Dendam Cinta CEO Tampan

Dendam Cinta CEO Tampan
yesss!!!!


__ADS_3

jam tangan mahal yang ada di pergelangan tangan bian menunjukkan pukul 9 malam, saat ini mereka dalam perjalanan pulang, Shira berpikir bian akan mengantarkan dia kembali kerumahnya, karena kelelahan shira tertidur di mobil bian.


sementara itu bian melajukan mobilnya ke tempat yang telah direncanakannya, bian menuju cafe tempat Shira bekerja, disana sudah disiapkan pesta ulang tahun untuk Shira, sahabat Shira satu satunya yaitu Rania pun terlibat dalam ide ini, dan bian menyewa eksklusif cafe itu saat ini, hingga meliburkan seluruh karyawannya termasuk Shira.


bian tersenyum saat melihat gadis di sebelahnya tertidur dengan pulas, gadis itu terlihat sangat manis, bian merasakan getaran di hatinya saat melihat Shira seperti ini,


bian berusaha membuang pikiran mesumnya yang muncul menggodanya saat ini, dia hanya fokus ke jalanan di hadapannya, dia tak mau menoleh ke wajah Shira lagi, karena bisa dipastikan kalo dia terus menerus melirik shira dalam keadaan tertidur seperti sekarang , akal sehatnya akan kalah, dia bisa menerkam gadis itu.


"huffttt"... bian melonggarkan paru parunya dengan menarik udara sebanyak-banyaknya dan menghembuskannya kasar


dia tak tahan lagi, doa mengulurkan tangannya membelai pipi lembut Shira,


"hai neng, ayo bangun!" bisik bian

__ADS_1


mata shira mengerjap saat merasakan hembusan nafas beraroma mint menerpa wajahnya, seketika dia mematung saat melihat wajah Bian begitu dekat dengan wajahnya


nafas Bian terdengar menderu dengan tatapan tajam kedalam bola mata shira, tangannya yang sedari tadi ada di pipi Shira turun ke tengkuknya dan menekan wajah gadis itu semakin mendekat kearahnya


bibir bian menyentuh lembut bibir manis shira, dia menciumnya perlahan dan sangat lembut, tak ingin menyakiti gadis itu sedikitpun, bian ingin memberikan suatu kenangan untuk pertama kalinya pada gadis itu, bian tau dialah orang yang pertama menyentuh bibir shira dan dia akan menjaganya selamanya akan tetap dirinya satu satunya.


Shira sama sekali tidak menolak apa yang dilakukan bian, mungkin karena dia tidak pernah merasa disayangi maka saat bian memperlakukannya dengan begitu manis dia menjadi bucin, dia pasrah saja dengan apa yang dilakukan bian, Shira menikmati ciuman bian di bibirnya bahkan shira mulai bisa membalasnya, mereka melakukannya dengan gairah yang membara.


Shira mendorong dada bian yang terus membekapnya, dia kehabisan nafas karena cumbuan panas bian, mereka berdua terengah-engah menahan gejolak yang timbul, bian masih menempelkan dahinya ke dahi Shira, tak ingin berjauhan sedikitpun.


"aku mohon, dampingilah aku, jadilah kekasihku!" pinta bian lagi, mereka masih berusaha menenangkan diri setelah drama ciuman panjang itu, saat ini bian sedang menangkup wajah Shira di telapak tangannya


"aku membutuhkanmu" tambah bian alagi dengan tatapan mata penuh cinta

__ADS_1


ah hati siapa yang tak meleleh dihadapkan pada situasi seperti ini, (jangankan Shira, author aja baperr 😂)


"iya kak, aku mau" ucap Shira


"apa sayang? kamu mau? kamu mau terima cinta aku?" tanya bian memastikan


Shira mengangguk malu malu


"yesss!!" bian setengah berteriak dan refleks menarik Shira dalam pelukannya, tak pernah dia sebahagia ini sebelumnya


dan sekarang kedua insan yang sedang dimabuk cinta itu sedang berpelukan dengan senyuman masing masing,


cinta memang begitu indah apabila dimiliki oleh orang yang tepat

__ADS_1


__ADS_2