
Malam sudah larut saat bian hendak pulang dari rumah om wisnu. Hatinya sudah terasa sedikit lebih tenang, om Wisnu memang selalu bisa menjadi teman curhat sekaligus guru untuk bian, terutama saat dia menghadapi masalah, nasehat om wisnu sangat membantunya.
Ya bian dan om wisnu memang sangat dekat dari kecil. Umur bian dan om nya ini terpaut hanya 5 tahun. Tetapi karena silsilah keturunan keluarga mengharuskan bian tetap berlaku hormat kepada om nya itu.
Walaupun saat ini silaturahmi antara keluarga besar orang tuanya dengan keluarga kecil om wisnu memburuk, tapi antara bian dan om wisnu tak terpengaruh sama sekali.
Hubungan mereka tetap dekat, bahkan bian selalu bisa menemukan kedamaian dalam keluarga bersahaja om dan tantenya itu.
Ya sedikit cerita tentang om Wisnu, beliau sebenarnya adalah salah satu pewaris kekayaan aryasatya group.
Beliau adalah anak dari adiknya papa bian. Karena mencintai gadis yang berbeda kasta dengan keluarganya beliau diusir dari rumah, dan semua fasilitas yang dimilikinya dicabut oleh keluarga besar.
__ADS_1
Tetapi justru cerita inilah yang menimbulkan kekaguman besar dalam diri bian, dia kagum atas kekuatan cinta antara om dan tantenya, mereka berjuang menjalani hidup sederhana tetapi selalu dipenuhi cinta.
Dan nasehat itu pulalah yang tadi diberikan oleh om wisnu kepada bian.
Om wisnu meminta bian fokus dengan suara hatinya, karena saat om wisnu diminta memilih antara keluarga dan kekasihnya, beliau lebih mendengarkan isi hatinya, beliau memilih memperjuangkan cintanya.
Dan sampai di titik ini tak sekalipun beliau menyesal dengan keputusannya.
Kebahagiaan yang dijalani bersama tante aura mampu membuat om wisnu melupakan hidupnya yang terbiasa bergelimang harta. Beliau menjalani hidup sederhana sampai saat ini namun terlihat sangat bahagia karena diliputi cinta yang tulus.
Hampir tengah malam mobil telah sampai kembali di apartemen mewahnya.
__ADS_1
Bian bergegas masuk kamar dan membersihkan dirinya di kamar mandi. Bian sudah tak sabar untuk melakukan video call dengan kekasih yang sudah sangat dirindukannya.
Setelah beberapa hari bian menjauhi gadis itu dan tidak berani mengaktifkan nomor handphone Indonesia nya karena pasti shira akan menelepon atau berkirim pesan kepadanya. Dia tak kuasa jika mengabaikan gadis itu.
Setelah tubuhnya segar bian segera mengambil handphone yang ada di atas nakas, memencet sebuah nomor dengan nama "my wife".
Bian tersenyum membaca nama itu, dia memang sangat menggilai shira hingga menganggap gadis itu istrinya.
Beberapa menit berlalu namun tak ada jawaban dari shira."Kemana kamu sayang?" batin bian. Perbedaan waktu 7 jam antara London Jakarta seharusnya tidaklah masalah, saat ini tengah malam di tempat Bian berada pastinya di tempat Shira saat ini sudah pagi.
"Hmmm, apa mungkin kamu lagi sibuk? atau kamu ngambek? berbagai macam pikiran buruk berkecamuk dihati bian.
__ADS_1
Selama Shira bersama bian gadis itu sangatlah manja, dia terlalu bergantung kepada bian, bahkan terkadang makan pun selalu diingatkan bian dan disuapi.
Bian mengira itu adalah sifat Shira dan dia dengan senang hati melakukannya karena dia juga menyukai sifat Shira itu, Bian selalu khawatir jika terlalu lama tidak berada di samping shira, dia takut gadis kesayangannya itu sakit atau terluka karena kecerobohannya.