Dendam Cinta CEO Tampan

Dendam Cinta CEO Tampan
calon istriku cantik kan??


__ADS_3

langit diluar masih gelap saat bian melajukan mobilnya membelah jalanan ibukota, dia tak tau mau kemana, nalurinya menuntunnya menuju ke suatu tempat, dia berhenti di sebuah rumah yang masih tertutup pintunya, rumah Shira, ya hatinya menuntunnya kerumah gadis itu, dia tak tahan menahan rindunya.


bian melihat jam di tangannya, saat ini sudah pukul 6 pagi, bian tak sabar menunggu gadis itu keluar. dan benar saja, tak lama muncul sosok Shira dengan pakaian rapinya keluar dari rumahnya, bian tersenyum manis saat Shira melihat kearahnya


"kamu ngapain kesini? tanya shira menyelidik


"mau jemput kamu, kan sepeda kamu masih ketinggalan di kampus" jawab bian


gak perlu, terimakasih, saya mau menghirup udara segar, jam kuliah saya masih lama, masih sempat buat saya olahraga dulu ke kampus jawab shira sopan


"owh okay, tak masalah" jawab bian cuek


Shira melirik sekilas dan berlalu meninggalkan bian, tapi bukan bian namanya kalo dia menyerah begitu aja


"kak Bian kenapa ngikutin saya terus?" tanya shira yang tak nyaman ada bian yang berjalan di belakangnya


"dih si Eneng kepedean, siapa yang ngikutin, aa' bian kan mau olahraga juga" bian menyahuti pertanyaan Shira dengan gaya lucu

__ADS_1


"huffttt"..Shira menghela nafas, dia bingung lihat tingkah cowok itu,


"bukankah dia terkenal sangat angkuh di kampus?" batin Shira


"kenapa dia selalu bersikap manis kepadaku?" batinnya lagi sambil tersenyum


"jangan mikirin aku terus neng, kalo rindu bilang aja" bisik bian di telinga shira


seketika wajah Shira memerah, dia malu ketahuan bersikap bodoh didepan cowok itu


wajah shira terus menunduk tak berani menatap wajah Bian yang sekarang ada di hadapannya, lagi lagi bian membuat jarak mereka sangat dekat, hingga degup jantung mereka bisa saling terdengar


"kang, pesan 2 bubur ayamnya y, jangan lupa pake mangkok!" ucap bian kepada tukang bubur itu


"aih si kasep teh lucu pisan, ya pasti pake mangkok atuh den" jawab mamang bubur dengan logat sundanya yang kental


mereka duduk berhadapan dibatasi meja, bian menopang dagunya dengan kedua tangannya dan terus menatap Shira hingga gadis itu salah tingkah dibuatnya

__ADS_1


Shira menunduk tak berani berbuat apa apa, dia tak tau apa maksud cowok tampan dihadapannya ini terus mendekatinya beberapa hari ini


mereka terus saling diam, bian terus menggoda Shira dengan menatap wajah gadis itu terus menerus tanpa berkedip, dia memasang ekspresi lucu, seolah sedang mengagumi sebuah mahakarya sempurna di hadapannya. hingga sapaan dari mamang bubur mengagetkannya


"udah atuh den tatap tatapannya, bubur nya keburu jadi nasi kalo ga disentuh sentuh" canda si mamang bubur


"hahaha, bisa aja ah si akang"


bian menyodorkan semangkok bubur kehadapan Shira,


"mau makan sendiri apa aku siapin?" canda bian


muka Shira kembali bersemu merah


"isssshhh apaan sih kak" jawabnya malu malu


"biarin aja semua ngelihatin, ya ga mba? calon istri aku cantik banget kan mba?" tanya bian pada seorang pengunjung yang lagi makan di sebelahnya

__ADS_1


sontak Shira yang baru saja menyuap bubur ke mulutnya menjadi tersedak, dia kaget dengan ucapan bian barusan


__ADS_2