
Kembali ke dunia nyata...
Bian mendapatkan telepon untuk segera pulang ke Indonesia dari mamanya. Seperti biasa gak ada bantahan dari bian, dua segera mempersiapkan semua yang dibutuhkan nya untuk segera sampai di tanah air.
Bian memandangi foto wallpaper di ponselnya. Foto yang telah setahun tak pernah dirubahnya, bahkan menjadi teman yang menemani sebelum tidur.
"Bolehkah aku menemui saat nanti berada di Jakarta?" bian bertanya sendiri dengan wajah gadis cantik yang tengah tersenyum itu.
.
.
.
Sementara itu di belahan bumi yang lain...
Shira kebingungan karena wanita yang beberapa minggu ini hidup bersamanya tak nampak berada di rumahnya.
Bu Gita menghilang saat shira pergi bekerja. Shira mengkhawatirkan kondisi kesehatan ibu itu karena ingatannya yang belum pulih, takutnya dia tersesat saat berjalan keluar.
__ADS_1
Hampir satu jam kebingungan, shira akhirnya menemukan pesan pada secarik kertas yang ditulis tangan oleh Bu gita.
"Nak Shira, maafkan ibu pergi gak sempat pamit, ibu sudah bersama keluarga ibu sekarang, secepatnya ibu akan kembali menemui kamu, jaga kesehatan ya, terimakasih sudah merawat ibu dengan baik selama ini" shira membaca surat yang ditinggalkan Bu Gita.
Shira menghembuskan nafas lega, akhirnya Bu gita bisa berkumpul kembali dengan keluarganya. Rasa kesepian kembali menyelimuti shira, dia bersedih karena kembali sendirian dirumah ini. Hidupnya begitu menyedihkan.
"Sendirian selamanya" jerit batin shira.
.
.
.
Dia mati rasa, hidupnya hanya dihabiskan untuk bekerja dan bekerja. Tubuhnya tampak lebih kurus dan berantakan. Bian pun sangat jarang tersenyum, dia menjadi lebih dingin.
Tak lama, pesawat akhirnya mendarat di tempat tujuan, bian memasuki mobil yang sudah menjemputnya. Bian memperhatikan sekelilingnya selama perjalanan, setahun lebih dia tak kembali ke negara ini. Belum banyak perubahan yang terjadi, sepanjang jalan masih tersimpan banyak kenangan buatnya dan tentu saja mengingatkan nya kepada shira nya.
Bian meminta sopir mengarahkan mobilnya ke suatu alamat yang ditunjukkan nya. Hati kecil nya menuntun nya untuk ke tempat itu.
__ADS_1
Mobil bian berhenti di depan rumah shira. Rumah itu ternyata sudah lama kosong. Ada perasaan luka muncul dihati bian memikirkan wanita cantik penghuni rumah itu sebelumnya.
"Dimana kamu sekarang?" gumam bian.
"Pak, bisa kita lanjutkan perjalanan? dari tadi nyonya terus menelepon karena kita terlambat sampai kerumah" ucapan dari sopir mengagetkan bian.
"Hmm, baiklah" ucap bian datar.
Bian kembali ke mobilnya, setelah sebelumnya memandang lagi kearah rumah lama shira yang gelap dan sudah dipenuhi rayap.
Sepanjang jalan dari rumah shira hati bian semakin tak tenang. Jalan ini lah dulu yang selalu dilewatinya bersama shira. Banyak banget kenangan yang masih tersimpan rapi di memorinya dan sedang berputar putar di pikirannya saat ini.
"Shira" gumam bian.
Pilihannya kembali ke Indonesia membuat luka dihatinya terbuka kembali. Setahun waktu yang telah dilewatinya tak sedikitpun bisa membuatnya move on dari shira.
Bian tersiksa dengan pikirannya saat ini. Dia berusaha memejamkan mata, memilih tak lagi melihat keramaian diluar sana, hanya akan membuat sakit di hatinya semakin menjadi jadi.
Maaf kalo up nya lama ya readers 🙏, kalo suka mohon tinggalkan jejak ya, buat penambah semangat
__ADS_1