ya dia terbiasa melakukan video call terlebih dahulu dengan kekasihnya.
Dia merindukan Shira lagi saat ini, seminggu lebih bian tak bertatapan dengan wajah sendu nan cantik itu, dan tadi pun sebelum berangkat ke London bian hanya mengirimkan pesan tanpa menelepon.
Bian belum berani untuk menelepon Shira saat ini, dia takut tidak bisa menyembunyikan rasa bersalahnya, rasa bersalah diantara dua hati, antara Shira dan mamanya, dia tak tau siapa yang akan diperjuangkannya. Dia tak ingin menjadi anak durhaka yang melawan perintah orang tuanya, tapi dia juga tidak ingin menjadi pria pengecut yang menyakiti seorang gadis sebaik shira.
Bian terus memandangi video dan foto foto kebersamaannya dengan Shira yang ada di handphonenya. Untuk saat ini hanya inilah cara efektif meredam sedikit kerinduannya. Tak lama setelah itu bian pun terlelap karena kelelahan, dengan ditemani foto shira yang sedang menatapnya.
"Pagi mah" ucap bian sambil mengecup pipi wanita paruh baya itu
Pagi ini mereka sarapan bersama di kediaman mewah itu
"Kok mendadak kamu kesini?, ada masalah apa sayang?" tanya mama sambil menyuap makanan ke mulutnya
"Hehehe, bian rindu mamah" jawabnya manja
__ADS_1
"Selain itu bian juga ingin bicara sesuatu yang serius sama mama" ucapnya menambahkan
"Hmmm.. bicaralah nak"
"Ini soal Shira mah, putri dari pak ananta"
"Ada apa dengan kamu? kenapa menyebut nama keluarga sialan itu sepagi ini, merusak mood mama aja" Bu Gita mulai emosi
Baru mendengar nama keluarga itu aja wanita itu sudah sangat emosi
"Mah, tenanglah" bian memohon
"Bian mohon mama dengarkan bian sampai selesai, yang akan bian sampaikan ini mungkin akan membuat mama kecewa, tapi bian harus mengutarakan ini semua mah".
"Bian mencintai gadis itu mah, bian mencintai Shira"...
❤️❤️ mohon komentar dan like nya ya readers tersayang 🙏
__ADS_1