Dendam Cinta CEO Tampan

Dendam Cinta CEO Tampan
kagum


__ADS_3

Bu Gita kembali ke kamarnya sebelum shira datang, wajahnya tampak pucat dan mengkhawatirkan


"mama kenapa? apa ada yang sakit? kenapa wajah mama pucat sekali?" Shira khawatir melihat perubahan yang terjadi pada Bu Gita


" mama ga apa apa, mama mungkin kecapean, mama tidur dulu yah!" ujar Bu Gita


" ok mah, selamat beristirahat, aku mau selesai kan beberapa kerjaan dulu, Alhamdulillah aku dapat proyek kecil kecilan, menerjemahkan buku, InshaAllah kalo ini selesai tepat waktu aku dapat bayaran lumayan, nanti kita check up kesehatan mama lagi ya, sejak pulang dari rumah sakit baru sekali mama kontrol, maafin aku y mah, hidup serba kekurangannya sama aku disini" ucap Shira sedih


Bu Gita tak sanggup lagi mendengar semua ketulusan yang diutarakan Shira, dia tau semenjak kehadirannya Shira berusaha mencari pekerjaan tambahan untuk mencukupi kebutuhan mereka, biaya berobat nya juga pasti sangat membebani shira, tapi gadis itu tak pernah mengeluh.


Bu Gita menarik Shira dalam pelukannya, dengan terisak dia berkata "mama yang seharusnya minta maaf nak, mama sangat merepotkan kamu selama disini"


"udah jangan dibahas lagi mah, masa kita sedih seduhan terus, kita harus bahagia,,hahaha" Shira berusaha memasang wajah lucu agar mamanya melupakan kesedihannya


"nak, kamu kerja dimana? selama ini mama belum tau?" tanya Bu Gita

__ADS_1


"aku cuma seorang cleaning service di PT dekat sini mah" ujar Shira tanpa beban


"mama ga malu kan punya anak dengan kerjaan rendah seperti aku?" tanya shira lagi


"ga sayang, mama justru salut sama kamu, gadis secantik kamu mau kerja berat seperti itu, pasti disana banyak yang suka godain kamu yah, cleaning service paling cantik pastinya" ujar Bu Gita


"hahaha, mama bisa aja" ujar Shira


dan mereka kembali berpelukan sebelum akhirnya Bu Gita tidur, Shira membantu membetulkan posisi bantal dan selimut buat mamanya, setelah itu dia kembali larut dalam pekerjaannya


jam setengah 3 pagi Bu Gita terbangun, dia mendapati Shira terlelap di depan laptopnya yang masih menyala,


Bu Gita bergegas ke kamar mandi, dia terbangun karena ingat pesan di handphone nya belum dibaca dari tadi sore, dia tau satu satunya orang yang akan mengirimkan pesan kepada nya adalah detektif suruhannya, yang dibayar untuk menyelidiki apa yang terjadi dengan Shira


"Bu ada informasi penting yang harus kita bicarakan, bisa kita bertemu?"

__ADS_1


"temui saya besok jam 9 pagi di cafe edelweis dekat kost ini" Bu Gita membalas pesan dari detektif itu


segera setelah dia membalasnya Bu Gita langsung kembali mematikan handphone nya, sampai saat ini dia masih berhasil menyembunyikan identitasnya kepada shira, dan gadis itu tidak pernah memaksanya ataupun bertanya tentang siapa dirinya yang sebenarnya.


Bu Gita kembali ke kamar dan berusaha membangunkan Shira, sebelum itu dia sempat melihat layar di laptop Shira, sungguh takjub dia melihat kemampuan bahasa Inggris Shira, satu bundel buku tebal berbahasa Indonesia mampu diterjemahkannya dalam bahasa Inggris dalam satu malam, " luar biasa kamu nak" gumam nya


" nak, sayang, bangun, kamu ketiduran di kursi" Bu Gita dengan lembut berusaha membangunkan Shira


Shira menggeliat dan membuka matanya,


"owh ya ampun aku ketiduran" ujarnya


"kamu bekerja terlalu keras nak" sekali lagi Bu Gita mengulang kalimat itu


"tidaklah ma, cuma sesekali mumpung ada kesempatan" jawabnya

__ADS_1


" aku mau sholat dulu, mama tidur lagi aja, masih jam 3 pagi, mama harus istirahat yang banyak' ujar Shira


setelah itu dia beranjak mengambil wudhu untuk sholat tahajud dan mengadukan semua masalahnya kepada Tuhannya


__ADS_2