
Maafkan aku....
Tidak ada kalimat lain yang terucap dari bibir bian untuk membela dirinya. Dia sadar sikap dinginnya selama hampir 2 minggu dan ditambah lagi dengan menghilangnya dia tanpa kabar pasti akan membuat shira marah kepadanya.
"Aku lagi menabung rindu yang banyak saat kemarin jauh dari kamu, tapi ternyata berat, mesin penyimpanan rindu aku sudah hampir meledak karena over load" bisik bian menggoda Shira
"Hahaha, kak kamu tambah lucu" shira tak henti tertawa mendengar ucapan bian yang aneh barusan. Dia menyampirkan lengannya memeluk pinggang bian yang sedang duduk disampingnya. Kepalanya disandarkan dibahu kekasihnya itu.
Shira memang selalu bersikap manja ketika bersama bian, hal ini mungkin disebabkan karena shira tidak pernah mendapat kasih sayang dari keluarganya.
Keluarga angkatnya saat ini hanyalah menjadikannya sapi perah untuk mendapatkan uang. Tak pernah terbayangkan sedari umur 5 tahun shira sudah menjalani kerasnya hidup di jalanan. Dan saat ini setelah kehadiran bian, Shira seolah menemukan tempatnya bersandar dan bermanja.
Didekat bian shira selalu diperlakukan bagai putri raja, bian tak segan menyuapi shira makan, mengikat tali sepatu shira, membawakan tas dan peralatan kuliah shira. Karena itulah shira sangat ketergantungan kepada bian, saat bian menghilang beberapa hari, dia kehilangan pegangan dan banyak melamun.
"Kenapa kamu bisa kecelakaan? cerita padaku!" tanya bian lagi
"Aku yang salah, aku melamun saat turun dari angkutan umum, aku langsung menyeberang tanpa lihat kiri kanan" tutur shira
"Kamu mikirin apa? kenapa kamu tidak menjaga diri dengan baik? kenapa melamun? bukannya saat aku pamit mau keluar negeri kamu janji akan menjaga diri ku buat aku?" omel bian
__ADS_1
"Aku mikirin kak bian, aku telepon ga diangkat, aku kirim pesan ga dibalas, aku gak tau aku salah apa, kok tiba tiba aku dijauhi" ucap shira dengan jujur.
Bian kehabisan kata-kata dengan tingkah polos gadis itu. Dia kembali menarik Shira kedalam pelukannya.
"aku sedang memperjuangkanmu gadis Bodoh" gumam bian dalam hati.
"Apa yang kamu rasakan sekarang? masih sakitkah?" tanyanya.
"Ga ada kak, aku udah sehat" jawab shira.
"Bersiaplah, aku mau mastikan kondisi kesehatan kamu ke dokter keluarga aku" ucap bian.
"Hmmm,, dasar keras kepala, selalu saja takut sama dokter dan rumah sakit" batin bian.
Aku belum memaafkan kakak Lo" serang shira menyadarkan bian akan posisinya. Jadi apa yang harus hamba perbuat agar tuan putri mau memaafkan hamba? tanya bian dengan wajah memelas.
"aku mau jalan jalan" ucap shira.
"sesederhana ini kebahagiaan dia, membuat aku semakin mencintai kamu" ucap hati bian.
__ADS_1
"Ya udah, ayo jalan jalan" ajak bian tulus.
Senyum shira mengembang mendengar ajakan bian.
"Siap, aku setuju" ucapnya dengan memasang mimik wajah yang membuat bian makin tergila-gila
*Di tempat berbeda*...
"Pelan pelan sayang jangan buru buru nanti kamu jatuh!"
"Tidak boleh makan yang dingin dan manis, gak bagus buat ku yang masih dalam pemulihan!"
"Gak boleh ini, gak boleh itu!!!!"
Saat ini dalam perjalanan pulang dari acara jalan-jalan mereka. Didalam mobil shira hanya diam dan memandang keluar jendela, perasaannya kesal karena bian memperlakukannya seperti anak kecil yang benar benar harus dijaga, aturan dan larangan dari bian meningkat 99.99%. Dia begitu over protektif kepada shira, melebihi dokter dan perawat yang menjaganya saat di rumah sakit.
"Neng cantik, kok manyun aja" goda bian
Dia tau shira sedang kesal karena ulahnya yang selalu membatasi keinginan shira hari ini.
__ADS_1
"Hmmm, menyedihkan sekali nasib aku, buru buru datang dari perjalanan jauh hendak menemui kekasih aku, bukannya dapat senyuman malah dapat wajah jutek" sindir bian menggoda shira.