Dendam Cinta CEO Tampan

Dendam Cinta CEO Tampan
Rujak


__ADS_3

Hari demi hari berlalu terasa sangat cepat, bian dan shira sudah hampir merampungkan persiapan acara sakral mereka.


Siang ini bian menyempatkan waktunya untuk menemani shira untuk mengukur baju pengantinnya.


Sebenarnya hanya untuk tahap akhir sebelum gaun indah itu fix dipakai shira dihari pernikahannya nanti.


Tetapi ternyata banyak yang harus dirombak, tubuh shira terlihat nampak sedikit bertambah gemuk. Gaun yang tadinya tinggal finishing akhir harus mengalami beberapa kali pengulangan lagi.


"Nona Shira, tampaknya anda begitu tegang menunggu hari pernikahan anda, berat badan anda sedikit meningkat" ujar madam monica desainer sekaligus tantenya bian.


"Hehe, iya madam, saya juga merasa gampang lelah karena berat badan saya bertambah, padahal saya tak banyak makan, selera makan saya beberapa hari ini berkurang drastis" timpal Shira.


"Ini memang sering terjadi pada calon pengantin yang lagi stres, jangan terlalu tegang nona, calon suami anda bukan orang sembarangan, pasti dia akan mempersiapkan semuanya dengan sempurna" ucap madam Monica lagi.


Shira hanya tersenyum dan kembali fokus mematut dirinya di cermin.


"Padahal sekarang aku jarang makan, asam lambung ku kambuh hingga sering muntah, tapi kenapa berat badanku bertambah ya, hmmmm...mungkin karena aku bahagia sebentar lagi akan menikah dengan kak bian" Shira senyum senyum sendiri tak sabar menunggu hari bahagia datang.

__ADS_1


Saat Shira masih sibuk dengan lamunannya sendiri di depan kaca bian sedang berdiri di belakangnya, menatap takjub akan kecantikan wanita itu.


Bian memeluk shira dan menempelkan bibirnya di tengkuk shira. "Kak bian geli.." shira berusaha mendorong tubuh bian menjauh darinya.


"Diamlah, aku mau memeluk istriku" ucap bian tak mempedulikan protes dari shira.


Bian membalikkan tubuh shira, pandangannya kepada shira tampak aneh, bagaikan singa yang kelaparan.


"Aku mau menerkam mu saat malam pernikahan kita nanti" terdengar suara serak penuh hasrat dari bian.


Bian menangkup wajah shira dengan kedua telapak tangannya dan mulai men****** bibir manis wanita itu.


Saat suasana semakin panas terdengar suara deheman dari belakang mereka.


"Ehemmm.."


Bian dan shira kaget dengan suara itu, mereka tersadar dengan situasi canggung yang terjadi di ruangan itu.

__ADS_1


Shira membenahi pakaiannya yang berantakan, dan bian hanya bisa tersenyum malu saat dipelototi oleh madam Monica.


"Dasar anak muda" desah madam Monica.


"Hei anak muda mesum, keluarlah, aku tidak mau butik ini jadi sial karena tindakanmu itu" ucap madam monica lagi.


Bian hanya bisa nyengir sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Madam monica adalah tante bian yang mempunyai penampilan nyentrik. Dia sangat menyayangi bian dan shira, karena itulah dia memaksa untuk mensponsori gaun pernikahan untuk shira. Dan kebiasaan unik lain dari tantenya bian ini adalah, dia tidak mau dipanggil tante atau panggilan lain semacamnya. Dia merasa panggilan itu kampungan, dia lebih suka dipanggil madam oleh semua orang.


.


.


Akhirnya acara fitting baju pengantin selesai, bian dan shira menuju ke gedung tempat acara mereka nanti diadakan. Mereka akan mengecek semua persiapan yang mungkin masih dibutuhkan disana.


"Sayang...bisakah kita mampir sebentar ke tempat itu, aku rasa itu sangat menyenangkan" shira menunjuk gerobak rujak yang ada tak jaub dari mobil mereka parkir.

__ADS_1


"Apa kamu yakin, cuaca mendung begini mau makan rujak buah?" tanya bian heran.


__ADS_2