
saat Sesi foto foto Luna yang heboh bersama teman temannya selesai, Shira hendak kembali melanjutkan pekerjaannya, tapi luna yang sedari awal memang berniat buruk melihatnya dan mulai beraksi
BRUKKKK....
kaki Luna dengan sengaja menjegal langkah shira hingga gadis itu tersungkur dan piring yang sedang dipegangnya berhamburan ke lantai, sebelum kepala Shira membentur ujung meja besi yang ada di depannya bian dengan sigap menangkapnya, hingga akhirnya Shira sukses mendarat di pelukan bian
deg...deg..deg...
degup jantung keduanya berpacu sangat kencang, posisi Shira saat ini menindih bian, wajahnya berada sangat dekat dengan wajah tampan pria itu,,Shira dapat merasakan deru nafas Bian di wajahnya, masker yang tadi digunakan Shira terlepas hingga dengan jelas bian melihat wajah cantik gadis itu dari jarak dekat
"ihhh dasar cewek murahan ga tau diri" dengus Luna sambil menarik kasar tangan shira,
Shira berusaha bangun dari tubuh bian dan saat dia baru berdiri Luna menampar wajahnya
plakkkk....
__ADS_1
Shira merasakan panas di pipinya, luka di wajahnya bekas pukulan ayah angkatnya kemarin berdarah lagi, airmatanya mengalir tanpa dapat dia tahan. Shira hanya menunduk mengusap pipinya yang panas
"lunaaaa... apa apaan sih loe!!!!! mata bian melotot melihat perlakuan Luna yang kasar di depan matanya
"sayang, pelayan genit ini berusaha godain kamu, aku ga suka" Luna dengan gaya manjanya menjelaskan kepada bian
" loe keterlaluan Luna, jelas jelas loe yang menjegal kaki cewek ini tadi, gue lihat sendiri" bian berteriak dengan emosi
semua orang di ruangan itu tak menyangka seorang bian aryasatya bisa semarah ini. mereka hanya terdiam tak ada yang berani mengeluarkan suara,
manager cafe yang mendengar ada keributan itu bergegas mendatangi sumber suara
"mohon maaf atas kekacauan ini, saya mewakili pegawai saya sekali lagi meminta maaf, mohon jangan diperpanjang lagi masalah ini, ucap pak manager cafe memelas. dia khawatir kejadian ini akan merusak reputasi cafenya
"Shira, segera kamu minta maaf!" perintah pak manager cafe yang bernama Bram itu
__ADS_1
"maafkan saya nona" lirih Shira
Luna tersenyum jahat, "gue mau loe berlutut minta maaf sama gue sekarang, kalo tidak gue pastikan loe bakal dipecat dari cafe ini" ancam Luna
"cepat Shira, kamu berlutut!" perintah pak Bram
"cukup Luna, loe keterlaluan, ikut gue sekarang!" perintah bian sambil menarik tangan Luna
sebelum keluar dari cafe itu, bian memerintahkan devano sahabatnya untuk menyelesaikan pembayaran tagihan cafe itu, termasuk ganti rugi piring yang pecah. dan juga bian menghampiri manager cafe "karyawan anda tidak bersalah dalam kejadian ini, tolong jangan pecat dia, semua ini salah cewek ini kata bian sambil menunjuk wajah Luna, sementara tangannya masih tetap menggenggam tangan Luna dengan kencang, memastikan cewek itu tidak lagi membuat kekacauan.
bian menatap sekilas kearah Shira yang masih menunduk, bian tahu gadis itu pasti sangat ketakutan saat ini, dia melihat wajah sendu itu terisak menahan air mata
"kenapa sih kamu begitu lemah, tak berusaha membela diri" gumam bian.
selanjutnya bian menyeret Luna keluar dari cafe itu, tak banyak yang bisa diperbuat Luna, dia bergidik ngeri membayangkan apa hukuman yang akan bian berikan atas perbuatannya, tak pernah dia melihat cowok tampan yang jadi obsesinya selama ini semarah sekarang.
__ADS_1