Dendam Cinta CEO Tampan

Dendam Cinta CEO Tampan
penyesalan


__ADS_3

mata Bu Gita terbelalak tak percaya menatap foto di depannya, itu foto shira dalam keadaan koma di rumah sakit, wajahnya lebam dan bengkak, tubuhnya sangat kurus dan ditubuhnya terpasang berbagai alat penunjang kehidupan


"shira ditemukan oleh aparat kepolisian saat penangkapan suaminya akibat kasus narkoba dan rumah suaminya digeledah, kondisinya saat itu sangat memprihatinkan, dan janin yang dikandungnya tak bisa diselamatkan, pengakuan dari pembantu rumahtangga yang bekerja dirumah itu, siang hari sebelum polisi mendatangi rumah itu perut Shira ditendang dan diinjak oleh suaminya, hingga wanita malang itu kejang dan pingsan" penuturan dari Marco


"Shira koma selama satu bulan lebih di rumah sakit, dan menjalani terapi pemulihan mentalnya sampai sekarang,


dia menjauhi laki laki, banyak diam dan tidak bersosialisasi, dia menutup dirinya, dan bahkan informasi yang saya dapatkan dari ibu kostnya, Shira hanya keluar rumah untuk bekerja, lebih dari itu dia tidak keluar sama sekali, bahkan disaat hari libur dia tak pernah pergi kemanapun, dia benar benar menutup dirinya" jelas Marco lagi


"di tempat kerjanya pun, tak banyak yang mengenalnya, dia hanya melakukan tugas yang menjadi tanggung jawabnya, setelah selesai dia akan kembali pulang ke kostnya" Marco menjelaskan lagi


Bu Gita tak lagi mempedulikan tatapan orang orang di sekelilingnya, untungnya ini pagi hari, cafe ini tak terlalu banyak pengunjung, Bu gita terus menangis menyesali perbuatannya kepada shira, dia tak tau harus bagaimana lagi menghadapi putrinya itu, saat ini yang ingin dilakukannya adalah memeluk dan meminta pengampunan gadis itu.


"Bu, apa rencana ibu selanjutnya?" tanya Marco

__ADS_1


"saya tak tau" jawab Gita sambil terisak


" bisakah saya meminta kamu mengantarkan saya pulang kerumah?" tanya Bu Gita


"tentu Bu, dengan senang hati, kembali ke kost nona Shira atau kerumah ibu?" tanya Marco lagi


" ke rumah saya saja, saya perlu menenangkan diri untuk memikirkan rencana selanjutnya yang akan saya lakukan"


Marco paham dengan kondisi kliennya saat ini, dia bergegas menyelesaikan tagihan cafe dan segera mengantarkan Bu gita pulang ke rumahnya


tak ada percakapan apapun yang terjadi selama perjalanan pulang menuju kediaman mewah Bu Gita, baik Marco maupun Gita larut dalam pikirannya masing-masing.


Bu Gita larut dengan penyesalan yang menyesakkan dadanya sementara Marco memikirkan hal lain tentang pekerjaannya.

__ADS_1


"terimakasih Marco" ujar Bu Shira saat hendak turun dari mobil


"apa kamu mau turun dulu, mampir?" tanya Bu Gita


"terimakasih Bu, saya masih harus bertemu dengan klien yang lain setelah ini" jawab Marco menolak ajakan Bu Gita


" baiklah, hati hati nak, terimakasih atas bantuannya, saya akan minta sekretaris saya transfer uang jasa kamu" ucap Bu Shira


"baik Bu, terimakasih kembali, ini jangan lupa jaga kesehatan dan beristirahat, saya berdoa semoga ibu segera menemukan jalan keluar terbaik atas masalah ini" ucap Marco tulus


"huffft, yah semoga saja" gumam Bu gita sesaat sebelum dia menutup kembali pintu mobil Marco


Gita berjalan gontai memasuki istana megahnya, dia sangat lelah, dia langsung menuju kamarnya dan menghempaskan tubuhnya ke kasur empuknya, dia menatap langit-langit kamarnya, pikiran nya saat ini menerawang, terlintas kembali senyuman tulus Shira saat merawatnya, dan seketika terlintas pula wajah Bian anaknya, apa yang harus dijelaskannya kepada putranya itu, sanggupkah bian menerima kenyataan pahit ini, dia sangat tahu kalo putranya itu sangat mencintai Shira, tetapi demi dendam konyol keluarganya Bian mengorbankan perasaannya T_T

__ADS_1


__ADS_2